Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Bertemu Sang Penguasa


__ADS_3

Lin Feng bergerak mengelilingi kediaman keluarga Suci Guo, mencari keberadaan musuh yang kemungkinan masih bersembunyi di dalam kawasan kediaman keluarga Suci Guo.


Namun setelah berkeliling untuk beberapa waktu dia tidak menemukan keberadaan musuh, yang artinya tak lagi ada anggota keluarga Suci Guo di kediaman mereka.


Saat Lin Feng ingin kembali ke tempat Lin Hua dan yang lainnya, muncul lubang hitam di depannya. Tak sempat melakukan perlawanan, tubuhnya lebih dulu tertarik ke dalam lubang hitam.


Berada di tempat yang asing baginya, Lin Feng merasa kalau dia tak dapat menggerakkan tubuhnya, bahkan saat dia ingin menggunakan kekuatannya, tak ada satupun kekuatan yang dapat digunakan olehnya.


Mata Dewa miliknya juga tidak berfungsi dan semua itu membuatnya kebingungan. “Kenapa aku tidak bisa bergerak bahkan tidak bisa menggunakan kekuatanku? Sebenarnya ini ada di mana?”


Mengingat keberadaan Lin Jia, dia mencoba menghubungi Lin Jia, tapi dia merasa tak lagi terhubung dengan Lin Jia, yang merupakan kekuatan sistem dalam tubuhnya.


Masih belum mengerti apa sebenarnya yang sudah terjadi dan dimana dia saat ini, aura yang sangat kuat menekan tubuhnya, membuat tubuhnya yang tak bisa bergerak tiba-tiba saja jatuh berlutut, dan dia mulai merasakan susah bernapas karena kuatnya aura kekuatan yang menekannya.


“Lin Feng, kamu hanya secuil dari kekuatanku. Sekuat apapun kamu berusaha membebaskan diri, pada akhirnya tidak ada yang bisa kamu lakukan!” Sebuah suara berat seorang pria terdengar olehnya, tapi itu hanya suara, dan tak ada wujud jelas dari sosok pemilik suara.


Ling Feng menengadahkan kepalanya yang anehnya bisa dia gerakkan, dan dia melihat seberkas cahaya terang berwarna putih melayang-layang di atasnya. Cahaya itu terlihat biasa biasa saja, tapi dia tahu aura kuat yang menekannya berasal dari cahaya itu.


Cahaya itu mendekatinya dan muncul sosok yang memiliki wujud manusia, tapi seluruh bagian tubuhnya memancarkan cahaya terang.


“Apa kamu bingung sekarang ada di mana dan kenapa kekuatanmu tidak bisa digunakan?” tanya sosok manusia cahaya yang saat ini berada di hadapan Lin Feng.


Lin Feng yang tak bisa menggerakkan mulutnya untuk berbicara, dia hanya mengangguk untuk berkomunikasi dengan sosok di hadapannya.


“Jangan bingung! Tempat ini hanyalah tempat kosong, dan kamu adalah orang pertama yang aku undang ke tempat ini karena sebenarnya kamu adalah aku dan aku adalah kamu.” katanya.


Bukannya hilang kebingungannya, Lin Feng justru semakin bingung setelah mendengar semua itu.

__ADS_1


“Hahaha ... ternyata kamu justru semakin bingung. Baiklah, aku akan menjelaskan lebih lengkap tentang siapa aku dan dimana kita saat ini.” Sosok itu mengambil satu langkah maju, mendekatkan dirinya pada Lin Feng. “Kamu adalah penerusku, dan aku saat ini adalah sosok yang dikatakan sebagai sang penguasa. Tiga seperempat kekuatan yang aku miliki sebenarnya sudah menjadi bagian dari kekuatanmu, tapi karena kekuatan sejatiku, aku masih jauh lebih kuat darimu!”


“Tempat ini adalah ruang pribadi milikku, dan tempat ini kedepannya akan menjadi milikmu.” Membuat gerakan seolah sedang menjentikkan jari, tiba-tiba saja ruangan gelap berubah menjadi ruangan sangat mewah, dan Lin Feng saat ini bisa menggerakkan tubuhnya bahkan dia bisa menggunakan kekuatannya.


“Kamu!” Lin Feng sangat terkejut karena sosok manusia cahaya di hadapannya tiba-tiba saja berubah menjadi sosok yang sama persis dengan dirinya, dan yang membedakan dia dengan dirinya hanyalah warna pakaian.


“Hahaha... kamu tidak perlu terkejut, bukannya tadi aku sudah mengatakan padamu kalau aku adalah kamu, dan kamu adalah aku! Dikarenakan kita sebenarnya adalah satu, jadi wajar jika penampilan kita sama,” katanya.


“Kalau kita sama, sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku, dan kenapa membawaku ke tempat ini?” tanya Lin Feng memastikan tujuan sosok di hadapannya, membawanya ke ruang pribadi miliknya.


“Kamu akan segera menggantikan posisiku saat ini!” Sosok itu melangkah maju, lalu menyentuh kening Lin Feng dengan jari telunjuknya.


Gambaran-gambaran sedang masa yang dinamakan masa kekosongan sampai masa sekarang muncul dalam ingatan Lin Feng, selain itu dia jelas melihat jalannya perang besar di Alam Semesta yang sudah sering terjadi, dan yang namanya peperangan selalu saja memberikan dampak buruk pada pihak yang menang maupun pihak yang kalah.


Selain mendapatkan ambaran-gambaran dan ingatan seluruh kejadian di masa lalu, Lin Feng juga mendapatkan peningkatan pada seluruh kekuatannya. Seni tarung maupun teknik yang selama ini dia pelajari, semua tingkatannya meningkat ke tingkat tertinggi.


Seni tarung pedang penguasa, seni tarung tinju penguasa, teknik langkah penguasa, aura penguasa, mata penguasa, jari-jari penciptaan. Seni tarung maupun teknik yang dikuasai Lin Feng menyusut, tapi dia merasa hanya dengan yang dimilikinya saat ini, dia puluhan kali bahkan mungkin ratusan kali lebih kuat dari sebelumnya.


Dia juga dapat merasakan kekuatannya telah meningkat. Tak lagi berada di tingkat Dewa Semesta, saat ini ia sudah berada di tingkat tertinggi puncak dari segala jenis kekuatan, tingkat Penguasa, dan seperti di masa lalu saat ini ada sosok dua penguasa.


Satu penguasa mewakili sisi baik dan satu lagi mewakili sisi buruk, dan selamanya akan terus seperti itu. Namun kali ini ada yang berbeda. Jika biasanya penguasa yang mewakili sisi baik menguasai hukum kehidupan, dan hukum kematian biasanya menjadi milik dia yang mewakili sisi buruk.


Saat ini hukum kehidupan maupun hukum kematian seutuhnya menjadi milik satu sosok, dan sosok itu adalah Lin Feng. Dengan memiliki keduanya, bisa dipastikan tak ada yang bisa menghadapi Lin Feng sekalipun yang menjadi lawannya adalah sesama penguasa.


“Aku sudah memberikan semua yang aku miliki padamu, sekarang aku bisa berkumpul dengan para penguasa sebelumnya, yang saat ini menjalani kehidupan biasa di Alam Penguasa,” kata sosok yang telah memberikan seluruh pengetahuan dan kekuatannya pada Lin Feng.


“Meski para pencipta memiliki rupa yang sama karena sesungguhnya kita adalah satu, wanita yang kita cintai tidak akan pernah salah melihat pasangannya!” katanya dan dia melompat mundur, menjauh dari Lin Feng.

__ADS_1


Lin Feng yang perlahan membuka kedua matanya, dia merasakan perbedaan nyata pada dirinya sendiri. Selain bertambah kuat, dia dapat merasakan aura agung tak yang keluar dari tubuhnya. aura ini mirip seperti yang sebelumnya membuat dia jatuh berlutut.


“Semua pengetahuan yang kamu butuhkan telah aku berikan padamu, dan kini sudah waktunya kita berpisah,” katanya dan perlahan sosoknya mulai menghilang, berubah menjadi bulir-bulir cahaya, dan setelahnya giliran Lin Feng yang menghilang.


“Swuusshh...” Sosok Lin Feng muncul di tempat semula dia berada sebelum bertemu sang penguasa. Bukan sang penguasa alam, tapi dia adalah sang penguasa kehidupan bahkan semesta ini dan seluruh kehidupannya adalah ciptaannya.


“Dia masih saja berbohong sampai akhir. Mana ada alam penguasa dan penguasa kehidupan lainnya? Penguasa kehidupan hanya ada satu, dan saat ini sosoknya yang merupakan diriku di masa lalu telah sepenuhnya menyatu dengan diriku saat ini,” gumam Lin Feng yang tak bisa dibohongi oleh dirinya dari masa lalu.


“Sekarang aku akan melanjutkan apa yang telah aku lakukan di masa lalu,” katanya.


“Swush... Swush...” Lin Hua dan Bing Hualing muncul di hadapan Lin Feng, dan keduanya sama-sama merasakan ada yang aneh pada diri Lin Feng tapi mereka tak tahu apa itu keanehannya.


Keduanya melihat Lin Feng dari atas sampai bawah. “Gege, aku merasa ada yang berubah darimu, tapi aku tidak tahu apa itu yang berubah.”


“Tidak ada yang berubah dariku, hanya kekuatanku yang mengalami sedikit peningkatan,” balas Lin Feng.


Baik Lin Hua maupun Bing Hualing hanya mengangguk mendengar itu, lalu keduanya ikut kembali berkumpul bersama yang lainnya, dan tentu Lin Feng ikut bersama mereka.


...----------------...


Di Alam Kegelapan.


Pria dengan aura kegelapan yang sangat kuat tiba-tiba tersenyum. “Dia sudah mendapatkan kekuatannya secara utuh, serta mendapatkan hukum kehidupan. Meski aku tak memiliki hukum kematian dan tak tahu kenapa hukum itu tak menjadi milikku, tanpanya aku masih yakin dapat mengalahkan orang itu.”


“Sedikit lagi, setelah seluruh kekuatanku terkumpul aku akan datang menyerangnya!”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2