Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Pengikut Dewa Perang Semesta


__ADS_3

Lin Feng, Lin Luyao, serta sepuluh orang lainnya, mereka memasuki wilayah terdalam lembah siluman, tempat dimana banyak ditemukan siluman tingkat tinggi. Puluhan siluman tingkat Dewa Agung menyambut kedatangan mereka, dan tak sedikitpun memberi jalan pada mereka untuk masuk lebih dalam.


Puluhan siluman tingkat Dewa Agung Bintang 7 sampai Bintang 9 tentunya bukan lawan yang mudah dihadapi, apalagi bagi sepuluh prajurit pengawal Lin Luyao yang kekuatannya rata berada di tingkat Dewa Agung Bintang 7.


Berhadapan dengan siluman yang lebih kuat dan jumlah mereka yang lebih banyak, sepuluh prajurit itu tentu tidak memiliki kesempatan mengalahkan lawan mereka. Jangankan melawan, bisa keluar dengan selamat dari peperangan sudah merupakan sebuah keberuntungan bagi mereka.


Aura kuat meledak dari dalam tubuh para siluman dan mereka mengarahkan niat membunuh pada rombongan Lin Feng. Dari aura kuat dan niat membunuh yang mereka miliki, jelas mereka ingin melenyapkan Lin Feng dan yang lainnya.


“Tidak mudah bagi kita mengalahkan mereka! Kalian semua lindungi saudari Lin Luyao, dan jangan pernah melawan musuh yang tidak bisa kalian kalahkan!” pesan Lin Feng dan dalam satu kedipan mata sosoknya telah berada di hadapan para siluman.


Lin Feng mengeluarkan tekanan kuat dan membuat seluruh silimr kesulitan bergerak, para siluman yang sadar kekuatan lawan lebih besar dari apa yang mereka miliki, perlahan mereka mulai bergerak mundur.


“Oh, ingin kabur setelah tahu kekuatan musuh lebih besar dibandingkan kekuatan kalian. Jangan harap kalian bisa kabur karena takdir kematian kalian sudah berada di genggaman tanganku,” seru Lin Feng dengan suara lantang.


Ingin melenyapkan keberadaan seluruh siluman yang mencoba kabur, Lin Feng segera saja menyerang mereka. Kekuatan elemen petir hitam keemasan menyelimuti tubuhnya dan hanya dengan sekali pukul ia berhasil melenyapkan keberadaan salah satu siluman.


“Gerrrr...” Siluman lainnya mengerang marah melihat kematian salah satu rekan mereka.


“Kalian marah? Kalau marah dan ingin membunuhku, kalian bisa maju bersamaan menyerangku, dan aku berjanji tidak akan kabur seperti pengecut!” senyuman sinis terlihat di wajah Lin Feng membuat para siluman semakin marah.


Mereka yang sebelumnya ingin kabur melarikan diri, bersamaan mereka membalikkan badan dan segera berlari, maju menyerang Lin Feng.


“Bagus, dengan begini kita bisa membuktikan siapa yang lebih kuat antara aku dan kalian.” Tak gentar dengan siluman yang berlari ke arahnya, Lin Feng dengan begitu tenang menunggu kedatangan mereka, dan begitu para siluman berada dalam jangkauan serangannya segera ia mengirim serangan kepada mereka.


“Seni Tarung Tinju Kaisar Dewa Naga tingkat pertama, Tinju Naga Langit...”


Siluet Naga muncul dari udara kosong yang dipukul Lin Feng, dan silut Naga melesat dengan kecepatan tinggi ke arah para siluman yang berlarian mendekati Lin Feng.

__ADS_1


“Rooaarr...” Siluet Naga sepanjang belasan meter meraung keras lalu menghantam keberadaa para siluman yang menjadi lawan Lin Feng.


“Boom... Boom... Boom...” Suara ledakan berkali-kali terdengar saat lima siluman mati terkena serangan Lin Feng dan tiga lainnya mengalami luka berat.


Beberapa siluman yang tidak terkena dampak dari serangan Lin Feng, mereka terus berlari, melesat maju dengan niat membunuh yang seluruhnya mereka arahkan pada Lin Feng.


Lin Feng melanjutkan serangannya. “Menghadapi kalian yang tersisa cukup dengan menggunakan kekuatan fisikku,” katanya dan tanpa rasa takut ia menyerang para siluman dengan tangan kosong.


Fisik siluman yang jauh lebih kuat dari fisik manusia seharusnya dapat bertahan dari serangan Lin Feng, tapi nyatanya mereka dibuat babak belur oleh serangan Lin Feng yang murni hanya menggunakan kekuatan fisiknya.


Lin Feng bergerak lincah menyerang para siluman sambil menghindar dari serangan mereka.


“Bang... Bang... Bang...” Tiga oukulan berturut-turut menghantam tubuh salah satu siluman dan berhasil membuatnya tumbang.


“Kekuatan fisik kalian memang kuat, tapi sekuat apapun itu tetap saja lebih lemah dibandingkan fisik seorang Dewa. Sebaiknya kalian segera mati karena sepertinya dia yang jauh lebih kuat akan segera datang!” kata Lin Feng dan dia segera mengakhiri hidup para siluman yang menjadi lawannya.


“Mereka tidak bergerak dari tempatnya dan hanya mengirim aura kekuatan dari kejauhan untuk menyerangku!” gumam Lin Feng.


“Swuusshh...” Aura kuat dari dua siluman tingkat Dewa Semesta muncul dan mencoba menjatuhkan Lin Feng, tapi aura yang tak seberapa kuat lenyap begitu Lin Feng melambaikan kedua tangannya.


“Apa mereka berpikir kekuatan selemah itu dapat melukaiku? Mereka terlalu menganggap remeh keberadaanku dan sepertinya aku harus menunjukkan seberapa besar kekuatan yang aku miliki, tepat di hadapan mereka.” Tak membawa Lin Luyao dan sepuluh orang lainnya, Lin Feng langsung saja pergi ke tempat dua siluman terkuat di lembah siluman.


“Hanya tersisa dua, sepertinya siluman tingkat Dewa Semesta yang lain sudah mati di tangan kultivator yang mencoba mengambil sumberdaya, yang mereka jaga,” kata Lin Feng.


Menyapu seluruh kawasan lembah siluman menggunakan mata Dewa miliknya, Lin Feng melihat keberadaan para kultivator yang sedang menghadapi siluman tingkat Dewa Semesta lainnya. Keadaan para kultivator dan siluman yang mereka hadapi sama-sama dalam keadaan buruk, dan sulit menentukan siapa yang bakal keluar sebagai pemenang.


Ling Feng tidak terkejut dengan apa yang dilihatnya karena sebelumnya dia sudah memperkirakan kalau dalam pertarungan para kultivator dan siluman tingkat Dewa Semesta, tak satupun dari mereka yang akan keluar sebagai pemenang.

__ADS_1


“Tak ada pihak yang menang ataupun kalah karena pada akhirnya mereka akan bersama-sama mati setelah memaksakan diri melakukan pertarungan, dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki,” ungkap Lin Feng.


Mengabaikan apa yang terjadi pada mereka Lin Feng fokus pada dua siluman yang sudah menantikan kedatangannya. “Kekuatan keduanya memang hanya berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 1 dan Bintang 2, tapi kalau mereka menyatukan kekuatan, kekuatan mereka dapat disetarakan dengan tingkat Dewa Semesta Bintang 4,” kata Lin Feng menilai kekuatan musuh sebelum berhadapan dengan mereka.


“Aku tidak mungkin dapat mengalahkan mereka kalau tidak mengerahkan seluruh kekuatanku,” gumamnya dan tak menahan kekuatannya, Lin Feng mengeluarkan seluruh kekuatannya, termasuk kekuatan aura Dewa Perang yang membuat kekuatannya meningkat sampai tingkat Dewa Semesta Bintang 5.


Kedua siluman yang melihat siluet Dewa Perang dari aura yang dikeluarkan Lin Feng, bukannya ketakutan atau menyerang Lin Feng, keduanya segera merubah wujud menjadi sosok manusia dan dengan sorot mata dipenuhi rasa penghormatan keduanya berlutut di hadapan Lin Feng.


Kerutan muncul di kening Lin Feng melihat dua siluman dalam wujud manusia yang saat ini berlutut du hadapannya, “Bukannya kalian tadi ingin membunuhku, lalu kenapa sekarang kalian justru berlutut di hadapanku?” tanya Lin Feng penasaran dengan apa sebenarnya yang terjadi pada mereka.


“Yang Mulia yang mewarisi kehendak Dewa Perang semesta, bagaimana mungkin kami masih memiliki keberanian melawan Yang Mulia, sedangkan keberadaan kami di tempat ini adalah untuk menjalankan tugas dari Dewa Perang semesta sebelum Yang Mulia mewarisi kehendaknya?” ujar salah satu siluman.


Lin Feng tahu kalau aura Dewa Perang adalah yang mereka maksud dengan kehendak Dewa Perang semesta, tapi ia belum tahu hubungan seperti apa yang terjalin antara kedua siluman di hadapannya dan sosok Dewa Perang semesta di masa lalu.


“Jelaskan padaku, ada hubungan apa antara kalian dan Dewa Perang Semesta di masa lalu?” kata Lin Feng.


“Yang Mulia, dulu orangtua kami adalah pengikut Dewa Perang dan setelah kematian orangtua mereka, kami menggantikan tugas mereka menjaga tempat ini, melindungi dua tanaman yang hanya boleh diambil oleh Yang Mulia,” ungkap siluman yang sejak awal selalu berbicara dengan Lin Feng.


Lin Feng menarik kembali aura kekuatannya membebaskan dua siluman di hadapannya dari tekanan kekuatannya.


Hanya mendengar apa yang dikatakan salah satu dari keduanya, Lin Feng tahu siapa mereka bagi Dewa Perang Semesta di masa lalu, dan ia juga tahu dua tanaman yang mereka lindungi.


Mengetahui semua itu Lin Feng tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan kedua tanaman yang memang dijaga dan hanya dirinya yang boleh mengambilnya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2