
Kekuatan besar telah terkumpul di telapak tangan Lin Feng dan siap ia gunakan untuk menyerang musuhnya, tapi ia tak kunjung melakukan serangan setelah melihat lawannya diam mematung di tempat, tak lagi bersemangat bertarung dengannya.
Lin Feng yang tau lawannya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya, ia tersenyum dan maju menyerang. Kematian memang bukan sesuatu yang ingin ia berikan pada musuhnya, tapi ia tetap akan memberikan pelajaran padanya, setelah berani mengganggu apa yang ingin dilakukannya.
Bergerak cepat, Lin Feng mengarahkan telapak tangannya yang terselimuti Qi elemen petir berwarna ungu keemasan kearah dada lawannya. Serangannya memang tidak mematikan, tapi siapapun yang terkena serangannya, bisa dipastikan ia akan mendapatkan luka yang cukup serius.
“Bang...” Telapak tangan Lin Feng menghantam telak dada lawannya, membuat orang itu terpental jauh, dan baru berhenti setelah tubuhnya menghantam dinding aula kediaman keluarga Long. Orang itu seketika kehilangan kesadarannya, tapi sebelum kehilangan kesadaran ia sempat memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
Lin Feng hanya menyerang dengan sepuluh persen kekuatann tapi lawannya sudah mengalami luka yang sangat parah, kematian bisa saja di alami orang itu seandainya Lin Feng benar-benar berniat mengakhiri hidupnya.
“Kalau dari kalian berempat ada yang marah dan ingin menuntut balas padaku, kapanpun kalian bisa maju menyerangku! Jika seorang diri kalian tidak yakin bisa mengalahkanku, kalian bisa maju menyerang bersama-sama,” ungkap Lin Feng.
Mendengar itu tak satupun dari empat orang yang merupakan utusan penguasa keluarga Lin yang memiliki keinginan menyerang Lin Feng, demi membalaskan apa yang telah terjadi pada salah satu rekan mereka.
Mereka tahu seberapa besar kekuatan yang dimiliki Lin Feng. Sekalipun mereka menyatukan kekuatan, belum tentu mereka dapat mengalahkannya. Ditambah dengan Lin Feng yang merupakan pemilik elemen petir berwarna ungu keemasan, mereka hanya akan mendapatkan murka dari penguasa keluarga Lin, seandainya tetap mencari masalah dengan Lin Feng.
“Jika diantara kalian tidak ada yang ingin maju menyerang, jangan halangi aku pergi dari tempat ini!” kata Lin Feng dan ia membawa Lin Hua serta Lin Jia pergi meninggalkan aula yang sedikit kacau akibat dari pertarungannya dengan salah satu utusan penguasa keluarga Lin.
Setelah kepergian Lin Feng dan dua orang lainnya, tiga orang utusan penguasa keluarga Lin segera memberi pertolongan pada rekan mereka yang terluka, sedangkan salah satu dari mereka yang merupakan pemimpin kelompok, ia memutuskan bertanya pada Long Sheng tentang siapa pria barusan.
“Tuan, siapa sebenarnya pria barusan? Kenapa ia memiliki kekuatan yang begitu besar, dan lagi ia merupakan pemilik kekuatan elemen petir berwarna ungu keemasan,” ujarnya.
“Dia adalah Lin Feng, sosok yang ditakdirkan menerima warisan leluhur keluarga Long. Untuk dua wanita yang bersamanya, kalian tentu sudah tau kalau mereka adalah istri dan adiknya.” Long Sheng menjelaskan pada utusan penguasa keluarga Lin tentang Lin Feng dan kedua wanita yang bersamanya.
__ADS_1
Mereka sekarang tahu kalau Lin Feng memang benar berasal dari keluarga Lin, tapi mereka masih bingung menentukan statusnya di keluarga Lin, apalagi selama ini mereka tidak pernah mendengar nama Lin Feng diantara anggota trah suci keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kesembilan.
Trah suci keluarga Lin jumlahnya tidak banyak, dan hampir semua anggota keluarga Lin yang tinggal di Alam Sembilan Surga tingkat kesembilan mengenal seluruh anggota trah suci keluarga Lin. Meski tidak mengenal secara langsung, setidaknya mereka pernah mendengar nama dari anggota trah suci keluarga Lin.
Namun, untuk kasus Lin Feng, selain tidak mengenalnya secara langsung meski mereka selama ini bekerja untuk penguasa keluarga Lin, sekalipun mereka belum pernah mendengar adanya orang yang menyebutkan nama Lin Feng, dan dengan kekuatannya seharusnya ia memiliki prestasi setara dengan anggota penting trah suci keluarga Lin.
“Apa hanya itu yang Tuan ketahui tentangnya? Bagaimana dengan asalnya, apa Tuan mengetahuinya?” Kembali pemimpin kelompok utusan penguasa keluarga Lin bertanya pada Long Sheng.
“Hanya itu yang aku tahu tentangnya. Selebihnya, mungkin kalian bisa menanyakan langsung padanya.” Long Sheng sebenarnya sudah tahu banyak tentang Lin Feng, tapi dia tidak ingin menceritakan semua itu pada mereka sebelum mendapatkan izin dari Lin Feng.
Dia yang bertanya mengangguk begitu mendengar jawaban Long Sheng. Jika ingin tahu lebih banyak tentang Lin Feng memang ia harus bertanya langsung pada yang bersangkutan, tapi setelah apa yang terjadi, ia bingung bagaimana caranya bisa berkomunikasi dengan Lin Feng.
‘Bagaimanapun caranya aku harus tahu lebih banyak tentangnya! Kalau harus berlutut di depannya untuk mendapatkan informasi tentang dirinya, aku tak akan sungkan melakukannya,’ katanya membatin.
“Gege, sekarang apa yang ingin Gege lakukan? Apa kita akan terus tinggal di tempat ini untuk beberapa waktu kedepan?” tanya Lin Hua penasaran dengan rencana yang dimiliki Lin Feng.
Lin Feng memikirkan matang-matang apa yang ingin ia lakukan. Dia jelas tidak bisa berlama-lama tinggal di kediaman keluarga Long, tapi tidak enak rasanya pergi tanpa pamit pada Long Sheng. “Kita akan pergi meninggalkan kediaman keluarga Long setelah pamit pada Long Sheng, dan lagi aku memiliki sedikit hadiah untuknya,” kata Lin Feng.
“Setelah meninggalkan keluarga Long kita bisa melakukan perburuan monster dan iblis yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh!” Long Sheng menceritakan pada Lin Feng tentang Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh yang saat ini berada di bawah kekuasaan monster dan iblis.
Meski jumlah manusia di Alam itu tidak sedikit, mereka hanya bisa tinggal di beberapa kota yang masih berada dalam perlindungan keluarga Lin maupun keluarga Suci Guo, dua keluarga yang masih bertahan di Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh.
“Tempat yang dihuni banyak iblis dan monster adalah tempat terbaik untuk kita melatih kekuatan sekaligus mencoba menerobos tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Lin Feng sambil menunjukkan senyuman pada Lin Hua. ’Selain itu, aku juga bisa mengumpulkan pundi-pundi poin sistem di tempat itu,’ lanjutnya membatin.
__ADS_1
“Kalau begitu, secepatnya kita harus pergi ke tempat itu!” Lin Hua sudah tidak sabar menguji kekuatan barunya setelah mengalami cukup banyak peningkatan kekuatan, dan di tempat itu ia akan berusaha menjadi lebih kuat dibandingkan kekuatannya saat ini.
Keduanya saling berbalas senyum, tapi tak lama suara ketukan pintu di kediaman mereka, cukup mengganggu waktu berduaan mereka. Menggunakan mata Dewa, Lin Feng tahu siapa yang sedang mengetuk pintu, dan ia mempersilahkan mereka masuk.
Yang mengetuk pintu kediamannya memang hanya satu orang, tapi ia datang tidak seorang diri, melainkan ada seseorang yang ikut datang bersamanya. “Kakek Long Sheng, kenapa kamu membawa orang itu ke tempatku?” tanya Lin Feng pada Long Sheng saat ia melihat pemimpin kelompok utusan penguasa keluarga Lin datang ke kediamannya.
“Tuan Muda, aku membawanya ke tempat ini karena ia ingin menanyakan sesuatu pada Tuan Muda,” kata Long Sheng dan dia membiarkan pemimpin kelompok utusan penguasa keluarga Lin mengambil satu langkah maju di depannya.
Bukannya segera mengatakan apa yang menjadi tujuannya menemui Lin Feng, orang itu justru berlutut di hadapan Lin Feng. “Tuan Muda, maafkan perlakukan saya yang sebelumnya sudah menyinggung Tuan Muda saat di aula kediaman keluarga Long!” katanya dengan kepala tertunduk.
Lin Feng melihat ketulusan dari pemimpin kelompok utusan penguasa keluarga Lin yang sedang meminta maaf padanya. “Aku sudah memaafkanmu, dan sebaiknya segera tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan padaku!” ungkap Lin Feng.
Mendengar semua itu, ia segera menanyakan apa yang ingin ia tanyakan pada Lin Feng, “Apa saya boleh tahu asal Tuan Muda?” ia bertanya dengan begitu penasaran.
“Aku berasal dari Alam yang lebih rendah, dan untuk lebih jelasnya kamu bisa menanyakan pada Kakek Long Sheng setelah aku pergi dari tempat ini.” Lin Feng kemudian menjelaskan pada Long Sheng kalau dirinya harus segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Long.
Lin Feng memberikan sebuah cincin penyimpanan pada Long Sheng, “Di dalam cincin penyimpanan yang aku berika, di dalamnya terdapat sedikit sumberdaya yang bisa di gunakan untuk meningkatkan kekuatan kakek, dan orang-orang yang kakek percaya.”
Setelah menjelaskan apa yang ada di dalam cincin penyimpanan pemberiannya pada Long Sheng, Lin Feng dan Lin Hua pamit pada Long Sheng, dan mereka menitipkan salam pada Long Nushi.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1