
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di depan gerbang Kota Bambu Ungu tiba-tiba saja terjadi keheningan setelah menghilangnya sosok yang telah berani menyinggung anggota keluarga Suci Guo.
Dilihat dari bagaimana sosok itu pergi, semua orang bisa menebak jika sosok itu bukanlah sosok sembarangan. Kekuatan tingkat Raja Dewa Langit yang ditunjukkannya, jelas itu palsu, dan kekuatan sejati sosok itu tak seorangpun mengetahuinya. Namun, dia jelas lebih kuat dibandingkan dengan tetua kesembilan keluarga Suci Guo.
Tetua kesembilan keluarga Suci Guo yang melihat sosok lawannya tiba-tiba menghilang dari pandangan tanpa meninggalkan jejak aura, dirinya dibuat penasaran tentang asal sosok yang menjadi lawannya, yang jelas lebih kuat darinya.
“Aku tidak tahu dia berasal dari kekuatan keluarga besar atau kekuatan sekte besar, tapi kalau dia ikut dalam kompetisi, bisa dipastikan dia bakal keluar sebagai pemenangnya,” gumam lirih tetua kesembilan, lalu dia masuk ke dalam Kota Bambu Ungu bersama anggota keluarga Suci Guo yang datang bersamanya.
Sementara itu, kelompok Lin Feng yang sudah berada di dalam Kota Bambu Ungu berkat teknik teleportasi yang dilakukan oleh Lin Feng, saat ini mereka sedang menikmati keindahan dan keramaian kota.
“Tuan Muda, bagaimana kalau kita pergi ke tempat perwakilan keluarga Lin?” tanya Lin Baoshi pada Lin Feng.
Lin Feng yang mendengar itu cepat menggelengkan kepala. “Kita datang kesini bukan untuk bergabung dengan mereka, tapi kita tetap mengikuti kompetisi tanpa membawa nama keluarga Lin,” katanya.
Lin Baoshi cepat mengerti dengan apa yang menjadi keinginan Lin Feng, dan dengan senang hati dia menuruti apa yang menjadi keinginan Lin Feng. Pada akhirnya mereka semua tidak pergi ke menemui perwakilan keluarga Lin, tapi mereka berada di penginapan yang sama dengan perwakilan keluarga Lin yang berjumlah sepuluh orang.
Di dalam penginapan, Lin Feng membiarkan yang lainnya beristirahat di kamar masing-masing, sedangkan dirinya dan Lin Hua, keduanya sedang berada di kedai makan tepat di sebelah penginapan, menikmati makanan khas Kota Bambu Ungu, sambil mengamati perwakilan keluarga LinLin, yang kebetulan juga sedang berada di kedai makan.
Mengamati kekuatan yang dimiliki perwakilan keluarga Lin, Lin Feng hanya bisa menghela napas pelan setelah mengukur kekuatan mereka. Dibandingkan dengan anggota keluarga Suci Guo yang ditemuinya di luar gerbang kota, jelas perwakilan keluarga Lin lebih lemah dibandingkan mereka.
“Dengan kekuatan mereka yang begitu rendah, jangankan menghadapi peserta yang berasal dari keluarga Suci Guo, tapi menghadapi peserta dari kekuatan besar lainnya yang lebih lemah dari keluarga Suci Guo, aku bisa memastikan perwakilan keluarga Lin tidak memiliki kesempatan mengalahkan mereka,” kata Lin Feng pelan pada Lin Hua.
“Kekuatan mereka sangat lemah. Apa benar mereka berasal dari keluarga Lin, yang konon katanya merupakan salah satu keluarga terbesar dan terkuat di Alam Sembilan Surga? Jujur saja kekuatan mereka sangat memalukan untuk disetarakan dengan generasi seusia mereka yang berada di dalam kedai ini,” balas Lin Hua yang hanya dapat didengar Lin Feng.
Keduanya duduk cukup jauh dari pengunjung kedai lainnya, jadi dipastikan tidak ada orang lain yang dapat mendengar isii pembicaraan mereka dari awal sampai akhir.
Sedang asik membicarakan lemahnya kekuatan yang dimiliki perwakilan keluarga Lin, tiba-tiba dari arah pintu kedai, masuk beberapa orang yang dari pakaiannya semua tahu kalau mereka berasal dari keluarga Bing, salah satu dari tiga keluarga terkuat di Alam Sembilan Surga.
__ADS_1
Tak seperti keluarga Suci Guo yang arogan dan sombong, keluarga Bing penuh sopan santun, dan sangat menghargai keberadaan orang lain. Menggunakan mata Dewa, Lin Feng tahu kalau mereka tidak sedang berpura-pura, tapi memang seperti itulah didikan yang diberikan pada mereka sejak kecil.
Jumlah anggota keluarga Bing yang memasuki kedai ada sepuluh orang, dan kemungkinan besar mereka adalah perwakilan dari keluarga Bing yang datang untuk berkompetisi. Dengan kekuatan berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 1 dan Bintang 2, keberadaan mereka adalah peserta terkuat yang pernah ditemui Lin Feng.
Dibandingkan dengan kekuatan perwakilan keluarga Lin yang hanya berada di tingkat Dewa Surgawi Bintang 6 sampai Bintang 8, jelas mereka yang berasal dari keluarga Bing lebih kuat dari perwakilan keluarga Lin. Bahkan mereka masih jauh lebih kuat dari perwakilan keluarga Suci Guo yang rata-rata kekuatan mereka berada di tingkat Dewa Surgawi Bintang 8.
Namun, dikarenakan Lin Feng belum melihat kekuatan perwakilan keluarga besar maupun perwakilan sekte besar secara menyeluruh, dia belum bisa menyimpulkan kalau keluarga Bing bakalan keluar sebagai pemenang dalam kompetisi, seandainya dirinya dan anggota kelompoknya tidak turut serta dalam kompetisi yang digelar setiap lima tahun sekali.
Saat Lin Feng mengabaikan keberasaan keluarga Bing, dia tiba-tiba saja merasakan seseorang mengarahkan aura kekuatannya padanya. Tanpa menoleh dia sudah tahu siapa yang melakukannya, tapi dia tidak membalas perlakuan orang itu.
Lin Feng hanya acuh dan terus saja menikmati makanannya bersama Lin Hua yang sesekali menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
Sementara itu, di tempat orang yang mengarahkan aura kekuatannya pada Lin Feng, dia mengerutkan keningnya saat aura kekuatannya tidak bisa menundukkan pria yang kekuatannya hanya berada di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 9.
Sebagai orang terkuat dari sepuluh orang perwakilan keluarga Bing dan dengan kekuatan tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 2, seharusnya dia bisa menekan pria itu dengan auranya, tapi nyatanya dia gagal melakukannya, dan gagal mencuri perhatian dari wanita bercadar yang bersama pria itu.
Melihat keberadaan wanita bercadar yang sudah mencuri perhatiannya sejak memasuki kedai, dia ingin mengenal lebih jauh wanita itu, tapi melihat kedekatan wanita itu dengan pria yang satu meja dengannya, dia ingin menyingkirkan pria itu lebih dulu, sebelum berkenalan dengan sosok wanita bercadar.
Terus saja memperhatikan keberadaan wanita bercadar, tiba-tiba saja aura tiran yang jauh melampau kekuatannya menekan tubuhnya, membuatnya jatuh tersungkur dan memuntahkan seteguk darah.
Meski hanya merasakan tekanan itu selama setengah tarikan napas, tapi aura tiran yang yang dirasakan olehnya, lebih dari cukup untuk membuatnya mengalami luka dalam.
Kalau saja aura itu jauh lebih lama menekannya, bisa dipastikan dirinya mati mengenaskan, hanya dengan sebuah aura kekuatan.
Teman-temannya yang khawatir segera membantunya berdiri. Begitu bangkit berdiri dan membersihkan sisa darah di bibirnya, dia segera berjalan ke tempat pria yang duduk bersama wanita bercadar. Di dekat pria itu, dia berlutut dengan kepala tertunduk.
“Tuan Muda, maafkan hamba yang begitu lancang melihat apa yang tak seharusnya hamba lihat, serta melakukan apa yang tak seharusnya hamba lakukan,” tulus dia meminta maaf pada sosok pria yang tak lain adalah Lin Feng, dan wanita bercadar yang terus dilihatnya adalah Lin Hua.
Lin Feng yang mendengar permintaan maaf pria itu, dia hanya tersenyum tipis di bibirnya, kemudian dia melemparkan botol berisi tiga pil spiritual pada pria itu.
“Di dalamnya ada tiga pil spiritual yang dapat memulihkan luka barumu, sekaligus luka lama yang menghambat peningkatan kekuatanmu. Pil itu juga dapat membantu memperbaiki pondasi kekuatanmu yang sangat rapuh,” kata Lin Feng tanpa melihat orang yang dia aja bicara.
__ADS_1
Sedangkan Bing Shao, pria yang masih berlutut di dekat Lin Feng, dengan kepala tertunduk dia membulatkan kedua matanya, mendengar Lin Feng yang tahu dengan permasalah, yang selama ini membuat dirinya sangat putus asa dalam mengatasinya.
Bing Shao melihat botol giok berisi 3 pil spiritual yang tergeletak di hadapannya. Meski cara Lin Feng memberikan pil spiritual tidak sopan, dirinya tahu, itu semua karena perbuatannya yang lancang terus memandangi keindahan Lin Hua, bahkan dirinya sempat menggunakan aura kekuatan untuk menekannya. Sekarang Bing Shao sadar jika Lin Feng bukanlah sosok yang bisa dia singgung dengan kekuatannya.
“Cepat pergi, dan jangan lagi mengganggu waktu makan yang aku miliki bersama istriku!” Tegas Lin Feng mengatakan semua itu, membuat Bing Shao buru-buru pergi setelah memungut botol giok yang berada di hadapannya.
...----------------...
Bing Shao telah kembali ke tempat duduknya bersama dengan teman-temannya. Senyum lebar terlihat di wajahnya, saat teman-temannya memberi tatapan aneh padanya.
“Senior Bing Shao, apa yang sebenarnya baru senior lakukan? Kenapa tiba-tiba senior berlutut di dekat pria itu?” tanya salah satu teman Bing Shao penasaran.
Bing Shao tak langsung menjawab. Dia terlebih dahulu menyimpan botol giok berisi tiga pil spiritual kedalam cincin penyimpanan miliknya, baru kemudian dia mengarahkan pandangan pada teman yang bertanya padanya.
“Aku telah menyinggung orang yang salah. Sebelumnya aku berpikiran untuk mendekati wanita bercadar yang duduk bersama proa itu, tapi pria yang terlihat lemah, ternyata dia jauh lebih kuat dariku...”
“Kenapa barusan aku jatuh tersungkur dan memuntahkan seteguk darah, itu semua karena sedikit aura kekuatan yang dia arahkan padaku. Kalau saja dia lebih banyak mengarahkan aura kekuatannya padaku, ada kemungkinan saat ini aku tidak lagi bisa menjawab pertanyaanmu,” jawab Bing Shao.
Mendengar jawaban Bing Shao, teman-temannya kini tahu alasan Bing Shao tiba-tiba jatuh dan mengalami luka, dan mereka akhirnya juga tahu kenapa tiba-tiba Bing Shao berlutut di dekat pria asing.
“Senior Bing Shao, apa dia sekuat itu sampai membuat senior terluka dengan sedikit aura yang dikeluarkannya?” tanya temannya yang lain, masih penasaran dengan kekuatan Lin Feng.
“Meski aku tidak tahu pasti sekuat apa dia, tapi jelas dia jauh lebih kuat dariku. Ada kemungkinan dia sudah berada di puncak tingkat Raja Dewa Surgawi, dan saat ini dia sengaja menyembunyikan kekuatannya,” kembali Bing Shao memberi jawaban.
“Dilihat dari usia sepertinya dia lebih muda dari kita, dan ada kemungkinan dia datang ke Kota Bambu Ungu untuk mengikuti kompetisi. Saudara Shao, menurutmu keluarga atau sekte besar mana yang menyembunyikan keberadaan monster muda sepertinya?” tanya Bing Sing, teman Bing Shao yang kekuatannya sedikit lebih lemah darinya.
“Aku tidak tahu dia berasal dari keluarga mana, tapi aku bisa menebak siapa pemenang kompetisi tahun ini jika dia mengikuti kompetisi...”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1