Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Pembersihan Di Kediaman Keluarga Lin


__ADS_3

Di lapangann luas tepat di bagian tengah kediaman keluarga Lin, Lin Feng memandang ribuan anggota keluarga Lin yang berkumpul di lapangan. Dia melihat wajah-wajah senang dari sebagian besar anggota keluarga Lin, tapi ada beberapa anggota yang terlihat memiliki wajah sedih. Meski tak banyak tapi Lin Feng tak suka dengan keberadaan mereka yang berwajah sedih.


Mereka yang bersedih adalah anggota dengan kesetiaan tinggi pada penguasa agung keluarga Lin yang sebelumnya, dan ada beberapa dari mereka yang terang-terangan tidak menyukai keberadaan Lin Feng dan orang-orang yang datang bersamanya.


“Kalian yang tidak menyukai keberadaanku di tempat ini, aku izinkan kalian keluar dari kediaman keluarga Lin, dan saat ini juga kalian bukan lagi bagian dari keluarga Lin!” kata Lin Feng bersuara lantang.


Sesaat tak ada pergerakan, tapi tak lama beberapa orang memisahkan diri dari anggota keluarga Lin, dan salah satu dari mereka berbicara lantang pada Lin Feng.


“Bukan kami yang seharusnya keluar dari tempat ini, tapi kaulah yang seharusnya keluar!”


“Kenapa aku harus keluar dari tempat ini? Pamanku adalah penguasa agung baru keluarga Lin, dan dia tidak keberatan aku tinggal di sini. Kalian yang hanya para penjilat penguasa agung sebelumnya ingin mengusir aku pergi? Kalau ingin mengusirku, setidaknya kalian harus mengalahkanku dalam sebuah pertarungan, dan barulah aku akan keluar dari tempat ini!”


Perkataan Lin Feng terdengar jelas oleh mereka yang tidak menyukai keberadaannya. Mendengar semua itu, mereka semakin tidak menyukai keberadaan Lin Feng, tapi mereka sadar kekuatan Lin Feng bukanlah sesuatu yang dapat mereka lawan.


“Swush...” Sepuluh sosok dengan aura kuat yang cukup mendominasi muncul di hadapan Lin Feng. Mereka adalah para tetua keluarga Lin, dan diantara mereka ada tetua agung sosok paling berkuasa di keluarga Lin setelah sosok penguasa agung keluarga Lin. Sorot mata tajam tetua agung yang diarahkan pada Lin Feng, itu menunjukkan kalau dia tak menyukai keberadaan Lin Feng.


“Tanpa persetujuanku dariku yang merupakan tetua agung dan para tetua lainnya, tak akan pernah ada penguasa agung baru, yang artinya Tuanku Lin Yuzhou kasihlah penguasa agung keluarga Lin, dan sebaiknya kamu segera pergi dari tempat ini!” kata tetua agung.


“Sebelumnya aku sudah menyuruh kalian semua maju menyerangku jika tidak terima keputusanku, tapi tak satupun dari kalian berani melawanku. Sekarang kamu muncul dan ingin bermain kata-kata denganku, apa kamu pikir aku orang yang peduli dengan kata-katamu? Jujur saja aku tidak peduli dan keberadaan para tetua termasuk keberadaanmu sebagai tetua agung, kapanpun aku ingin, aku bisa menggantikan kalian dengan orang-orang yang dapat aku percayai!” ungkap Lin Feng.


Tetua agung dan para tetua, mereka seketika terdiam begitu mendengar semua itu. Dengan mudahnya mengatakan ingin menggantikan mereka semua, artinya nasib mereka tak akan jauh beda dengan apa yang dialami Lin Yuzhou, dan dua orang lainnya yang saat ini mendekam di penjara. Mereka tidak pernah membayangkan kehilangan jabatan dan mendekam di penjara, tapi semua itu bisa saja segera terjadi pada mereka.

__ADS_1


“Kenapa kalian sekarang diam? Apa kalian sudah sadar kesalahan seperti apa yang sudah kalian lakukan? Kalau sudah sadar, sebaiknya kalian segera pergi tinggalkan kediaman keluarga Lin karena kekuranga Lin tak membutuhkan keberadaan kalian!” kata Lin Feng tegas.


“Kamu tidak berhak mengusir kami karena kami adalah bagian kelurga Lin, dan keluarga Lin masih membutuhkan kami!” ungkap tetua agung.


Mendengar perkataan tetua agung, mereka yang sejalan dengannya mengangguk setuju. Sedangkan sebagian besar anggota keluarga Lin yang sudah jenuh dengan mereka yang sifatnya sama persis dengan Lin Yuzhou. Bagi mereka, keberadaan tetua agung dan para tetua keluarga Lin saat ini, keberadaan mereka adalah perusak kejayaan keluarga Lin.


“Aku sangat berhak mengusir kalian, dan aku juga sangat berhak kalau saat ini juga aku menginginkan nyawa kalian!” Aura kuat tiba-tiba saja meledak dari tubuh Lin Feng, dan seluruh aura itu memberi tekanan kuat pada tetua agung dan para tetua.


Merasakan aura kekuatan Lin Feng, tetua agung dan para tetua sadar jika melawan orang seperti Lin Feng, mereka hanya akan mati konyol karena jelas Lin Feng bukan lawan yang sepadan untuk mereka.


“Sebelumnya aku dengan tangan terbuka mempersilahkan kalian yang tidak menyukaiku pergi dari tempat ini, tapi ternyata kalian justru menyia-nyiakan kesempatan yang telah aku berikan. Sekarang kesempatan itu tak lagi ada, dan untuk kalian yang tidak menyukai keberadaanku di tempat ini, aku pastikan kalian tak lagi dapat melihat keindahan hari esok!” Lin Feng meningkatkan tekanan aura nya, dan orang-orang yang tidak menyukainya satu-persatu mulai tumbang.


Sementara mereka yang tidak menyukai keberadaan para tetua, tetua agung, serta para anggota keluarga Lin yang menentang keputusan Lin Feng, mereka puas melihat apa yang saat ini sedang terjadi.


Selain penguasa agung Lin Yuzhou yang selama ini membuat banyak anggota keluarga Lin mengalami kerugian. Para tetua, tetua agung, serta orang-orang yang menentang Lin Feng, mereka adalah orang-orang yang memiliki sifat sama persis dengan Lin Yuzhou. Suka mengambil paksa sumberdaya orang-orang yang bukan bagian dari mereka, dan mereka senantiasa bertindak arogan karena merasa memiliki hubungan dekat dengan penguasa agung.


Saat melihat orang-orang yang selama ini senantiasa bersikap arogan dan sok paling berkuasa mengalami penderitaan, bukannya muncul rasa iba, tapi yang muncul pada diri mereka adalah perasaan senang. Ya mereka merasa senang, dikarena apa yang selama ini menjadi keinginan mereka, hari ini keinginan itu diwujudkan oleh Lin Feng.


Meskipun bukan tangan mereka sendiri yang melakukannya, mereka puas dengan apa yang terlihat. Namun, banyak dari mereka berharap Lin Feng segera mengakhiri hidup orang-orang itu, terutama mereka yang pernah kehilangan anggota keluarga karena melawan orang-orang yang merampas paksa sumberdaya miliknya.


“Aku tidak menginginkan keberadaan orang-orang seperti kalian di kediaman keluarga Lin, dan keluarga Lin tak lagi membutuhkan orang-orang seperti kalian!” teriak Lin Feng dengan niat membunuh yang ditunukannya pada tetua agung dan para tetua.

__ADS_1


“Kesempatan sudah aku berikan, dan kalian telah menyia-nyiakan kesempatan itu. Kini, hanya penderitaan dan kematian yang akan segera kalian dapatkan dariku!” kata Lin Feng dan ledakan aura yang lebih besar dari tubuhnya, membuat mereka yang sebelumnya jatuh tersungkur memuntahkan darah dari mulut, dan tak lama kemudian mereka mati.


“Boom... Boom... Boom...”


Ledakan demi ledakan terus terdengar saat tubuh orang-orang yang menentang keberadaan Lin Feng tiba-tiba saja meledak, berubah menjadi kabut darah.


Hanya dalam kurun waktu sepuluh tarikan napas, ribuan orang yang menolak keberadaannya mati, dan Lin Feng masih terlihat tenang setelah melakukan pembantaian. Kini yang tersisa dari orang-orang yang menentang keberadaannya, mereka hanya menyisakan tetua agung dan para tetua keluarga Lin.


“Apa kalian memiliki permintaan terakhir sebelum mengalami nasib yang sama seperti mereka, yang sudah lebih dulu mati mendahului kalian?” tanya Lin Feng.


Tak terdengar balasa dari tetua agung maupun para tetua. Mereka diam seribu bahasa, dan hanya fokus pada menahan aura Lin Feng yang memberi tekanan kuat pada mereka.


“Baiklah, dikarena kalian tak ada yang memiliki permintaan terakhir, sudah saatnya aku mengakhiri hidup kalian, dan jika kehidupan kedua benar adanya aku berharap kalian menjadi sosok yang lebih baik dibandingkan sosok kalian saat ini!” kata Lin Feng lalu dia menjentikkan jarinya, dan kejadian mengerikan segera saja terjadi di hadapan banyak orang.


Di hadapan semua orang, tetua agung dan para tetua memuntahkan darah dari mulut mereka, dan tak lama terjadi ledakan bertubi-tubi saat satu-persatu tubuh para tetua meledak, dan terakhir sebuah ledakan merubah tubuh tetua agung menjadi kabut darah.


“Hati baik mereka sudah lama hilang, dan kematian adalah satu-satunya hukuman yang tepat aku berikan pada mereka!” kata Lin Feng tegas Dan dia tak sedikitpun menyesal dengan apa yang baru saja terjadi.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2