Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Pengalaman Pertama


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Feng mengalihkan pandangannya ke tempat lain untuk menghilangkan keinginan yang begitu sulit ditahan oleh tubuhnya. Yin Hua memang istrinya, tapi dia belum memiliki keberanian untuk melakukan hubungan suami istri dengannya.


Yin Hua yang melihat wajah Lin Feng memerah dan mengalihkan pandangan darinya, dia hanya bisa menahan tawa di balik cadarnya. Sebenarnya, dia tidak mungkin keberatan kalau saja Lin Feng menuruti keinginan tubuhnya, bagaimanapun juga sekarang Yin Hua adalah istrinya, yang artinya Lin Feng adalah pemilik semua yang ada pada diri Yin Hua, dan itu juga berlaku untuk sebaliknya.


“Sebaiknya kita istirahat untuk menghadapi pertempuran esok hari!” kata Lin Feng dengan lembut sambil mengarahkan pandangan ke arah Yin Hua, lalu dia membawa Yin Hua ke tempat Xiong Hu dan yang lainnya.


“Sebelum istirahat, bagaimana kalau terlebih dahulu mencari sumber mata air? Aku sangat tidak nyaman dengan darah Iblis dan monster yang menempel di pakaian dan tubuhku,” kata Yin Hua sambil menunjukkan darah Iblis dan monster yang menempel di pakaiannya.


Lin Feng tahu apa yang dibutuhkan Yin Hua dan para wanita lainnya. Oleh karena itu dia segera saja membeli sebuah rumah sederhana dari toko sistem.


Lin Feng terlebih dahulu membawa Yin Hua ke tempat Xiong Hu dan yang lainnya, kemudian mereka bersama-sama pergi ke tempat yang cukup jauh dari tempat pertempuran dengan para iblis dan monster.


Sudah berada di tempat yang cukup jauh, Lin Feng mengeluarkan rumah sederhana yang dia beli dari toko sistem seharga seratus juta poin sistem.


Rumah yang dia beli dari toko sistem memang terlihat sederhana dari luar, tapi di dalamnya terdapat empat kamar mewah, serta terdapat semua kebutuhan yang dibutuhkan untuk mandi dan mengisi perut.


Selain itu, rumah yang dibeli Lin Feng dapat dijadikan sebagai tempat persembunyian, dikarenakan rumah itu dapat bertahan dari serangan kultivator tingkat Kaisar Dewa Bintang 9.


“Feng'gege, darimana munculnya rumah dengan bagian dalam yang semewah ini? Ini bahkan lebih mewah dibandingkan dengan yang ada di istana Kekaisaran Petir,” ujar Yin Hua begitu berada di dalam rumah.


Mendengar itu Lin Feng hanya bisa menjawab kalau rumah yang ditempati oleh mereka saat ini adalah sebuah artefak, tapi dia tidak menjelaskan, darimana dia mendapatkannya. Setelah mengatakan itu, Lin Feng membagi kamar untuk mereka. Dikarenakan hanya ada empat kamar dan jumlah mereka berdelapan, artinya satu kamar akan ditempati dua orang.


Xiong Hu sudah memutuskan satu kamar dengan Huang Zou, Xiao Lan satu kamar dengan Xiao Bing, Xiao Xi satu kamar dengan Xiao Rong, dan terakhir Lin Feng satu kamar dengan Yin Hua. Selesai pembagian kamar, semua orang masuk ke dalam kamar masing-masing. Bagi yang ingin mandi, mereka bisa melakukannya di kamar masing-masing karena tiap kamar terdapat kamar mandinya.


“Feng'gege, aku mandi duluan,” kata Yin Hua langsung saja masuk ke kamar mandi.


Lin Feng hanya menganggukkan kepalanya, membiarkan Yin Hua melakukan apa yang dia inginkan karena dia sendiri sebenarnya tidak butuh mandi. Menyerang musuh dari jarak jauh, membuatnya terhindar dari cipratan darah maupun kotoran lainnya.

__ADS_1


Sambil duduk menikmati teh hangat yang sudah tersaji di setiap kamar, Lin Feng mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, yang menandakan Yin Hua sudah memulai ritual mandinya.


“Hm... entah kenapa aku memiliki keinginan masuk ke kamar mandi dan melihat apa yang sedang dilakukannya?” gumam Lin Feng tapi tak lama setelahnya dia memukuli kepalanya sendiri.


“Stop memikirkan yang tidak-tidak, dan jangan menjadi pria mesum meskipun dia adalah istriku sendiri,” gumam lirih Lin Feng bersama dengan terbukanya pintu kamar mandi.


Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Lin Feng menoleh dan melihat Yin Hua keluar dari kamar mandi hanya menggunakan pakain putih polos tanpa cadar, yang membuat Lin Feng dapat melihat kecantikan dan keindahan diwaktu bersamaan.


“Feng'gege, kenapa kamu terus menatapku?” tanya Yin Hua sambil berjalan ke tempat Lin Feng.


“Aku hanya sedang menikmati melihat kecantikan dan keindahan yang ada pada dirimu,” jawab Lin Feng sambil tersenyum hangat.


Yin Hua dapat melihat rona merah di wajah Lin Feng saat mengatakan itu, kemudian dia memeluk begitu saja memeluk Lin Feng yang sedang duduk dari arah belakang, dan menempelkan kepalnya di bahu Lin Feng.


“Apa Feng'gege tidak ingin melakukan itu denganku?” tanya Yin Hua berbisik.


“A... aku...” Lin Feng tergagap kebingungan menjawab pertanyaan Yin Hua.


“Emmm...” Lin Feng menikmati ciuman Yin Hua, dan dia mulai mempraktikkan apa yang sering dia lihat dalam adegan drama Asia Timur, saat pemeran utama pria dan wanita sedang memadu kasih.


Akan tetapi, saat Lin Feng baru saja ******* bibir lembut Yin Hua, seseorang mengetuk pintu kamar, membuat keduanya menghentikan apa yang sedang mereka lakukan, dan mendengar perkataan orang yang mengetuk pintu.


“Tuan Feng, Nona Hua, makan malam sudah siap. Apa perlu mengantar makan malam ke kamar Tuan dan Nona?” tanya Xiao Xi yang baru saja mengetuk pintu.


“Kami akan keluar dan makan bersama kalian,” jawab Yin Hua sambil bangkit berdiri, kemudian dia memutar tubuhnya, membuat satu lagi lapis pakaian menutupi tubuhnya.


“Feng'gege, kita makan dulu!” ujar Yin Hua, lalu dia begitu saja keluar dari kamar meninggalkan Lin Feng yang masih duduk terdiam.


“Yang barusan sangat luar biasa. Meskipun itu pengalaman pertamaku, tapi aku sangat menikmatinya,” gumam Lin Feng sambil mencoba melemaskan miliknya yang tegang karena baru saja ada sesuatu yang lembut menimpa tepat di atasnya.


Setelah semua kembali normal, Lin Feng mengganti pakaiannya dengan pakaian baru, kemudian dia pergi menyusul Yin Hua ke tempat makan.

__ADS_1


...----------------...


Di sekte Phoenix Api.


“Siapa yang dengan begitu berani membunuh tetua kelima sekteku?” teriak patriak sekte Phoenix Api melihat giok jiwa milik tetua kelima hancur berkeping-keping.


Tidak ada yang tahu siapa pelaku yang dengan begitu berani membunuh tetua kelima sekte Phoenix Api yang kekuatannya sudah berada di tingkat Raja Dewa Bintang 2.


“Patriak, tetua kelima dan kedua muridnya pergi ke Kekaisaran Cahaya untuk memberi pengalaman pada kedua muridnya melawan iblis dan monster. Ada kemungkinan terua kelima mati di tangan iblis atau monster yang kuat,” ujar tetua Agung sekte Phoenix Api.


“Kemungkinan seperti itu pasti ada, tapi aku merasakan keanehan dengan kematian ketua kelima, saat aku melihat giok jiwa milik kedua muridnya dalam keadaan baik-baik saja,” kata tetua kedua yang bertugas mengawasi giok jiwa seluruh anggota sekte Phoenix Api.


Patriak sekte memandang tetua kedua yang baru selesai berkata. “Kirim orang untuk menemukan keberadaan kedua murid tetua kelima karena kemungkinan mereka tahu, apa yang sudah terjadi pada tetua kalima! Kirim tim pelacak terbaik yang kalian miliki untuk mempercepat pencarian mereka!” perintah tegas patriak sekte Phoenix Api.


Seluruh tetua segera mengirim tim pencari terbaik yang mereka miliki untuk mencari keberadaan kedua murid tetua kelima. Meskipun sudah mengerahkan tim pencari terbaik, tapi tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencari keberadaan mereka. Bisa saja itu satu hari, satu minggu, satu bulan, atau sampai bertahun-tahun.


“Kalau benar tetua kelima mati di tangan iblis atau monster, kita hanya bisa mengikhlaskan kematiannya. Akan tetapi kalau dia mati di tangan seseorang, aku sendiri yang akan memimpin kalian melenyapkan orang itu bersama semua orang yang memiliki hubungan dengannya,” kata patriak sekte Phoenix Api.


...----------------...


“Achu...” Lin Feng bersin secara tiba-tiba saat dia sedang menikmati makan malam bersama Yin Hua dan seluruh binatang kontraknya.


‘Sepertinya ada yang sedang membicarak aku,’ kata Lin Feng membatin teringat mitos di bumi tentang bersin yang muncul tiba-tiba, biasanya akibat adanya seseorang yang sedang membicarakan dirinya.


Tentu Lin Feng tidak tahu kalau patriak sekte Phoenix Api ingin membunuhnya dan seluruh orang yang berhubungan dengannya, begitu dia tahu sosok utama dibalik kematian tetua kelima sekte Phoenix Api.


Namun, hal sebaliknya mungkin terjadi seandainya patriak sekte Phoenix Api benar-benar mencoba membunuh Lin Feng dan semua orang yang berhubungan dengannya.


Bagaimanapun juga, kekuatan Kekaisaran Petir perlahan mulai mengimbangi kekuatan Kekaisaran Api, yang di dalamnya terdapat kekuatan sekte Phoenix Api, dan tinggal menunggu waktu untuk Kekaisaran Petir melampaui kekuatan Kekaisaran Api.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2