Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Kompetisi Alam Sembilan Surga Tingkat Pertama [2]


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Mofan dan anggota kelompoknya senang dengan keberadaan Lin Feng dan kelompok kecilnya, apalagi setelah mereka tahu kalau Lin Feng berasal dari trah suci. Meskipun mereka tidak tahu Lin Feng keturunan langsung dari kepala keluarga Lin atau hanya seorang anak haram, mereka tetap harus menghormati keberadaannya yang berasal dari trah suci.


Sementara itu, Lin Feng yang ditatap penuh rasa hormat oleh Lin Mofan dan sembilan orang lainnya, dia hanya tersenyum, lalu dia memberi botol pil spiritual yang berisi sepuluh pil pemulihan kepada Lin Mofan.


“Bagikan rata pada seluruh anggota kelompokmu! Setelah menelan pil, gunakan beberapa waktu untuk berkultivas, supaya proses penyembuhan kalian berlangsung lebih cepat! Selama kalian berkultivas, keamanan kalian menjadi tanggungjawabku, dan anggota kelompokku,” kata Lin Feng pada Lin Mofan.


Lin Mofan cepat menganggukkan kepala, kemudian dia membagi masing-masing satu butir pil pemulihan pemberian Lin Feng. Menelan pil pemulihan pemberian Lin Feng, mereka segera berkuktivasi, mempercepat pemulihan luka dan pemulihan kekuatan. Untuk keamanan, mereka mempercayakan semua pada Lin Feng.


Lin Feng melambaikan tangannya, memunculkan array pelindung yang hanya dapat dihancurkan oleh mereka yang berada di tingkat Dewa Agung Bintang 5. “Kalian berdua tetap di sini menjaga mereka! Aku dan Hua’er ingin melihat sekeliling tempat ini,” kata Lin Feng pada Lin Shao dan Lin Meili.


Keduanya menganggukkan kepalanya mengerti dan berjanji melaksanakan tugas melindungi semua orang dengan sebaik-baiknya, bahkan mereka rela mengorbankan nyawa demi melindungi mereka semua.


Lin Feng dan Lin Hua bergegas pergi meninggalkan tempat itu setelah mendengar janji Lin Shao dan Lin Meili. Keduanya tidak pergi terlalu jauh dari tempat Lin Mofan dan yang lainnya, dikarenakan puluhan kilometer dari tempat mereka, keduanya menemukan banyak siluman tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 5 sedang bertarung dengan sekelompok orang.


Sepintas melihat, Lin Feng dan Lin Hua tahu kalau kelompok yang sedang bertarung dengan segerombolan siluman merupakan kelompok yang dipimpin Meng Wan.


Keduanya terus saja melihat jalannya pertarungan tanpa ada niatan memberi bantuan. Jalannya pertarungan sangat berimbang, tapi jika pertarungan berlangsung lebih lama dan memancing semakin banyak siluman ikut dalam pertarungan, bisa dipastikan Meng Wan dan kelompoknya bakal menderita kekalahan.


Lin Feng tersenyum melihat jalannya pertarungan. Jika pertarungan terus berlanjut, belum sampai bertemu dengannya, kelompok Meng Wan sudah lebih dulu hancur di tangan para siluman penghuni hutan kabut abadi.


“Tidak harus turun tangan langsung menghadapi mereka, jika pertarungan ini terus berlangsung dan semakin banyak siluman yang datang, bisa dipastikan Meng Wan dan yang lainnya musnah sebelum bertemu dengan kita,” kata Lin Feng pada Lin Hua yang berdiri tepat disebelahnya.


“Apa Feng’gege ingin membiarkan dia mati di tangan para siluman? Entah kenapa aku tidak rela dia mati cepat di tangan para siluman, setelah apa yang dilakukannya pada kita.” Lin Hua membalas perkataan Lin Feng.

__ADS_1


Mendengarnya, Lin Feng pelan menggelengkan kepala. “Tentu saja aku tidak membiarkan orang sepertinya mati mudah di tangan para siluman,” katanya.


“Setidaknya, aku ingin mengakhiri hidupnya tepat di hadapan orangtuanya,” lanjut Lin Feng sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


Lin Hua menganggukkan kepalanya senang mendengar semua itu. “Permasalahan dengan keluarga Meng sepertinya bukan masalah besar, tapi bagaimana dengan keluarga Suci Guo? Apa Feng’gege tidak ingin mengganggu mereka dalam kompetisi ini?” tanyanya.


“Kita tidak perlu datang mengganggu mereka, tapi kita cukup menunggu karena pada akhirnya mereka sendiri yang bakalan datang mengganggu kita, tepatnya mengganggu kelompok keluarga Lin,” jawab Lin Feng yakin.


Lin Hua yang mendengar itu memiliki keyakinan yang sama. Permusuhan kedua keluarga sudah berlangsung lama, dan bisa dikatakan sebagai musuh abadi. Dengan keberadaan keluarga Lin di kompetisi yang sama dengan keluarga Suci Guo, jika keluarga Lin hanya diam, keluarga Suci Guo pasti mengganggu keberadaan keluarga Lin.


Tanpa adanya Lin Feng, Lin Hua, Lin Shao, serta Lin Meili, kelompok yang dipimpin Lin Mofan tentu bukan lawan sepadan kelompok keluarga Suci Guo. Namun, dengan keberadaan mereka berempat, membalikkan keadaan bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan.


Sepuluh menit berlalu, pertarungan kelompok Meng Wan dan para siluman masih terus berlanjut. Puluhan ekor siluman telah mati, tapi kelompok Meng Wan juga telah kehilangan belasan anggota, dan posisi mereka sekarang semakin tersudutkan karena jumlah siluman yang justru semakin banyak.


Jika tidak segera pergi melarikan diri meninggalkan wilayah tengah hutan kabut abadi, hanya dalam beberapa menit ke depan, bisa dipastikan Meng Wan dan seluruh anggota kelompoknya musnah di tangan para siluman. Akan tetapi, dengan keberadaan para siluman yang mengepung dari berbagai sisi, sangat mustahil bagi Meng Wan dan anggota kelompoknya pergi melarikan diri. Membuka jalan untuk melarikan diri juga sulit dilakukan karena selain sudah kelelahan, jumlah mereka saat ini jauh lebih sedikit dari para siluman yang melakukan pengepungan.


Melihat jumlah anggota kelompok Meng Wan yang masih tersisa dan melihat banyaknya jumlah siluman yang mengepung mereka, Lin Feng yakin kurang dari lima menit Meng Wan dan anggota kelompoknya bakalan musnah di tangan para siluman yang terus saja berdatangan dari berbagai arah.


“Gege, sepertinya sudah saatnya kita memusnahkan seluruh siluman di tempat ini! Jika terlambat melakukannya, bisa dipastikan Meng Wan ikut musnah bersama anggota kelompoknya,” kata Lin Hua.


Lin Feng mengarahkan pandangannya pada Lin Hua, lalu dia berkata, “Hua’er, apa kami tidak ingin mengalahkan mereka semua seorang diri? Bukannya mereka semua lawan yang tepat untuk menguji kekuatanmu, setelah berhasil meningkatkan kekuatan ke tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 3?” ungkap Lin Feng.


Lin Hua menunjukkan senyuman di bibirnya, sambil mengeluarkan aura kuat yang terpancar dari dalam tubuhnya. “Kalau begitu, Feng’gege cukup diam di tempat ini, dan melihat pertunjukan kecil yang aku lakukan,” katanya lalu dia melesat maju menyerang siluman yang hampir menerkam Meng Wan.


“Aku selalu senang melihat sebuah pertunjukan, apalagi pertunjukan itu dilakukan oleh wanita yang aku cinta. Akan tetapi, lawan yang begitu lemah sama sekali tidak cukup untuk menguji kekuatannya,” gumam lirih Lin Feng saat melihat satu-persatu siluman mati di tangan Lin Hua.


Lin Terus melihat jalannya pertarungan sengit antara Lin Hua dan ratusan siluman penghuni hutan kabut abadi.

__ADS_1


Smentara itu, Meng Wan yang masih memiliki kesadaran, dia jelas melihat sosok wanita bercadar yang dikenalinya, dengan begitu mudah membunuh puluhan siluman seorang diri. Melihat semua itu, Meng Wan merasa dirinya telah menyinggung sosok yang tak seharusnya dirinya singgung.


“Jika dia saja memiliki kekuatan sebesar itu, lalu bagaimana dengan kekuatan pria yang mengaku sebagai suaminya?” tanya Meng Wan pada dirinya sendiri, dan sekarang dia sangat menyesali perbuatannya yang ingi mengambil paksa wanita bercadar dari tangan suaminya.


Namun segala penyesalannya tidak berguna karena semua telah terjadi, dan waktu tidak mungkin dapat diputar ulang. Konsekuensi menyinggung orang kuat, tentu dirinya mengetahui konsekuensinya. Sekarang dirinya memang selamat dari terkaman siluman, tapi belum tentu dirinya selamat dari dua orang yang telah tersinggung atas perilakunya.


Waktu terus berjalan, dan setelah setengah jam terlewatkan, Lin Hua telah berhasil membunuh ratusan siluman, yang seluruhnya kini telah berubah menjadi kristal inti kehidupan siluman.


Menyimpan seluruh kristal inti kehidupan siluman dan pedang kecil di tangannya kedalam cincin penyimpanan miliknya, setelahnya Lin Hua bergegas pergi menghampiri Lin Feng yang sedang berjalan santai mendekati Meng Wan.


Berada di hadapan Meng Wan yang tertunduk lesu karena luka di sekujur tubuhnya dan tenaganya yang terkuras habis, Lin Feng dan Lin Hua mengarahkan tatapan sinis pada pria itu.


“Hua’er, apa ini orang yang belum lama ini ingin mengakhiri hidupku? Orang yang begitu lemah, bahkan jauh lebih lemah dari wanitaku tapi ingin mengakhiri hidupku. Meng Wan, kau itu hanyalah katak di dalam sumur, yang tak bisa melihat luasnya Alam ini...”


“Kau merasa kuat karena adanya orang-orang kuat yang senantiasa memberi perlindungan padamu. Tanpa mereka kamu bukanlah apa-apa, bahkan satu bawahanku jauh lebih kuat darimu,” kata Lin Feng bersamaan dengan munculnya Lin Wucin dan Xiong Hu dari dalam Alam Kehidupan.


Muncul dengan aura yang sangat mendominasi, tentu keberadaan Xiong Hu dan Lin Wucin sangat mengejutkan Meng Wan.


Melihat keberadaan mereka dan merasakan aura yang mereka miliki, Memg Wan semakin yakin dirinya telah menyinggung orang yang tak seharusnya dirinya singgung, bahkan dia memiliki keyakinan ayahnya bakalan menanggung apa yang sudah diperbuat olehnya.


“Lin Wucin, Xiong Hu, bawa orang ini ke penjara yang berada di kediaman keluarga Luo! Lakukan apapun yang ingin kalian lakukan padanya, tapi jangan membunuhnya!” kata Lin Feng memberi perintah.


Lin Wucin dan Xiong Hu segera melaksanakan perintah Lin Feng, dan setelah mengirim kembali Lin Wucin dan Xiong Hu yang sedang menyeret Meng Wan ke Alam Kehidupan. Lin Feng dan Lin Hua, keduanya bergegas kembali ke tempat Lin Shao, Lin Meili, Lin Mofan, dan yang lainnya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2