Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menyerap Kekuatan Orang Lain


__ADS_3

“Sekalipun kau memiliki hukum kehidupan dan mampu bergerak bebas dalam hukum kekacauan yang dengan susah payah aku ciptakan, kau tetap akan kalah berhadapan denganku!” kata Zang Tongzhi sembari dia terus melesat maju menyerang Lin Feng yang begitu tenang berdiri di tempatnya.


“Apa dia berpikir hukum kehancuran adalah ciptaannya sendiri, saat dia tak mendapatkan warisan hukum kematian?” tanya Lin Feng dengan suara lirih setelah mendengar perkataan Zang Tongzhi.


“Mati dan jadilah bagian dari kekuatanku!” teriak Zang Tongzhi yang sosoknya telah muncul tepat di depan wajah Lin Feng, dan dia menggunakan tinju tangan kanannya melakukan serangan yang tertuju pada wajah Lin Feng.


Saat dia yakin pukulannya dapat mengenai wajah Lin Feng yang sedari tadi tak bergerak dari tempatnya. Tangan yang begitu kokoh dengan mudahnya berhasil menahan pukulannya.


“Ka-kau benar-benar bisa bergerak di tempat yang seharusnya berada dalam kontrolku?” kata Zang Tongzhi mulai tak tenang menghadapi Lin Feng.


“Maaf saja, hukum kekacauan yang kamu miliki sama sekali tidak berpengaruh padaku karena bagaimanapun juga hukum kehancuran adalah ciptaaku sendiri, dan tentu aku tahu kelemahan dari hukum kekacauan.”


“Elemen ruang dan waktu, selama aku menguasainya, kekuatan hukum kekacauan yang kau miliki sama sekali tidak berguna padaku? Pada akhirnya kau tetap akan kalah dariku sekalipun menguasai hukum kekacauan!” ungkap Lin Feng sambil tersenyum.


“Ka-kamu jangan mengatakan omong kosong! Hukum kekacauan adalah kekuatan hukum yang aku ciptakan sendiri. Bagaimana mungkin orang tak tahu malu sepertimu mengaku-ngaku sebagai penciptaan hukum kekacauan, di depan pencipta sesungguhnya?”


Zang Tongzhi jelas tidak percaya kalau Lin Feng adalah pencipta hukum kekacauan karena dia sudah bekerja keras menciptakan hukum kekacauan, yang diyakininya lebih kuat dari hukum kematian.


Namun melihat Lin Feng mengetahui secara pasti kelemahan hukum kekacauan, dia mulai ragu kalau hukum kekacauan memang dia ciptakan sendiri, bukan hukum yang dia dapatkan karena sebuah keberuntungan.


Sebenarnya dia menguasai hukum kehancuran bukan karena sebuah kesengajaan, melainkan dia menguasai hukum kekacauan secara tiba-tiba saat dia sedang berusaha mendapatkan hukum kematian. Saat tahu hukum kematian tak memilihnya, dia sempat kecewa, tapi kekecewaannya terobati oleh kekuatan hukum kekacauan yang nyatanya lebih kuat dari hukum kematian.


“Si-siapa kau sebenarnya? Bagaimana mungkin kau begitu saja tau tentang kelemahan hukum kekacauan sedangkan aku tidak pernah mengatakan semua itu pada orang lain?” tanya Zang Tongzhi.


“Aku sudah mengatakan padamu kalau aku adalah pencipta hukum kekacauan, dan hukum lainnya. Dikarenakan akulah penciptanya, jelas aku tahu pasti apa kelemahan setiap ciptaanku,” kata Lin Feng tenang membuat Zang Tongzhi semakin mewaspadai keberadaannya.


“Kamu hanyalah pembohong! Pencipta seluruh hukum adalah Sang Pencipta, dan jelas kamu bukan sosok Sang Pencipta karena kamu jelas hanyalah manusia biasa yang kebetulan memiliki kekuatan besar,” ungkap Zang Tongzhi, dan kembali dia berusaha menyerang Lin Feng.


“Boom... Boom... Boom...” Serangan Zang Tongzhi dengan mudah ditahan Lin Feng dengan tangan kirinya.

__ADS_1


“Pedang kegelapan!” Zang Tongzhi mengeluarkan pedang dengan aura gelap mencekam dari kekosongan, dan menggunakannya untuk menyerang Lin Feng.


“Trang... Trang...” Pedang ditangan Zang Tongzhi berbenturan dengan pedang penguasa yang dikeluarkan Lin Feng.


“Aku tidak akan kalah darimu! Kau harus mati di tanganku!” Zang Tongzhi melakukan serangan membabi buta pada Lin Feng, tapi serangannya tak ada yang berhasil mengenai sasaran.


“Petir penguasa!” teriak Lin Feng sembari menggerakkan tangan kirinya yang tak memegang pedang.


“Boom... Boom...” Kilatan petir berwarna hitam keemasan muncul dari langit padang kehampaan, dan kilatan petir langsung saja menghantam tubuh Zang Tongzhi.


“Argh...” Zang Tongzhi berteriak kesakitan saat tubuhnya terkena sambaran petir yang sama sekali tak bisa dia tahan.


Zang Tongzhi bergerak menjauhi Lin Feng. ’Dia terlalu kuat untuk aku hadapi dengan semua yang saat ini aku miliki. Memaksakan diri bertarung dengannya hanya akan menyeretku ke jurang kematian,’ katanya dalam hati.


“Jangan pernah berpikir untuk pergi setelah kamu datang menyerang tempat ini! Sejak kedatanganmu, tempat ini sudah dipastikan menjadi kuburanmu!” kata Lin Feng dan aura kuat yang melampaui aura seorang penguasa meledak dari tubuhnya.


“Kekuatan ini jauh melampaui kekuatan seorang penguasa. Dia, mungkinkah dia benar-benar Sang Pencipta?”


“Boooomm...” Tubuh Zang Tongzhi terlempar jatuh menghantam permukaan tanah padang kehampaan, saat dia tak lagi dapat bertahan dari tekanan aura tiran Lin Feng, yang seluruhnya diarahkan padanya.


“Zang Tongzhi, kalau tidak salah itu namamu dan aku punya penawaran terbaik untukmu, supaya setidaknya masih ada kehidupan di alam kegelapan,” ungkap Lin Feng, muncul tak jauh dari Zang Tongzhi.


“Cih, kau pasti ingin aku menjadi budakmu, jangan harap!” Aura kuat meluap keluar dari tubuh Zang Tongzhi, dan dia kembali menyerang.


“Hukum penciptaan, penjara siksa abadi!” kata Lin Feng menciptakan penjara, yang mana penjara itu dapat memberi siksaan terus-menerus pada siapapun yang berada di dalamnya.


“Sial, benda itu sangat kuat menarik tubuhku!” kata Zang Tongzhi mencoba membebaskan diri dari daya tarik penjara keabadian ciptaan Lin Feng.


“Terpaksa aku harus menggunakan rencana terakhir!”

__ADS_1


Energi dari seluruh prajurit alam kegelapan yang masih hidup ditarik paksa oleh Zang Tongzhi, dan dirubahnya menjadi bagian dari kekuatannya. Banyak prajurit lemah mendadak mati karena kehabisan energi, dan jumlah mereka semakin bertambah.


“Menyatu dan menjadi bagian dari kekuatanku!” teriak Zang Tongzhi.


“Swush... Boom...” Aura kuat meledak dari tubuh Zang Tongzhi, dan berhasil menghancurkan penjara siksa abadi yang diciptakan Lin Feng.


“Memanfaatkan energi mereka yang terhubung dengan alam kegelapan untuk meningkatkan kekuatannya. Kalau ini aku biarkan, seluruh makhluk di alam kegelapan akan mati olehnya!”


Lin Feng segera menciptakan segel rumit dengan kedua tangannya setelah lebih dulu membiarkan pedang penguasa melayang-layang di depannya.


Zang Tongzhi tidak tahu apa yang ingin dilakukan Lin Feng, tapi meski proses penyerapan belum berakhir, sekalipun Lin Feng menyerangnya, proses penyerapan tak akan berhenti dan dia akan terus tumbuh semakin kuat.


Selesai Lin Feng menciptakan segel yang sangat rumit, Zang Tongzhi tiba-tiba saja merasa dia tak lagi terhubung dengan seluruh makhluk hidup yang ada di alam kegelapan, dan proses penyerapan berakhir saat ini juga.


Dia bingung apa yang sudah terjadi, tapi mengingat apa yang baru dilakukan Lin Feng, dia merasa apa yang terjadi padanya, berhubungan dengan apa yang baru saja dilakukan Lin Feng. “Kau, apa yang telah kau lakukan padaku? Kenapa tiba-tiba aku tak lagi terhubung dengan alam kegelapan dan seluruh makhluk hidup di alam itu?” teriak Zang Tongzhi penuh amarah.


Lin Feng yang melihat kemarahan Zang Tongzhi dan jelas kemarahan itu ditunjukkan padanya, dia hanya tersenyum, dan sedikitpun tak peduli dengan kemarahan Zang Tongzhi.


“Aku memang yang membuatmu tak lagi memiliki hubungan apapun dengan alam kegelapan, dan aku sengaja melakukan itu supaya mereka tak mati di tanganmu!” kata Lin Feng yang tahu efek buruk dari apa yang dilakukan Zang Tongzhi untuk meningkatkan kekuatannya.


Dia barusan membuat segel yang menghancurkan segel penguasa di alam kegelapan. Sebagai Sang Pencipta yang merupakan sosok tertinggi, jelas dia tahu letak segel penguasa, dan apa yang bisa dilakukan pemilik segel itu pada alam kegelapan serta seluruh makhluk hidup yang memiliki hubungan dengan alam kegelapan.


“Cih, sekalipun kau telah menghentikan apa yang sedang aku lakukan, tapi semua sudah terlambat. Kekuatanku jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan aku rasa ini lebih cukup untuk mengakhiri hidupmu!” teriak Zang Tongzhi.


“Kalau yakin dapat mengalahkanku, silahkan maju dan buktikan kebenaran dari perkataanmu!” Tak gentar, Lin Feng justru menyuruh Zang Tongzhi maju menyerangnya. Lagipula apa yang membuatnya gentar, sedangkan dia sejak tadi belum menggunakan lebih dari seperempat kekuatannya.


Bukannya ingin bermain-main menghadapi Zang Tongzhi, Lin Feng memang sengaja menahan kekuatannya karena jika dia menggunakan seluruh kekuatannya, bisa dipastikan alam semesta akan menerima goncangan hebat, dan kerusakan bisa terjadi di tiga alam penyusun alam semesta.


“Kau akan menyesali perkataanmu sendiri!” teriak Zang Tongzhi.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2