Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Zo Chun Datang Menyerang


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Di depan gerbang Kota Awan.


“Prajurit yang aku bawa terlihat sangat berlebihan mengingat tujuanku hanyalah menghancurkan sebuah keluarga terkecil dan terlemah di Alam Dewa. Cih... Hanya karena adanya Master Array di pihak mereka, aku sampai harus mempermalukan diri dengan membawa banyak prajurit,” kata Zo Chun melihat banyaknya prajurit yang dia bawa untuk menyerang keluarga Lin.


“Untuk apa kakak membawa banyak prajurit keluarga Zo sedangkan aku sendiri saja cukup untuk menghancurkan keluarga itu meskipun ada Master Array di pihak mereka?” tanya Zo Fan.


Mendengar itu Zo Chun berkata, “Aku yakin kamu dapat melakukan itu, tapi aku akan tetap membawa mereka semua untuk menunjukkan seberapa besar kekuatan yang dimiliki keluarga Zo, dan apa yang akan terjadi pada mereka yang menentang keluarga Zo.”


Zo Fan hanya mengangguk mendengar itu kemudia dia terus saja melesat mengikuti pergerakan Zo Chun, Zo Tao, dan seluruh prajurit keluarga Zo yang mulai melakukan pergerakan menuju wilayah keluarga Lin.


Sementara itu mata-mata dari keluarga Qin dan keluarga Li yang sebelumnya melihat pergerakan besar prajurit keluarga Zo, yang dipimpin langsung oleh Zo Chun, mereka segera mengabarkan ketidak berapaan Zo Chun di Kota Awan pada kepala keluarga mereka masing-masing.


Tanpa adanya Zo Chun, Zo Fan, Zo Tao dan ribuan prajurit keluarga Zo, bisa dipastikan pertahanan di kediaman keluarga Zo sedang melemah, dan ini kesempatan besar bagi kedua keluarga untuk menghancurkan kekuasaan keluarga Zo di Kota Awan.


Meskipun mereka tidak tahu siapa yang membuat Zo Chun keluar meninggalkan Kota Awan dengan membawa ribuan prajurit, mereka yang berasal dari keluarga Qin dan keluarga Li sangat berterimakasih pada siapapun itu yang berhasil membuat Zo Chun pergi meninggalkan Kota Awan.


...----------------...


Di Kota Lentera Api.


“Bagaimana, apa kalian sudah menemukan titik terang keberadaan wanitaku?” tanya Yang Gang, tuan muda Kota Lentera Api, satu-satunya putra penguasa kota yang sangat menginginkan Nona Pertama keluarga Yin, Yin Hua.


“Tuan Muda, beberapa minggu yang lalu seseorang mengatakan ada pria dan wanita keluar dari portal penghubung Alam Langit dan Alam Dewa, yang berada tidak jauh dari Kota Awan. Ada kemungkinan wanita itu adalah Nona Yin Hua, tapi kami belum tahu siapa pria yang bersamanya,” kata pria yang berlutut di hadapan Yang Gang.


“Cari kedua orang itu! Jika benar wanit itu adalah Yin Hua, secepatnya seret dia ke hadapanku, dan bunuh pria yang bersamanya! Aku yakin wanita ****** itu telah kehilangan kesuciannya, tapi aku akan tetap menikmatinya sebelum mengirim dia dan seluruh keluarganya ke Alam Kematian!” teriak Yang Gang yang merasakan panas di dadanya.

__ADS_1


“Baik Tuan Muda, secepatnya hamba akan menemukan mereka dan jika benar wanit itu adalah Nona Yin Hua, hamba akan melakukan seperti yang Tuan Muda perintahkan.” Pria yang berlutut di hadapan Yang Gang segera pergi.


Dalam satu tahu terakhir dirinya sudah terlalu sabar mencari keberadaannya, dan mengurungkan niat menghancurkan keluarga Yin. Namun, setelah mendengar adanya pria dan wanita yang baru saja naik ke Alam Dewa, Yang Gang yang merasa wanita itu adalah Yin Hua, dia berencana menghancurkan keluarga Yin begitu memuaskan hasratnya dengan tubuh Yin Hua.


“Kalau kesuciannya telah menghilang, kau hanya akan menjadi pemuas hasratku sebelum ikut musnah bersama keluarga Yin,” gumam Yang Gang dengan seringaian yang terlihat di wajahnya.


“Akan tetapi, seandainya kau masih seorang gadis suci, selain keluarga Yin yang tidak aku hancurkan, masih ada harapan untuk kau menjadi salah satu Selir kesayangan tuan muda ini,” lanjutnya kemudia dia pergi dari ruang kerjanya.


Melihat hari sudah sore, dan melihat banyaknya pelayan wanita berkeliaran di sekitarnya. Yang Gang memilih salah satu pelayan yang lalu-lalang di hadapannya, kemudian dia menarik salah satu pelayan yang kebetulan memiliki wajah paling cantik, dan memiliki dada berukuran jumbo yang membuat dirinya ingin menyentuh benda itu.


“Kau layani aku sekarang!” kata Yang Gang sambil menunjukkan miliknya di hadapan wanita itu.


Semua orang di sekitar Yang Gang adalah para wanita, dan mereka semua sudah pernah merasakan milik Yang Gang mengaduk-ngaduk milik mereka.


Melihat Yang Gang begitu saja mengeluarkan miliknya adalah hal yang biasa. Pria itu selalu bergairah saat melihat wanita, dan dia sering melakukan itu dimanapun saat melihat wanir yang membuat dirinya bergairah.


“Hahahaha... Terjepit diantara dua bukit kembar memang lebih nikmat dibandingkan menikmati lubang yang sudah berkali-kali aku nikmati.” Yang Gang memejamkan mata, menikmati sensai nikmat saat miliknya dijepit dada besar milik wanita yang jongkok di depannya.


...----------------...


Di depan gerbang keluarga Lin, Zo Chun dan semua orang yang mengikutinya telah berkumpul, dan menatap kemegahan benteng kediaman keluarga Lin.


“Seperti yang sebelumnya kamu ceritakan padaku, kediaman kumuh itu benar-benar telah berubah menjadi kediaman mewah dan megah hanya dalam beberapa minggu.” Zo Chun menatap Zo Tao yang bediri di sebelah kirinya.


Melihat benteng kediaman keluarga Lin, Zo Chun dapat menilai kalau benteng itu sama kuatnya dengan benteng Kota Awan, lalu saat mengintip bagian dalam benteng, dia bisa melihat bangunan menjulang tinggi di tengah-tengah kediaman keluarga Lin yang diyakininya sebagai kediaman kepala keluarga Lin.


“Bangunan semegah dan semewah ini tidak pantas ditempati keluar paling lemah di Alam Dewa. Daripada ditempati mereka, lebih baik keluarga Zo yang menempatinya!” kata Zo Chun lalu dia tersenyum.


“Apa hakmu menganggap keluarga Lin tidak pantas menempati tempat ini?” Lin Feng tiba-tiba muncul di hadapan Zo Chun, keduanya hanya terpisahkan jarak sejauh enam langkah yang membuat Zo Chun dengan jelas melihat sosok Lin Feng.

__ADS_1


Bukan hanya Lin Feng yang tiba-tiba muncul, tapi ada Yin Hua yang muncul di sebelah Lin Feng. Selain mereka, masih ada delapan orang lainnya yang muncul dan berdiri tepat di belakang Lin Feng dan Yin Hua.


Melihat kedatangan mereka yang begitu tiba-tiba cukup membuat Zo Chun terkejut, tapi keterkejutan nya seketika lenyap saat dia melihat wanita bercadar di hadapannya. Walau memakai cadar, dia masih dapat melihat keindahan dari wanita itu.


“Kalian hanyalah sekumpulan orang lemah dan memang tidak pastas tinggal di tempat ini. Selain itu, seger serahkan wanita itu padaku, dan aku akan memberi tambahan satu bulan untuk kalian menikmati hidup di Alam Dewa!” kata Zo Chun sambil menunjuk keberadaan wanita bercadar yang tak lain adalah Yin Hua.


“Setelah menghina, sekarang kau meminta wanitaku! Terlalu menganggap tinggi kekuatan, tanpa melihat kekuatan lawan. Menganggap remeh lawan hanya akan membuatmu menyesal,” ujar Lin Feng.


“Cih, kalian memang pantas di remehkan, dan karena kau menolak menyerahkan wanita itu padaku maka terima kematianmu!” Zo Chun menyuruh Zo Tao memimpin prajurit menyerang musuh.


Lin Feng menggerakkan jarinya saat melihat prajurit keluarga Zo maju menyerang, tapi kali ini serangan array yang dilakukannya mendapatkan perlawanan dari array yang melindungi pergerakan prajurit keluarga Zo.


“Jangan harap Master Array rendahan dari keluarga Lin dapat mengalahkan Master Array sepertiku yang sudah berada di tingkat Kaisar,” teriak Zo Fan.


Lin Feng menatap Zo Fan yang baru mengungkap identitasnya sebagai Master Array tingkat Kaisar. “Hanya tingkat Kaisar. Apa yang bisa dilakukan Master Array tingkat Kaisar saat harus berhadapan dengan Master Array tingkat Dewa?” Lin Feng tersenyum sinis, lalu dia membuat segel tangan menciptakan array penyerangan yang jauh lebih kuat dari array pertahanan yang diciptakan Zo Fan.


Sebenarnya dirinya juga masih berada di tingkat Kaisar, sama seperti Zo Fan. Akan tetapi, dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi, dirinya mampu mengungguli kekuatan yang dimiliki Zo Fan.


“Musnahkan!” teriak Lin Feng memunculkan array ciptaannya dan mengarahkan array itu untuk menghancurkan array perlindungan ciptaan Zo Fan.


“Swosshhh... BOOM...” Array yang diciptakan Zo Fan hancur berkeping-keping, bersamaan dengan musnahnya lebih dari seribu prajurit keluarga Zo yang berada di barisan terdepan.


Zo Fan sendiri jatuh tertunduk dan memuntahkan seteguk darah saat array ciptaannya hancur. Di luar dia memang baik-baik saja, tapi dia mengalami luka dalam sangat serius, bahkan jiwanya juga terluka cukup parah.


Melihat apa yang terjadi pada Zo Fan dan musnahnya lebih dari seribu prajurit keluarganya, Zo Chun merasa dirinya benar-benar telah meremehkan kekuatan yang dimiliki musuhnya.


“Pemuda ini, siapa dia sebenarnya?” gumamnya dengan sorot mata lurus memandang Lin Feng.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2