
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Yin Jun tak lagi memiliki semangat melawan keluarga Lin. Dengan kekuatannya saat ini, sangat mustahil untuk keluarga Yin mengalahkan keluarga Lin.
Daripada memikirkan bagaimana cara mengalahkan keluarga Lin yang sangat tidak mungkin untuk dilakukannya, Yin Jun saat ini hanya memfokuskan pikirannya, memikirkan cara mebawa orang-orangnya kembali ke kediaman keluarga Yin.
“Tuan Yin Jun, kalau Tuan saat ini sedang memikirkan cara membawa mereka semua kembali ke kediaman keluarga Yin dalam keadaan hidup-hidup, Tuan tidak akan menemukan cara apapun untuk melakukan itu.”
“Sebenarnya mereka semua sudah ditakdirkan mati di tempat ini.” Lin Zan memerintahkan prajurit Dewa menyerang dan memusnahkan seluruh prajurit keluarga Yin, dan hanya menyisakan Yin Jun.
Perbedaan kekuatan yang sangat jauh membuat prajurit keluarga Yin sama sekali tidak bisa memberi perlawanan saat prajurit Dewa datang menyerang, bahkan mereka yang mencoba pergi melarikan diri, belum juga pergi jauh prajurit Dewa dengan mudahnya berhasil mengejar, dan seketika itu juga mengakhiri hidup mereka.
Marah, geram, serta menyesal, tiga perasaan itu bercampur aduk di dalam perasaan Yin Jun saat dia melihat prajurit keluarga Yin mati di depan kedua matanya, sedangkan dirinya sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan mereka.
“Itu semua adalah bayaran untuk siapapun yang datang dengan niatan buruk pada keluarga Lin. Tuan Yin Jun, kami tidak akan mengakhiri hidupmu seperti mereka karena hukuman untukmu baru akan ditentukan setelah Tuan Feng dan Nona Hua kembali dari kediaman keluarga Luo.” Lin Dan mengatakan semua itu dengan begitu tenang, dia bahkan tak melihat ekspresi wajah Yin Jun yang semakin jelek setelah dirinya mengatakan Lin Feng dan Yin Hua berada di kediaman keluarga Luo.
Mendengar Yin Hua pergi ke kediaman keluarga Luo, Yin Jun tahu kalau dia tak lagi memiliki harapan dapat menyelamatkan keluarga Yin dari kehancuran. Setelah kematian istrinya yang merupakan calon penerut penguasa keluarga Luo, hubungan dirinya dengan keluarga Luo sudah sangat renggang.
Dia yakin hubungan itu akan semakin memburuk setelah Yin Hua menceritakan perlakuan dirinya saat putrinya itu membawa suaminya mengunjungi kediaman keluarga Yin.
Membayangkan semua itu dan mengingat status Yin Hua yang sangat disayangi keluarganya mendiang istrinya, Yin Jun yakin mereka akan menuntut balas apa yang sudah dilakukannya pada Yin Hua dan suaminya.
Belum lagi jika Yin Hua menceritakan tentang dirinya yang harus pergi ke Alam Langit untuk bersembunyi dari pria gila yang ingin menjadikannya sebagai istri.
“Kalau saja waktu itu aku membiarkan Hua’er pergi meminta perlindungan pada keluarga Luo, mungkin dia tidak perlu turun ke Alam Langit, dan membuatnya kenal dengan orang-orang dari keluarga Lin. Jika semua itu terjadi, ada kemungkinan untukku menjadikannya sebagai Permaisuri tuan muda keluarga Huo.” Yin Jun bergumam lirih.
Yin Jun menyesali perbuatannya di masa lalu, tapi dia lebih menyesal karena tidak bisa menjalin hubungan baik dengan salah satu keluarga utama di Alam Dewa. Dia meyakini jika memiliki hubungan baik dengan keluarga utama, keluarga Yin tak akan lagi diremehkan oleh keluarga besar lainnya.
“Tuan Yin Jun, aku sama sekali tidak tahu apa yang membuatmu terlihat sangat menyesal. Namun aku tahu kalau seluruh petinggi keluarga Lin dan seluruh prajurit keluarga Lin yang kamu bawa ke tempat ini semuanya telah musnah, dan hanya menyisakan Tuan seorang diri.” Selesai berkata Lin Zan meminta dua prajurit Dewa menyeret Yin Jun ke dalam penjara keluarga Lin.
__ADS_1
Yin Jun yang tak lagi memiliki semangat melakukan perlawanan, dia hanya menuruti dua prajurit yang menyeretnya menuju penjara keluarga Lin.
Tubuh Yin Jun dilemparkan ke sudut penjara yang minim pencahayaan, dan setelahnya pintu penjara ditutup rapat menggunakan energi petir yang dengan mudah dapat melukai kultivator di bawah tingkat Kaisar Dewa Langit.
Yin Jun hanya bisa diam meringkuk di dalam penjara sambil menunggu hukuman yang akan diberikan padanya begitu Lin Feng dan Yin Hua kembali dari kunjungan mereka ke keluarga Luo.
Sementara itu, di kediaman keluarga Luo, Luo Cheng dan Luo Qujing segera keluar meninggalkan aula keluarga Luo setelah mereka mendengar kedatangan Yin Hua. Keduanya adalah kakek dan nenek Yin Hua yang sangat merindukan cucunya.
Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di hadapan Yin Hua. Luo Qujing langsung saja memeluk cucunya yang begitu dia rindukan. Sedangkan Luo Cheng, dia mengarahkan sorot mata tajam pada Lin Feng.
Mengetahui pria tua di depannya mengarahkan pandangan ke arahnya bersamaan dengan keluarnya aura yang mencoba menekan tubuhnya, Lin Feng hanya tersenyum dan dengan satu jentikan tangan dia mengembalikan aura yang mencoba menekannya kembali ke pemiliknya. Lin Feng tahu pria tua hanya ingin mengetes kelayakannya, dan tak ada sedikitpun niatan buruk yang dimiliki pria itu padanya.
Luo Cheng menganggukkan kepalanya puas. “Kamu memang layak menjadi suami cucuku.”
Mendengar itu Lin Feng akhirnya tahu jika pria tua di depannya adalah kakek Yin Hua, dan pria tua yang sedang memeluk Yin Hua tentunya dia adalah nenek wanitanya. “Salam kakek, maafkan jika yang kecil ini terlambat memberi penghormatan.” Lin Feng menangkupkan kedua tangannya dan hanya sedikit menundukkan kepala saat memberi penghormatan pada Luo Cheng.
Luo Cheng tersenyum melihat cara suami cucunya memberi hormat padanya. Penghormatan itu semata dilakukan untuk menghormati yang lebih tua, dan bukan penghormatan untuk menghormati mereka yang lebih kuat.
“Cucuku ternyata keberuntungannya sangatlah baik sampai dia berhasil mengikatmu menjadi miliknya.”
“Luo Cheng, kamu bisa memanggilku Kakek Cheng!” Tak sungkan Luo Cheng lebih dulu memperkenalkan dirinya pada Lin Feng, dan apa yang dilakukan olehnya cukup membuat Luo Qujing terkejut pasalnya ini kali pertama dia melihat suaminya memperkenalkan dirinya lebih dulu di hadapan seseorang yang jauh lebih muda darinya.
Bahkan sampai sekarang dia tidak pernah memperkenalkan secara resmi identitasnya pada Yin Jun yang statusnya adalah menantunya. “Hua’er, sepertinya kamu berhasil memilih suami yang tidak membuat kecewa kakekmu. Kamu melihat dan mendengarnya sendiri bagaimana pria tua angkuh itu justru terlebih dahulu memperkenalkan dirinya pada suamimu.” Luo Qujing yang sudah melepaskan pelukannya, dia menunjukkan senyum lega saat melihat interaksi antara suaminya dan suami cucunya.
...----------------...
Di dalam aula keluarga Luo, Lin Feng sedang melakukan pembicaraan santai dengan Luo Cheng dan beberapa tetua keluarga Luo. Lin Feng telah memperkenalkan dirinya pada mereka, dan status dirinya di keluarga Lin.
Berbeda dengan keluarga Yin yang merendahkan dirinya karena hanya berasal dari keluarga kecil, hal seperti itu tidak ditemuinya setelah memperkenalkan diri di hadapan Luo Cheng dan para petinggi keluarga Luo. Mereka terlihat tidak peduli dengan keadaan keluarga Lin, dan tetap memberi sambutan baik padanya.
“Cucuku, kalau kakek boleh tau, sekarang kekuatan kamu dan juga Hua’er berada di tingkat berapa? Jujur saja, dengan tingkatan kekuatanku, aku tidak bisa melihat seberapa tinggi kekuatan kalian, atau mungkin kalian menggunakan artefak khusus untuk menyembunyikan kekuatan?” Luo Cheng sangat penasaran dengan tingkat kekuatan Lin Feng dan Yin Hua.
__ADS_1
Bukan hanya Luo Cheng, tapi para petinggi keluarga Luo juga penasaran karena sejak awal bertemu mereka juga tidak bisa mengukur seberapa tinggi tingkat kekuatan Lin Feng dan Yin Hua. “Kakek Cheng, saat ini Hua’er berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 3, sedangkan aku hanya satu tingkat lebih kuat dirinya.” Tanpa beban Lin Feng mengatakan semua itu.
Dia sama sekali tidak menyadari jika Luo Cheng dan para petinggi yang mendengar semua itu hampir menyemburkan darah dari mulut mereka.
“Ka... Kaisar Dewa Langit Bintang 3 dan Bintang 4? Ba... bagaimana mungkin kalian yang masih begitu muda bisa mencapai kekuatan setinggi itu?” Luo Cheng yang sudah hidup jutaan tahun saja masih berada di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 8, bagaimana mungkin mereka yang masih hidup kurang dari lima puluh tahu sudah memiliki kekuatan sebesar itu?
Mendengar itu Lin Feng dan Yin Hua hanya tersenyum, begitu juga dengan Luo Qujing yang sudah lebih dulu mengetahui semua itu dari bisikan cucu kecilnya. “Kakek, cucu kecilmu ini memang sudah mencapai tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 3.”
Yin Hua membocorkan sedikit aura kekuatannya, begitu juga dengan Lin Feng. Meski hanya sedikit, tapi semua orang hampir jatuh tersungkur karena merasakan tekanan kekuatan yang sangat mengerikan. Namun anehnya mereka melihat dua orang di belakang Lin Feng biasa-biasa saja dengan aura itu.
Luo Cheng yang kembali duduk tenang di tempatnya setelah Lin Feng dan Yin Hua menarik aura mereka, kini tatapan matanya tertuju pada dua orang di belakang Lin Feng. “Cucuku, aku melihat kedua pengawalmu sama sekali tidak terpengaruh dengan aura kalian, apa mereka juga berada di tingkat yang sama dengan kalian?”
Kalau sampai mereka memiliki kekuatan yang sama dengan Lin Feng dan Yin Hua, Luo Cheng tidak tau lagi harus menyebut apa kedua cucunya dan pengawal mereka.
“Kakek, pria di belakangku adalah Lin Wucin, saat ini kekuatannya setara dengan Hua’er. Sedangkan yang wanita, dia adalah Xiao Lan, dan kekuatannya satu tingkat di bawah Lin Wucin.” Tanpa beban Lin Feng mengatakan semua itu pada Luo Cheng, dan tentu semua orang di aula keluarga Luo mendengar perkataannya.
Tak lagi sanggup menahan keterkejutan mereka, darah segar menyembur keluar dari mulut para petinggi keluarga Luo. Dua orang kultivator di tingkat Kaisar Dewa Langit hanya sebagai pengawal? Di keluarga utama atau bahkan di tempat keempat penguasa Alam Dewa, mereka tidak akan melihat seorang kultivator tingkat Kaisar Dewa Langit yang dijadikan pengawal.
Keberadaan kultivator tingkat Kaisar Dewa Langit sangatlah dihormati, dan mereka yang sudah mencapai tingkat itu tidak pernah mendapatkan posisi rendah. Setidaknya mereka akan menjadi seorang tetua, atau bahkan menjadi orang kepercayaan para penguasa.
Namun semua itu tidak berlaku di keluarga Lin. Kultivator tingkat Kaisar Dewa Langit benar-benar hanya dijadikan pengawal, dan itu bukan hanya satu tapi ada dua. “Cucuku, seberapa banyak kultivator tingkat Kaisar Dewa Langit yang dimiliki keluarga Lin? Apa itu hanya kalian?” Setelah meredakan rasa terkejutnya yang tak sampai menyemburkan darah dari mulut seperti yang terjadi pada para tetua keluarga Luo, Luo Cheng kembali bertanya pada Lin Feng.
Mendengar pertanyaan itu Lin Feng terlihat keberadaan siapa saja di keluarga Lin yang telah mencapai tingkat Kaisar Dewa Langit. “Di tambah kami yang berada di sini, setidaknya ada belasan kultivator keluarga Lin yang sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Langit, dan kedepannya mungkin jumlah itu akan bertambah dengan banyaknya anggota keluarga Lin yang sudah mencapai tingkat Raja Dewa Langit Bintang 7 maupun Bintang 8.”
Luo Cheng dan semua orang mencoba untuk tidak terkejut. Mereka menghela napas panjang, dan mencoba meredam kecepatan datang jantung yang mereka miliki. “Sepertinya aku akan terkena serangan jantung kalau lebih banyak bertanya lagi pada kalian.” Baru kali ini Luo Cheng merasa hidupnya akan segera berakhir tanpa mengeluarkan darah.
Lin Feng dan Yin Hua hanya tersenyum mendengarnya. “Kalau Kakek, Nenek, dan yang lainnya ingin meningkatkan kekuatan ke tingkat Kaisar Dewa Langit, dengan senang hati aku akan membantu kalian.” Dengan begitu tenang Lin Feng mengatakan semua itu.
“Melihat betapa tenangnya kamu saat mengatakan itu, sepertinya kamu tidak sedang bercanda. Bisa membantu kami semua meningkatkan kekuatan ke tingkat Kaisar Dewa Langit. Sial! Sepertinya aku akan mati karena serangan jantung.” Luo Cheng memegangi jantungnya yang berdetak begitu cepat.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.