Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Tidak Menerima Keberadaan Penghuni Alam Dewa


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Feng dengan tenang terus melangkahkan kakinya memasuki gerbang menuju ruang hampa, sedangkan Huo Bin dan para Jenderalnya, mereka cepat-cepat pergi menyusul Lin Feng yang sudah melangkah menjauh, begitu tersadar dari keterkejutan setelah melihat kejadian yang baru terjadi di depan kedua mata mereka sendiri.


Sulit bagi Huo Bin maupun kelima Jenderalnya untuk tidak terkejut setelah melihat semua itu. Kunci segel array yang sangat kuat hancur dengan sebuah dorongan kecil. Lin Feng ini, sekuat apa dia sebenarnya? Sekiranya pertanyaan itulah yang ada dalam pikiran Huo Bin dan kelima Jenderalnya, dan sampai sekarang belum ada yang tahu apa jawaban dari pertanyaan itu.


Terus melangkah maju, Lin Feng, Huo Bin serta kelima Jenderal Kekaisaran Api, akhirnya mereka sampai di tempat yang mirip dengan keadaan luar angkasa, tapi mereka semua masih dapat bernapas seperti biasa tanpa bantuan oksigen. Mereka bahkan dapat bergerak bebas seolah di tempat itu terdapat gravitasi selayaknya seperti yang ada di bumi.


Kedua mata Lin Feng melihat sekeliling dan dia menemukan keberadaan istana megah tak jauh dari tempatnya berdiri. Selain melihat keberadaan istana megah, Lin Feng juga merasakan kekuatan besar berasal dari istana yang terlihat jelas olehnya.


“Istana itu dihuni lebih dari satu juta kultivator tingkat Kaisar Dewa Langit, serta satu juta kultivator tingkat Dewa Surgawi.” Lin Feng bergumam lirih, kemudian dia mengarahkan pandangan pada Huo Bin.


“Saudara Bin, apa istana itu merupakan tempat tinggal prajurit pelindung Alam Dewa, dan semua yang tinggal di tempat itu adalah prajurit pelindung Alam Dewa?” Lin Feng bertanya pada Huo Bin.


“Istana itu memang tempat tinggal mereka, tapi keberadaan kita tidak diterima di tempat itu. Mereka adalah prajurit pelindung Alam Dewa, tapi mereka dilarang memiliki hubungan dengan siapapun yang berasal dari Alam Dewa.” Huo Bin memberi jawaban atas pertanyaan Lin Feng.


“Sebenarnya keberadaan kita di tempat ini sangatlah di larang oleh mereka, dan karena itu juga pemimpin mereka membuat kunci segel array kuat di gerbang yang menghubungkan tempat ini dan Alam Dewa.”


Lin Feng pelan menganggukkan kepala mendengar apa yang dikatakan Huo Bin, dan buru-buru dia mengirim Huo Bin serta kelima Jenderalnya saat merasakan sekelompok prajurit mendekat ke arahnya. Hanya dengan lambaian tangan, sosok Huo Bin dan kelima Jenderalnya menghilang, sedangkan Lin Feng kembali ke Alam Dewa dengan teknik teleportasi miliknya.


“Swusshh... Swusshh... Swusshh...” Lima sosok prajurit berzirah perak muncul di tempat yang baru saja ditinggalkan Lin Feng dan yang lainnya. Mereka adalah prajurit Dewa tingkat Kaisar Dewa Langit yang buru-buru mendatangi tempat munculnya kekuatan asing.


Melihat sekeliling, mereka tidak menemukan apapun, bahkan tak satupun dari mereka menemukan jejak kehidupan, ataupun jejak keberasaan kekuatan asing yang sebelumnya jelas dapat mereka rasakan.


“Aku tadi cukup jelas merasakan keberadaan kekuatan asing di tempat ini, tapi kenapa tiba-tiba kekuatan asing itu menghilang, bahkan jejaknya sama sekali tidak terlihat?”

__ADS_1


“Bukan hanya kamu, aku juga merasakannya, dan aku merasa aneh karena kekuatan asing itu menghilang begitu saja sebelum kedatangan kita di tempat ini.”


“Apa mungkin kekuatan asing itu berasal dari Alam Dewa? Akan tetapi, setelah pemimpin menyegel gerbang menuju tempat ini, mustahil bagi kultivator Alam Dewa menghancurkan segel itu, dan pergi ke tempat ini. Bagaimanapun juga, kekuatan mereka terlalu lemah untuk melakukan semua itu!”


“Bagaimana kalau kita membagi tugas? Kalian bertiga pergi memastikan segel gerbang masih utuh, dan kami berdua pergi menemui pemimpin untuk melaporkan kemunculan kekuatan asing di tempat ini.”


Mendengar perkataan salah satu rekan mereka, empat lainnya menganggukkan kepala, kemudian mereka pergi melakukan tugas masing-masing.


Sementara itu, Lin Feng yang telah kembali ke Alam Dewa dan muncul di gerbang menuju ruang hampa, dia segera membuat segel array yang sama, seperti apa yang sebelumnya dia hancurkan.


Setelah selesai memasang segel array, Lin Feng langsung saja pergi meninggalkan tempat itu. Dia memilih kembali kembali ke Kota Cahaya Dewa untuk memberitahu semua orang kepercayaannya tentang keberadaan gerbang menuju ruang hampa.


“Dengan keberadaan gerbang itu, aku tidak perlu takut terjadi kerusakan besar di Alam Dewa saat terjadinya pertempuran besar.”


Lin Feng menggunakan teknik teleportasi dan hanya dalam satu tarikan napas dia telah muncul kembali di Kota Cahaya Dewa. Dengan mata Dewa, Lin Feng mencari keberadaan Lin Hua, dan begitu ketemu, dia langsung melesat menghampirinya.


Melesat bagaikan kilatan cahaya, Lin Feng akhirnya sampai di tempat Lin Hua dan kelima pelayan sekaligus pengawal pribadinya yang sedang melakukan latih tanding satu lawan lima. Meskipun berlima, nyatanya mereka masih belum bisa mengimbangi kekuatan Lin Hua.


Kelimanya sudah terlihat kelelahan karena mereka telah mengerahkan segalanya untuk melawan Lin Hua, dan bertepatan dengan kedatangan Lin Feng mereka memutuskan untuk beristirahat. Kelimanya langsung istirahat memulihkan kekuatan, sedangkan Lin Hua memilih pergi menemui Lin Feng.


Senyum di balik cadar samar terlihat oleh Lin Feng saat Lin Hua datang menyambut kedatangannya. “Bukannya kamu terlalu keras pada mereka? Perbandingan kekuatanmu dan mereka terlalu jauh, kalau kamu butuh teman latih tanding, sebaiknya kamu melakukannya dengan Xiong Hu dan yang lainnya.


Tak langsung memberi tanggapan, Lin Hua lebih memilih terlebih dahulu memeluk lengan Lin Feng, kemudian baru dia berkata, “Kalau aku tidak keras pada mereka, kedepannya mereka hanya akan menjadi pemalas, dan semua itu dapat menghambat perkembangan kekuatan mereka.”


“Kalau itu yang menjadi tujuanmu keras pada mereka, aku rasa semua itu memang dapat membangkitkan semangat mereka, dan ke depannya mereka pasti lebih giat melakukan pelatihan.”


“Mereka menyatakan diri sebagai pengawal pribadiku. Jika mereka masih saja lemah seperti sekarang, bagaimana mereka bisa melindungiku? Oleh karena itu, mereka harus tumbuh kuat secepatnya!” Lin Hua berkata sambil mempererat pelukannya di lengan Lin Feng.

__ADS_1


Apa yang dikatakan Lin Hua adalah sebuah kebenaran, tapi bukan itu yang ingin dibahas Lin Feng dengannya. Kedatangannya selain untuk menemui Lin Hua, Lin Feng ingin membahas keberadaan gerbang menuju ruang hampa bersama dengan Lin Hua.


“Hua’er, apa kamu tahu tentang keberadaan ruang hampa yang menjadi tempat tinggal prajurit pelindung Alam Dewa? Aku baru saja mendatangi tempat itu dan melihat sendiri istana megah yang ditinggali prajurit pelindung Alam Dewa.”


Keberadaan ruang hampa bukanlah sesuatu yang dirahasiakan keberadaannya, jadi tentu saja Lin Hua pernah mendengar cerita tentang keberadaan ruang hampa, tapi dirinya belum pernah melihat secara langsung keberadaan tempat itu.


“Ruang hampa? Tentu saja aku tahu tentang keberadaan tempat itu, tapi sekalipun aku belum pernah melihat secara langsung keberadaan tempat itu.”


“Aku baru saja mengunjungi tempat itu, tapi prajurit pelindung Alam Dewa yang menempati tempat itu, tidak menerima keberadaan kita di ruang hampa.”


Lin Hua mengerutkan keningnya mendengar perkataan Lin Feng. “Kenapa mereka tidak menerima keberadaan kita di tempat itu? Apa mereka tidak menyukai keberadaan kita yang berasal dari Alam Dewa?” Lin Hua melayangkan pertanyaan pada Lin Feng.


Lin Feng menggelengkan kepala mendengar apa yang ditanyakan Lin Hua padanya. “Aku tidak tahu pasti kenapa mereka tidak menerima keberadaan kita yang berasal dari Alam Dewa. Daripada tidak menyukai keberadaan kita, mungkin mereka lebih bisa dikatakan meremehkan kekuatan yang dimiliki penghuni Alam Dewa.”


“Dulu penghuni Alam Dewa memang lemah, tapi semua itu telah berubah setelah keberadaanmu, dan bagaimana mungkin sekarang mereka masih menganggap kita lemah?”


“Mereka tidak pernah melihat seberapa besar kekuatan yang kita miliki, oleh karena itu mungkin mereka saat ini masih menganggap kita sebagai makhluk lemah.”


Lin Hua menganggukkan kepalanya pelan mendengar semua itu. “Kalau seperti itu, bagaimana kalau sekarang kita menunjukkan pada mereka sebesar apa kekuatan yang dimiliki penghuni Alam Dewa?” Lin Hua bertanya pada Lin Feng.


Cepat Lin Feng menggelengkan kepala. “Belum saatnya kita menunjukkan semua itu pada mereka.”


“Daripada menunjukkan semuanya sebelum datangnya musuh, lebih baik kita menunjukkan semua begitu musuh datang!” ungkapnya.


Mendengar itu, tak butuh waktu lama Lin Hua segera tahu apa yang dipikirkan oleh Lin Feng, dan jelas dia sangat setuju dengan semua pemikirannya. Menurutnya semua itu memang pantas dilakukan.


“Kita baru menunjukkan kekuatan saat mereka membutuhkan bantuan kita. Dengan begitu, kita bisa menyadarkan mereka kalau kekuatan Alam Dewa, tidak selemah seperti yang selama ini mereka pikirkan. Bisa dikatakan kekuatan mereka saat ini jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan yang dimiliki penghuni Alam Dewa.” Lin Feng mengutarakan isi pikirannya, dan semua itu persis seperti apa yang diperkirakan oleh Lin Hua.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2