
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lin Feng langsung saja mengarahkan sebuah pukulan ke arah wajah pria di hadapannya. Pukulannya hanya menggunakan kekuatan fisik, tapi sudah lebih dari cukup untuk memberi luka pertama pada pria itu.
“Semua ingin aku selesaikan dengan cepat!” katanya seraya melakukan serangan bertubi-tubi kepada pria yang sesekali dapat menghindari dan menahan serangannya.
Melihat lawannya memberi perlawanan, Lin Feng tidak tinggal diam begitu saja, dia meningkatkan kekuatan, dan menyerang jauh lebih cepat dan kuat dibandingkan sebelumnya. Jika serangan sebelumnya berhasil dihindari, serangannya sekarang sulit dihindari maupun di tahan.
Lin Feng menggunakan kekurangan elemen petir ungu menyerang lawannya yang melindungi tubuhnya menggunakan kekuatan elemen angin.
Kekuatan elemen angin pria itu jelas lebih lemah dari kekuatan elemen petir Lin Feng. Meski kekuatan mereka saat ini hanya berbeda satu tingkatan setelah Lin Feng menggunakan aura Dewa Perang, menembus pertahanan elemen anginnya bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan oleh Lin Feng.
Beberapa kali pukulan Lin Feng berhasil menembus pertahanan elemen angin, mengenai tubuh pria itu, dan membuatnya terpental mundur sampai menghantam array yang mengurung medan pertempuran.
Melihat lawannya masih sanggup berdiri setelah menerima serangannya, Lin Feng kembali melesat maju menyerangnya. “Aku baru berhenti setelah kamu mati!” teriaknya.
Pria itu hanya bisa bertahan dan terus bertahan dari serangan Lin Feng. ‘Aku tidak memiliki kesempatan menang bertarung dengannya,’ katanya membatin.
Meski tahu tidak memiliki kesempatan memenangkan pertempuran, tapi dia tidak ingin diam dan pasrah menerima kekalahan. Dia mencoba melawan dan terus mencari celah untuk menyerang balik lawannya.
“Seni Tarung, Badai Kematian.” Pria itu mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah depan, memunculkan pusaran angin mengerikan, yang bergerak menyerang lawannya.
Lin Feng cukup takjub dengan daya hancur dan kekuatan yang dimiliki Seni Tarung Badai Kematian, tapi dia sama sekali tidak gentar menghadapi serangan lawan yang tertuju padanya. Dengan ketenangannya dia menciptakan pusaran angin dengan menggabungkan elemen angin dan petir miliknya. Badai angin dan petir yang lebih mengerikan dari badai kematian muncul, dan kedua kekuatan saling beradu.
Pria yang menjadi lawan Lin Feng membulatkan kedua matanya terkejut melihat lawannya bisa menciptakan badai angin dan petir, yang jauh lebih kuat dan lebih mengerikan dari badai kematian miliknya.
__ADS_1
Sebenarnya bukan badai angin dan petir yang membuatnya terkejut, tapi fakta lawannya memiliki kekuatan elemen ganda jauh lebih membuatnya terkejut.
“Bagaimana mungkin ada sosok sepertinya yang mampu menguasai dua jenis kekuatan elemen? Sial! Sepertinya aku memang dipastikan mati di tangannya,” gumamnya lirih.
“Swuusshh... Swuusshh... Boom... Boom...” Dua serangan badai saling berbenturan dan beradu kekuatan, tapi tak sampai satu menit, badai kematian yang dikeluarkan lawan Lin Feng lenyap tertelan badai petir, yang terus bergerak menghancurkan apapun yang dilewatinya.
Melihat badai petir bergerak ke arahnya, pria yang menjadi lawan Lin Feng dengan cepat membuat segel tangan. “Teknik Pertahanan, Perisai Angin Langit.” Angin berwarna biru muncul di sekeliling pria itu, menciptakan perisai yang menahan pergerakan badai angin dan petir.
Pria itu yang sebelumnya yakin perisainya mampu menahan serangan lawa, dia dibuat terkejut saat kekuatan badai angin dan petir perlahan menelan perisai angin ciptaannya, dan kekuatan badai angin dan petir semakin kuat setelah menelan perisai angin ciptaannya.
“Aku lupa mengatakan padamu, selain kekuatan angin dan petir, dalam badai yang aku ciptakan juga terdapat kekuatan kegelapan yang mampu menarik kekuatan musuh untuk memperkuat kekuatannya,” kata Lin Feng tenang sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
Pria itu sekarang kesulitan mengekspresikan keterkejutannya setelah mengetahui fakta kalau lawannya bukan hanya memiliki dua kekuatan elemen, melainkan memiliki tiga kekuatan elemen.
Lin Feng yang melihat lawannya kebingungan dengan kekuatannya, dia hanya terkekeh pelan, kemudian dia berkata dengan suara lantang, “Aku tahu kamu terkejut dengan kekuatanku dan menyesal karena berurusan denganku, tapi semuanya telah terlambat, dan sebaiknya kamu segera bersiap bertemu dengan Dewa penguasa Alam Kematian!”
Akan tetapi, dia tidak menyesal mati di tangan yang lebih muda karena bagaimanapun juga lawannya lebih kuat darinya.
Tak mendapat tanggapan dari lawannya, Lin Feng tahu kalau pria itu sudah pasrah menerima kematian, dan dirinya juga tak ragu memberi kematian padanya. Menjentikkan jarinya, badai angin dan petir menyerang lawannya, membuat sosok pria itu lenyap tak bersisa kurang dari satu kali tarikan napas.
Tubuh pria itu lenyap tak bersisa, tapi cincin penyimpanan miliknya tidak ikut lenyap bersamaan dengannya. Mengambil cincin penyimpanan setelah menghilangkan badai angin dan petir, Lin Feng melihat apa isi dari cincin penyimpanan itu. “Aku tidak menyangka ternyata dia memiliki cukup banyak sumberdaya berharga dan harta di dalam cincin penyimpanannya,” gumam lirih Lin Feng setelah melihat isi di dalam cincin penyimpanan pria itu.
Melihat ke arah pertempuran Lin Hua dan yang lainnya, pertempuran mereka sudah berakhir lebih dulu dibandingkan pertempurannya, dan terlihat Lin Hua dan yang lainnya saat ini sedang memulihkan kekuatan di tempat yang tak terdapat mayat musuh.
...----------------...
Setelah pertempuran dengan sekelompok orang di pinggir danau yang mereka ketahui kelompok itu berasal dari sekte Angin Surgawi, yang seharusnya berada di Alam Sembilan Surga tingkat kelima, saat ini Lin Feng, Lin Hua dan yang lainnya, mereka sedang menuju sebuah kota yang tak jauh dari danau yang sebelumnya menjadi tempat pertempuran.
__ADS_1
Setengah hari melakukan perjalanan akhirnya kelompok Lin Feng sampai di Kota Bambu Ungu yang juga merupakan kota terbesar kedua di seluruh daratan Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Mendarat tak jauh dari gerbang memasuki Kota Bambu Ungu, Lin Feng dan yang lainnya dapat melihat antrean panjang orang-orang yang sedang menunggu giliran memasuki kota. Berada di tengah-tengah orang yang ingin memasuki kota, Lin Feng dan yang lainnya dapat mendengar beberapa pembicaraan yang cukup menarik.
“Kompetisi lima tahunan Alam Sembilan Surga tingkat pertama tak lama lagi di mulai, dan untuk acara lima tahunan kali ini bakal dilakukan di Kota Bambu Ungu. Akan tetapi, untuk kompetisi tahun ini hanya kultivator di bawah usia dua ratus tahun yang dapat mengikutinya,” kata seorang pria yang berdiri tepat di depan rombongan Lin Feng.
“Dengan usia yang masih begitu muda, aku yakin kompetisi tahun ini jauh lebih seru dibandingkan kompetisi lima tahun yang lalu. Meski mungkin kekuatan mereka masih belum sepadan dengan kultivator senior yang sudah hidup ribuan tahun, tapi ego masa muda dapat membuat mereka lebih serius dalam menjalani kompetisi, dan mungkin kita dapat melihat banyak kematian di atas arena kompetisi,” balas rekan dari orang di depan kelompok Lin Feng.
“Apa kamu sudah memiliki jagoan yang mungkin bisa keluar menjadi kompetisi tahun ini? Aku sendiri merasa kompetisi tahun ini masih menjadi milik dua keluarga paling berkuasa di Alam Sembilan Surga. Siapa lagi kalau bukan keluarga Lin dan keluarga Suci Guo.”
“Aku juga menjagokan kedua perwakilan keluarga dapat melaju ke babak final, tapi jika harus memilih diantara keduanya, aku lebih memilih menjagokan keluarga Suci Guo yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan pesat, bahkan dia Alam Sembilan Surga tingkat pertama, keluarga Lin sekarang berada di urutan kedua setelah keluarga Suci Guo.”
Lin Feng yang mendengar itu mengerutkan keningnya, kemudian dia bertanya pada Lin Baoshi melalui telepati, “Baoshi, apa benar kekuatan keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan keluarga Suci Guo?”
“Tuan Muda, saat ini kekuatan keluarga Lin perlahan melemah karena banyaknya anggota keluarga yang berkhianat, dan itu tidak hanya terjadi di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, melainkan terjadi di seluruh tingkatan,” jawab Lin Baoshi.
“Pengkhianatan? Apa yang menyebabkan banyak anggota keluarga Lin berkhianat? Apa ada seseorang di dalam keluarga Lin yang mendorong mereka melakukan pengkhianatan?” Kembali Lin Feng bertanya pada Lin Baoshi.
“Tuan Lin Huang yang dulunya merupakan Tetua Agung keluarga Lin, dia telah mengkhianati keluar Lin dan sekarang dia bersama seluruh pengikutnya telah membelot, dan menjadi bagian dari keluarga Suci Guo...”
“Seperempat anggota keluarga Lin adalah pengikutnya termasuk tetua ke lima dan tetua ketujuh keluarga Lin, dan setelah mereka bergabung dengan keluarga Suci Guo saat ini keluarga Lin sedang mengalami penurunan kekuatan besar-besaran...”
“Bisa dikatakan saat ini keluarga Lin telah kehilangan posisinya sebagai keluarga terkuat di Alam Sembilan Surga, dan posisi itu saat ini telah diambil alih keluarga Suci Guo,” kata Lin Baoshi mengakhiri jawabannya.
Mendengar perkataan Lin Baoshi yang menjawab seluruh pertanyaannya, entah kenapa Lin Feng merasakan ada hubungan antara Lin Huang dengan kematian kedua orangtuanya. “Kalau benar dia terlibat dalam kematian mereka, tangan inilah yang bakal aku gunakan untuk mengakhiri hidupnya,” gumam Lin Feng sambil mengepalkan tangan kanannya.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.