
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lin Feng terus saja menyerang kawanan iblis dan monster menggunakan kekuatan petirnya, ratusan bahkan ribuan iblis serta monster sudah mati di tangannya, dan jumlr itu terus bertambah.
“BOOM... BOOM... BOOM...” Siluet tapak petir terus menyerang kawanan iblis dan monster yang masuk area serangan Lin Feng.
Iblis maupun monster tingkat Kaisar dan tingkat Langit dengan mudah dikalahkan Lin Feng, tapi tak lama kawanan musuh yang lebih kuat datang. Kali ini yang datang adalah ribuan iblis dan monster tingkat Dewa Spiritual Bintang 1 dan Bintang 2.
“Swusshh...” Aura Dewa Perang dikeluarkan Lin Feng untuk memperlambat gerakan musuh, sekaligus melukai jiwa musuh yang lemah.
Dengan gerakan lambat dan jiwa yang terluka, iblis maupun monster tingkat Dewa Spiritual tidak menjadi masalah bagi Lin Feng. Dengan mudahnya dia membunuh mereka yang bagi sebagian besar orang adalah musuh kuat, yang mustahil untuk dikalahkan.
“Tinggal sedikit lagi aku dapat menerobos tingkat Raja Dewa Bintang 4, tapi sepertinya jumlah musuh yang tersisa belum cukup membuatku untuk mendapatkan sebuah terobosan,” ujar Lin Feng melihat jumlah musuh yang tersisa.
“BOOM... BOOM... BOOM...” Ledakan bertubi-tubi terdengar di sisi lain. Saat Lin Feng melihat ke arah sumber ledakan, dia dapat melihat Yin Hua dan yang lainnya terus membunuh kawanan iblis serta monster yang jumlahnya semakin berkurang.
Mereka semua adalah orang-orang yang memiliki ikatan dengan Lin Feng. Jadi, setiap iblis atau monster yang mati di tangan mereka, Lin Feng mendapatkan keuntungan seolah iblis dan monster itu mati olehnya. Pundi-pundi kekayaan dan poin pengalaman milik Lin Feng terus saja bertambah, dengan semakin banyaknya iblis serta monster yang mati di tangan mereka.
“ROOAARRR...” Tiba-tiba saja terdengar suara mengerikan dari arah wilayah musuh.
“Akhirnya yang kuat mulai berdatangan ke tempat ini,” ujar Lin Feng saat dia merasakan aura kuat dari belasan Binatang Iblis yang kekuatannya sudah berada di tingkat Raja Dewa Spiritual. Dari belasan Binatang Iblis, terdapat satu yang terkuat berada di tingkat Raja Dewa Spiritual Bintang 5. Kemungkinan, dia adalah pemimpin dari pasukan musuh yang sedang dihadapi Lin Feng dan yang lainnya.
Melihat belasan Binatang Iblis yang jelas lebih kuat darinya, bukannya lari, Lin Feng justru menunjukkan senyuman lebar dengan pandangan tertuju pada mereka yang datang untuk menjadi pundi-pundi kekayaan, serta sumber peningkat kekuatan untuknya. Dengan kekuatan dan jumlah yang dimiliki musuh, Lin Feng yakin dapat menerobos tingkat Raja Dewa Bintang 4 setelah membunuh mereka.
Dengan menggabungkan teknik Penyerap Kultivasi dengan Aura Dewa Perang, Lin Feng melesat maju menyerang belasan Binatang Iblis berwujud beruang hitam mata merah, dengan tinggi mencapai lima meter. Meskipun memiliki ukuran tubuh tinggi besar, Binatang Iblis tetap dapat bergerak cepat dan lincah. Ukuran sama sekali tidak mempengaruhi kecepatan serta kelincahan yang mereka miliki.
__ADS_1
“ROOAARRR...” Raungan Binatang Iblis terdengar saat mereka melihat keberadaan Lin Feng.
“BOOM...” Tekanan kuat Aura Dewa Perang menekan tubuh belasan Binatang Iblis, membuat mereka terjatuh dan sulit untuk kembali bangkit.
Melihat itu, Lin Feng tidak membuang-buang waktu berharganya. Langsung saja dia menyerap kultivasi milik belasan Binatang Iblis, dan tak butuh waktu lama kultivasi kesebelasan Binatang Iblis telah mengering. Bersamaan dengan itu, suara ledakan teredam terdengar sebanyak dua kali dari dalam dantian Lin Feng.
“Ini sebuah kejutan. Aku langsung menerobos tingkat Raja Dewa Bintang 5,” gumam Lin Feng senang.
Seluruh musuh akhirnya berhasil dikalahkan, tapi Lin Feng dan yang lainnya yakin, musuh yang mereka kalahkan hanyalah bagian kecil dari kekuatan yang dimiliki pihak musuh. Dengan luasnya wilayah tempat tinggal Iblis dan Monster, setidaknya masih ada puluhan atau bahkan ratusan juta Iblis maupun monster, yang dipersiapkan untuk menyerang wilayah kekuasaan manusia.
“Dengan hanya aku dan mereka, mustahil dapat mengalahkan seluruh musuh yang akan datang,” gumam Lin Feng sambil bergerak ke tempat Yin Hua.
Saat Lin Feng sedang bergerak ke tempat Yin Hua, dia melihat pria tua, seorang pemuda, serta wanita muda sudah lebih dulu muncul di tempat Yin Hua. Mengabaikan keberadaan mereka, Lin Feng terus saja bergerak mendekat, dan akhirnya dia berdiri di sebelah Yin Hua.
Kedatangan Lin Feng yang begitu saja berdiri di samping Yin Hua mendapatkan sambutan tatapan sinis dari pria tua dan dua orang yang bersamanya. Merasa tidak pernah membuat masalah dengan mereka, Lin Feng bingung dengan cara mereka menyambut kedatangannya.
Dari ingatan tubuh yang kini menjadi miliknya, Lin Feng tahu pria tua didepannya merupakan tetua kelima sekte Phoenix Api, bagian dari Kekaisaran Api. Melihatnya yang bertempur dengan kekuatan elemen petir, tetua kelima pastinya tahu kalau dirinya berasal dari Kekaisaran Petir.
Sedangkan saat melihat Yin Hua yang bertempur menggunakan elemen api, tetua kelima merasa Yin Hua adalah bagian dari Kekaisaran Api. Oleh karena itu tatapan yang dia berikan pada Lin Feng dan Yin Hua sangat jauh berbeda. Kekaisaran Api yang selalu bermusuhan dengan Kekaisaran Petir, membuat tetua kelima sangat tidak menyukai keberadaan Lin Feng.
“Pak Tua, apa hakmu menyuruh aku menjauhi istriku?” Lin Feng begitu saja memeluk pinggang ramping Yin Hua, lalu dia kembali berkata, “Sebaiknya kamu dan kedua muridmu segera pergi, sebelum hal buruk menimpa kalian!”
Tetua kelima dan kedua muridnya jelas tidak menyukai perkataan Lin Feng yang begitu arogan. Mereka sebelumnya tidak melihat bagaimana Lin Feng membunuh belasan Binatang Iblis tingkat Raja Dewa Spiritual, oleh karena itu mereka menganggap Lin Feng hanyalah kultivator tingkat Dewa, yang kekuatannya tidak sebanding dengan tetua kelima.
Tetua kelima sengaja menyembunyikan kekuatan sejatinya yang susah berada di tingkat Raja Dewa Bintang 2, tapi melihat betapa arogannya Lin Feng, dia tidak lagi menyembunyikan kekuatannya, dan langsung saja dia menekan Lin Feng dengan Aura kekuatan tingkat Raja Dewa Bintang 2 nya.
“Sebaiknya Dewi ikut denganku kembali ke Kekaisaran Api! Untuk kamu, aku akan membunuhmu karena Kekaisaran Api dan Kekaisaran Petir selamanya akan menjadi musuh!” tetua kelima melesat maju menyerang Lin Feng, tapi gerakannya terhenti saat dia melihat Qi elemen api berwarna putih muncul di telapak tangan Lin Feng.
__ADS_1
“A... api suci! Ba... bagaimana mungkin kamu memiliki elemen api suci, sedangkan tadi aku melihatmu bertempur menggunakan elemen petir?” Tetua kelima tahu elemen api suci adalah elemen api terkuat. Bukan hanya terkuat di Alam Langit, tapi terkuat di Alam Semesta. Dan lagi, dia tahu kalau di Alam Langit, tak satu orangpun yang terlahir dengan elemen ganda.
Yin Hua yang juga melihat elemen api milik Lin Feng, dia baru tahu kalau suaminya merupakan pemilik elemen api terkuat, dan lagi dia juga baru tahu kalau suaminya juga pemilik elemen ganda. ‘Sepertinya banyak kejutan lainnya yang masih Feng'gege sembunyikan dariku,’ kata Yin Hua membatin.
“Tetua kelima sekte Phoenix Api dari Kekaisaran Api, apa sekarang kau terkejut dengan kekuatanku? Namun sayang, keterkejutanmu akan menjadi akhir dari hidupmu!” Sosok Lin Feng tiba-tiba menghilang, tapi hanya berselang satu kedipan mata, dia muncul tepat di depan tetua kelima, dengan telapak tangan menyentuh kepala tetua kelima.
“Maaf saja, aku hanya memberi kematian menyakitkan padamu, yang telah begitu berani mengancam ingin membunuhku, dan memang Kekaisaran Petir selamanya akan menjadi musuh Kekaisaran Api!”
Tak lagi dapat berkata-kata setelah telapak tangan Lin Feng menyentuh kepalanya, tetua kelima sekte Phoenix Api begitu saja mati, dan hanya dalam hitungan detik tubuhnya berubah menjadi abu.
Menatap dua murid sekte Phoenix Api yang ketakutan setelah melihat kematian gurunya, dengan suara dingin Lin Feng berkata, “Kembalilah ke sekte Phoenix Api, dan katakan pada Patriak sekte kalian kalau Kekaisaran Petir tidak pernah takut berurusan dengan Kekaisaran Api!”
Keduanya segera pergi setelah mendengar perkataan Lin Feng karena mereka tidak ingin bernasib sama seperti tetua kelima, yang mati dengan mudahnya di tangan Lin Feng.
Setelah kepergian murid sekte Phoenix Api, Yin Hua berkata pada Lin Feng, “Bisa dipastikan aku kalah dalam taruhan karena aku tidah membunuh lebih banyak dibandingkan Feng'gege,”
“Hua'er memang kalah, dan seperti perjanjian di awal Hua'er harus menuruti satu permintaanku!” ujar Lin Feng.
Yin Hua mengangguk mendengarnya. “Aku pasti mengabulkan apapun permintaan Feng'gege, termasuk kalau Feng'gege menginginkan tubuhku,” kata Yin Hua sambil sedikit menyingkap cadarnya, untuk menunjukkan senyumannya.
Mendengar itu entah kenapa pandangan mata Lin Feng tiba-tiba saja mengarah ke bagian tubuh Yin Hua yang sangat menonjol, dan dia merasakan sensasi aneh saat melihat itu.
‘Entah kenapa aku jadi ingin memegangnya,’ kata Lin Feng membatin.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1