
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di bagian timur wilayah tengan, Lin Wucin dan yang lainnya sedang berhadapan dengan Fang Bei serta satu juta prajurit penguasa wilayah timur.
Kalah dalam jumlah sama sekali tidak membuat Lin Wucin dan yang lainnya gentar menghadapi musuh. Lima belas ribu prajurit yang datang bersama mereka langsung saja mengeluarkan seluruh kekuatan untuk mengalahkan prajurit musuh. Tak ada rasa takut karena mereka semua yakin dapat mengalahkan seluruh musuh yang datang.
Sementara itu, Lin Wucin yang berhadapan dengan Fang Bei, terlihat pertarungan mereka cukup berimbang karena Lin Wucin masih menahan kekuatannya. Bukannya tanpa alasan, Lin Wucin sengaja menahan kekuatannya hanya untuk menunjukkan pada Fang Bei, kematian tragis prajurit yang datang bersama dengannya.
Tidak ada yang bisa dilakukan Fang Bei untuk menolong prajuritnya yang terus mati di tangan musuh. Bagaimana bisa menolong mereka, sementara dirinya sendiri sadar kalau saat ini sedang dipermainkan lawannya.
Fang Bei mengirim serangan ratusan tebasan pedang ke arah Lin Wucin dengan harapan salah satu tebasan pedangnya dapat melukainya, tapi dia harus kecewa karena ratusan tebasan pedangnya dapat ditahan hanya dengan satu tebasan pedang lawan.
Lin Wucin sendiri yang baru saja mendapatkan serangan yang dengan mudah ditahannya, sekarang giliran dirinya melakukan serangan balik, tapi dia tidak menggunakan pedang untuk menyerang, melainkan hanya menggunakan tangan kosong.
“Sudah cukup aku bermain-main denganmu, sudah saatnya aku serius.”
Tiba-tiba saja kekuatan Lin Wucin melonjak. Jika sebelumnya kekuatannya sama dengan Fang Bei yaitu du tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 6, sekarang kekuatannya telah berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 7.
“Soal, bagaimana mungkin ada orang sekuat dia di keluarga Lin? Kalau dia yang hanya seorang bawahan di keluarga Lin, sekuat apa orang yang menjadi kepala keluarga Lin?” Fang Bei tak sanggup membayangkan seberapa besar kekuatan kepala keluarga Lin.
Sebelumnya Lin Wucin sudah memperkenalkan dirinya pada Fang Bei. Dia memperkenalkan dirinya sebagai bawahan kepala keluarga Lin.
Awalnya Fang Bei meremehkan kekuatan Lin Wucin dan yang lainnya, yang mana mereka hanyalah para bawahan kepala keluarga Lin. Namun, sekarang Fang Bei sangat menyesal karena sebelumnya meremehkan kekuatan Lin Wucin dan yang lainnya.
__ADS_1
“Kalau saja tadi aku menurutinya untuk pergi meninggalkan tempat ini, aku tidak mungkin mengalami hal buruk seperti ini.” Fang Bei benar-benar menyesali keputusannya memilih melawan, padahal sebelumnya Lin Wucin memberinya kesempatan pergi meninggalkan wilayah tengah.
Fang Bei sekarang tidak memiliki pilihan lain selain melawan musuhnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, meski dirinya sendiri tahu hasil akhir dari pertempuran adalah kematian untuknya, tapi dirinya ingin kekalahannya bukanlah sebuah kekalahan tanpa perlawanan.
Kedua mata Fang Bei menatap lurus Lin Wucin yang sedang mempersiapkan serangannya. “Daripada menunggumu menyerang, lebih baik aku duluan yang menyerang.” Fang Bei melesat maju bagaikan kilatan cahaya menyerang Lin Wucin.
Sementara itu, Lin Wucin yang melihat kedatangan Fang Bei, dia hanya tersenyum kemudian mulai menyelimuti kepalan tangannya dengan Qi elemen petir. “Kapanpun kamu datang, aku sudah lebih dari siap menyambut setanganmu.” Mengayunkan tangan, dengan tinjunya Lin Wucin menyambut datangnya serangan Fang Bei.
“Bang... Bang... Bang...” Suara benturan tinju dan pedang terdengar saat serangan Fang Bei disambut kuatnya pertahanan yang dimiliki Lin Wucin. Kuatnya pertahanan Lin Wucin bahkan mampu membuat tangan Fang Bei bergetar tiap kali pedang di tangannya, berbenturan dengan tinju Lin Wucin.
Namun, itu semua belum cukup untuk membuat Fang Bei menyerah. Dia terus saja menyerang dan perlahan kekuatan serangannya terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya Qi yang dia gunakan untuk menyerang. Kekuatan serangannya memang meningkat, tapi semua itu harus dibayar dengan cepat habisnya Qi yang mengalir di dalam tubuhnya.
Menghabiskan banyak Qi miliknya, Fang Bei terus saja menyerang seolah tak lagi ada hari esok untuknya. Hari esok untuknya memang tidak ada begitu dia kalah dalam pertempuran melawan Lin Wucin.
“Dia benar-benar kuat. Aku sudah hampir mengeluarkan seluruh kekuatanku, tapi itu semua masih belum cukup untuk membuatnya terluka.” Napas Fang Bei mulai tidak teratur, tapi dia terus memaksakan menyerang lawan.
Kini Fang Bai tahu apa itu yang dinamakan kekuatan, dan ternyata dirinya masih terlalu lemah untuk bersaing dengan mereka yang jauh lebih kuat darinya.
“Jika hari ini adalah akhir dari hidupku, aku tidak menyesalinya karena pada akhirnya hidupku berakhir di tangan dia yang jauh lebih kuat dariku.”
Meski kekalahannya sudah terlihat di depan mata, Fang Bei masih dapat menunjukkan senyuman di wajahnya. Dia memang menyesali keputusannya melawan kekuatan keluarga Lin, tapi dia sama sekali tidak memiliki penyesalan jika harus mati di tangan sosok yang jauh lebih kuat dibandingkan dirinya.
Di tengah prajuritnya yang terus berguguran di tangan kekuatan besar yang dimiliki prajurit lawannya, Fang Bai mengerahkan semua yang dia miliki, dan menjadikannya sebagai serangan terakhir dan serangan terkuat yang bisa dilakukannya.
Saat Fang Bei menyiapkan serangan terkuat yang menjadi serangan terakhirnya, Lin Wucin hanya mengeluarkan setengah dari kekuatannya untuk menahan serangan yang ditujukan padanya.
__ADS_1
Aura yang sangat kuat meluap dari tubuh Fang Bei, dan seluruh aura itu berkumpul di pedang yang berada di tangannya. Di sisi lain, aura yang tak kalah kuat mengelilingi tubuh Lin Wucin. Aura yang dikeluarkan Lin Wucin berupa elemen petir yang sekilas terlihat dapat menghancurkan segala yang ada di sekitarnya.
Melihat apa yang dilakukan Lin Wucin, Fang Bin tahu jika lawannya hanya ingin bertahan dari serangannya, dan sejak awal lawannya memang lebih sering bertahan dibandingkan menyerang.
Fang Bei yang memiliki elemen angin, dia sudah mengumpulkan seluruh Qi elemen angin miliknya di pedang miliknya yang mampu mengendalikan elemen angin. Menyadari kuatnya pertahanan musuh, Fang Bei hanya memiliki sedikit keyakinan kalau serangannya dapat memberi dampak buruk pada musuhnya.
“Apapun hasil akhirnya, setidaknya aku sudah melakukan apa yang aku bisa untuk mengalahkannya.” Sosok Fang Bei tiba-tiba menghilang dari tempatnya, dan hanya dalam satu kedipan mata sosoknya muncul di belakang tubuh Lin Wucin.
Fang Bei mengayunkan pedang di tangannya. “Seni Tarung Pedang Angin tingkat keempat, Tebasan Angin Kematian.” Fang Bei mengeluarkan seni tarung terkuatnya, dan mengarahkannya pada Lin Wucin yang masih tenang berdiri di tempatnya.
Pedang di tangan Fang Bei bergerak menuju leher Lin Wucin dengan kekuatan Qi elemen angin yang mampu memoting segalanya. Namun, belum juga menyentuh leher Lin Wucin, pedang di tangan Fang Bei tertahan ratusan derak petir, dan sama sekali tidak bisa bergerak.
Lin Wucin sendiri terlihat hanya mengayunkan tangannya. “Teknik Perisai Kubah Petir.” Bersama dengan terdengarnya suara Lin Wucin, petir di sekeliling tubuhnya tiba-tiba saja meluas, bahkan tubuh Fang Bei kini terjebak diantara ratusan petir yang terus menyerang tubuhnya.
“Sejak kapan teknik pertahanan dapat digunakan untuk menyerang?” Fang Bei merasa telah dibohongi oleh Lin Wucin. Sejak awal dia melihat lawannya hanya ingin bertahan, tapi nyatanya pertahanan lawannya bisa digunakan untuk menyerang.
Lin Wucin yang mendengar suara Fang Bei tersenyum. “Teknik pertahanan yang aku gunakan adalah teknik pertahanan area. Selain memberi perlindungan padaku, teknik yang aku gunakan dapat memberi serangan pada musuh yang berada di dalam area pertahananku.”
Fang Bei terkejut dengan apa yang baru di dengarnya. Ternyata ada teknik seperti itu di Alam Dewa ini, dan bodohnya dirinya baru mengetahui semua itu sebelum kematian mendatanginya. “Aku sudah hidup selama jutaan tahun di Alam Dewa, tapi pengetahuanku sama sekali belum menjangkau seluruh pengetahuan yang ada di Alam Dewa.”
Semua itu adalah kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Fang Bei karena setelahnya tubuhnya berubah menjadi butiran debu setelah meledak terkena sambaran ribuan petir.
Bersama dengan kematian Fang Bei, setengah prajurit yang datang bersamanya mati di tangan prajurit yang dipimpin Lin Wucin, sedangkan setengah dari mereka memilih menyerah dan menjadi tahanan perang. Untuk para Jenderal penguasa wilayah timur, mereka seluruhnya mati di tangan Lin Meili, Ling Gongyu, Lin Suan dan Lin Shao.
Melihat kemenang sudah di genggaman tangannya, Lin Wucin tersenyum senang karena berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan tuannya. “Untuk mereka yang memutuskan menyerah, sebaiknya aku membawa mereka menuju Kota Cahaya Dewa, dan menyerahkan mereka pada tuan.” Lin Wucin bergumam lirih, kemudian dia dan prajurit yang mengikutinya, menggiring prajurit penguasa wilayah timur menuju Kota Cahaya Dewa.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.