Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Sebuah Kenyataan Pahit


__ADS_3

Bing Huifei terdiam seribu bahasa setelah mendengar perkataan Lin Feng dan teriakan Bing Hualing. Dia tahu Lin Feng dapat melihat kejadian di masa lalu dengan keistimewaan matanya, sedangkan Bing Hualing pasti lebih mempercayai perkataan putranya.


Tempat itu seketika menjadi hening karena semua orang hanya terdiam dan mengarahkan pandangan pada Bing Huifei. Sedangkan Bing Huifei, ia hanya bisa menundukkan kepala tak sanggup melihat orang-orang di sekitarnya.


Kebenaran dari perkataan Lin Feng adalah sebuah kebenaran, mau tidak mau Bing Huifei harus mengakui kalau ia dan suaminya memang lebih menyayangi putranya yang telah berkhianat, dibandingkan putra mereka yang lainnya.


Bing Hualing memegang tangan Lin Feng dan Lin Hua, bermaksud membawa keduanya pergi ke kediaman miliknya. Lin Baoshi dan Lin Yanran tentu ikut bersama mereka. Akan tetapi, sebelum melangkah pergi mereka kembali mendengar suara Bing Huifei.


“Selangkah kalian pergi meninggalkan tempat ini, kalian bukan lagi bagian dari keluarga Lin dan jangan menyalahkan aku, jika aku bersikap kasar pada kalian yang tidak mau menuruti perkataanku!” Jelas Lin Feng dan yang lainnya mendengar semua itu, tapi mereka mengabaikannya.


Dengan Bing Hualing berjalan di bagian depan Lin Feng dan yang lainnya, mereka terus melangkah pergi menjauhi Bing Huifei. Mereka semua terlihat tenang, tapi sangat waspada dengan apa yang ada di sekitar.


Kedua mata Lin Feng melihat pergerakan beberapa orang yang bergerak dalam bayang-bayang dan bermaksud menyerangnya. Orang-orang itu memiliki kekuatan, tapi kekuatan mereka bukanlah sesuatu yang harus ditakuti Lin Feng dan yang lainnya.


Lin Feng melambaikan tangan kirinya, menciptakan gelombang serangan yang langsung tertuju pada salah satu orang yang mencoba meraih tubuh Lin Hua. Serangannya tepat menghantam tubuh orang itu, dan membuatnya terpental mundur belasan langkah.


Beberapa orang lainnya mulai mendekat dan berusaha memisahkan Lin Feng dengan orang-orang di sekelilingnya. Bing Huifei menginginkan Lin Feng, oleh karena itu ia memberikan perintah pada orang-orangnya untuk membawa Lin Feng dan mengabaikan yang lainnya.


Lima orang muncul bersamaan dan langsung menyerang rombongan Lin Feng, tapi hanya untuk menghadapi mereka, Lin Baoshi seorang diri sudah lebih cukup untuk menghadapi mereka semua, bahkan ia tidak perlu menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan mereka.


Lin Feng membiarkan Lin Baoshi melakukan apa yang ingin dilakukannya, ia baru akan maju bertindak seandainya Lin Baoshi membutuhkan bantuannya. Akan tetapi melihat kekuatan yang dimiliki lawan, meski disatukan kekuatan mereka jauh dari cukup untuk mengalahkan Lin Baoshi.

__ADS_1


“Bang... Bang... Bang...” Lin Baoshi memukuli orang-orang yang mendapat tugas dari Bing Huifei untuk membawa Lin Feng ke hadapannya, tapi bukannya berhasil, mereka semua justru harus mengalami luka yang tak ringan setelah mendapat serangan dari Lin Baoshi.


Sebenarnya Lin Baoshi ingin mengakhiri hidup mereka yang memiliki niatan buruk pada tuan mudanya, tapi mendengar suara Lin Feng di pikirannya yang menyuruh tidak membunuh mereka, ia hanya bisa menuruti keinginan tuan mudanya dan pada akhirnya, masing-masing dari mereka menerima sebuah pukulan darinya, yang seketika menghilangkan kesadaran milik mereka.


“Sebaiknya Nenek jangan lagi mengganggu kami! Akan tetapi, kalau Nenek menginginkan sesuatu yang buruk terjadi di tempat ini, dengan senang hati aku bisa menunjukkan apa yang menjadi keinginan Nenek!” kata Lin Feng tegas.


Bing Huifei yang mendengar itu, ia tidak percaya Lin Feng dapat melakukan seperti apa yang dikatakannya. Bagaimanapun juga saat ini Lin Feng dan yang lainnya berada di kediaman keluarga Lin, dan siapapun yang berada di kediaman keluarga Lin harus tunduk padanya.


Bing Huifei terpikirkan sebuah cara yang mana cara itu ia yakini dapat memisahkan Lin Feng dengan yang lainnya, ia melihat banyak kelebihan yang dimiliki Lin Feng, dan karena itu ia sangat ingin Lin Feng berdiri di sisinya dan menuruti semua keinginannya.


Senyum tipis terlihat di bibirnya kemudian ia berkata, “Saat ini kalian berada di kediaman keluarga Lin dan siapapun yang berada di tempat ini harus menuruti semua keinginanku, termasuk kalian!”


“Siapapun yang tidak bersedia menuruti keinginanku sedangkan ia sudah berada di kediaman ini, tidak ada jalan keluar untuknya selain kematian!” lanjutnya berkata sambil menatap sinis Lin Feng dan yang lainnya.


Sekarang ia juga mengerti alasan kenapa nenek dan kakeknya lebih sering acuh pada keadaan ayahnya, padahal dengan kemampuan yang mereka miliki, mengalahkan seluruh siluman di Alam Sembilan Surga tingkat kedua bukanlah sesuatu yang menyulitkan mereka.


Ayahnya adalah yang termuda diantara seluruh saudaranya. Jika seharusnya anak paling muda mendapatkan perhatian lebih dari kedua orangtuanya, Lin Luyao selama ini hanya melihat ayahnya terus dipaksa bekerja keras untuk kepentingan keluarga Lin, sedangkan saat ia membutuhkan bantuan, keluarga Lin seolah menutup mata tak peduli dengan apa yang terjadi pada ayahnya.


Tiba-tiba sosok pria muncul di samping Lin Luyao, “Kali ini Ibunda sudah sangat keterlaluan! Bagaimana bisa Ibunda ingin memusuhi cucuk sendiri, sedangkan ia sama sekali tidak memiliki niatan buruk pada keluarga Lin?” tanya pria itu yang tak lain adalah Lin Junda, ayah dari Lin Feng yang sudah pulih meski belum sepenuhnya pulih.


Bing Huifei menoler melihat Lin Junda dan dengan suara tegas ia mulai berkata, “Siapapun yang tidak menuruti keinginanku, dia adalah musuh keluarga Lin, dan itu juga berlaku untuk kamu serta putrimu jika kalian berdua tidak menuruti keinginanku!”

__ADS_1


Lin Junda menggelengkan kepalanya dan begitu saja membawa Lin Luyao pergi ke tempat Lin Feng dan yang lainnya. “Ibunda, kali ini aku benar-benar sudah kehilangan kesabaran menghadapi tingkah Ibunda. Jika aku ditakdirkan menjadi musuh keluarga Lin, aku sama sekali tidak menyesal!” katanya.


Lin Luyao mengangguk setuju dengan perkataan ayahnya. Sedangkan Bing Huifei, dia tidak menyangka jika Lin Junda memilih berada di sisi orang-orang yang ingin ia singkirkan demi mendapatkan sosok berharga seperti Lin Feng.


Akan tetapi, dengan keadaan Lin Junda yang baru pulih dari luka dan belum mendapatkan kembali seluruh kekuatan yang ia miliki, Bing Huifei meremehkan keberadaan Lin Junda yang kini bersatu dengan rombongan Lin Feng.


“Aku memberimu kesempatan terakhir untuk kembali ke sisiku dan bersama-sama mengalahkan musuh keluarga Lin! Jangan menolak kesempatan yang aku berikan sebelum semuanya terlambat! Jika semua terlambat, kamu dan juga putrimu akan menjadi musuh keluarga Lin!” teriak Bing Huifei lantang.


“Terimakasih atas penawaran Ibunda, tapi aku tetap pada pendirianku. Aku Lin Junda lebih baik mati daripada berada di sisi orang yang hanya ingin memanfaatkan kekuatan anggota keluarga Lin demi kepentingannya secara pribadi.


Bing Huifei menatap tajam Lin Junda lalu ia berkata dengan suara lantang, “Apa kamu yakin memutuskan berdiri di sisi mereka sedangkan istri dan putrimu yang lainnya masih berada di tanganku?” Menggunakan anggota keluarganya Lin Junda, Bing Huifei ingin mengancam pria itu.


“Apapun yang ingin Ibunda lakukan pada mereka, aku sama sekali tidak peduli dengan keadaan mereka! Wanita yang memiliki sifat serakah dan ingin memiliki semua yang aku miliki. Seorang putri yang nyatanya bukan putri kandungku, dan entah sudah berapa kali anak itu mengirim pembunuh bayaran untuk mencelakai putriku sendiri!”


Selama ini Lin Junda telah melakukan penyelidikan tentang istri dan putrinya, dan sebuah kenyataan pahit ia dapatkan saat tahu seperti apa kelakuan wanita itu di belakangnya. Wanita itu telah bermain api dengan seseorang yang sangat dikenal olehnya, bahkan hubungan diantara mereka membuahkan hasil seorang putri, yang selama ini mendapatkan perlakuan baik darinya maupun dari Lin Luyao.


Akan tetapi, siapa yang menyangka, ia yang telah diperlakukan baik olehnya dan juga putrinya, ia justru menjadi alat ibunya untuk mencelakai dirinya. Racun pelemah diberikan padanya oleh dia yang senantiasa menempel di dekatnya.


Terkena racun pelemah membuat Lin Junda tidak bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya, dan meski saat itu ia berhasil membunuh seluruh pembunuh bayaran yang ingin mencelakai Lin Luyao, ia mengalami luka parah yang membuatnya tidak bisa melakukan apapun selama beberapa bulan terakhir.


“Aku secara pribadi sangat berterimakasih pada Ibunda karena memberiku wanita sempurna, bahkan karena kesempurnaannya dia selama ini begitu sempurna menutupi kematian wanita yang sangat aku cintai, yang pada kenyataannya dialah yang telah membunuhnya!” Sebuah kenyataan pahit didapatkan Lin Junda setelah bertahun-tahun menyelidiki penyebab kematian istri pertamanya, yang tak lain adalah ibu dari Lin Luyao.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2