Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Putra Penguasa Di Alam Dewa


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Di istana Kekaisaran Petir.


Lin Feng, Yin Hua, dan yang lainnya baru saja sampai di istana Kekaisaran Petir. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Yan Guo dan Yan Ning yang sepertinya baru saja menerobos tingkat Dewa Bintang 9 dan Bintang 8.


“Paman, Bibi, selamat atas terobosannya,” Lin Feng tersenyum senang dengan pencapaian keduanya yang tinggal sedikit lagi dapat menerobos tingkat Raja Dewa.


“Yang Mulia, kekuatan kami masih terlalu lemah,” kata Yan Guo belum puas dengan pencapaiannya.


“Paman dan Bibi tenang saja, aku yakin tak lama lagi kalian dapat menerobos tingkat Raja Dewa, dan mungkin dalam beberapa bulan kalian dapat menerobos tingkat Kaisar Dewa,” ujar Lin Feng.


“Saat Paman dan Bibi berhasil menerobos tingkat Kaisar Dewa, saat itulah Kekaisaran Petir akan menjadi yang terkuat di Alam Langit,” lanjutnya.


Sebelumnya Yan Guo dan Yan Ning merasa akan kesulitan hanya untuk mencapai tingkat Dewa, tapi dengan berlimpahnya sumberdaya pemberian Lin Feng, mereka merasa bukan kemustahilan untuk dapat menerobos tingkat Kaisar Dewa.


“Yang Mulia, kami akan berusaha keras untuk terus meningkatkan kekuatan, dan kami tidak akan membuat Yang Mulia kecewa,” kata Yan Guo sedangkan Yan Ning hanya mengangguk.


“Aku yakin Paman dan Bibi dapat melakukannya,” balas Lin Feng kemudian dia bertanya tentang perkembangan kekuatan para prajurit dan petinggi Kekaisaran.


“Yang Mulia, para Jenderal telah berhasil menerobos tingkat Dewa Bintang 4 dan Bintang 5. Sedangkan seluruh Wakil Jenderal, mereka baru saja menerobos tingkat Dewa Bintang 2,” jawab Yan Guo.


“Para petinggi istana rata-rata sudah berada di tingkat Saint Bintang 9, dan tinggal sedikit lagi mereka dapat menerobos tingkat Dewa. Untuk prajurit Kekaisaran, yang terlemah diantara mereka saat ini berada di tingkat Mortal, dan yang terkuat sudah berada di tingkat Nirwana,” lanjutnya.


Lin Feng tersenyum mendengar semua itu, tapi itu semua belum cukup untuk menjadikan Kekaisaran Petir menjadi Kekaisaran terkuat di Alam Langit. Setidaknya dian ingin memiliki sepuluh orang tingkat Kaisar Dewa, ratusan orang tingkat Raja Dewa, puluhan ribu tingkat Dewa, dan seluruh prajurit Kekaisaran harus berada di tingkat Saint.


Orang lain akan menganggap keinginan Lin Feng adalah sebuah kemustahilan, tapi baginya asalkan memiliki cukup poin sistem, bukan hal sulit untuknya mewujudkan semua itu.

__ADS_1


Setelah pertemuan singkat di depan istana Kekaisaran Petir dan mendengar kabar baik dari Yan Guo dan Yan Ning, Lin Feng dan Yin Hua sudah berada di kamar mereka, sedangkan yang lainnya sudah di kediaman masing-masing.


“Feng'gege, sepertinya tidak lama lagi aku dapat menerobos tingkat Dewa Langit,” kata Yin Hua begitu dia selesai mandi dan memakai pakaian yang sebelumnya sudah disiapkan para pelayan.


“Hua'er, bukannya itu sesuatu yang baik? Dengan kamu menerobos tingkat Dewa Langit, setidaknya kamu akan kembali ke Alam Dewa bukan tanpa hasil,” kata Lin Feng sambil menunjukkan senyuman lembut yang tercetak jelas di wajahnya.


Mendengar itu dan melihat senyum Lin Feng, Yin Hua tak sungkan menunjukkan senyuman, tanpa ada cadar yang menutupi keindahan wajahnya saat dia tersenyum.


“Pencapaianku sangat ini bukan sesuatu yang dapat aku capai dengan tetap tinggal di Alam Dewa. Semua pencapaian ini karena bantuan Feng'gege. Tanpa bantuan Feng'gege, butuh waktu bertahun-tahun untukku hanya untuk mencapai tingkat kekuatanku yang sekarang,” ungkap Yin Hua.


“Aku hanya membantu sedikit. Semua pencapaianmu itu semua karena usaha keras yang kamu lakukan selama berada di sisiku,” balas Lin Feng yang membuat Yin Hua semakin yakin kalau dialah pria terbaik untuknya.


Akan tetapi, saat mengingat apa yang membuat dia meninggalkan Alam Dewa dan memilih pergi ke Alam Langit, dia merasa hanya akan menyeret Lin Feng dalam situasi berbahaya saat membawanya ke Alam Dewa.


Di Alam Dewa ada salah satu putra penguasa yang menginginkannya menjadi salah satu Selirnya. Meskipun orang itu lebih lemah darinya, tapi dia memiliki dua sosok pelindung yang bahkan lebih kuat dari Ayahnya. Dua sosok pelindung orang itu sudah berada di tingkat Raja Dewa Langit, sedangkan Ayahnya masih berada di tingkat Dewa Langit Bintang 8.


Lin Feng menggelengkan kepala. “Bukannya aku tidak ingin tahu, tapi aku menunggu kamu siap menceritakan semuanya karena aku tidak ingin memaksa kamu menceritakan apa yang tidak ingin diceritakan,” ujar Lin Feng lalu dia tersenyum.


Mendengar itu, Yin Hua memantapkan hatinya untuk menceritakan semua pada Lin Feng, dan setelah menarik nafas panjang dengan lancar dia menceritakan semua pada Lin Feng tanpa ada yang di tutup-tutupi.


“Ingin menjadikan wanitaku sebagai selirnya? Apa dia tidak punya mata untuk menilai keindahan wanitaku?” kata Lin Feng sambil menatap keindahan di depannya.


“Di Alam Dewa wanita cantik maupun pria tampan tidak ada artinya kalau dia berasal dari keluarga kecil, meskipun dia memiliki bakat tinggi,” kata Yin Hua.


“Ayahku hanyalah penguasa sebuah kota kecil, sedangkan orang itu adalah putra dari Kaisar penguasa wilayah Benua Selatan di Alam Dewa. Dari situ saja sudah terlihat seberapa jauh perbedaan kekuasaan ayahku dan ayahnya,” lanjutnya.


Mendengar cerita Yin Hua, Lin Feng sedikit mengerti perbedaan Alam Langit dan Alam Dewa. “Hua'er, kamu tenang saja, begitu kita berada di Alam Dewa, meskipun dia putra seorang Kaisar, dia tidak akan dapat merebut kamu dari sisiku,” kata Lin Feng.


“Feng'gege, orang itu memang lebih lemah dariku, bahkan dia lebih lemah dibandingkan Feng'gege, tapi dia dikelilingi orang-orang kuat. Di sisinya ada ribuan prajurit tingkat Raja Dewa, puluhan orang di tingkat Kaisar Dewa dan tingkat Dewa Langit.”

__ADS_1


“Sebelumnya Feng'gege juga sudah mendengar dari ceritaku tentang keberadaan dua sosok di tingkat Raja Dewa Langit yang menjaga kemanapun dia pergi,” ujar Yin Hua.


“Apa Hua'er merasa aku akan takut dengan mereka yang hanya berada di tingkat Raja Dewa Langit?” tanya Lin Feng kemudian dia kembali berkata, “Jangankan dua, puluhan Raja Dewa Langit masih belum cukup untuk membuat aku ketakutan.”


Yin Hua tidak tahu darimana Lin Feng mendapatkan keberanian sebesar itu padahal saat ini dia masih berada di tingkat Kaisar Dewa, tingkat kekuatan yang tidak sebanding dengan kekuatan mereka yang susah berada di tingkat Raja Dewa Langit.


Melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan Yin Hua, Lin Feng tahu apa yang sedang dipikirkan wanitanya. “Saat ini aku memang masih berada di tingkat Kaisar Dewa Bintang 3. Akan tetapi, meskipun saat ini aku masih berada di tingkat Kaisar Dewa Bintang 3, Hua'er seharusnya masih ingat berada di tingkat apa kekuatanku saat pertama kali kita bertemu!” ujar Lin Feng.


Yin Hua masih ingat, saat itu Lin Feng hanyalah kultivator tingkat Penguasa dan dia sangat meremehkannya. Akan tetapi, hanya dalam kurun waktu kurang dari setengah tahun, Lin Feng sudah berada di tingkat yang sama dengannya, meskipun dia juga terus meningkatkan kekuatannya.


Mengingat seberapa cepat peningkatan kekuatan Lin Feng dan orang-orang di sekitarnya termasuk dirinya. Sekarang Yin Hua merasa mencapai tingkat Raja Dewa Langit bukanlah sesuatu yang sulit di capai oleh Lin Feng dan orang-orang di sekitarnya.


Apa yang dia rasakan barusan, membuatnya sedikit tenang kalau memang harus kembali ke Alam Dewa bersama dengan Lin Feng.


Dia masih punya beberapa bulan ke depan sebelum peraturan di Alam Langit membuatnya kembali ke Alam Dewa. Bagaimanapun juga, sebagai orang yang bukan berasal dari Alam Langit, dia hanya memiliki waktu selama dua tahun tinggal di Alam Langit.


Jika dia tetap memaksa tinggal setelah waktu dua tahun habis, dia harus kehilangan satu ranah kekuatannya untuk bayaran dua tahun selanjutnya, dan tentu dia tidak ingin kehilangan apa yang sudah didapatkannya.


Melihat Yin Hua masih saja diam termenung, Lin Feng tiba-tiba menarik Yin Hua kedalam pelukannya. “Semua akan baik-baik saja selama kita bersama,” katanya berbisik di dekat telinga Yin Hua.


Yin Hua mengangguk kecil, dan membalas pelukan Lin Feng. Keduanya saling mempererat pelukan, dan saling memberi rasa nyaman.


Saat keduanya saling menatap dan ingin berciuman, suara ketukan pintu membuyarkan apa yang ingin mereka lakukan.


“Bukan waktu yang tepat untuk melakukannya,” kata Lin Feng dengan ekspresi wajah kecewa, sedangkan Yin Hua hanya menahan tawa melihat kekecewaan Lin Feng.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2