Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Berperang Tanpa Persiapan


__ADS_3

Guo Duyi dan Guo Niu sangat marah melihat apa yang dilakukan Lin Feng pada Guo Yong. Banyak orang yang mencoba menyelamatkan Guo Yong, tapi dengan hancurnya seluruh oragan dalam di tubuhnya, Guo Duyi dan Guo Niu tahu kalau hidup adik mereka tak bisa diselamatkan.


Keduanya menatap Lin Feng dengan niat membunuh, tapi mereka sadar jika kekuatan pria itu bukan sesuatu yang bisa mereka lawan. Saat keduanya berpikir untuk meminta bantuan, mereka merasakan aura yang tidak asing bergerak mendekat.


“Swuusshh...” Pria tua dengan jubah berwarna kuning keemasan muncul di atas ketinggian langit.


Pria tua itu tak lain adalah Guo Shun, Tetua Agung keluarga Suci Guo.


“Siapa yang telah membunuh putraku?” Teriak Guo Shun bersamaan dengan aura kuat Dewa Agung Bintang 8 yang terpancar keluar dari tubuhnya.


Semua orang tertekan saat merasakan aura Guo Shun, tapi tidak dengan Lin Feng yang masih berdiri tegak di tempatnya, dan tak terlihat kalau dia berusaha keras menahan tekanan aura yang membuat orang-orang di sekitarnya jatuh tersungkur.


Melihat ada satu orang yang masih sanggup berdiri setelah merasakan aura kuat yang dikeluarkannya, Guo Shun merasa orang itu tidak sesederhana kelihatannya.


“Swuusshh... Swuusshh...” Guo Duyi dan Guo Niu muncul di hadapan Guo Shun.


“Ayahanda, pria itu yang telah membunuh adik Guo Yong,” kata Guo Duyi menunjuk satu-satunya pria yang masih berdiri tegak ditengah-tengah ratusan orang yang jatuh berlutut tak kuasa menahan tekanan aura kekuatan Guo Shun.


Niat membunuh yang meningkatkan tekanan aura kekuatannya meluap keluar dari tubuhnya, dan seluruh niat yang dia miliki seluruhnya diarahkan pada pria yang telah membunuh salah satu putranya.


“Berani membunuh putraku, aku pasti membunuhmu, tapi jangan harap kau bisa merasakan kematian tanpa rasa sakit!” teriak Guo Shun dengan suara lantang sambil mengedarkan kekuatan puncaknya, membuat banyak orang pingsan karena tak kuasa bertahan dari tekanan aura kekuatan Guo Shun.


“Membunuhku? Kamu mengatakan itu seolah memiliki kemampuan untuk melakukannya. Ingin membunuhku hanya dengan kekuatan Dewa Agung Bintang 8, apa kamu sedang meremehkan kekuatanku?” teriak Lin Feng dan dia tak lagi menahan kekuatannya.


Aura kekuatan yang semula tak terlihat kini semua orang dapat melihatnya, tapi apa yang mereka lihat bukanlah sesuatu yang mereka harapkan. Aura kekuatan itu bukanlah milik mereka yang berada di tingkat Dewa Agung, melainkan...


“De... Dewa Semesta? Ba... bagaimana mungkin semuda itu tapi kekuatannya telah jauh melampaui kekuatanku?” kata Guo Shun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


Sedangkan Guo Duyi dan Guo Niu, sekarang keduanya tahu alasan kenapa mereka tidak bisa mengalahkan pria itu. Dengan perbedaan kekuatan yang terlampau jauh, sekalipun ada ribuan orang dengan kekuatan sama dengan mereka, tetap saja mustahil mengalahkan dia yang telah berada di tingkat Dewa Semesta.


“Swuusshh...” Lin Feng muncul di dekat Guo Duyi dan Guo Niu, mencengkram kuat leher keduanya dari belakang.


“Seperti yang tadi aku katakan, aku tidak pernah membiarkan lawanku hidup di akhir pertempuran,” kata dingin Lin Feng lalu tanpa berkedip dia mematahkan leher Guo Duyi dan Guo Niu tepat di hadapan Guo Shun.


Lin Feng sengaja melakukan semua itu di hadapan Guo Shun untuk memancing amarah pria itu. Baginya, menghadapi orang yang dipenuhi amarah jauh lebih menyenangkan daripada menghadapi orang yang memiliki sikap tenang.


“Ka... kau, beraninya kau membunuh kedua putraku di hadapanku!” Guo Shun marah, tapi di satu sisi dia tahu pria yang membunuh putranya bukanlah lawan sepadan untuknya.


“Kenapa aku tidak berani? Bukan hanya berani membunuh putramu, tapi aku masih memiliki cukup banyak keberanian untuk membunuh kamu dan mereka semua yang berasal dari keluarga Suci Guo,” kata Lin Feng sambil tersenyum, meremehkan kekuatan Guo Shun, lalu dia membuang kesembarangan arah mayat Guo Duyi dan Guo Niu.


Mendengar perkataan Lin Feng dan melihat apa yang dilakukan pria itu pada mayat kedua putranya, untuk pertama kali seumur hidupnya, Guo Shun merasa hidupnya terancam, dan segera dia menjaga jarak dari Lin Feng sambil memanggil bala bantuan.


Berada tak begitu jauh dari kediaman keluarga Suci Guo, hanya dalam hitungan detik bantuan yang dipanggil Guo Shun datang. Mereka yang datang adalah para tetua bersama dengan ribuan anggota keluarga Suci Guo.


“Sebelumnya aku ingin lebih dulu mengumpulkan informasi tentang seberapa kuat kekuatan keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, tapi sebelum informasi terkumpul dan bersiap menghadapi kalian, ternyata aku sudah harus berhadapan dengan kalian.”


“Namun, setelah melihat kekuatan yang kalian miliki, tidak masalah bagiku melakukan pertempuran tanpa sebuah persiapan,” kata Lin Feng tenang di hadapan semua orang yang berasal dari keluarga Suci Guo.


Sementara itu Guo Shun yang melihat ketenangan Lin Feng setelah melihat datangnya bala bantuan yang dirinya panggil, dia merasa sesuatu yang buruk bakal terjadi pada keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga.


“Tetua Agung, apa sebenarnya yang sudah terjadi, dan siapa sebenarnya pria itu? Kenapa aura kekuatannya membuatku ketakutan?” tanya salah satu tetua.


“Aku tidak tahu siapa dia, tapi dia adalah orang yang telah membunuh ketiga putraku, dan untuk kekuatannya, jelas kamu ketakutan karena kekuatannya telah berada di tingkat Dewa Semesta,” jawab Guo Shun.


Tetua yang bertanya pada Guo Shun dan siapapun yang mendengar jawaban darinya, mereka akhirnya mendapat jawaban, kenapa mereka ketakutan saat merasakan aura dari pria berjubah merah.

__ADS_1


Dengan kekuatan di tingkat Dewa Semesta, meski unggul jauh dalam jumlah, mereka tidak memiliki keyakinan lebih untuk mengalahkan pria itu.


“Bagaimana kalau Tetua Agung mengikhlaskan kematian ketiga putra tetua, dan kita mencoba berdamai dengan pria itu? Meski kita unggul dalam jumlah, dan dia hanya seorang diri. Dengan jumlah dan kekuatan yang kita miliki, apa Tetua Agung yakin kita dapat mengalahkan pria itu?” ujar tetua ketiga keluarga Suci Guo yang merasa hidupnya bakalan berakhir siap-sia jika memaksakan diri menghadapi pria berjubah merah.


Lin Feng yang dikejauhan jelas mendengar semua itu. Sebelum Guo Shun memberi tanggapan, Lin Feng lebih dulu berkata, “Maaf saja, aku tidak pernah berdamai dengan mereka yang sudah aku anggap musuh, apalagi musuh yang berasal dari keluarga Suci Guo...”


“Aku Lin Feng, dan aku tidak bakalan pernah menginginkan perdamaian dengan keluarga Suci Guo!” Tegas Lin Feng berkata, bersamaan dengan munculnya kilatan petir di sekeliling tubuhnya.


Dari kilatan petir yang terlihat samar, hanya dalam satu tarikan napas, kilatan petir di sekeliling tubuh Lin Feng semakin jelas terlihat, dan siap melenyapkan siapapun yang berada dalam jarak belasan meter darinya.


Guo Shun dan mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo, sekarang mereka tahu, siapa lawan yang sedang mereka hadapi.


“Ternyata dia berasal dari keluarga Lin,” ungkap tetua ketiga.


“Petir berwarna hitam keemasan, dan kekuatan berada di tingkat Dewa Semesta. Pria itu, Jangan-jangan dia adalah sosok yang beberapa hari lalu memunculkan fenomena badai petir di Alam ini!” ujar tetua pertama dengan ekspresi jelek di wajahnya.


“Jika benar dia yang menyebabkan fenomena itu, tidak mungkin bagi kita lari darinya. Apalagi dia berasal dari keluarga Lin, sudah pasti dia memiliki dendam pada kita yang sering membuat masalah dengan keluarga Lin,” kata tetua lainnya.


“Kita memang tidak bisa lari darinya, jadi sebaiknya kalian semua segera mempersiapkan diri untuk melakukan pertempuran hidup mati dengannya!” teriak Guo Shun yang telah bersiap melakukan pertempuran hidup mati melawan Lin Feng.


Mendengar itu, para tetua dan seluruh anggota keluarga Suci Guo, mereka segera melakukan persiapan seperti yang dilakukan Guo Shun.


Lin Feng yang melihat musuhnya melakukan persiapan, dia tersenyum sinis sambil menjentikkan jari, membuat dinding pembatas untuk mengurung dirinya dan seluruh anggota keluarga Lin di atas langit Kota Rantai Surgawi.


“Karena kalian sudah melakukan persiapan, mari kita mulai pertempuran, dan aku tidak bakal segan melenyapkan kalian semua yang berada di tempat ini!” Lin Feng mengedarkan kekuatan puncaknya lalu melesat maju menyerang siapapun yang dia anggap sebagai musuh.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2