Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Rencana Keluarga Zo


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


“ROOAARR... BOOM... BOOM...” Lima hari berlalu dengan cepat. Dalam lima hari puluhan ribu monster mati di tangan Lin Feng, dan akhirnya dia dapat menerobos tingkat Dewa Langit Bintang 5.


Mendapatkan terobosan untuk kedua kalinya setelah berada di Dunia Monster membuat Lin Feng cukup senang, tapi dirinya saat ini masih terlalu lemah untuk menghadapi orang-orang kuat di Alam Dewa.


Tingkat Dewa Langit di Alam Dewa bukanlah sesuatu pencapaian yang luar biasa. Banyak orang di luaran sana yang kekuatannya telah melampaui tingkat Dewa Langit, dan tentu dirinya bukan tandingan orang-orang itu.


“Apa mungkin aku bisa mencapai tingkat Raja Dewa Langit dalam satu bulan di tempat ini?” Lin Feng bertanya pada dirinya sendiri.


“Bisa atau tidak itu urusan belakangan, yang paling penting sekarang aku harus membunuh sebanyak-banyaknya monster di tempat ini!” Lin Feng kembali melesat maju menyerang puluhan monster tingkat Dewa Spiritual Langit Bintang 4.


Lin Feng terus mengayunkan pedang di tangannya, gerakannya pedangnya sangat lincah, cepat, dan kuat. Kuatnya serangan Lin Feng, untuk membunuh monster tingkat Dewa Spiritual Langit Bintang 4 dirinya hanya perlu melakukan dua sampai tiga kali serangan.


Kristal inti kehidupan monster mulai dikumpulkan setelah seluruh monster di tempat itu mati di tangannya, dan karena hari mulai malam dia segera mencari tempat yang aman untuk berkultivasi sambil menyerap energi di dalam kristal inti kehidupan monster.


Dengan ribuan kristal inti kehidupan monster yang hari ini berhasil dikumpulkan, dia berharap dapat sedikit meningkatkan kekuatannya. Meskipun masih jauh untuk dapat menerobos tingkat selanjutnya, setidaknya besok kekuatannya sedikit lebih kuat dibandingkan hari ini.


Malam pun berlalu dan Lin Feng baru saja menyelesaikan kultivasinya. Dia telah menyerap energi dari seluruh kristal inti kehidupan monster, dan seluruh kristal itu saat ini telah berubah menjadi abu.


Hari ini dia akan kembali berburu dan membunuh lebih banyak monster dibandingkan hari kemarin, meskipun kekuatannya hanya mengalami sedikit peningkatan, dirinya yakin dapat membunuh belasan ribu monster di tingkat Dewa Spiritual Langit.


Dia akan bergerak lebih maju dan tentu monster yang akan dihadapinya sedikit lebih kuat dari yang sebelumnya. Namun, menghadapi monster yang lebih kuat justru membuatnya senang karena semakin kuat monster yang dihadapi, semakin banyak kekayaan dan peningkatan kekuatan yang didapatkannya.


...----------------...


“Tuan...” Seorang pria muncul di ruangan megah dan saat ini dia berlutut di hadapan pria yang duduk di atas kursi mewah.


“Katakan padaku, apa keluarga Lin sudah menyiapkan gadis muda mereka untuk menjadi budak keluarga Zo?” tanya pria yang duduk di kursi mewah.


“Tuan, sama seperti sebelumnya, mereka menolak menerikan gadis muda keluarga Lin untuk menjadi budak keluarga Zo, bahkan kali ini mereka menutup rapat gerbang kediamannya saat melihat kedatangan hamba dan prajurit keluarga Zo.”


“Hari ini mereka masih menolak, tapi beberapa hari ke depan seluruh gadis muda di keluarga Lin pasti menjadi milikku!” ujar pria yang duduk di kursi mewah.


“Kenapa kita tidak langsung melenyapkan mereka yang menolak keinginan Tuan?”

__ADS_1


“Aku adalah orang yang menepati janji, dan mereka masih memiliki waktu kurang dari satu bulan sebelum aku datang untuk memusnahkan mereka yang pantas dimusnahkan!”


“Tuan, bagaimana kalau kita melakukan teror setiap harinya, supaya mereka merasakan ketakutan setiap saat?”


“Teror seperti apa maksudmu?”


“Kita bunuh anggota keluarga mereka yang berada di luar kediaman, dan kita kirim kepala mereka ke kediaman keluarga Ling sebagai pengingat kalau hidup dan mati mereka berada dalam genggaman tangan keluarga Zo!”


“Hahahaha... itu sangat bagus. Lakukan itu dan biarkan mereka tahu nasib buruk orang-orang yang menolak keinginanku!”


Pria yang berlutut di hadapannya menganggukkan kepala, kemudian dia pamit undur diri meninggalkan ruangan megah yang merupakan ruang kerja kepala keluarga Zo.


“Gadis muda keluarga Lin memang terkenal akan kecantikannya, dan aku tentu tidak akan cukup hanya dengan satu gadis muda keluarga Lin,” ujar kepala keluarga Zo yang tertinggal seorang diri di ruang kerjanya.


Bosan duduk seorang diri, dia memanggil beberapa pelayan masuk ke ruanga kerjanya. Ada enam pelayan yang keseluruhannya merupakan gadis muda masuk ke dalam ruangan setelah mendengar panggilannya.


Tak menunggu perintah, keenam pelayan segera menanggalkan seluruh pakaian mereka, dan mulai melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk membuat senang kepala keluarga Zo.


Setelah menanggalkan seluruh pakaian, keenam gadis muda itu mendekati kepala keluarga Zo dan mulai membuka satu persatu pakaian pria itu. Melihat milik kepala keluarga Zo yang sudah mengeras sempurna, salah satu gadis muda segera melahapnya.


Pria itu mulai menjamah tubuh keenam gadis muda, dan hanya dirinya yang dapat menjamah tubuh mereka.


Puas menjamah tubuh mereka, kepala keluarga Zo mulai memasukkan miliknya secara bergantian ke milik para gadis muda yang tubuhnya terus menggeliat selayaknya cacing kepanasan, dan dia terus melakukan itu sampai larut malam.


...----------------...


Di Dunia Monster.


Lin Feng terus membunuh monster untuk meningkatkan kekuatan sekaligus mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Meskipun belum berhasil meningkatkan kekuatannya ke tingkat yang lebih tinggi, tapi oerlaha kekuatannya terus meningkat, dan hanya tinggal menunggu waktu untuknya menerobos tingkat yang lebih tinggi.


“Monster yang muncul semakin kuat, mungkin tak lama lagi akan bermunculan monster tingkat Dewa Spiritual Langit Bintang 6 sampai Bintang 7.”


Lin Feng saat ini sedang bertarung dengan monster tingkat Dewa Spiritual Langit Bintang 5, yang seharusnya kekuatannya setara dengannya.


Namun, dengan tekni dan seni tarung yang dimiliki Lin Feng, bukan hal sulit untuk mengalahkan mereka, bahkan Lin Feng belum mengeluarkan aura Dewa Perang sejak kedatangannya ke Alam Dewa.


...----------------...

__ADS_1


Di sekitaran wilayah keluarga Lin.


“Kita sudah seharian berada di tempat ini, tapi tak satu orangpun anggota keluarga Lin yang terlihat keluar meninggalkan wilayah mereka,” ujar salah satu prajurit keluarga Zo.


“Sampai kapan kita menunggu di tempat ini?” kata prajurit lainnya.


Lima prajurit lainnya menggelengkan kepala mendengar itu. Mereka hanya ditugaskan membunuh anggota keluarga Lin yang meninggalkan wilayah keluarga Lin, tapi mereka tidak diberitahu sampai kapan harus melakukan semua itu.


Ini sudah beberapa jam berlalu dan mereka sudah sangat bosan. Biasanya waktu mereka kebanyakan dihabiskan untuk bersenang-senang dengan para budak wanita keluarga Zo, tapi hari ini mereka harus bertugas di tempat yang jauh dari keramaian.


“Bukannya di gigit wanita cantik, aku justru di gigit ratusan nyamuk sejak berdiri di tempat ini.” Salah satu prajurit menunjukkan lengan tangannya yang dipenuhi tanda merah akibat gigitan nyamuk hutan.


“Bagaimana kalau setelah ini kita bersenang-senang dengan budah di kediaman belakang? Aku dengar di sana banyak budak yang masih suci,” kata prajurit lainnya.


Saat mereka sedang berbincang santai terlihat lima pria keluar dari gerbang kediaman keluarga, kelima pria itu berjalan ke arah hutan karena tujuan mereka keluar adalah untuk berburu di hutan tak jauh dari wilayah keluarga Lin.


“Akhirnya ada juga yang keluar dan sudah saatnya melakukan apa yang menjadi tugas kita.” Dipimpin prajurit dengan kekuatan di tingkat Kaisar Dewa Bintang 4, lima prajurit lainnya yang masing-masing berada di tingkat Kaisar Dewa Bintang 2 melesat maju mengejar lima pria yang sebelumnya meninggalkan kediaman keluarga Lin.


Keenam prajurit keluarga Zo menunggu buruan mereka pergi cukup jauh dari kediaman keluarga Lin sebelumnya bersama-sama mereka melakukan penyerangan.


“Aneh, entah kenapa aku tidak bisa mengukur seberapa tinggi kekuatan mereka?” gumam lirih prajurit yang memimpin perburuan.


Melihat lima pria yang menjadi buruannya, prajurit itu sama sekali tidak bisa mengukur kekuatan mereka. Berkali-kali mencoba, hasilnya tetap saja sama.


“Kalian semua harus berhati-hati! Aku sama sekali tidak bisa melihat seberapa tinggi tingkat kekuatan mereka,” ujarnya menyuruh lima prajurit yang dirinya pimpin untuk waspada dan berhati-hati.


“Kenapa juga harus berhati-hati? Mereka hanyalah anggota keluarga Lin yang lemah. Aku seorang diri sudah cukup untuk melenyapkan keberadaan mereka!” salah satu prajurit menyombongkan kekuatannya.


“Keluarga Lin hanyalah sekumpulan pecundang yang lemah, jadi kita tidak perlu berhati-hati saat berhadapan dengan mereka!” kata prajurit lainnya.


“Daripada terus membicarakan tentang kenyataan keluarga Lin yang nyatanya memang keluarga para pecundang, sebaiknya kita segera membunuh mereka!”


Mendengar perkataan salah satu rekan mereka, keenam prajurit keluarga Zo langsung saja melesat maju menyerang lima pria yang berasal dari keluarga Lin.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2