
Lin Hua dan dua orang lainnya tidak membuang kesempatan untuk mengakhiri hidup lawan mereka, ketiganya menyerang dengan segenap kekuatan yang mereka miliki, tapi sebelum serangan mereka mengenai lawan, sekelebat bayangan muncul, bersamaan dengan menghilangnya lawan mereka.
Melihat sekeliling, mereka tidak menemukan keberadaan tiga siluman, yang sebelumnya menjadi lawan mereka. Hanya ada sekumpulan siluman lengah yang saat ini terlihat oleh kedua mata mereka.
Namun, dari suatu arah mereka dapat merasakan munculnya aura kuat, yang membuat mereka kesulitan menggerakkan tubuh, bahkan para siluman memilih menyingkir saat muncul aura kuat yang kuatnya aura itu tidak dapat dilawan Lin Hua dan dua orang lainnya, meski mereka telah mengeluarkan seluruh kekuatan, untuk membebaskan diri dari tekanan yang membuat mereka kesulitan bergerak.
Sosok pria bermata merah menyala muncul tak jauh dari Lin Hua dan dua orang lainnya.
Dari tubuh pria itu terpancar aura kuat siluman yang membuat Lin Hua dan dua orang lainnya kesulitan bergerak. Memiliki aura siluman tapi dalam wujud manusia, hanya dengan melihat wujud pria yang tubuhnya memancarkan aura siluman, Lin Baoshi dan Lin Yanran tahu jika pria itu adalah perwujudan siluman yang kekuatannya telah melampaui tingkat Dewa Agung.
Mereka bertiga jelas bukan lawan sepadan untuk siluman yang sudah bisa merubah wujud menjadi manusia, sekalipun menyatukan kekuatan, hanya kematian yang akan mereka dapatkan.
Sementara itu, Lin Feng dan Lin Jia yang melihat keberadaan siluman dalam wujud manusia, mereka tahu kalau siluman itu adalah sosok penguasa hutan kabut abadi, dan jelas Lin Hua dan dua orang lainnya bukan lawan sepadan untuk sosok itu.
Aura siluman yang terpancar keluar dari tubuh siluman itu sudah cukup untuk memgunci pergerakan Lin Hua dan dua orang lainnya. Lin Feng yang melihat itu tentu dia tidak membiarkan hal buruk terjadi pada mereka.
Mengarahkan pandangan pada Lin Jia, ia berkata, “Memei, kamu pergi lindungi Hua’er dan yang lainnya sementara aku pergi bersenang-senang!”
Lin Jia mengangguk, lalu dia segera pergi ke tempat Lin Hua dan yang lainnyala, dan membebaskan ketiganya dari aura siluman yang membuat mereka sulit bergerak.
Gui Yinshen, sosok siluman yang menekan Lin Hua dan dua orang lainnya menggunakan aura siluman yang memilikinya, tiba-tiba saja muncul kerutan di keningnya saat dia melihat gadis kecil berhasil membebaskan Lin Hua dan dua orang lainnya dari aura yang dikeluarkannya.
__ADS_1
Aura siluman yang dikeluarkannya seharusnya cukup untuk mengunci pergerakan mereka yang masih berada di tingkat Dewa Agung, tapi gadis kecil yang dilihatnya, selain berhasil membebaskan tiga orang yang semula pergerakannya terkunci aura siluman miliknya, gadis kecil itu sama sekali tidak terganggu oleh aura siluman miliknya.
Gui Yinshen yang penasaran dengan identitas gadis kecil itu, dia memutuskan bertanya, “Siapa sebenarnya kalian? Kenapa kalian membuat keributan di wilayah kekuasaanku?”
Lin Feng yang ikut mendengar pertanyaan Gui Yinshen, dia muncul lima langkah di hadapan Gui Yinshen, lalu berkata, “Kenapa juga kami harus menjawab pertanyaanmu, sedangkan tak lama lagi kamu bakalan mati di tangan kami?”
“Aku mati di tangan kalian? Jangan harap sekumpulan orang lemah seperti kalian dapat mengalahkanku apalagi membunuhku! Bukannya aku yang mati, tapi kalianlah yang ditakdirkan mati di tanganku! Akan tetapi untuk kalian para wanita, aku mungkin tidak akan mengakhiri hidup kalian, asalkan kalian bersedia memberi kepuasan padaku!” ujar Gui Yinshen mulai tergoda dengan keindahan tubuh Lin Hua dan Lin Yanran.
Aura kuat terpancar keluar dari tubuh Lin Feng setelah dia mendengar kata-kata yang keluar dari dalam mulut Gui Yinshen. Dengan kilatan cahaya berwarna kuning keemasan di kedua matanya, Gui Yinshen yang melihat semua itu dan merasakan aura kekuatan Lin Feng, dia merasa harus mewaspadai kekuatan yang dimiliki lawannya.
“Aku paling tidak suka saat ada pria lain yang ingin mendapatkan keuntungan dari wanitaku, dan jangan harap ada kehidupan di hari esok untuk pria yang menginginkan keuntungan dari wanitaku dan itu berlaku juga untukmu! Berani memiliki keinginan mendapatkan keuntungan dari wanitaku, kau sudah ditakdirkan mati di tanganku!” kata Lin Feng bersama dengan ledakan aura, setara dengan aura siluman milik Gui Yinshen.
“Ternyata kau sudah berada di tingkat Dewa Semesta sama sepertiku, tapi hanya dengan kekuatan yang setara, jangan harap kau bisa membunuhku!” Gui Yinshen melesat ke depan bersama dengan luapan aura siluman yang sanggup membuat bergetar seluruh wilayah hutan kabut abadi.
“Bang... Boom...” Lin Feng mengarahkan tinjunya, menghadang tinju Gui Yinshen yang tertuju padanya. Getaran hebat terjadi saat kedua tinju mereka saling berbentuk, dan kuatnya getaran akibat benturan dapat dirasakan mereka yang berjarak ratusan kilometer dari lokasi pertempuran.
Tubuh Gui Yinshen terpental mundur berguling-guling menghantam pepohonan setelah dia beradu pukulan dengan Lin Feng. Terlihat tangan Gui Yinshen remuk, dan memberinya sensasi rasa sakit yang menyakitkan.
Sedangkan Lin Feng yang masih berdiri kokoh di tempatnya, dia tersenyum dunia melihat keadaan Gui Yinshen. “Bukannya kekuatan fisik siluman itu kuat berkali-kali lebih dari manusia, tapi kenapa aku merasa kekuatan fisikmu sangat lemah? Bahkan kekuatan fisikku jelas lebih kuat darimu. Kalau seperti ini, bukannya sudah terlihat siapa pemenang dari pertempuran ini?” ungkap Lin Feng meremehkan kekuatan yang dimiliki Gui Yinshen.
Gui Yinshen yang tahu kalau lawannya meremehkan dirinya, dia segera bangkit berdiri dengan sorot mata tajam penuh niat membunuh yang dia arahkan pada lawannya. Menelan pil penyembuh yang perlahan menyembuhkan luka di tangannya, hanya dalam beberapa detik luka di tangannya pulih, meski masih butuh sedikit waktu untuk benar-benar membuatnya pulih seperti sediakala.
__ADS_1
Gui Yinshen masih merasakan sedikit rasa sakit di tangan kanannya yang baru berbenturan dengan tangan Lin Feng. Kekuatan dirinya dengan Lin Feng memang setara, tapi jelas kekuatan fisik Lin Feng jauh lebih kuat darinya. Menghadapi lawan seperti Lin Feng, hanya kematian yang akan di alami Gui Yinshen kalau dia tidak serius bertempur dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
Mengeluarkan pedang berukuran besar dari cincin penyimpanannya yang merupakan senjata pusaka tingkat Dewa, segera dia melesat maju mengayunkan pedangnya menyerang Lin Feng.
Elemen kegelapan milik Gui Yinshen membetuk siluet sabit saat dia mengayunkan pedangnya, dan siluet sabit melesat ke arah Lin Feng, siap mencabik-cabik tubuh Lin Feng.
Lin Feng dapat merasakan kekuatan besar dari serangan Gui Yinshen, merasakan itu, di melambaikan tangannya, mengirim gelombang angin kegelapan, yang sanggup menelan seluruh serangan Gui Yinshen.
Serangan Gui Yinshen lenyap tak bersisa ditelan angin kegelapan, bahkan Gui Yinshen harus mengayunkan berkali-kali pedang di tangannya untuk melenyapkan serangan Lin Feng.
Gui Yinshen melompat mundur, menjaga jarak dari Lin Feng. “Tidak ada jalan lain, aku harus mengeluarkan teknik rahasiaku, dan berharap itu bisa mengalahkannya! Kalau masih gagal, aku tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk mengalahkannya,” gumam Gui Yinshen lirih.
Aura siluman menyelimuti tubuh Gui Yinshen. Tak seperti sebelumnya dimana aura siluman miliknya berwarna merah, kini aura siluman miliknya berwarna hitam kelam, dan perlahan muncul siluet naga kegelapan di belakang tubuh Gui Yinshen.
“Oh, sepertinya kamu ingin mengakhiri semua ini dengan cepat. Kalau itu maumu, aku tidak perlu lagi menahan diri.” Lin Feng tak lagi menahan kekuatannya, ledakan aura kuat yang melampaui tingkat Dewa Semesta Bintang 1, lebih dari cukup untuk membuat tubuh Gui Yinshen gemetar ketakutan.
Aura kuat Lin Feng memunculkan siluet raksasa pria berzirah, dengan pedang besar di genggaman tangannya.
“So... sosok itu, bukannya itu sosok Dewa Perang? Aura nya ini, Jangan-jangan ini aura Dewa Perang? Sial, kenapa aku harus bertemu dengan penerus Dewa Perang?” Gui Yinshen menyesali keputusannya muncul di hadapan rombongan Lin Feng.
Melihat ketakutan di mata Gui Yinshen, Lin Feng tersenyum sinis. “Jika kau berlutut di hadapanku dan bersumpah setia menjadi pengikutku, mungkin aku masih bisa memberi kehidupan untukmu!...”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.