Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Membebaskan Lebih Banyak Budak


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Sehari berlalu setelah kunjungan keluarga Huo, saat ini ribuan orang yang dipimpin Xiong Hu dan Lin Wucin sedang memasuki gerbang kediaman keluarga Lin. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Lin Feng dan Yin Hua.


“Xiong Hu dan kalian semua, apa hanya ini yang dapat kalian kumpulkan? Sebelumnya aku berharap kalian berhasil mengumpulkan lebih banyak dari ini.” Di hadapan Lin Feng saat ini sudah terdapat ribuan orang, tapi entah kenapa dia merasa kurang dengan banyaknya orang di hadapannya.


“Jika Tuan menginginkan jumlah lebih banyak, kami bisa pergi ke tempat lainnya, dan membebaskan lebih banyak budak untuk kami bawa pulang ke kediaman. Dalam tujuh hari, kami yakin dapat membawa jumlah dua kali lebih banyak dari yang sekarang.” Membebaskan puluhan ribu budak tidak menjadi masalah bagi Xiong Hu dan yang lainnya asalkan mereka memiliki cukup waktu untuk melakukan semua itu.


Lin Feng menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin Xiong Hu dan yang lainnya pergi karena semua itu hanya akan memperlama kepergiannya ke wilayah tengah Alam Dewa.


“Tetua Lin Dan, tetua Lin Zan, kirim beberapa orang untuk membebaskan budak di kota-kota yang tak begitu jauh dari kediaman keluarga Lin! Ingat, kalian hanya boleh mengirim mereka yang sudah berada di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 4 ke atas, dan maksimal mereka beranggotakan sepuluh orang!” Tegas Lin Feng mengatakan semua itu pada Lin Zan dan Lin Dan.


Keduanya menganggukkan kepala dan segera pergi untuk menyiapkan orang-orang, yang akan mendapat tugas membebaskan budah dari kota-kota terdekat, dan membawa mereka ke kediaman keluarga Lin.


Puluhan prajurit keluarga Lin dengan penuh kesabaran segera mengarahkan ribuan orang yang baru datang ke tempat penampungan sementara. Di tempat itu mereka akan mendapatkan makanan, perawatan untuk mereka yang sakit, dan terakhir mereka akan mengikuti pengetesan bakat yang dilakukan langsung oleh Lin Sang.


Untuk anak-anak, mereka dibawa ke sebuah panti asuhan yang ke depannya akan menjadi tempat tinggal mereka. Bagi anak-anak yang usianya sudah menginjak sepuluh tahun, mereka sudah berhak mengikuti pengetesan bakat, sedangkan yang masih kecil, mereka harus menunggu sampai berusia sepuluh tahun untuk melakukan pengecekan bakat.


Sementara itu, dia aula keluarga Lin, Lin Feng mengumpulkan Xiong Hu dan yang lainnya di dalam aula. “Dalam waktu dekat aku dan Hua'er akan pergi ke wilayah tengah Alam Dewa. Rencana awalnr aku ingin membawa kalian semua pergi bersama kami, tapi mengingat bahaya di tempat itu, kami hanya ingin membawa yang ingin ikut pergi bersama kami. Kalian yang menolak ikut, kalian bisa membantu menjaga keamanan keluarga Lin.”


Xiong Hu dan yang lainnya salin tatap satu sama lain setelah mendengar perkataan Lin Feng, dan tak butuh waktu lama mereka semua memutuskan untuk pergi bersama Lin Feng dan Yin Hua ke wilayah tengah Alam Dewa.


Lin Feng menganggukkan kepala, sejak awal dia sudah mengira kalau mereka semua pasti bersedia ikut dengannya. Sekarang dirinya tinggal menentukan hari yang tepat untuk pergi ke wilayah tengah Alam Dewa.


Membiarkan Xiong Hu dan yang lainnya beristirahat setelah mendapatkan jawaban dari mereka, Lin Feng yang ditemani Yin Hua pergi ke panti asuhan untuk melihat keadaan anak-anak yang baru saja sampai di kediaman keluarga Lin. Keduanya ingin memastikan kalau mereka semua dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


Mereka sampai di panti asuhan hanya dalam satu kedipan mata, dan di tempat itu mereka dapat melihat anak-anak yang sedang bermain riang meski ada beberapa anak yang sedang mendapatkan perawatan karena menderita penyakit.


Namun, dengan banyaknya obat-obatan yang tersedia di kediaman keluarga Lin, penyakit yang mereka derita sengan cepat berhasil di obati. Saat ini, anak-anak yang sebelumnya sakit, mereka sedang beristirahat untuk memulihkan keadaan tubuh yang sebelumnya dihuni berbagai macam jenis penyakit.


Untuk puluhan anak-anak berusia sepuluh tahu ke atas, mereka saat ini sedang melakukan pengetesan bakat yang dilakukan oleh Lin Fuji dan Lin Suyi, dua wanita yang ditugaskan Yin Hua memimpin pengelolaan panti asuhan.


Kebanyakan anak hanya memiliki bakat biasa-biasa setelah melewati pengetesan. Dari puluhan anak, hanya ada lima anak dengan bakat istimewa, yang sebenarnya sangat jarang ditemukan keberadaannya di Alam Dewa.


Dua anak memiliki tubuh Dewa Racun, dengan tubuh Dewa Racun mereka bisa menjadi ahli racun, dan tubuh mereka memiliki kekebalan mutlak terhadap berbagai jenis racun.


Dua anak lainnya memiliki tubuh Dewa Petir, keberadaan mereka sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi bagian dari keluarga Lin. Sedangkan satu anak terakhir dia memiliki tubuh Phoenix Es, dan dantian es yang sangat kuat. Di masa depan, dia bisa menjadi tulang punggung keluarga Lin.


“Kelima anak itu memiliki masa depan cerah, dan beruntungnya kita lah yang menemukan keberadaan mereka.” Menemukan bakat tersembunyi merupakan keuntungan luar biasa bagi keluarga Lin, dan Lin Feng tidak akan menyia-nyiakan keberuntungan itu.


Dia berencana melatih sendiri kelima anak itu, tentu dengan bantuan sistem. Dengan mendapatkan pelatihan langsung dari dirinya, Lin Feng yakin kelimanya akan tubuh menjadi sosok mengerikan dalam beberapa bulan ke depan.


Yin Hua menganggukkan kepala percaya Lin Feng dapat mewujudkan apa yang baru saja dikatakan olehnya, tapi dia tidak tahu kapan semua itu akan terwujud. “Aku sudah tidak sabar melihat masa depan keluarga Lin di bawah kepemimpinanmu. Meski belum melihatnya, tapi aku yakin di masa depan tak akan ada kekuatan di Alam Dewa yang mampu menyaingi kekuatan keluarga Lin.” Yin Hua sangat yakin dengan kata-katanya.


Lin Feng yang mendengar perkataan Yin Hua menunjukkan senyuman di wajahnya. “Apa Hua'er tidak ingin hal baik seperti ini juga terjadi pada keluarga Yin?” Tiba-tiba Lin Feng menyinggung keluarga Yin.


Yin Hua menggelengkan kepala, kemudian dia berkata, “Daripada melakukan hal baik pada keluarga Yin, sebaiknya kita melakukan hal baik itu pada keluarga Luo! Keluarga Luo adalah keluarga mendiang ibuku. Meski aku jarang mengunjungi mereka, semua orang di keluarga Luo selalu menyambut baik kedatanganku, jauh lebih baik dibandingkan keluarga Yin.”


Lin Feng baru tahu tentang keberadaan keluarga ibu mertuanya, dan jika memang keluarga Luo lebih baik daripada keluarga Yin, sudah sepatutnya dirinya mengunjungi keluarga Luo untuk bertemu dengan keluarga mendiang ibu mertuanya.


“Sebelum pergi ke wilayah tengah Alam Dewa, bagaimana kalau kita pergi mengunjungi keluarga Luo? Kalau mereka mang lebih baik dibandingkan keluarga Yin, mereka pasti senang dengan kunjungan kita.”


“Aku yakin mereka pasti senang dengan kunjungan kita.” Yin Hua senang mendengar Lin Feng mengajak dirinya mengunjungi keluarga Luo, setelah lima tahun lamanya dirinya tidak mengunjungi mereka.

__ADS_1


Sementara itu, di kediaman keluarga Yin, hari ini Yin Jun kepala keluarga Yin kedatangan tamu kehormatan saat kepala keluarga Huo dan putranya mengunjungi kediaman keluarga Yin. Kedatangan dua sosok yang berasal dari keluarga utama Alam Dewa, merupakan berkah tersendiri untuk keluarga Yin, meski Yin Jun masih belum tahu tujuan mereka mendatangi keluarganya.


Yin Jun menyambut meriah kedatangan Huo Tian dan Hua Liong. Para gadis cantik keluarga Yin dikumpulkan di aula keluarga Yin untuk memberikan pelayanan terbaik pada keduanya.


“Tuan, kalau yang rendah ini boleh tahu, apa maksud dari kedatangan Tuan-tuan sekalian mendatangi keluarga Yin?” Dengan perasaan gugup Yin Jun memberanikan diri bertanya pada Huo Tian.


Huo Tian yang sedang memegangi dada kenyal gadis muda keluarga Yin yang duduk di pangkuannya, tiba-tiba saja dia melepaskan gadis itu dan mengarahkan sorot mata tajam pada Yin Jun. “Aku dengar kamu memiliki anak gadis yang cantik dan cukup berbakat. Kedatanganku ke tempat ini untuk melamar anak gadismu, dan dia akan menjadi istri dari putraku.” Huo Tian melirik Huo Liong yang duduk di sebelahnya.


Itu adalah kabar baik untuk keluarga Yin, tapi mengingat putrinya telah menjadi pasangan seorang pria dari keluarga Lin, Yin Jun bingung harus memberi jawaban seperti apa pada Huo Tian.


“Tuan, bukan maksud yang rendah ini menolak keinginan Tuan, tapi jujur saja putri hamba telah menjadi milik pemuda dari keluarga Lin. Namun, kalau Tuan masih mau menerima putri hamba setelah tahu dia pernah menjadi milik pria lain, dengan senang hati hamba akan membawakan putri hamba ke hadapan Tuan.” Yin Jun yakin Yin Hua akan lebih memilih Tuan Muda dari keluarga Huo dibandingkan suaminya saat ini.


“Putraku, apa kamu masih berminat dengan wanita bekas pria lain? Kalau kamu mau, ayah tidak akan menghalangimu.” Huo Tian berpura-pura seolah dia tidak menginginkan Yin Hua.


“Aku tidak masalah dengan itu, tapi aku hanya bisa menjadikannya sebagai Selir. Untuk menjadi Permaisuri tentu itu sangat tidak mungkin karena dia bukan lagi wanita yang masih suci saat menikah denganku.” Jika wanita itu datang dengan sendirinya karena kenuruti keinginan ayahnya, untuk apa juga menjadikan wanita bekas sebagai Permaisuri, isi pikiran Huo Liong.


Huo Tian mengangguk setelah mendengar jawaban Huo Liong. “Kamu sudah mendengar sendirian jawaban putraku. Menjadi Selir dari calon penerusku bukanlah hal buruk, bagaimanapun juga di masa depan keluarga Yin mu ini akan memiliki hubungan baik dengan keluargaku, dan aku tidak perlu menjelaskan seperti apa keluargaku padamu!”


Mendengar itu Yin Jun berjanji akan segera membawa putrinya ke hadapan Huo Tian. Sedangkan Huo Tian dan Huo Liong, keduanya pergi setelah mendengar balasan Yin Jun.


Yin Jun mengarahkan pandangannya pada para tetua keluarga Yin setelah kepergian Huo Tian dan Huo Liong. “Siapkan kekuatan utama keluarga Yin, dan sekarang juga kalian semua ikut denganku pergi ke keluarga Lin! Jika cara baik-baik tidak bisa digunakan untuk membawanya kembali ke keluarga Yin, terpaksa kita gunakan kekerasan untuk memaksanya. Menjadi Selir di keluarga Huo lebih terhormat dibandingkan menjadi istri dari kepala keluarga Lin yang hanya keluarga kecil di Alam Dewa!”


Yin Jun berkata dengan suara lantang, kemudian dia pergi untuk mempersiapkan diri sebelum mendatangi kediaman keluarga Lin.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2