Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Pemilik Baru Kediaman Keluarga Lin Feng


__ADS_3

“Paman, Bibi, apa kalian berdua sudah melupakan kami?” tanya Lin Feng pada Yang Guo dan Yang Ning saat mereka berpapasan.


“Gege, sepertinya Paman dan Bibi sudah melupakan kita,” kata Lin Hua menatap dua orang di hadapannya sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Hmmm... aku merasa tidak asing dengan wajah dan suara kalian, tapi dimana aku pernah melihat kalian?” ujar Yan Guo menunjukkan ekspresi wajah kebingungan sambil menatap bergantian Lin Feng dan Lin Hua yang berada di hadapannya.


“Hei kau pria pelupa, bagaimana bisa kau melupakan keponakan kita yang tampan dan cantik ini? Lin Feng, Lin Hua, jauhi pria itu! Lebih baik kalian peluk Bibi!” kata Yan Ning yang sejak awal sudah mengenali siapa sosok pria dan wanita di hadapannya.


Lin Hua langsung saja memeluk Yan Ning, tapi tidak dengan Lin Feng yang hanya melihat apa yang mereka lakukan. Sedangkan Yan Guo, dia terkejut saat mengetahui jika yang ada di hadapannya adalah Lin Feng dan Lin Hua.


“Tuan Muda maafkan Paman yang telat menyadari keberadaan Tuan Muda dan Nona Hua,” ungkap Yan Guo dan dia mencoba menundukkan kepala tapi dengan cepat Lin Feng menghentikan apa yang ingin dia lakukan.


“Paman kenapa masih memanggilku tuan muda, dan kenapa juga Paman ingin menundukkan kepala di hadapanku? Kita adalah keluarga, jadi Paman cukup memanggilku dan seharusnya aku yang menundukkan kepala untuk memberi hormat pada Paman yang memang pantas aku hormati.” Lin Feng segera memberi hormat pada Yan Guo, tapi pria itu berbalas menghentikan apa yang ingin dia lakukan.


“Tu... ma-maksudku kamu boleh melarangku memberi hormat padamu, tapi jangan pernah memberi hormat padaku karena itu hanya akan membuat langit marah padaku! Bagaimanapun juga kedudukanmu di semesta ini jauh lebih tinggi dariku, aku tidak bisa membayangkan apa hukuman yang akan aku dapatkan jika kamu memberi hormat padaku!”


Lin Feng benar-benar melupakan peraturan itu, dan hampir saja dia membuat celaka pamannya jika dia benar-benar menundukkan kepala memberi penghormatan padanya.


Pada akhirnya mereka berempat memutuskan pergi ke restoran mewah yang ada di pusat alam Dewa, dan mulai menceritakan apa yang selama di alami mereka masing-masing. Dari cerita Yan Guo dan Yan Ning, kehidupan mereka berjalan lancar tak sedikitpun menemui hambatan, sedangkan dari cerita Lin Feng dan Lin Hua, akhirnya Yan Guo dan Yan Ning tahu apa yang beberapa tahun lalu terjadi di alam yang lebih tinggi.


Sekarang ini Yan Guo dan Yan Ning kekuatannya telah berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 9, yang mana artinya wajib bagi mereka untuk pergi ke alam sembilan surga untuk dapat menerobos tingkat yang lebih tinggi.


“Apa Paman dan Bibi ingin secepatnya pergi ke alam sembilan surga?” tanya Lin Hua.


“Rencananya besok kami akan pergi ke alam sembilan surga dengan melewati portal penghubung alam. Kami merasa tak lama lagi akan menerobos tingkat Dewa Surgawi, oleh karena itu secepatnya kami harus sampai di alam sembilan surga,” kata Yan Guo.


“Kalau saja hari ini masih ada jatah tiket pergi ke alam sembilan surga, hari ini juga kami akan pergi ke tempat itu,” kali ini giliran Yan Ning yang berkata pada Lin Feng dan Lin Hua.


“Saat ini juga aku bisa membawa Paman dan Bibi ke alam sembilan surga,” kata Lin Feng tak berbohong karena tak sulit baginya membawa banyak orang pergi dari alam satu ke alam lainnya.


“Keponakanku, sekalipun kamu saat ini memiliki dua jatah tiket untuk pergi ke alam sembilan surga, hanya dengan dua tiket kamu tidak mungkin bisa membawa kami pergi bersama kalian!” ungkap Yan Guo.


Lin Feng tersenyum mendengar semua itu lalu berkata, “Kita tidak memerlukan tiket ataupun portal untuk pergi ke alam sembilan surga, bahkan aku bisa membawa Paman dan Bibi langsung menuju alam sembilan surga tingkat kedelapan. Namun sebelum pergi, sebaiknya kita habiskan lebih dulu makanan dan minuman yang sudah kita pesan!”

__ADS_1


Bingung, tentu saja Yan Guo dan Yan Ning bingung setelah mendengar perkataan Lin Feng. Bagaimana mungkin mereka bisa pergi ke alam sembilan surga, bahkan langsung pergi ke alam sembilan surga tingkat kedelapan tanpa melewati portal antar alam?


“Bibi dan Paman tidak usah bingung, selesai makan aku akan menunjukkan bagaimana mudahnya kita bisa pergi ke alam sembilan surga tanpa harus melewati portal!” ungkap Lin Feng yang dapat melihat kebingungan Yan Guo dan Yan Ning.


Mendengar itu keduanya hanya menganggukkan kepala, dan mereka mulai menikmati makanan serta minuman yang sudah tersaji banyak di atas meja.


Selesai makan dan membayar, Lin Feng membawa Lin Hua, Yan Guo, serta Yan Ning ke sudut kota yang sepi, bahkan tak terlihat keberadaan orang lain di tempat itu. Benar-benar tak ada orang lain, Lin Feng segera saja menjentikkan jari, dan hanya dalam satu kedipan mata mereka semua telah berpindah tempat.


Bukannya berpindah tempat di alam yang sama, mereka telah berpindah tempat di alam yang berbeda, dan Lin Feng membawa mereka pergi ke kediaman keluarganya yang ada di alam sembilan surga tingkat kedelapan.


“Paman, Bibi, selamat datang di alam sembilan surga tingkat kedelapan, dan rumah ini ke depannya akan menjadi tempat tinggal baru untuk kalian!” Lin Feng bermaksud menyerahkan rumah keluarganya pada Yan Guo dan Yan Ning dikarenakan saat ini keluarganya telah menetap di istana Sang Pencipta.


Yan Guo dan Yan Ning yang masih terkejut dengan begitu cepatnya mereka berpindah tempat, mereka jelas mendengar perkataan Lin Feng, tapi saat ini mereka benar-benar sedang fokus dengan keadaan sekitar.


Dalam diam keduanya mencoba menyerap Qi elemen di sekitar mereka, dan mereka dapat menyerap Qi elem yang jauh lebih murni di bandingkan apa yang ada di alam Dewa.


Setelah menyerap cukup banyak Qi elemen, barulah mereka percaya kalau sast ini mereka telah berada di alam sembilan surga. “Keponakanku, bagaimana caranya kamu pergi perpindah ke alam lain tanpa melewati portal penghubung alam?” tanya Yan Guo penasaran dengan cara yang digunakan Lin Feng.


“Aku melakukan semua itu dengan teknik khusus yang di semesta ini hanya aku satu-satunya pemilik teknik ini, dan kebetulan aku tidak bisa mengajarkan teknik ini pada orang lain,” kata Lin Feng memberi jawaban.


Pada akhirnya Yan Guo dan Yan Ning menerima penawaran Lin Hua. Sedangkan Lin Feng, dia tak mengikuti mereka. Dia memilih menemui pengurus kediaman keluarganya, dan menceritakan siapa Yan Guo dan Yan Ning pada mereka.


“Ke depannya mereka adalah pemilik rumah ini, dan aku berharap kalian bersedia melayani mereka seperti kalian melayani keluargaku. Mereka juga bagian dari keluargaku, jadi melayani mereka sama halnya dengan kalian melayani ayah dan ibuku,” kata Lin Feng.


"Tuan Muda percayakan semua pada kami, kamu pasti melayani Tuan Yan Guo dan Nyonya Yan Ning dengan sebaik-baiknya,” balas pengurus kediaman keluarganya yang kini dia berikan pada Yan Guo dan Yan Ning.


Lin Feng mengangguk puas mendengar itu, lalu dia menyuruh semua orang untuk kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. “Aku harap Paman dan Bibi menikmati hidup di tempat ini,” gumamnya pelan lalu dia pergi menghampiri Lin Hu, Paman, dan Bibinya.


“Paman, Bibi, apa kalian berdua sudah meresmikan hubungan?” tanya Lin Feng yang sudah tahu kalau Paman dan Bibinya bukanlah saudara sedarah, dan sejak bertemu kembali dengan mereka dia yakin sudah terjadi sesuatu diantara keduanya.


Mendengar pertanyaan Lin Feng, keduanya tersenyum sembari menganggukkan pelan kepala mereka.


“Sebelum meninggalkan alam langit, kami sudah meresmikan hubungan, dan kebetulan bibi kalian saat ini sedang mengandung anak pertama kami,” kata Yan Guo sambil mengelus perut Yan Ning yang masih datar karena usia kandungannya belum genap satu bulan, dan setidaknya butuh lima tahu untuk bayi di rahimnya lahir.

__ADS_1


Seorang kultivator memiliki masa kehamilan yang jauh lebih lama dari manusia biasa. Normalnya mereka akan mengandung selama empat sampai lima tahun, tapi tak jarang ditemukan kasus seorang kultivator mengandung selama lebih dari sepuluh tahun, dan tak lama setelah terlahir anaknya sudah bisa langsung berjalan.


“Paman, Bibi, selamat untuk pernikahan kalian dan calon anak kalian,” kata Lin Hua sembari tersenyum.


“Meski telat, setidaknya aku ingin memberikan hadiah pernikahan untuk Paman dan Bibi.” Lin Feng memberk sebuah cicin penyimpanan pada keduanya. “Untuk calon anak Paman dan Bibi, aku akan memberinya hadiah begitu dia lahir.”


Meski sebenarnya enggan menerima hadiah dari Lin Feng, pada akhirnya keduanya menerima hadiah itu setelah Lin Feng sedikit memaksa mereka menerima hadiahnya. Lagipula, Lin Feng merasa hadiah pemberiannya akan sangat berguna bagi mereka untuk secepatnya menerobos tingkat Dewa Agung.


Penasaran dengan hadiah pemberian Lin Feng, Yan Guo dan Yan Ning mengalirkan Qi mereka ke cincin pemberian Lin Feng, dan jelas mereka melihat semua barang-barang di dalam cincin.


“Keponakanku, kamu yakin memberikan semua ini untuk kami? Bukannya ini terlalu banyak dan kami yakin semua ini akan sangat berguna untuk meningkatkan kekuatanmu ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Yan Guo.


“Paman, percaya atau tidak semua sumberdaya itu sama sekali tidak berguna untukku,” ungkap Lin Feng.


Dengan sedikit membocorkan aura kekuatannya, Lin Feng ingin menunjukkan seberapa tinggi tingkat kekuatannya, meski dia tahu baik Paman dan Bibinya tak akan tahu seberapa tinggi kekuatannya.


Segera saja Yan Guo dan Yan Ning merasakan kekuatan besar yang dimiliki Lin Feng, tapi kekuatan itu sama sekali tidak membahayakan mereka.


“Keponakanku, berada di tingkat apa kamu sekarang?” tanya Yan Ning.


“Bibi, kekuatanku telah melampaui kekuatan semua sosok kuat di semesta ini maupun alam lain. Oleh karena itu sumberdaya yang aku berikan pada kalian, semua itu sama sekali tidak bisa lagi meningkatkan kekuatanku, tapi aku yakin itu semua masih berguna untuk kalian,” ungkap Lin Feng.


“Semua ini memang berguna untuk kami, dan mungkin dengan semua ini dalam jarak dekat kami sudah dapat melampaui tingkat Dewa Surgawi!” kata Yan Guo bersemangat untuk segera melakukan pelatih tertutup.


Lin Feng mengangguk mendengarnya, lalu berkata, “Kalau Paman dan Bibi ingin melakukan pelatihan tertutup, kalian bisa melakukan saat ini juga. Kebetulan saat ini kami juga harus kembali!”


“Jika Paman dan Bibi ingin pergi ke tempat kami, secepatnya Paman dan Bibi harus menerobos tingkat Dewa Agung!” kata Lin Feng dan sosoknya dan juga Lin Hua begitu saja menghilang.


Setelah kepergian mereka Yan Guo dan Yan Ning saling melirik. “Sepertinya masih ada tempat yang lebih tinggi dari alam sembilan surga, dan saat ini keponakan kita berada di tempat itu,” kata Yan Ning.


“Kita harus segera cepat menerobos ke tingkat Dewa Agung untuk melihat tempat itu,” ujar Yan Guo.


Mendengar itu Yan Ning mengangguk lalu keduanya segera mencari tempat terbaik untuk bersama-sama melakukan pelatihan tertutup.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2