
Lin Luyao bercerita pada Bing Huifei bagaimana ia bisa bertemu Lin Feng yang nyatanya merupakan putra Lin Mofeng dan Putri Bing Hualing, yang tak lain adalah paman dan bibinya. Semua ia ceritakan dari awal sampai akhir, termasuk bagaimana Lin Feng membantunya mendapatkan bahan obat untuk kesembuhan ayahnya.
Mendengarkan secara seksama cerita Lin Luyao, Bing Huifei sangat berharap bisa segera bertemu dengan Lin Feng, dan memastikan sendiri apa benar Lin Feng adalah putra Lin Mofeng dan Putri Bing Hualing.
Meski dari cerita Lin Luyao identitas Lin Feng sudah sangat jelas, tetap saja ia ingin membuktikannya secara langsung dengan cara melihat wajah Lin Feng dan melihat lencana yang berada di tangannya.
“Nenek harus sedikit bersabar, saudara Lin Feng saat ini masih ada sedikit urusan dengan keluarga Jiang, dan ia baru akan mengunjungi kediaman keluarga Lin setelah menyelesaikan urusan di keluarga Jiang,” kata Lin Luyao menjelaskan keberadaan Lin Feng saat ini.
Kerutan muncul di kening Bing Huifei mendengar Lin Luyao mengatakan nama keluarga Jiang. “Cucuku, urusan apa yang ingin ia selesaikan dengan keluarga Jiang?” tanyanya penasaran.
“Istri saudara Lin Feng adalah putri pemimpin keluarga Jiang, tapi ia bukanlah putri dari permaisuri pemimpin keluarga Jiang, melainkan ia adalah putri dari istri pemimpin keluarga Jiang yang berada di Alam Dewa,” jawab Lin Luyao.
“Oh iya, aku lupa menceritakan pada Nenek kalau saudara Lin Feng selama ini tumbuh besar di Alam Langit, dan perlahan dia terus meningkatkan kekuatan sampai akhirnya dapat sampai di Alam ini,” lanjut Lin Luyao berkata.
“Anak itu telah menjalani kehidupan yang sangat sulit. Merangkak naik dari Alam Langit sampai Alam ini tentu bukan sesuatu yang mudah. Cucuku, apa kamu tahu berada di tingkat apa kekuatannya saat ini? Apa ia sedikit lebih lemah darimu atau justru ia sangat lemah?” tanya Bing Huifei.
“Nenek, kekuatannya tidak lebih lemah dariku, bahkan aku dengan yakin mengatakan kekuatannya dapat disetarakan dengan para petinggi keluarga Lin di kediaman utama. Aku perkirakan kekuatannya telah melampaui tingkat Dewa Semesta Bintang 3,” kata Lin Luyao memberi jawaban.
“Apa kamu yakin ia sekuat itu? Usianya jauh lebih muda darimu bahkan ia tumbuh besar di Alam yang minim sumberdaya. Bagaimana mungkin ia tumbuh lebih kuat darimu, sedangkan ia tidak mendapatkan sokongan banyak sumberdaya seperti apa yang kamu dapatkan?” Bing Huifei tidak begitu saja percaya perkataan Lin Luyao.
“Kenyataannya saudara Lin Feng memang lebih kuat dariku, bahkan siluman tingkat Dewa Semesta Bintang 2 dibuat tak berkutik di hadapannya. Aku melihat semua itu secara langsung, dan jelas aku percaya dengan apa yang langsung terlihat di depan kedua mataku,” ungkap Lin Luyao.
“Satu lagi, saudara Lin Feng tidak sungkan membagi sumberdaya miliknya pada orang lain, seolah ia tidak akan kehabisan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatannya. Mengetahui semua itu, aku menyimpulkan kalau ia memiliki sumberdaya tak terbatas, tapi aku tidak tahu dimana ia menyimpannya,” lanjutnya berkata.
“Aku baru percaya sepenuhnya tentang semua itu setelah melihatnya secara langsung,” ungkap Bing Huifei.
__ADS_1
“Memang sulit mempercayai semua itu jika tidak melihatnya secara langsung, dan memang seharusnya Nenek melihatnya secara langsung,” balas Lin Luyao.
Bing Huifei mengangguk mendengar balasan Lin Luyao lalu keduanya tak lagi terlibat pembicaraan, dan hanya fokus melihat keadaan pria yang terbaring tak berdaya di atas tempat tidur.
Sementara itu Lin Feng, Lin Hua, Lin Baoshi serta Lin Yanran yang melakukan perjalanan menuju kediaman keluarga Lin, saat ini mereka sedang singgah di kota kecil, yang berjarak satu hari perjalanan menuju kediaman keluarga Lin.
Singgah untuk mengisi perut yang sebenarnya tidak terasa lapar, di kedai makanan tempat mereka makan, Lin Feng dan yang lainnya mencuri dengar apa yang sedang ramai dibicarakan pengunjung kedai.
Mereka sedang membicarakan desas-desus tentang keluarga Suci Guo yang berencana menyerang keluarga Lin dan keluarga Bing. Dengan bantuan banyak keluarga yang tunduk di bawah kekuasaan keluarga Suci Guo, banyak yang meyakini keluarga Lin akan menemui kehancurannya.
Ekspresi wajah Lin Feng dan yang lainnya terlihat tidak baik setelah mereka mendengar semua itu. Jika apa yang sedang mereka bicarakan adalah sebuah kebenaran, bisa dipastikan keluarga Lin dan keluarga Bing saat ini berada dalam situasi bahaya.
“Gege, jika apa yang mereka bicarakan benar, kita harus segera sampai di kediaman keluarga Lin!” kata Lin Hua pelan, dan hanya Lin Feng serta dua orang lainnya yang dapat mendengarkannya.
“Habiskan makanan kalian, dan segera kita melanjutkan perjalanan!” kata Lin Feng yang ingin segera sampai di kediaman keluarga Lin.
Di tengah-tengah Lin Hua dan dua orang lainnya menghabiskan makanan mereka sedangkan Lin Feng hanya berdiam diri di tempat duduknya, dari arah pintu masuk kedai masuk lima orang yang berasal dari keluarga Suci Guo.
Mudah mengetahu orang-orang itu berasal dari keluarga Suci Guo dari jubah yang mereka kenakan. Meski warna jubah mereka tidak sama, tapi simbol perisai dan pedang di jubah orang-orang itu menunjukkan kalau mereka adalah bagian dari keluarga Suci Guo.
"Cepat hidangkan makanan serta minuman terbaik yang kalian miliki, dan kirim kemari seluruh pelayan wanita yang kalian miliki untuk melayani kami!” teriak salah satu orang yang berasal dari keluarga Suci Guo pada pemilik kedai makan.
Pemilik kedai makan yang seorang wanita dan para pelayan maupun juru masak yang seluruhnya wanita, mereka sebenarnya enggan melayani orang-orang yang berasal dari keluarga Suci Guo, tapi apalg daya mereka yang lemah harus senantiasa menuruti mereka yang kuat dan memiliki kekuasaan.
Lin Hua dan Lin Yanran kesal melihat orang-orang dari keluarga Suci Guo yang begitu angkuh dan bersikap semena-mena pada mereka yang lebih lemah.
__ADS_1
Akan tetapi keduanya masih menahan diri. Selama Lin Feng tidak bertindak, mereka hanya akan diam mengamati situasi.
“Kau wanita bercadar, cepat kemari dan temani kami minum!” teriak pria bertubuh kekar, salah satu anggota keluarga Suci Guo, dan ia berteriak ke arah Lin Hua.
Lin Hua yang tahu orang itu meneriakinya, ia sama sekali tidak menganggap keberadaan orang itu, dan masih saja dengan begitu tenang ia melanjutkan makannya.
“Wanita sialan, beraninya kau mengabaikanku!” teriak pria yang sama dan kali ini dia bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan mendekati Lin Hua.
Lin Hua yang mulai terganggu dengan teriakan orang itu, mengayunkan tangannya ke arah samping, ia melemparkan sumpit di tangannya ke arah pria itu.
“Syut...” Sumpit tumpul melesat bagaikan kilatan cahaya menembus kening pria bertubuh kekar, dan membuatnya tumbang dengan darah segar mengalir keluar dari lukanya.
Seketika suasana menjadi hening saat semua orang melihat kematian pria bertubuh kekar. Mereka tidak menyangka ia yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Agung Bintang 4 dengan mudahnya mati, hanya dengan sebuah sumpit.
Empat rekan pria bertubuh kekar yang mati di tangan Lin Hua, mereka segera tersadar dari keterkejutan dan begitu saja bangkit dari tempat duduk. Bangkit berdiri, keempatnya segera melesat mengirim serangan bertubi-tubi pada Lin Hua.
Keempat orang itu sangat ingin membunuh wanita bercadar yang telah membunuh salah satu dari mereka, tapi tiba-tiba saja sebuah array pelindung muncul, mementalkan seluruh serangan mereka, bahkan ada serangan yang mental dan kembali ke arah mereka.
Keempatnya segera melompat mundur setelah tahu ada array kuat melindungi wanita yang ingin mereka bunuh. Sedangkan pelanggan kedai makan yang tidak ingin terlibat dalam pertempuran, mereka bergegas keluar dari kedai makan, pergi menjauh melarikan diri.
Lin Feng yang semula duduk, setelah memastikan di dalam kedai makan tak lagi ada orang lain selain anggota kelompoknya dan mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo, ia bangkit berdiri dan mengarahkan pandangannya pada keempat anggota keluarga Suci Guo.
Kilatan petir berwarna ungu keemasan muncul di telapak tangan Lin Feng, menunjukkan identitasnya sebagai anggota keluarga Lin. “Berani memiliki niat buruk pada wanitaku, kalian semua harus mati!...”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.