Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Memenangkan Pertempuran


__ADS_3

Sosok Lin Feng melesat bagaikan kilatan cahaya menyerang tetua agung Guo Baiji, kecepatan yang dia tunjukkan membuat tetua agung Guo Baiji terkejut.


“Bukan hanya kuat, orang ini juga cepat!” Tetua agung Guo Baiji mencoba menghindari serangan Lin Feng, tapi dia terlalu lambat.


Dia memang hampir berhasil menghindari serangan cepat Lin Feng, tapi di saat-saat terakhir serangan itu tetap saja mengenainya. Meski tidak terkena telak dan hanya terkena gelombang kejut yang muncul akibat serangan Lin Feng. Tubuh tetua agung Guo Baiji terdorong mundur belasan langkah.


“Sial!... serangannya terlalu cepat untuk aku hindari.”


Tetua agung Guo Baiji mencoba bangkit, tapi belum juga bangkit sempurna dari arah depan Lin Feng melesat cepat, kembali menyerangnya. Tak sempat menghindar, tetua agung Guo Baiji mencoba menahan serangan Lin Feng dengan tinjunya.


Tinju tetua agung Guo Baiji menghantam tinju Lin Feng, dan menghasilkan gelombang kejut yang bisa dirasakan oleh semua orang sejauh puluhan kilometer dari lokasi pertempuran keduanya.


Bahkan gelombang kejut berdampak buruk pada kediaman keluarga Suci Guo, seperempat kediaman keluarga Suci Guo hancur tersapu gelombang kejut.


Tetua agung Guo Baiji terdorong mundur puluhan langkah dan tangan kanannya hancur, sedangkan Lin Feng, dia masih berdiri kokoh di tempatnya dan tak sedikitpun mengalami luka.


Secepatnya menghentikan darah yang keluar dari lukanya sambil meringis menahan rasa sakit, tetua agung Guo Baiji mengarahkan pandangan pada Lin Feng. “Menghadapinya seorang diri tidak akan membuatku menang.” Dia tidak memiliki keyakinan dapat mengalahkan Lin Feng hanya dengan kekuatannya.


“Kalian semua serang orang itu dan orang-orang yang datang bersamanya ke tempat ini!” teriak tetua agung Guo Baiji pada seluruh prajurit keluarga Suci Guo.


Prajurit keluarga Suci Guo yang sudah berkumpul, bersama-sama mereka maju menyerang. Baik mereka yang berada di tingkat Raja Dewa Surgawi, Kaisar Dewa Surgawi, maupun yang berada di tingkat Dewa Agung, mereka semua menyerang dengan seluruh kekuatan yang ada.


“Boom... Boom...” Serangan jarak jauh menghantam Lin Feng dan mereka yang datang bersamanya. Mereka yang melakukan serangan jarak jauh sangat yakin kalau serangan mereka mampu memberi luka serius pada lawan. Namun begitu asap tebal yang muncul akibat serangan mereka menghilang, mereka dikejutkan dengan apa yang terlihat di hadapan kedua mata kepala mereka sendiri.


Lin Feng dan yang lainnya masih terlihat berdiri tenang di tempat mereka, bahkan serangan mereka hanya menghasilkan asap tebal, tapi tak sedikitpun melukai lawan mereka. “Bukan hanya orang itu yang kuat, keberadaan orang-orang yang datang bersamanya, aku sama sekali tidak bisa meremehkan mereka!” kata tetua agung Guo Baiji.


Prajurit keluarga Suci Guo yang memeiliki daya hancur mengerikan saat melakukan pertarungan jarak dekat, kini giliran mereka maju menyerang Lin Feng dan yang lainnya, dan para prajurit itu berharap jauh lebih beruntung dari rekan mereka yang gagal melukai lawan dengan serangan jarak jauh.


Menyambut mereka yang langsung datang menyerangnya dan ingin melakukan pertarungan jarak dekat, tak ingin setengah-setengah menghadapi mereka, Lin Feng dan yang lainnya langsung melenyapkan keberadaan musuh yang datang menyerang.


Kekuatan Lin Feng dan yang lainnya terlampau kuat untuk menjadi lawan prajurit keluarga Suci Guo. Satu persatu prajurit keluarga Suci Guo mati, dan tak butuh waktu lama tempat pertarungan mereka telah di penuhi ribuan mayat.

__ADS_1


Kebanyakan dari mereka mati dalam keadaan sangat mengenaskan, dan tak sedikit yang mati tanpa meninggalkan jejak kematian.


“Swush... Boom...” Tetua Agung terlempar dari tempatnya dan memuntahkan darah segar dari mulutnya saat tiba-tiba Lin Feng muncul di sebelahnya, dan langsung melayangkan pukulan ke arah perutnya.


“Boom...” Lin Feng muncul di hadapan tetua agung Guo Baiji yang belum sempat bangkit, dan kali ini dia melayangkan tendangan ke arah tubuh tetua agung Guo Baiji.


“Jangan harap aku memberimu kesempatan memulihkan kekuatan!”


“Boom... Boom... Boom...” Lin Feng terus saja menyerang. Pukulan dan tendangan dia lakukan berkali-kali, dan semua dia arahkan pada tetua agung Guo Baiji yang keadaannya sudah sangat memprihatinkan. Pria itu masih hidup dan dapat merasakan rasa sakit, tapi dia sama sekali tidak bisa membalas apa yang dilakukan Lin Feng padanya.


Meski tingkat kekuatan tetua agung Guo Baiji hampir setara dengan kekuatan Lin Feng. Namun semua itu hanya tingkat kekuatan, bukan keseluruhan kekuatan yang dimilikinya maupun yang dimiliki Lin Feng.


Jika mereka sama-sama mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimiliki, jelas Lin Feng jauh lebih unggul dari tetua agung Guo Baiji, dan itulah yang terjadi saat ini.


Meski tetua agung Guo Baiji mengerahkan seluruh kekuatannya menghadapi Lin Feng, semua itu percuma karena diwaktu yang sama Lin Feng juga mengeluarkan seluruh kekuatannya, dan sekarang jelas terlihat seberapa jauh perbedaan kekuatan mereka.


Lin Feng dapat mendominasi jalannya pertempuran mereka, sedangkan tetua agung Guo Baiji hanya bisa pasrah menunggu datangnya kematian.


“Boom...” Lin Feng kembali menyerang tetua agung Guo Baiji, setelah pria itu tak menjawab pertanyaannya. Sedangkan di tempat lainnya Lin Hua dan orang-orang di sekitarnya, mereka sama sekali tidak mengalami kesulitan berhadapan dengan prajurit keluarga Suci Guo.


Sudah banyak prajurit keluarga Suci Guo mati di tangan mereka, dan jumlah itu terus saja bertambah. “Jangan sisakan satupun dari mereka!” kata Lin Hua tegas.


“Keponakanku, mereka semua pasti mati karena aku sama sekali tidak terpikir membiarkan ada yang masih hidup dari mereka!” kata Lin Junda sambil terus membunuh prajurit keluarga Suci Guo.


Lin Luyao yang dilindungi Lin Baoshi dan Lin Yanran, dia juga berhasil membunuh musuh yang kekuatannya lebih lemah darinya, dan saat datang musuh lebih kuat Lin Baoshi dan Lin Yanran yang maju menghadapinya.


“Boom... Boom... Boom...” Di tempat pertarungan Lin Feng dan tetua agung Guo Baiji, pertarungan mereka hanyalah pertarungan satu arah, yang mana Lin Feng terus-menerus melakukan serangan pada tetua agung Guo Baiji yang sudah hampir kehilangan kesadarannya.


‘Dia terlalu kuat, mungkin kekuatannya setara penguasa agung keluarga Suci Guo, dan hanya dia yang dapat mengalahkan orang ini.’ Tetua agung Guo Baiji hanya bisa membatin karena mulutnya telah hancur dihantam berkali-kali oleh pukulan Lin Feng.


“Boom... Boom...” Sebuah tinju menghantam wajah tetua agung Guo Baiji untuk kesekian kalinya, dan sebuah tendangan dengan menggunakan setengah kekuatannya diarahkan Lin Feng ke arah tubuh tetua agung Guo Baiji.

__ADS_1


Tendangan Lin Feng sangatlah kuat, dan tendangan itu membuat tubuh tetua agung Guo Baiji patah menjadi dua bagian, dan itu adalah akhir kehidupannya yang dipenuhi rasa sakit teramat menyakitkan.


“Swush...” Setelah membunuh tetua agung Guo Baiji, sosok Lin Feng muncul secara tiba-tiba di dekat Guo Jin dan Guo Zang yang setengah lukanya mulai pulih, berkat bantuan Guo Jin. “Apa kalian sudah lama menungguku?” tanya Lin Feng sambil tersenyum.


“Biarkan kami hidup dan kami akan menjadi budakmu!” kata Guo Zang yang masih belum ingin mati. Dia masih ingin hidup lebih lama, dan menikmati kehidupan.


“Menjadi budakku? Maaf saja aku tidak membutuhkan budak, apalagi jika budak itu berasal dari orang-orang yang sebelumnya memiliki niatan buruk padaku!” ujar Lin Feng.


Sedangkan Guo Zang dan Guo Jin yang mendengar itu, mereka tak lagi memiliki harapan untuk hidup lebih lama, dan segera keduanya bersiap melakukan perlawanan terakhir sebelum kematian mendatangi mereka.


“Daripada menjadi budakku, sebaiknya kalian merenungkan semua kesalahan yang pernah kalian perbuat dengan pergi ke Alam Kematian!” kata Lin Feng dan dia segera maju menyerang mereka.


“Boom... Boom...” Serangan Lin Feng datang begitu cepat dan sangat mustahil dapat dihindari oleh keduanya. Serangan Lin Feng menghantam tubuh mereka, dan kuatnya serangan itu membuat keduanya mengalami luka parah.


Tak lagi dapat bergerak akibat luka di tubuh mereka, Guo Zang dan Guo Jin hanya bisa pasrah menantikan kematian mereka.


“Sebenarnya aku membutuhkan kekuatan kalian untuk menghadapi musuh terbesarku, tapi sayangnya kalian terlalu banyak memiliki niat buruk padaku, dan daripada membiarkan kalian hidup lebih baik kalian mati!”


Lin Feng mengarahkan tinju ke kepala Guo Zang, dan setelahnya dia melakukan hal yang sama pada Guo Jin.


Satu tinjunya cukup untuk menghancurkan kepala Guo Zang dan mengakhiri hidupnya. Sementara untuk tinju lainnya, tinjunya berhasil mengakhiri hidup Guo Jin, dan cara kematian keduanya sangatlah mirip.


Berhasil membunuj tiga sosok penting yang ada di kediaman keluarga Suci Guo, Lin Feng segera mengarahkan pandangan ke arah pertempuran Lin Hua dan yang lainnya.


“Jumlah musuh jauh lebih banyak, tapi mereka tak sedikitpun kesulitan menghadap musuh sebanyak itu. Meski petarungan belum berakhir, jelas kemenangan sudah berada di tanganku!” kata Lin Feng yang kali ini dia hanya ingin menikmati jalannya petarungan Lin Hua dan yang lainnya.


Namun pertarungan tak berlangsung lama, dalam setengah hari sebagian besar prajurit keluarga Suci Guo mati di tangan Lin Hua dan yang lainnya. Meski ada yang pergi melarikan diri, tak ada yang memburu mereka, dan membiarkan para pengecut itu pergi melarikan diri menyelamatkan hidup mereka.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2