
Lin Feng dan Lin Jia melanjutkan perjalanan menuju ujung wilayah laut kehampaan. Menggunakan mata Dewa miliknya, Lin Feng sudah dapat melihat ujung wilayah laut kehampaan, yang merupakan garis batas Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat dan Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima.
“Swuusshh... Swuusshh...” Seorang pria dan seorang wanita tiba-tiba muncul. Kemunculan mereka yang tiba-tiba, tidak membuat Lin Feng dan Lin Jia terkejut karena sejak awal keduanya telah menyadari keberadaan mereka.
“Apa kalian berdua ingin pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima?” tanya sosok pria dengan cukup ramah, bahkan dia menunjukkan senyuman di bibirnya.
“Kami memang ingin pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima, tapi tujuan kami bukanlah tempat itu. Tujuan kami adalah Alam yang lebih tinggi,” jawab Lin Feng, tak menutupi dari pria itu tempat yang menjadi tujuannya.
“Ingin langsung pergi menuju Alam yang lebih tinggi tanpa istirahat terlebih dahulu di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima? Bukannya itu akan sangat melelahkan? Lagipula selama ini belum ada yang pernah melakukan, apa yang ingin kalian lakukan,” ungkap pria itu.
“Belum pernah ada yang melakukannya, belum tentu tidak ada yang bisa melakukannya. Melakukan perjalanan secara terus-menerus memang melelahkan, tapi setidaknya itu dapat menghindarkan kami dari orang-orang yang memiliki niatan buruk pada kami,” giliran Lin Jia yang memberi jawaban.
“Nona, aku lihat usia Nona masih sangat muda dan aku yakin kekuatan yang Nona miliki tidak mumpuni untuk melakukan perjalanan terus-menerus. Daripada melakukan perjalanan sia-sia, bagaimana kalau Nona ikut dengan kami ke kediaman keluarga Gu di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima?” ujar pria yang terus mengarahkan pandangan pada Lin Jia.
“Tidak ada yang menarik bagiku kecuali ikut pergi bersama Feng’Gege. Sekalipun perjalanan kedepannya sangat melelahkan, selama bersama Feng’Gege, aku yakin dapat melakukan perjalanan itu.” Lin Jia tahu kalau pria yang terus memandanginya, ia memiliki ketertarikan pada dirinya, dan oleh karena itu Lin Jia ingin membuat pria itu marah setelah mendengar perkataannya.
“Kamu juga boleh ikut dengan kami ke kediaman keluarga Gu, dan aku pasti memberikan banyak wanita cantik padamu, begitu kita sampai di kediaman keluarga Gu.” Pria itu berkata pada Lin Feng, berharap Lin Feng setuju mengunjungi keluarga Gu. Dia sendiri adalah Gu Mixia, satu-satunya Tuan Muda keluarga Gu di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima.
Keluarga Gu sendiri memiliki tiga keluarga cabang yang tersebar di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat sampai tingkat ke-dua. Meski cukup memiliki pengaruh di Alam yang terdapat cabang dari keluarga Gu, pengaruh keluarga Gu tak sebesar keluarga Lin dan keluarga Suci Guo.
“Maaf saja aku tidak tertarik berkunjung ke kediaman keluarga Gu karena apa yang menjadi tujuanku, jauh lebih penting dibandingkan bermain-main di keluarga Gu,” balasan tegas diberikan Lin Feng pada Gu Mixia.
__ADS_1
“Kalau kamu tidak ingin berkunjung ke kediaman keluarga Gu, setidaknya biarkan wanita yang bersamamu pergi bersamaku ke kediaman keluarga Gu.” Gu Mixia sangat ingin membawa Lin Jia pulang bersamanya.
Lin Feng tersenyum sambil menggelengkan kepala pelan dan setelahnya ia berkata, “Aku tidak pernah melarangnya pergi bersamamu, tapi seharusnya kamu mendengar jawabannya yang mana ia jelas menolak ikut denganmu, dan lebih memilih pergi bersamaku!”
“Benar apa yang dikatakan Feng’Gege, ia tidak pernah melarangku pergi dengan siapapun, tapi aku sendiri yang memutuskan terus pergi bersamanya dan tidak tertarik pergi ke tempat lain bersama orang lain, yang belum aku kenal,” kata Lin Jia membenarkan perkataan Lin Feng.
Gu Mixia sadar kalau ia belum memperkenalkan diri pada dua orang yang sejak tadi berbicara dengannya. Menyadari itu, ia segera memperkenalkan diri. “Ternyata dari tadi kamu menungguku memperkenalkan diri. Perkenalkan, aku Gu Mixia, satu-satunya Tuan Muda keluarga Gu, sekaligus pewaris tunggal penguasa keluarga Gu.”
“Karena Tuan Muda sudah memperkenalkan diri, tidak baik bagi kami kalau tidak memperkenalkan diri. Aku Lin Feng, Tuan Muda keluarga Lin an dia adikku, Lin Jia.” Lin Feng sejenak terdiam, tapi tak lama ia lanjut berkata, “Setelah mengetahui identitas kami sebaiknya Tuan Muda segera pergi!” kilatan petir berwarna ungu keemasan muncul di sekeliling tubuh Lin Feng, membuat ketakutan Gu Mixia dan wanita yang bersamanya.
Tahu telah mengganggu perjalanan orang yang tak seharusnya ia ganggu, Gu Mixia dan wanita yang bersamanya segera melesat pergi, menjauhi Lin Feng dan Lin Jia yang terus bergerak maju melanjutkan perjalanan.
“Sial! Hampir saja aku mati konyol karena mengganggu perjalanan mereka yang berasal dari keluarga Lin, apalagi mereka berasal dari trah suci keluarga Lin,” gumam Gu Mixia yang terus bergerak menjauhi Lin Feng dan Lin Jia.
“Meimei, apa kamu ingin ikut bersamaku menerobos pusaran angin, atau memilih kembali ke Alam Kehidupan?” tanya Lin Feng pada Lin Jia yang saat ini sedang menatap lurus pusaran angin tak jauh di depannya.
“Melihatnya saja sudah membuatku tertarik untuk menerobosnya. Jadi, daripada kembali ke Alam Kehidupan, aku lebih memilih menerobos pusaran angin di depan!” jawab Lin Jia penuh keyakinan.
“Kalau begitu, sebaiknya kita segera menerobos pusaran angin dan pergi ke Alam yang lebih tinggi!” Lin Feng memegang lengan Lin Jia dan keduanya melesat bagaikan kilatan cahaya, menerobos pusaran angin yang berputar sangat cepat.
“Ternyata itu sama sekali tidak sulit. Pusaran angin sama sekali tidak melukai kita yang telah melampaui tingkat Dewa Agung,” ungkap Lin Feng begitu ia dan Lin Jia berhasil melewati pusaran angin, dan saat ini mereka berada di atas padang rumput luas yang mana ujung padang rumput tak terlihat dengan mata biasa.
__ADS_1
Lin Feng merasakan Qi Elemen di sekitarnya dan ia tahu kalau saat ini sudah berada di Alam yang lebih tinggi. Menyebarkan aura kekuatannya untuk merasakan keadaan di sekitar, ia dapat merasakan keberadaan puluhan orang bergerak ke tempatnya, dan mereka bukan sekumpulan orang yang mudah ditangani.
“Begitu cepat mereka menyadari keberadaanku di tempat ini! Meimei, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini!” kata Lin Feng pada Lin Jia.
Melihat Lin Jia menganggukkan kepalanya, Lin Feng segera pergi meninggalkan tempatnya dengan kecepatan puncak Dewa Semesta Bintang 6, dan luar biasanya Lin Jia masih dapat mengimbangi kekuatannya.
“Gege tidak perlu terkejut dengan kekuatan yang aku miliki. Saat ini aku dengan bangga mengatakan kalau aku lebih kuat dari Gege, dan butuh sedikit usaha kalau Gege ingin menyamai pencapaianku saat ini,” kata Lin Jia tak lagi menyembunyikan seberapa besar kekuatannya dari Lin Feng.
“Aku tahu kamu kuat, tapi aku tidak menyangka kalau kekuatanmu masih berada di atasku,” kata Lin Feng yang mau tidak mau harus percaya kalau Lin Jia lebih kuat darinya.
Lin Jia yang mendengarnya hanya tersenyum, dan keduanya melanjutkan perjalanan menuju laut kehampaan yang berada di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima.
Sementara itu, mereka yang melakukan pengejaran kelompok Lin Feng atas perintah Bing Huifei, mereka dibuat bingung karena tidak menemukan jejak keberadaan Lin Feng dan yang lainnya, begitu sampai di tempat yang biasa menjadi lokasi kemunculan mereka yang nekat pergi ke Alam lebih tinggi melalui jalur laut kehampaan.
“Pergi tanpa meninggalkan jejak. Sial! kalau sudah seperti ini kita bakal kesulitan menemukan keberadaan mereka!”
“Menurutmu, apa perlu kita melaporkan kejadian di tempat ini pada Nyonya Besar? Akan tetapi, kalau kita melaporkan semua ini padanya, pasti kita terkena marah, dan ada kemungkinan Nyonya Besar memberi hukuman berat pada kita!” Mereka mulai kebingungan harus melakukan apa, tapi pada akhirnya mereka membuat kesepakatan.
“Kita cari saja mereka selama beberapa hari ke depan dan jika selama itu kita tidak berhasil menemukan mereka, kita laporkan pada Nyonya Besar apa yang terjadi di tempat ini, dan bersama-sama kita menanggung hukuman yang ia berikan pada kita!” kata salah satu dari mereka dan semua orang setuju melakukan itu.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.