
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Semua orang tanpa terkecuali terkejut dengan apa yang ditunjukkan Lin Feng. Kekuatan elemen kegelapan yang begitu murni, garis murni keturunan Dewa Sejati. Semua orang mengetahui itu, dan mereka tidak mungkin mempercayainya jika tidak melihat langsung menggunakan mata kepala sendiri.
Lin Hua sendiri yang juga mengetahui tentang sosok garis murni keturunan Dewa Sejati, dia hanya bisa menghela napas pelan mengetahui Lin Feng adalah sosok yang memiliki garis murni keturunan Dewa Sejati.
“Sebenarnya aku tidak ingin menunjukkan semua ini pada kalian, dan karena kalian telah melihatnya, jangan harap kalian bisa lari dari kematian yang sudah aku tetapkan!”
Sosok Lin Feng melesat turun mendekati sosok pria berjubah abu-abu yang seluruh tubuhnya telah terselimuti kekuatan kegelapan. Namun, kekuatan kegelapan pria itu tiba-tiba saja lenyap saat dihadapkan dengan kemurnian elemen kegelapan yang menyelimuti seluruh bagian tubuh Lin Feng.
Pria berjubah abu-abu yang sebelumnya sangat percaya diri dengan kekuatannya, kini dia dibuat ketakutan oleh sosok Lin Feng yang sudah berdiri sejajar di hadapannya. Lin Feng belum melakukan apa-apa padanya, tapi tubuhnya sudah terasa sangat lemas tak bertenaga.
Lin Feng menunjukkan senyuman di wajahnya, kemudian berkat, “Sebenarnya aku tidak ingin membunuhmu, tapi karena kamu sudah begitu berani menatap wanitaku dengan niatan buruk, jangan harap kamu dapat menemukan jalan lain, selain jalan menuju Alam Kematian!” Lin Feng melambaikan tangan, memberi tamparan keras pada pria di hadapannya.
Itu hanya tamparan biasa, tapi tamparan biasa yang dilakukan Lin Feng lebih dari cukup membuat pria di hadapannya terpental sejauh puluhan meter, dan berhasil menghancurkan separuh wajahnya.
Keadaan pria itu benar-benar tidak baik, tapi semua itu belum cukup untuk mengakhiri hidupnya. “Aku tidak memiliki banyak waktu bermain denganmu! Jadi, segera ucapkan selamat tinggal pada Alam ini.” Dengan Qi elemen kegelapan menyelimuti tangannya, Lin Feng mengarahkan tinjunya ke arah tubuh pria berjubah abu-abu yang telah kehilangan separuh wajahnya.
“BOOM...” Tubuh pria itu meledak berjubah menjadi serpihan kecil setelah menerima pukulan Lin Feng yang mendarat tepat di dadanya.
Selesai satu, masih ada sembilan pria berjubah abu-abu lainnya yang masih hidup, dan sedang mengarahkan sorot mata tajam ke arahnya. “Marah dengan apa yang baru aku lakukan pada salah satu dari kalian? Ingin membalaskan dendamnya? Kalau ingin membalaskan dendamnya, kemarilah dan coba balaskan dendamnya.” Lin Feng sengaja memancing kemarahan mereka karena dirinya tak ingin bermain lebih lama dengan mereka.
Terpancing dengan perkataan Lin Feng, tujuh dari sembilan pria berjubah abu-abu bersamaan melesat turun menyerang Lin Feng yang begitu tenang berdiri di atas permukaan tanah. Sedangkan dua pria berjubah abu-abu, mereka yang menganggap sosok wanita bercadar lemah, mereka bermaksud menangkap wanita itu supaya dapat menundukkan Lin Feng. Jika Lin Feng berhasil di tundukkan dan menuruti keinginan mereka, menguasai Alam Dewa bukan lagi sekedar mimpi.
Dengan kekuatan besar yang dimiliki Lin Feng, mereka berkeyakinan dapat menaklukkan penguasa lainnya, dan membuat para penguasa tunduk di bawah kekuasaan mereka.
Huo Bin yang melihat pergerakan dua pria berjubah abu-abu yang mendekati wanita bercadar yang diyakininya merupakan wanita Lin Feng, sekuat tenaga dia melesat menuju tempat berdirinya wanita bercadar untuk melindunginya. Namun, belum juga sampai di tujuan, dia melihat wanita bercadar berhasil memukul mundur dua pria berpakaian abu-abu hanya dengan melambaikan tangannya.
Melihat semua itu Huo Bin hanya menggelengkan kepalanya. “Seharusnya aku tahu kalau dia bukanlah sosok wanita lemah sejak aku tidak bisa mengukur seberapa besar kekuatan yang dimilikinya.” Huo Bin bergumam lirih, kemudian dia kembali ke tempatnya.
Sementara itu, dua pria berjubah abu-abu yang mencoba menyerang Lin Hua, mereka kembali bangkit setelah sebelumnya terlempar cukup jauh.
__ADS_1
“Kita tidak bisa meremehkannya! Sebaiknya kita menyatukan kekuatan untuk mengalahkannya!” Salah satu pria berjubah abu-abu berkata, dan rekannya hanya memberi balasan dengan anggukan kepala.
Keduanya segera saja menyatukan kekuatan, membuat mereka memiliki kekuatan setara dengan tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 8, tingkat kekuatan yang setara dengan Lin Hua, tapi kekuatan mereka hanya sementara, dan itu tidak bertahan lama.
“Aku cukup kagum dengan kekuatan yang kalian miliki, tapi apa kalian berpikir kekuatan itu cukup untuk mengalahkanku? Kalian masih terlalu lemah untuk dapat mengalahkanku!” Selesai berkata, aura kuat meluap keluar dari tubuh Lin Hua, bersama dengan kemunculan pedang kecil yang diambilnya dari cincin penyimpanan miliknya.
Dua pria berjubah abu-abu yang menjadi lawan Lin Hua terkejut saat melihat kekuatan besar yang dimiliki Lin Hua. Keduanya tidak menyangka kalau ada sosok sekuat Lin Hua di Alam Dewa, padahal sebelumnya mereka yakin, kalau mereka sepuluh bersaudara adalah yang terkuat di Alam Dewa, dan hanya menunggu waktu bagi mereka sebelum berhasil menerobos tingkat Dewa Surgawi, dan pergi ke Alam Sembilan Surga.
"Waktu kalian di Alam ini telah habis. Aku mewakili Dewa kematian mencabut nyawa kalian, dan mengirimnya menuju Alam Kematian.” Lin Hua yang setelah berhasil menerobos tingkat Kaisar Dewa Langit berhasil membangkitkan kekuatan elemen api ungu yang lebih kuat dibandingkan elemen api hitam, dia menyelimuti pedang di tangannya menggunakan elemen api ungu, dan setelahnya dia melesat maju menyerang kedua lawannya.
Kecepatan Lin Hua dalam bergerak sangatlah cepat. Pandangan kedua lawannya bahkan tidak bisa mengikuti kecepatan pergerakannya. Keduanya baru bisa melihat sosok Lin Hua saat wanita itu muncul di hadapan mereka. Namun, kemunculan wanita di hadapan mereka bukanlah sebuah kabar baik. “Jika ada kehidupan selanjutnya untuk kalian, cobalah menjadi sosok yang lebih baik, dan yang terpenting jangan lagi membuat kekacauan di wilayah orang lain!”
Tepat Lin Hua menyelesaikan kata-katanya, kepala dua pria berjubah abu-abu tiba-tiba saja jatuh, dan tak lama tubuh keduanya jatuh dengan darah segar menyembur keluar dari luka mengaga di leher mereka.
Tak terlihat adanya noda darah di pedang maupun pakaian Lin Hua yang menunjukkan kalau dia melakukan serangan dengan sangat cepat dan akurat, bahkan tubuh kedua lawannya terbakar habis oleh api berwarna ungu begitu jatuh menghantam permukaan tanah.
“Aku tidak menyangka kekuatan elemen api ungu jauh lebih besar dibandingkan kekuatan elemen api hitam.”
“Meski ada puluhan orang seperti mereka, tetap mereka bukan lawan sepadan untuk seseorang yang memiliki garis murni keturunan Dewa Sejati.” Lin Hua bergumam lirih sambil melirik sosok Huo Bin di kejauhan yang sebelumnya ingin datang memberi bantuan.
“Huo Bin, Kaisar Kekaisaran Api. Sepertinya dia mengenali suamiku, dan sejak awal dia hanya menjadi penonton saat kekacauan terjadi di tempat ini.” Lin Hua mengenali sosok Huo Bin karena pria itu telah kembali berpakaian selayaknya penampilannya sehari-hari.
Mengabaikan keberadaan Huo Bin dan pasukan Kekaisaran Api, Lin Hua mengarahkan pandangan kepada ratusan ribu kultivator yang masih berlutut tak berdaya akibat tekanan yang diberikan belasan ribu prajurit pengikut suaminya.
Dari banyaknya kultivator yang dilihatnya, kedua mata Lin Hua tiba-tiba saja tertuju pada dua sosok yang dikenalinya. Mereka adalah Huo Liong, tuan muda keluarga Huo dan Huo Tian, kepala keluarga Huo.
“Mereka ternyata juga datang. Menurutku wajar mereka datang. Dengan sifat serakah yang mereka miliki, sangat kecil kemungkinan mereka tidak tertarik dengan wilayah tengah yang begitu banyak menyimpan sumberdaya berharga.”
Lin Hua mengacuhkan keberadaa mereka. Meskipun keluarga Huo masih memiliki hubungan dengan Huo Bin, sang Kaisar Kekaisaran Api. Lin Hua tidak peduli dengan semua itu karena Huo Bin memiliki hubungan yang tidak baik dengan keluarga Huo.
Secara singkat, Huo Tian dulu hanyalah anak kecil yang dianggap sampah di keluarga Huo, tapi sebuah kebetulan yang tak terduga mempertemukan dirinya dengan Kaisar Kekaisaran Api sebelumnya, yang mengangkatnya sebagai putranya. Sejak hari itu Huo Bin tak lagi menjadi anggota keluarga Huo meski dia tetap menggunakan nama keluarga Huo.
Kepala keluarga Huo saat itu tidak bisa menjalin hubungan baik dengan Kekaisaran Api karena Huo Bin telah menceritakan perlakuan buruk yang didapatkannya di keluarga Huo, bahkan dia menceritakan kematian tragis orangtua kandungnya di tangan para petinggi keluarga Huo hanya karena sebuah kesalahpahaman.
__ADS_1
“Swusshh... Swusshh... Boom...” Ledakan berkali-kali terdengar di tempat pertempuran Lin Feng dan tujuh pria berjubah abu-abu. Terlihat tujuh pria berjubah abu-abu sudah mengalami banyak luka serius di sekujur tubuhnya, sedangkan Lin Feng sama sekali tidak mengalami luka.
Meski sudah mengalami banyak luka, dan luka-luka itu sangatlah menghambat pergerakan mereka. Tujuh pria berjubah abu-abu terus saja melakukan serangan ke arah Lin Feng, walau pada akhirnya mereka sendiri yang terluka akibat serangan balasan Lin Feng.
Lin Feng yang sudah bosan bermain-main dengan ketujuh lawannya, dia ingin segera mengalahkan ketujuh lawannya dengan cara memberi kematian yang layak pada mereka.
Namun, saat Lin Feng ingin segera mengakhiri hidup mereka, tiba-tiba saja tujuh pria berjubah abu-abu memancarkan aura kuat yang mampu membuat tanah di sekitar mereka bergetar.
Bukannya takut dengan yang dilihatnya, Lin Feng justru tersenyum karena dia tahu apa yang ingin dilakukan ketujuh lawannya.
“Mengeluarkan seluruh sisa kekuatan, dan menyatukannya untuk memberi serangan besar padaku. Yang kalian lakukan sangat luar biasa, tapi itu masih belum cukup untuk membuat kalian dapat mengalahkanku.”
Lin Feng melambaikan tangan. Pedang elemen muncul dan melayang di depannya. Dari yang semula hanya terlihat seperti pedang biasa, pedang elemen terlihat sangat mengerikan saat seluruh Qi elemen kegelapan yang dimiliki Lin Feng digunakannya untuk menyelimuti pedang elemen.
Semua orang termasuk Lin Hua dapat merasakan seberapa besar daya hancur pedang elemen yang telah dialiri Qi elemen kegelapan murni. Satu kali tebasannya, sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan belasan kota.
“Sudah saatnya kita mengakhiri semua ini!” Menggunakan telapak tangan kanannya Lin Feng mendorong pedang elemen yang telah terselimuti Qi kegelapan murni ke arah lawannya.
Pedang elemen melesat dengan kecepatan yang jauh melampaui kecepatan cahaya, tapi gerakan pedang elemen terhenti saat beradu dengan serangan gabungan tujuh sosok pria berjubah abu-abu.
Siluet tombak berwarna hitam yang merupakan penggabungan kekuatan tujuh pria berjubah abu-abu beradu kuat dengan pedang elemen milik Lin Feng.
Awalnya kedua kekuatan terlihat berimbang, tapi tak lama siluet tombak berwarna hitam perlahan mulai terdorong mundur kekuatan besar yang dimiliki pedang elemen.
Lin Feng menyunggingkan senyuman melihat itu. “Kekuatan serangan mereka setara serangan kultivator tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 9. Itu memang kuat, tapi semua itu belum cukup untuk mengalahkanku.”
Lin Feng melambaikan tangannya, kekuatan petir tiba-tiba muncul di pedang elemen miliknya, membuat semua orang yang melihatnya diam mematung, tak sedikitpun mereka membuat pergerakan.
Seketika siluet tombak hitam hancur dan pedang elemen melesat ke arah tujuh pria berjubah abu-abu yang kali ini tak memiliki kesempatan bertahan dari serangan Lin Feng. Ledekan besar terjadi bersamaan dengan musnahnya tujuh sosok pria berjubah abu-abu.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1