
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Suara keras Lin Feng dapat terdengar oleh mereka semua yang berada di area pemilihan murid baru empat sekte besar, membuat semua orang mengarahkan perhatian padanya.
Guo Jiang yang merasa terhina dengan perkataan Lin Feng, dia mengarahkan sorot mata penuh kebencian pada pria itu. Dia tidak pernah berharap ada yang berani menghina keluarga Suci Guo secara terang-terangan, bahkan itu dilakukan tepat di hadapannya oleh pria yang aura kekuatannya sangat lemah.
“Beraninya kau menghina keluarga Suci Guo! Aku Guo Jiang pasti membunuhmu!” Guo Jiang bangkit berdiri, kemudian melesat maju, mengarahkan serangan ke tubuh Lin Feng. Namun, gerakan Guo Jiang yang terlihat sangat cepat di mata orang lain, gerakannya terlihat lambat di mata Lin Feng, dan dengan mudahnya dia berhasil menghindari serangan Guo Jiang.
Guo Jiang tidak percaya kalau tidak melihatnya sendiri. Seseorang yang dilihatnya masih berada di tingkat Raja Dewa Langit, dengan mudahnya menghindari serangannya, bahkan dia merasa lawannya sama sekali tidak menggunakan energi spiritual saat menghindari serangannya.
Lin Feng tersenyum melihat ekspresi yang ditunjukkan Guo Jiang, lalu dengan gerakan berkali-kali lebih cepat dari yang dilakukan Guo Jiang, dia kembali menampar wajah pria itu.
“Arghhh...” Guo Jiang mengerang kesakitan saat tubuhnya kembali terhempas menghantam permukaan tanah.
Melihat itu, dengan sinis Lin Feng berkata pada Guo Jiang, “Apa ini kekuatan orang yang telah mencapai kekuatan Kaisar Dewa Surgawi? Sangat lemah, dan orang sepertimu tidak layak menjadi lawanku!”
Baru juga selesai berkata, sosok Lin Feng telah menghilang dari tempatnya, dan belum genap satu tarikan napas dia tiba-tiba saja muncul di dekat Guo Liang yang masih terbaring di atas permukaan tanah.
Melihat lawan yang dihadapinya tiba-tiba muncul di dekat putranya, Guo Jiang tiba-tiba saja merasakan hal buruk bakal menimpa putra yang sangat dia sayangi, dan dia tentu tidak membiarkan semua itu terjadi pada putranya.
“Swuusshh...” Dengan kecepatan puncak Guo Jiang melesat ke arah Lin Feng sambil mengeluarkan pedang pusaka miliknya dari cincin penyimpanan. Mengayunkan pedang dalam kecepatan tinggi, dia ingin langsung melenyapkan Lin Feng.
Akan tetapi, sesuatu yang tak terduga terjadi saat gerakan pedangnya dihentikan hanya dengan dua jari yang dimiliki lawannya. “Sebenarnya aku tadi sempat berpikir untuk melepaskan kalian setelah sedikit memberi kerugian, tapi melihat kamu yang begitu ingin mengakhiri hidupku, sepertinya aku tidak bisa membiarkan kalian yang berasal dari keluarga Suci Guo pergi dari tempat ini hanya dengan sedikit kerugian. Nyawa kalian tentu aku tidak menginginkannya, tapi aku punya sesuatu yang lebih baik daripada merenggut nyawa kalian.” Kilatan petir berwarna ungu muncul di telapak tangan Lin Feng yang tidak sedang menahan serangan Guo Jiang.
Guo Jiang dan semua orang yang melihat kilatan petir di tangan Lin Feng, mereka semua melebarkan kedua mata kepala mereka sendiri, tak percaya melihat keberadaan anggota keluarga Lin dari trah pertama muncul di Alam Sembilan Surga tingkat pertama. Trah pertama memiliki ciri petir berwarna ungu, dan kekuatannya hanya sedikit lebih lemah dibandingkan kekuatan petir hitam keemasan milik trah suci keluarga Lin.
Melihat status dari warna petir yang dimiliki olehnya, semua orang menyimpulkan kedudukan Lin Feng jauh lebih tinggi dibandingkan kedudukan Lin Baoshi dan Lin Yanran, yang mana keduanya hanyalah bagian dari keluarga cabang keluarga Lin.
Keduanya memiliki petir berwarna kuning keemasan yang menunjukkan mereka bagian dari keluarga cabang, dan tentu saja kedudukan keduanya lebih rendah dibandingkan Lin Feng.
Namun, semua orang masih dibuat bingung kenapa Lin Feng lebih memilih duduk di tempat pengawal, dibandingkan menempatu tempat duduk utama yang justru diberikannya pada Lin Baoshi dan Lin Yanran.
__ADS_1
Setelah semua orang berpikir kerasa, mereka memiliki pemikiran yang sama. Kenapa Lin Feng lebih memilih menempati tempat duduk pengawal, itu semua karena dia ingin menyembunyikan identitasnya, dan semua itu sering dilakukan oleh anggota keluarga Lin yang tidak pernah ingin menonjolkan keberadaannya.
Dibandingkan keluarga lainnya yang ingin terlihat menonjol, selama ini anggota keluarga Lin justru terlihat biasa-biasa saja, tapi semua itu tidak berlaku pada anggota keluarga Lin dari putra kedua kepala keluarga Lin.
Anggota keluarga Lin dari putra kedua kepala keluarga Lin, mereka selalu ingin menonjol, dan senantiasa memamerka apa yang dimilikinya. Bahkan mereka sering memberi hukuman pada orang-orang yang tidak menghormati keberadaan mereka.
Mengabaikan semua orang yang terkejut dengan keberadaannya, Lin Feng memilih bertanya pada Guo Jiang, “Bagian mana dari tubuhmu yang ingin aku buat cacat?”
Mendengar itu, Guo Jiang semakin melebarkan kedua matanya, “Berani membuatku cacat, cepat atau lambat kau pasti menerima balasan setimpal dari keluarga Suci Guo!” katanya.
Bukannya takut mendengar itu, Lin Feng justru tersenyum. “Lin Baoshi, Lin Yanran, Lin Shao, Lin Meili, kalian berempat tahan empat orang yang berasal dari keluarga Suci Guo, dan lakukan apa yang aku lakukan pada orang ini kepada mereka!” perintah tegas Lin Feng.
Keempatnya menganggukkan kepala, lalu melesat menuju empat orang pengawal Guo Jiang dan Guo Liang. Keempat pengawal yang berasal dari keluarga Suci Guo sama sekali tidak bisa melarikan diri atau melawan, dikarenakan kekuatan mereka yang lebih lemah dibandingkan dengan Lin Baoshi dan tiga orang lainnya.
Melihat empat pengawal keluarga Suci Guo sudah tertangkap, Lin Feng mulai menggerakkan telapak tangannya yang sudah terselimuti kilatan petir berwarna ungu.
“Daripada membunuh orang sepertimu, lebih baik aku menghancurkan usaha kerasmu selama ini!” Menggerakkan telapak tangannya ke arah dantian Guo Jiang, ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Guo Jiang, bersama dengan lenyapnya aura kultivasi dari tubuh orang itu.
“Arghhh...” Teriakan memilukan terdengar keluar dari mulut Guo Jiang, tak lama teriakan yang sama dapat didengar dari mulut empat pengawal yang berasal dari keluarga Suci Guo.
“Kalau harus memilih, aku lebih memilih mati daripada harus menerima kenyataan tak lagi dapat berkultivasi, dan menjadi orang cacat.”
“Bukan hanya kamu, tapi aku juga lebih memilih mati dibandingkan menjadi cacar dan tidak lagi dapat berkultivasi. Keluarga Suci Guo, kali ini mereka benar-benar telah salah memilih lawan.” Semua orang mulai membicarakan nasib malang yang dialami keluarga Suci Guo.
Nasib Guo Liang tak ada bedanya dibandingkan apa yang dialami ayahnya, dan yang melakukan semua itu padanya adalah Lin Hua. Sosok wanita yang sebelumnya dianggapnya lemah, dan ingin menjadikan wanita itu menjadi salah satu Selirnya.
Tak lagi memiliki ketertarikan pada acara pemilihan murid baru empat sekte besar, setelah memberi pelajaran pada anggota keluarga Suci Guo yang dipimpin Guo Jiang. Lin Feng, Lin Hua, serta empat orang lainnya, mereka begitu saja menghilang dari pandangan semua orang, dan kepergian mereka tanpa meninggalkan jejak.
Setelah kepergian Lin Feng dan yang lainnya, panitia acara memberi perintah pada beberapa penjaga untuk mengantarkan Guo Jiang dan yang lainnya kembali ke kediaman mereka.
Para penjaga juga diperintahkan menceritakan apa yang terjadi dengan Guo Jiang dan yang lainnya pada anggota keluarga Suci Guo.
Semua cerita harus sesuai dengan fakta kejadian yang sesungguhnya, dan semua harus jelas diceritakan dari awal sampai akhir. Tidak boleh ada yang terlewatkan dari cerita mereka.
__ADS_1
Sementara itu, masih di Kota Teratai Biru, Lin Feng, Lin Hua dan yang lainnya, saat ini mereka telah sampai di sebuah kedai makanan terbesar yang ada di Kota Teratai Biru. “Tuan Muda, kami sudah memesan tempat terbaik di lantai empat,” kata Lin Baoshi yang sebelumnya pergi memesan tempat.
Lin Feng hanya mengangguk kemudian dia membawa Lin Hua dan yang lainnya menuju tempat yang telah dipesan Lin Baoshi.
Sampai di tempat yang telah dipesan Lin Baoshi, para pelayan segera menghidangkan makanan serta minuman terbaik yang mereka miliki.
“Baoshi, apa semua ini kamu yang memesannya?” tanya Lin Feng pada Lin Baoshi yang masih berdiri, sementara dirinya sudah duduk nyaman di atas kursi.
Lin Baoshi menganggukkan kepala. “Hamba memesan semua makanan dan minuman terbaik di tempat ini, dan hamba berharap Tuan Muda menyukainya. Akan tetapi, jika Tuan Muda tidak menyukainya, hamba bisa menyuruh pelayan menyajikan hidangan lain,” ujarnya dengan kepala tertunduk.
“Bukannya aku tidak menyukainya, tapi ini semua terlalu banyak untuk kami berdua. Kalian berempat segera duduk, dan bantu menghabiskan semua makanan dan minuman di atas meja!”
Kata-kata Lin Feng sangat jelas, tapi Lin Baoshi dan tiga orang lainnya masih saja diam berdiri di tempat mereka. “Tu... Tuan Muda, kami tidak layak makan satu meja dengan Tuan Muda dan Nona Muda,” ungkap Lin Baoshi lirih.
Mendengar itu, Lin Feng hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, sambil mengarahkan pandangan secara bergantian pada empat orang yang masih saja diam berdiri di tempat mereka.
“Kalian temani aku makan! Ini perintah dan kalian semua harus mematuhi perkntahku! Menolak mematuhi perintahku, lebih baik kalian tidak lagi memanggilku Tuan Muda!” Tegas Lin Feng mengatakan semua itu, membuat Lin Baoshi dan tiga orang lainnya segera menempati kursi kosong yang masih banyak tersedia di tempat itu
Lin Feng yang melihat semua itu, dia tersenyum begitu juga dengan Lin Hua, kemudian mereka semua menikmati makanan bersama, dan tak butuh waktu lama seluruh makanan serta minuman di atas meja habis tak bersisa. Tak ingin buru-buru pergi, mereka mulai mencuri dengar pembicaraan orang-orang di lantai keempat.
Tak jauh dari tempat duduknya, Lin Feng jelas mendengar pembicaraan beberapa orang yang sedang membicarakan kejadian, yang baru saja terjadi di arena pemilihan murid baru empat sekte besar. Mereka membicarakan tentang keberadaan anggota keluarga Lin dari trah pertama di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Trah pertama sendiri adalah anggota keluarga Lin yang berasal dari anggota keluarga utama, dan biasanya mereka hanya bisa di temui saat berada di Alam Sembilan Surga tingkat ke tujuh dan tingkatan selanjutnya.
Sangat jarang, atau bahkan belum pernah terlihat keberadaan mereka di Alam Sembilan Surga di bawah tingkat ketujuh.
Lin Feng tidak terlalu mempedulikan pembicaraan mereka, tapi lain halnya dengan Lin Baoshi dan Lin Yanran yang tahu pasti dengan peraturan keluarga Lin, dan bisa dipastikan kejadian di Kota Teratai Biru cepat atau lambat pasti terdengar oleh mereka yang berada di kediaman utama keluarga Lin.
“Tuan Muda, sebaiknya Tuan Muda tidak menunjukkan kekuatan di sembarangan tempat karena identitas Tuan Muda bukanlah sesuatu yang dapat diterima di Alam Sembilan Surga tingkat rendah!” kata Lin Baoshi.
Lin Feng mengangguk pelan. “Aku tahu, dan untuk ke depannya aku tidak lagi menunjukkan kekuatan yang membuat orang lain bisa mengungkap keberadaanku.”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.