Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menuju Alam Dewa


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Yin Hua hanya tersenyum mendengar semua itu lalu dia memeluk erat lengan pria yang sangat dia cintai. Dia juga menginginkan hal yang sama dan berharap segera mendapatkan apa yang diinginkannya.


Namun, keadaan begitu sampai di Alam Dewa membuat Yin Hua tidak ingin terburu-buru memiliki seorang anak. Dirinya masih terlalu lemah, belum bisa melindungi siapa yang pantas dilindungi.


Meskipun ada Lin Feng yang akan melakukan apapun untuk melindunginya, tapi dengan kekuatannya yang sekarang, Lin Feng hanya akan dipandang remeh para penguasa di Alam Dewa. Dengan kekuatan di tingkat Raja Dewa Langit, tentu Lin Feng tidak memiliki kesempatan menang jika bertarung melawan mereka.


Lin Feng sekarang memang masih lemah, tapi Yin Hua yakin dalam beberapa bulan ke depan, kekuatan prianya mampu melampaui kekuatan para penguasa di Alam Dewa.


...----------------...


Satu hari setelah pesta besar di Kekaisaran Petir.


“Tiba juga hari ini, hari dimana kita harus meninggalkan Alam Langit dan pergi ke Alam yang lebih tinggi, Alam Dewa,” kata Lin Feng.


“Apa ada sesuatu yang membuat Feng'gege enggan meninggalkan Alam ini?” tanya Yin Hua.


“Tidak ada yang membuatku enggan meninggalkan Alam ini, tapi aku merasa belum yakin meninggalkan mereka semua tanpa perlindungan dariku.” Lin Feng khawatir ada kekuatan dari luar yang mengancam keselamatan seluruh makhluk hidup di Alam Langit.


“Kalau Feng'gege masih khawatir dengan keselamatan makhluk hidup di Alam Langit, kenapa Feng'gege tidak menyiapkan tempat perlindungan untuk semua makhluk hidup, seandainya ada kekuatan luar yang datang dan mengancam keselamatan mereka?” ujar Yin Hua dengan senyuman terlihat di wajahnya.


Mendengar itu Lin Feng berencana membuat array pelindung yang tidak bisa dihancurkan oleh kultivator tingkat Raja Dewa Langit. Kultivator tingkat Kaisar Dewa Langit bahkan harus bekerja ekstra keras untuk menghancurkan array yang akan dirinya ciptakan.


Dengan kekuatannya yang sekarang, dia hanya menciptakan satu array seperti keinginannya, dan array itu akan dia tempatkan di ibukota Kekaisaran Petir. Selain array pelindung, dirinya juga akan membuat array penyerang yang dapa memusnahkan kultivator di bawah tingkat Raja Dewa Langit.

__ADS_1


Tak hanya itu, sebelum pergi ke Alam Dewa Lin Feng juga akan memberi sumberdaya berharga untuk meningkatkan kekuatan Kekaisaran Petir, tapi kali ini dirinya juga ingin memberi beberapa sumberdaya pada Para Kaisar yang sudah berjanji setia pada kekuasaan Kekaisaran Petir.


Semakin banyak orang kuat di Alam Langit, semakin sedikit kekuatan dari luar yang mampu mengusik kehidupan di Alam Langit. Lagi pula, hanya bergantung pada kekuatan Kekaisaran Petir, bukanlah sesuatu yang baik untuk keadaan Alam Langit.


Mengingat waktunya di Alam Langit hanya tersisa beberapa jam saja, Lin Feng segera membuat array untuk melindungi Kekaisaran Petir, dan wilayah di sekitarnya. Menghabiskan sebagian besar Qi yang dimilikinya, Lin Feng membuat segel tangan dan muncul dua lapis array yang langsung menyelimuti ibukota Kekaisaran Petir.


Warna array yang transparan membuat semua orang tidak menyadari keberadaan dua lapis array yang menyelimuti ibukota Kekaisaran Petir. Array dapat diaktifkan dan dapat di nonaktifkan menggunakan sebuah belati yang akan diberikan Lin Feng pada Yan Guo.


...----------------...


Setelah memberikan belati yang dapat digunakan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan array pada Yan Guo, Lin Feng menghabiskan sisa waktu yang hanya tersisa beberapa jam dengan mengobrol santai dengan Yan Guo dan Yan Ning.


Saat sore tiba Lin Feng dan Yin Hua menghabiskan waktu di Hutan Binatang Buas, dan saat malam giliran Hutan Binatang Spiritual yang menerima kunjungan mereka.


Tepat tengan malam sebelum pergantian hati, Lin Feng dan Yin Hua telah kembali ke istana Kekaisaran Petir.


Di istana Kekaisaran Petir terdapat portal yang menghubungkan Alam Langit dengan Alam Dewa, tapi hanya mereka yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Langit yang dapat memasuki portal itu. Sebaliknya, hanya mereka yang memiliki kekuatan di bawah tingkat Dewa Langit yang dapat muncul di portal itu.


Keberadaan kristal roh di Alam Langit sangat langka. Dalam satu Kekaisaran belum tentu memiliki seratus kristal roh. Akan tetapi, keberuntungan masih memihak Lin Feng karena di ruang penyimpanan miliknya, dirinya memiliki sepuluh juta kristal roh tingkat tinggi, dan dia hanya membutuhkan dua kristal roh tingkat tinggi untuk mengaktifkan portal menuju Alam Dewa.


Setelah Lin Feng meletakkan dua kristal roh tingkat tinggi di depan portal, kedua kristal roh terserap ke dalam portal, dan tak lama portal berdengung yang menandakan sudah terhubungnya Alam Langit dengan Alam Dewa.


“Sudah saatnya aku pergi meninggalkan Alam Langit. Seandainya aku tidak lagi bisa kembali ke Alam Langit, aku akan menunggu kedatangan kalian di Alam Dewa,” kata Lin Feng sambil menatap bergantian orang-orang yang mengantarkan kepergiannya.


Yan Guo, Yan Ning, seluruh pejabat tinggi Kekaisaran Petir, serta para Jenderal, mereka bersama-sama mengantar kepergian Lin Feng dan Yin Hua ke Alam Dewa.


“Paman, di dalam cincin ini ada sepuluh ribu kristal roh tingkat tinggi. Jadikan apa yang ada di dalam cincin ini sebagai harta Kekaisaran, dan kelak Paman bisa menggunakan benda di dalam cincin ini untuk pergi ke Alam Dewa.” Lin Feng memberikan cincin penyimpanan pada Yan Guo.

__ADS_1


“Yang Mulia, aku akan giat berlatih, dan secepatnya menyusul Yang Mulia ke Alam Dewa.” Yan Guo sebenarnya tidak rela dengan kepergian Lin Feng, tapi dia tahu Lin Feng memang harus pergi karena kekuatannya tidak memungkinkan dia untuk tinggal lebih lama di Alam Langit.


“Dengan semua sumberdaya yang telah aku berikan pada Paman dan Bibi, aku yakin tak lama lagi kalian dapat menyusulku pergi ke Alam Dewa,” kata Lin Feng sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Tidak satu atau dua bulan, tapi kurang dari satu tahun hamba pasti pergi ke Alam Dewa begitu menerobos tingkat Dewa Langit.” Yan Guo sangat percaya diri dapat melakukan itu.


“Aku percaya Paman dapat melakukan itu,” balas Lin Feng.


“Paman, Bibi, aku menunggu kedatangan kalian di Alam Dewa, tapi kalian jangan terlalu lama kalau tidak ingin kami tinggal pergi ke Alam Sembilan Surga,” kata Yin Hua sambil membuka cadarnya di hadapan banyak orang yang setelah ini mungkin tidak akan pernah lagi bertemu dengannya.


“Permaisuri, sebaiknya jangan terlalu sering membuka cadar! Kecantikan Permaisuri dapat langsung membunuh beberapa pria yang tak terbiasa melihat keindahan.” Yan Ning berkata sambil melihat sekeliling, dimana dia melihat banyak pria mimisan setelah melihat kecantikan Yin Hua.


“Maaf...” Yin Hua tersenyum lalu segera memakai kembali cadarnya.


Dia lalu berdiri di sebelah Lin Feng menatap portal yang terus berdengung tapi terlihat keadaan portal masih belum stabil. Masih butuh beberapa waktu untuk menstabilkan keadaan portal, dan setelah satu jam berlalu portal sudah stabil.


“Sudah waktunya kami pergi ke Alam Dewa.” Lin Feng berkata pada semua orang yang mengantarkan kepergiannya.


“Semoga kejayaan senantiasa menyertai Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri.” Semua orang berlutut memberi penghormatan pada Lin Feng dan Yin Hua.


Lin Feng dan Yin Hua menerima penghormatan orang-orang itu, lalu keduanya melangkahkan kaki memasuki portal yang akan membawa mereka ke Alam Dewa, dan memulai petualangan bersama di Alam yang jauh lebih keras dibandingkan Alam Langit.


Entah kapan keduanya bisa kembali ke Alam Langit. Namun, jika sebuah kemustahilan kembali ke Alam Langit, mereka akan menyiapkan tempat di Alam Dewa untuk mereka yang baru naik dari Alam Langit.


Akan tetapi, sebelum menyiapkan tempat untuk mereka, keduanya ingin jauh lebih kuat dari sekarang untuk terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan besar yang sudah menanti begitu mereka sampai di Alam Dewa.


“Semoga tidak ada kejadian buruk begitu aku pergi meninggalkan Alam Langit,” kata Lin Feng begitu dirinya dan Yin Hua memasuki portal, dan tidak lagi melihat keberadaan orang-orang yang mengantar kepergian mereka.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2