Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Mengumpulkan Bala Bantuan


__ADS_3

Kekuatan Lin Feng saat ini terlihat setara dengan Lin Yuzhou, tapi sebenarnya kekuatannya telah melampaui apa yang dimiliki Lin Yuzhou.


Jika saja ada sosok kuat yang kekuatannya telah melampaui tingkat Dewa Semesta, sosok itu pasti menyadari kekuatan Lin Feng bukanlah kekuatan yang dimiliki oleh mereka, yang masih berada di tingkat Dewa Semesta.


“Kekuatan ini, aku sudah mengerahkan semua tapi belum cukup untuk mengimbangi kekuatannya. Bocah ini, seberapa kuat dia sebenarnya?” kata Lin Yuzhou pelan, sambil menjaga jarak aman dari Lin Feng.


“Masih ingin melanjutkan pertarungan kita, atau memilih pergi selagi aku memberimu kesempatan?” ujar Lin Feng.


“Tuanku, bukannya aku meremehkan kekuatan Tuan, tapi kekuatannya bukanlah sesuatu yang saat ini bisa kita lawan,” kata Lin Wugoi, yang muncul di sebelah Lin Yuzhou.


Lin Yuzhou tahu tentang itu, dan akhirnya ia mengambil keputusan, “Kita pergi dari tempat ini!” katanya, lalu hanya dalam satu kedipan mata keduanya menghilang dari pandangan Lin Feng dan yang lainnya, bahkan keduanya pergi tanpa meninggalkan jejal aura kekuatan mereka.


"Gege, apa kamu bisa menarik kembali auramu?” ujar Lin Hua menghampiri Lin Feng, meminta menarik aura kekuatannya yang sedikit mengganggunya.


Lin Feng tersenyum lalu menarik kembali aura kekuatannya. Dia memang tidak mengarahkan auranya pada orang selain Lin Yuzhou, tapi kuatnya aura kekuatannya tetap saja memberi dampak kurang menyenangkan bagi orang lain.


Selain menarik auranya, dia juga menghilangkan sosok siluet Dewa Perang, yang sosoknya lebih besar setelah ia berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 8. Bahkan siluet Dewa Perang terlihat jauh lebih nyata dari sebelumnya.


“Putraku, ibu tidak menyangka kekuatanmu begitu besar bahkan mampu membuat pria tua itu pergi sebelum memulai pertarungan,” kata Bing Hualing muncul di dekat Lin Feng, begitu Lin Feng menarik aura kekuatannya dan menghilangkan sosok siluet Dewa Perang.


“Tapi aku masih harus terus meningkatkan kekuatanku!” kata Lin Feng pada Bing Hualing.


Bing Hualing menganggukkan kepalanya, lalu berkata, “Selagi ada kesempatan dan sumberdaya yang tersedia, tidak ada salahnya untuk terus meningkatkan kekuatan yang kita miliki.”


“Kalau Ibu dan Paman ingin meningkatkan kekuatan, aku punya sumberdaya yang bisa digunakan untuk membuat kalian menerobos satu tingkatan,” kata Lin Feng sambil mengeluarkan dua botol, dengan masing-masing botol berisi sebuah pil.


Meski berada di dalam botol dan tertutup rapat, semua orang dapat merasakan aura kuat pil yang berada di dalam botol. Dari auranya, mereka selain Lin Feng yakin pil di dalam botol bukanlah sembarangan pil.

__ADS_1


“Putraku, pil apa yang ada di dalam botol? Hanya merasakan auranya saja, ibu merasa tubuh ini terasa nyaman.” ujar Bing Hualing sangat penasaran.


“Pil ini bernama pil Dewa, dan dapat membuat seseorang di tingkat Dewa Semesta mendapatkan satu terobosan setelah menelan pil ini,” kata Lin Feng memberi penjelasan.


“Kalau memang seperti itu, daripada memberikan pada kami, bukannya kedua pil ini lebih berguna untukmu? Menelan kedua pil ini setidaknya dapat kembali meningkatkan kekuatanmu ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Bing Hualing.


“Pil ini sayangnya sudah tidak bisa meningkatkan kekuatanku yang sudah berada di puncak tingkat Dewa Semesta. Namun bagi ia yang masih berada di bawah tingkat Dewa Semesta Bing 7, pil ini sangat berguna untuknya,” kembali Lin Feng memberi penjelasan.


“Ibu, satu pil ini untukmu, dan satu pil lagi untuk Paman!” Lin Feng memberikan masing-masing satu botol berisi satu pil pada Bing Hualing dan Lin Junda.


“Keponakanku, terimakasih sudah memberi paman sumberdaya yang sangat berharga.” Lin Junda sangat berterimakasih, dan ia yakin dengan pil pemberian Lin Feng ia bisa lebih kuat dari sebelumnya.


Lin Feng hanya menganggukkan kepalanya lalu ia meminta Bing Hualing dan Lin Junda untuk segera mengkonsumsi pil pemberiannya, supaya mereka segera mendapatkan terobosan.


Setelah Ibu dan Pamannya pergi, dan hanya menyisakan Lin Hua yang bersamanya. Bersama dengan Lin Hua, ia memilih kembali ke kediaman khusus miliknya, dan menghabiskan malam bersama wanita yang sangat ia cintai.


...----------------...


Selesai makan dan berkumpul di aula, mereka mulai serius membicarakan permasalahan Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, dan membahas apa yang akan merekq lakukan ke depannya untuk menghadapi keluarga Lin yang jelas tak menyukai keberadaan mereka.


“Apa Paman memiliki orang-orang yang setia pada Paman, dan bisa dipanggil untuk berkumpul di tempat ini?” tanya Lin Feng pada Lin Junda.


“Tentu paman memilikinya, dan mereka sudah dalam perjalanan menuju tempat ini. Kemungkinan, besok mereka akan sampai,” kata Lin Junda menjawab pertanyaan Lin Feng.


Mendengar jawaban Lin Junda, Lin Feng tersenyum senang karena setidaknya datang bala bantuan. Meski dirinya sendiri memiliki banyak bala bantuan, dan kapanpun dibutuhkan mereka akan datang. Bala bantuan dari Lin Junda tetaplah sangat berarti untuknya.


“Ibu juga telah memanggil mereka yang senantiasa mengulurkan bantuan saat aku membutuhkannya,” kata Bing Hualing, tahu akan situasi kritis seperti saat ini.

__ADS_1


“Jika sudah seperti ini, kita tinggal menunggu kedatangan mereka, dan setelahnya aku bisa mengukur seberapa besar kekuatan yang kita miliki,” kata Lin Feng, dan ia tak lupa janjiannya dengan pria tua yang ditemuinya di Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh.


Dengan berkumpulnya orang-orang yang masih memiliki kesetiaan pada keluarganya, ia yakin kekuatan di sisinya tak kalah kuat dari apa yang dimiliki keluarga Lin.


“Ibu, bagaimana dengan Ayah? Apa sudah waktunya kita mencari keberadaannya?” tanya Lin Feng sambil mengarahkan pandangan ke arah Bing Hualing, yang tentunya ingin segera bertemu dan berkumpul kembali dengan suaminya.


“Petunjuk keberadaannya, ibu tidak mengetahuinya. Bahkan sosok bayangan hitam yang dulu membawanya saat terluka, aku sama sekali tidak mengenali sosok itu. Kalaupun ia masih hidup, kita tak memiliki petunjuk keberadaannya,” kata Bing Hualing.


Setelah mendengar perkataan ibunya, Lin Feng merasa mencari keberadaan ayahnya jauh lebih sulit dibandingkan ia memusnahkan orang-orang dari keluarga Lin, yang memiliki niat buruk pada keluarganya. Kemungkinan ayahnya memang masih hidup, tapi tak seorangpun mampu menunjukkan dimana ia saat ini berada.


“Ibu tenang saja, aku pasti menemukan ayah dan membawanya kembali untuk berkumpul bersama kita,” kata Lin Feng, sedangkan Bing Hualing hanya mengangguk dan tersenyum sebagai balasannya.


Tak lagi membahas masalah ayahnya, Lin Feng mulai berfokus pada permasalahan Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, yang saat ini memerlukan perhatian khusus darinya. Dia juga mendengar kabar kalau keluar Suci Guo di Alam ini akan berusaha mengambil alih kekuasaan dari keluarga Lin, setelah mereka mendengar runtuhnya kekuasaan Lin Cong.


“Permasalahan di Alam ini sangatlah banyak, dan semua bermula dari peraturan Lin Cong yang hanya menguntungkan dirinya sendiri serta orang-orang yang mendukungnya,” gumam Lin Feng pelan.


Lin Feng berencana melakukan pembaharuan peraturan, dan secepatnya ia akan menyelesaikan satu persatu permasalahan di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.


Untuk permasalahan dengan keluarga Suci Guo, permasalahan dengan mereka hanya bisa diselesaikan dengan pertarungan, dan itu bukanlah cara penyelesaian masalah yang perlu menguras isi pikirannya. Pertarungan adalah salah satu cara menunjukkan kalau Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan masih berada di bawah kekuasaan keluarganya.


...----------------...


Di kediaman keluarga Lin Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.


“Tuan, semua persiapan telah selesai, dan kapanpun Tuan ingin menyerang orang-orang yang telah menjatuhkan kekuasaan Lin Cong kita siap bergerak menjalankan perintah Tuan!” kata salah satu tetua keluarga Suci Guo, pada pemimpin keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.


Tuan dari orang itu mengangguk puas mendengar perkataannya. “Dalam tujuh hari kita akan menyerang mereka, dan begitu berhasil mengalahkan mereka Alam ini akan menjadi milik kita,” katanya dengan senyum di bibir, dan ia terlihat sangat yakin dapat mewujudkan kemenangan untuk keluarga Suci Guo.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2