
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Selesai makan malam bersama dan membagikan sumber daya untuk meningkatkan kekuatan Kekaisaran Petir, Lin Feng membawa Yin Hua pergi menikmati keramaian malam ibukota Kekaisaran Api.
Jauh berbeda dari keadaan beberapa minggu yang lalu, saat ini keadaan ibukota Kekaisaran jauh lebih hidup meskipun hari sudah malam. Selain penduduk ibukota yang menikmati malam, mulai banyak pendatang yang mendatangi ibukota untuk melihat perubahan besar yang terjadi di Kekaisaran Petir.
Selama para pendatang membayar biaya masuk dan mematuhi peraturan yang berlaku, mereka tetap bisa tinggal di ibukota Kekaisaran. Namun, bagi siapa yang melanggar peraturan, mereka akan mendapatkan hukuman sesuai peraturan yang dilanggar.
Hukuman ringan dengan membayar denda sampai hukuman mati, menari siapapun yang melanggar peraturan di ibukota. Bukan hanya di ibukota Kekaisaran, peraturan dan hukuman yang sama juga berlaku di seluruh wilayah Kekaisaran Petir.
Menyusuri jalanan ibukota yang diterangi pencahayaan dari kristal elemen, banyak pemuda di sepanjang jalan yang tertarik akan kecantikan serta keindahan tubuh Yin Hu, meskipun dia sudah menggunakan cadar untuk menutup sebagian wajahnya, dan jubah tebal untuk menutupi tubuhnya.
Saat Lin Feng dan Yin Hua ingin pergi ke pusat keramaian ibukota Kekaisaran, di mana tempat itu menjadi pusat keramaian ibukota, ada sekelompok pemuda dengan jubah berwarna biru bersulamkan kepala naga mendekati mereka.
Salah satu dari pemuda melangkah lebih maju di saat pemuda lainnya berhenti. Pemuda itu mengabaikan keberadaan Lin Feng dan langsung saja dia mengulurkan tangan ke arah Yin Hua.
“Nona, perkenalkan aku murid inti Sekte Naga Langit, namaku Ling Kun,” kata pemuda itu memperkenalkan diri pada Yin Hua, tanpa menganggap keberadaan Lin Feng yang lengan tangannya berada di pelukan Yin Hua.
Yin Hua tidak memberi jawaban, bahkan dia tak membalas uluran tangan Ling Kun. Dia masih saja memeluk lengan Lin Feng, dan ikut kemanapun dia pergi.
Sementara itu orang-orang di sekitar mereka yang mendengar nama sekte Naga Langit dan pemuda itu bermarga Ling, mereka tahu kalau pemuda itu salah satu anggota keluarga Kekaisaran Langit, dan lagi dia merupakan murid inti sekte Naga Langit, sekte terbesar dan terkuat di wilayah manusia Alam Langit.
Dibandingkan kekuatan sekte Phoenix Api yang merupakan sekte terkuat kedua di wilayah manusi, kekuatan sekte Naga Langit jauh lebih kuat. Apalagi di sekte Naga Langit patriak mereka hampir menerobos tingkat Kaisar Dewa, yang membuat kekuatannya akan setara dengan Ling Yuan.
Melihat Yin Hua tak menganggap keberadaannya, Ling Kun mengarahkan tatapan mata tajam ke arah Lin Feng.
“Sebaiknya kau segera pergi dari hadapanku dan tinggalkan nona ini bersamaku! Kalau kau menolak, bahkan Kaisar lemahmu itu tidak dapat menyelamatkanmu!” Ling Kun mengancam Lin Feng bahkan dia menghina Kaisar Kekaisaran Petir.
__ADS_1
Lin Feng tidak menanggapi perkataan Ling Kun, dia memilih kembali melanjutkan perjalanan, dengan melewati jalan yang tidak tertutup oleh para pemuda, yang datang bersama Ling Kun.
Melihat pria yang dia ancam mengabaikannya Ling Kun marah dan kembali dia menghadang jalan Lin Feng dan Yin Hua, tapi kali ini dia bukan sekedar menghadang melainkan dia menghunuskan pedang ke arah wajah Lin Feng.
“Aku sudah meminta baik-baik tapi kau memilih jalan kekerasan untuk menyelesaikannya,” kata Ling Kun sambil mendekatkan ujung pedangnya ke wajah Lin Feng, “Kaisar lemahmu tidak akan menyalahkanku atas kematian orang lemah sepertimu!” lanjutnya.
Saat Ling Kung mendorong lebih maju pedangnya, tiba-tiba saja pedang itu patah saat hampir menyentuh kening Lin Feng. “Apa kau pikir semudah itu dapat membunuhku?” tanya Lin Feng.
“Meskipun yang berada di hadapanku saat ini Kaiaar Langit, kekuatan lemahnya belum cukup untuk menggores kulitku!” kata tegas Lin Feng sambil melambaikan tangannya, mengirim gelombang angin yang begitu kuat ke arah Ling Kun.
“Swusshh... Boom...” tubuh Ling Kun terpental keras ke arah samping dan menghantam permukaan tanah yang keras.
Melihat itu, satu dari dari lima pemuda yang sebelumnya berada di belakang Ling Kun berteriak, “Berani memukul putra tetua pertama, kau harus mati!” dia dan empat pemuda lainnya melesat maju menyerang Lin Feng.
“Ingin main keroyokan? Meskipun kekuatan kalian sudah berada di tingkat Saint, tapi masih butuh ribuan tahun lagi bagi kalian untuk dapat membuatku sedikit mengeluarkan kekuatanku,” kata Lin Feng tenang, dan kembali dia melambaikan tangannya, mengirim gelombang angin yang lebih kuat ke arah mereka.
“BOOM...” Mereka semua terpental ke segela arah, begitu gelombang angin yang begitu kuat menghantam tubuh mereka. Serangan itu memang tidak melukai parah mereka, tapi itu cukup menunjukkan kalau mereka salah memilih lawan.
Tidak jera, Ling Kun dan yang lainnya kembali berkumpul, dan kembali mereka mengarahkan serangan pada Lin Feng. Keli ini mereka mengerahkan semuanya untuk menyerang Lin Feng, tapi saat serangan mereka hampir mengenai Lin Feng, tiba-tiba saja sosok Lin Feng dan Yin Hua menghilang dari tempatnya, membuat serangan mereka hanya mengenai angin.
“Apa yang kalian serang? Apa mata kalian mengalami masalah sehingga menyerang angin?” tanya Lin Feng santai sambil memukul satu-persatu pemuda di sekeliling Ling Kun.
“Boom... Boom... Boom...” suara ledakan terdengar saat lima pemuda yang di pukul Lin Feng terpental dan menghantam kokohnya dinding bangunan di ibukota Kekaisaran.
Ling Kun yang melihat itu menggertakkan giginya, dia tidak menyangka lima orang murid inti sekte Naga Langit yang sudah berada di tingkat Saint tingkat 5 dengan mudah di kalahkan pria yang tidak memiliki aura seorang kultivator.
Lin Feng saat ini menggunakan jubah yang dia gunakan saat di gunung Tianhuang, di mana jubah itu dapat menyembunyikan aura kekuatannya, dan membuat dia terlihat selayaknya manusia biasa.
“Berani memukul murid sekte Naga Langit dan memukul aku yang masih anggota keluarga Kekaisaran Langit, apa kau tidak takut Kekaisaran Langit datang untuk menghancurkan Kekaisaran Petir?” ujar Ling Kun.
__ADS_1
“Apa yang harus aku takutkan dengan Kekaisaran Langit? Kalau aku ingin, Ling Yuan yang kalian anggap manusia terkuat di Alam Langit, dalam dua kali serangan aku dapat membunuhnya.” Lin Feng sedikit membocorkan aura kekuatannya, dan semua aura dia arahkan ke Ling Kun yang langsung membuatnya jatuh tersungkur memuntahkan seteguk darah.
Ling Kun mencoba mengangkat kepala, menatap kembali Lin Feng yang masih berdiri tenang di tempatnya.
Dari aura yang baru dia rasakan, dia merasa kalau kekuatan Lin Feng bukanlah sesuatu yang dapat dia lawan. Bahkan, dia merasa aura Lin Feng jauh lebih kuat dari pamannya, Ling Yuan.
“Swusshh...” Sosok Lin Feng tiba-tiba muncul di hadapan Ling Kun.
“Berani menggunakan kedua matamu menatap wanitaku, setidaknya berikan salah satu matamu sebagai bayarannya!” kata Lin Feng, lalu dengan sangat keras dia menendang mata kiri milik Ling Kun sambil meletakkan array yang membuat mata kiri Ling Kun tidak bisa diobati bagaimana caranya.
“BOOM...” Tubuh Ling Kun terpental jauh bersama dengan dia kehilangan kesadarannya. Tak ada yang menolong Ling Kun dan lima pemuda lainnya karena penduduk ibukota tahu siapa yang melakukan semua itu pada mereka.
Meski hanya sekilas melihat wajah orang yang memukuli Ling Kun dan yang lainnya, penduduk ibukota tahu orang itu adalah Kaisar muda Kekaisaran Petir, dan wanita yang bersamanya tentunya dia Permaisuri Kekaisaran.
“Kamu memang pantas mendapatkan ini semua karena telah berani mengganggu Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri,” kata penduduk ibukota yang tepat berada di dekat tempat terpentalnya Ling Kun yang masih memiliki sedikit sisa kesadaran.
“Ternyata dia Kaisar dan Permaisuri Kekaisaran Petir,” gumam lirih Ling Kun sebelum dia kehilangan seluruh kesadarannya, dengan darah terus mengalir keluar dari luka menganga di mata kirinya.
Sedangkan Lin Feng dan Yin Hua, mereka kembali melanjutkan perjalanan, seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Terus berjalan, mereka sampai di gerbang ibukota dan bertemu dengan Jenderal yang bertugas memimpin prajurit pelindung ibukota Kekaisaran.
“Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri,” kata Jenderal itu menyambut kedatangan Lin Feng dan Yin Hua.
Mendapatkan sambutan seperti itu Lin Feng dan Yin Hua hanya menganggukkan kepala. “Jenderal, mulai sekarang semakin perketat penjagaan! Selain mereka yang berasal dari Kekaisaran Api dan Kekaisaran Angin, larang memasuki ibukota juga berlaku pada mereka yang berasal dari Kekaisaran Langit!” perintah tegas Lin Feng.
“Baik Yang Mulia, hamba segera memberitahu prajurit di gerbang tentang peraturan baru itu,” kata sang Jenderal, kemudia dia pamit undur diri untuk menemui prajurit di gerbang ibukota.
“Dikarenakan menjadi Kekaisaran terlemah, banyak yang meremehkan Kekaisaran Petir, tapi tak lama lagi aku akan menutup mulut mereka semua dengan kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Petir,” kata Lin Feng penuh ambisi.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.