Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Kebenaran Tentang Identitas Yin Hua


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Sampai di kediaman keluarga Lin, Lin Feng dan Yin Hua terkejut dengan apa yang dikatakan Lin Dan pada mereka. Bagaimana tidak, Lin Dan mengatakan kalau tak lama setelah mereka pergi, Yin Jun datang mencari Yin Hua dan ingin membawanya kembali ke kediaman keluarga Yin.


Saat diberitahu kalau Yin Hua tidak berada di kediaman keluarga Lin, Yin Jun justru marah dan melakukan serangan ke kediaman keluarga Lin. Namun, dengan kuatnya penjagaan yang dimiliki keluarga Lin, seluruh prajurit dan para tetua keluarga Yin yang datang bersama Yin Jun mereka semua berhasil dimusnahkan, dan hanya menyisakan Yin Jun yang saat ini mendekam di dalam penjara.


Meski tahu Yin Jun saat ini berada di dalam penjara, Yin Hua tidak terlalu sedih mengetahui semua itu, bahkan ini bukan kali pertama dia merasa biasa-biasa saja saat ada hal buruk yang menimpa Yin Jun dan keluarga Yin.


“Lin Zan, suruh seseorang membawa Yin Jun ke aula keluarga! Aku dan Hua’er akan menunggu kedatangannya di aula.” Lin Feng dan Yin Hua langsung saja pergi ke aula keluarga Lin, menunggu kedatangan Yin Jun yang saat ini masih berada di dalam penjara milik keluarga Lin.


Lin Feng menatap wajah Yin Hua yang terlihat biasa-biasa saja setelah mendengar apa yang terjadi pada ayahnya dan seluruh anggota keluarga Yin yang mendatangi keluarga Lin.


“Apa aku harus mengampuni Yin Jun dan membiarkannya pergi?” Lin Feng bertanya pada Yin Hua.


Yin Hua yang mendengar itu segera menoleh menatap lembut keberadaan Lin Feng. “Aku tidak keberatan seandainya Feng’gege memberikan hukuman terberat pada ayah.”


Kerutan terlihat di kening Lin Feng setelah dia mendengar jawaban Yin Hua tentang hukuman yang akan diberikan pada Yin Jun. “Sekalipun aku memberinya hukuman mati, apa Hua’er tidak membenciku?”


Yin Hua dengan pasti menggelengkan kepalanya. “Melakukan sesuatu yang bertujuan buruk pada keluarga Lin memang pantas mendapatkan hukuman mati, dan tidak mungkin bagiku membenci Feng’gege hanya karena itu!”


Meski merasa ada yang aneh dengan Yin Hua yang tidak terlalu peduli dengan apa yang menimpa ayahnya, Lin Feng tetap menganggukkan kepala, dan dia sudah menentukan hukuman apa yang tepat diberikan pada Yin Jun yang telah melakukan kesalahan besar.


Dari arah pintu masuk aula datang Lin Zan bersama empat prajurit yang sedang menyeret Yin Jun ke hadapan Lin Feng dan Yin Hua. Keadaan Yin Jun terlihat baik-baik saja meski penampilannya sedikit acak-acakan.


Tak ingin berlama-lama mengurusi Yin Jun meskipun pria itu adalah ayah dari wanitanya, Lin Feng langsung saja menjatuhkan hukuman mati pada Yin Jun, dan hukuman itu akan dilakukan dua hari lagi.


Yin Jun yang mendengar hukuman apa yang dijatuhkan padanya, dia hanya bisa pasrah, dan tatapannya kini tertuju pada wanita bercadar di samping Lin Feng yang tak lain adalah Yin Hua.


Ditengah kepasrahan dirinya menerima hukuman yang diberikan Lin Feng, Yin Jun ingin menyampaikan sesuatu pada Yin Hua.

__ADS_1


Yin Jun mengeluarkan sebuah kalung yang merupakan benda terakhir di dalam cincin penyimpanannya.


Memegang kalung berwarna merah di tangannya, Yin Jun mengarahkan pandangannya pada Yin Hua. “Hua’er, kalung ini adalah bukti bahwa kamu bukanlah darah dagingku. Dulu ibumu menikah denganku dalam keadaan mengandung. Aku yang sangat mencintai ibumu tidak mempedulikan itu dan tetap menikahinya...”


Kedua mata Yin Hua terbuka sempurna dan tubuhnya bergetar setelah mendengar kata-kata Yin Jun yang bagaikan suara petir di tengah musim panas. “Ja... jadi, selama ini aku bukanlah putri kandungmu?”


Yin Jun mengangguk pelan. “Sebenarnya waktu itu ibumu menolak menikah denganku karena pria yang dicintainya berjanji akan datang menjemputnya setelah tiga puluh tahun berlalu. Namun dengan ancaman aku akan menyebar kabar kehamilannya, dengan terpaksa dia menikah denganku, dan tak lama setelah menikah terlahirlah kamu...”


“Aku mengira setelah kelahiranmu dan aku bersikap baik padamu, semua itu akan membuatnya membuka hatinya untukku. Namun semua pemikiranku salah, dia masih saja menolak membuka hatinya untukku, bahkan sampai hari sebelum dia menghembuskan napas terakhir, dia dengan begitu jelas mengatakan sangat membenci keberadaanku.”


Yin Jun masih mengingat jelas perkataan terakhir wanita yang begitu dicintainya, sebelum wanita itu menghembuskan napas untuk terakhir kalinya. Kesedihan terlihat jelas saat Yin Jun mengingat semua itu.


Sementara itu, bukannya iba dengan kesedihan yang ditunjukkan Yin Jun, Yin Hua justru geram dan marah dengan pria yang selama ini dipanggilnya ayah. Jelas di ingatannya seberapa besar penderitaan ibunya, sebelum kematian datang menghampirinya.


Hanya untuk bertemu dengan Ayah dan Ibunya di keluarga Luo, Yin Jun melarang ibunya bertemu mereka, bahkan dengan begitu tega pria itu menampar wajah ibunya yang dalam keadaan sakit.


Saat itu dirinya hanya bisa diam karena merasa ibunya juga yang salah karena tidak menuruti keinginan ayahnya. Namun, setelah mendengar sebuah kenyataan tentang hubungan antara Yin Jun dengan ibunya, kini hanya kemarahan dirasakan olehnya pada pria di hadapannya.


Yin Hua mengambil kalung giok berwarna merah dari tangan Yin Jun. Tangan Yin Hua bergetar saat memegang kalung giok merah, yang terasa hangat di telapak tangannya. Namun, tak lama memegang kalung itu, Yin Hua merasa ada sepasang mata yang mengawasinya dari kejauhan.


Lin Feng sendiri saat melihat Yin Hua memegang kalung giok merah yang diambil dari tangan Yin Jun, dia merasakan adanya kekuatan besar yang mengarahkan pandangannya ke arah Yin Hua. Kekuatan itu sangatlah besar, dan dia yakin kalau kekuatan itu bukan berasal dari Alam Dewa, dan tentu juga tidak berasal dari Alam Langit.


“Kekuatan sebesar itu bukanlah kekuatan yang berasal dari Alam Dewa apalagi Alam Langit. Kemungkinan kekuatan itu berasal dari Alam Sembilan Surga.” Lin Feng bergumam lirih setelah merasakan munculnya kekuatan besar yang mengawasi Yin Hua saat memegang kalung giok merah.


...----------------...


Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari Alam Dewa, seorang pria yang masih terlihat muda meski usianya sudah lebih dari satu miliar tahun, tiba-tiba saja pria itu tersenyum setelah melihat seorang wanita yang memegang benda peninggalannya di Alam Dewa.


Senyuman itu seolah tidak bisa luntur dari wajahnya. “Aku tidak lagi bisa merasakan hawa kehidupannya, tapi aku baru saja melihat wanita yang memiliki garis keturunanku. Selain dia, tidak ada wanita lain yang berhubungan denganku saat aku terjatuh di Alam Dewa...”


“Tidak salah lagi, wanita itu adalah putriku, dan sudah seharusnya aku membawanya ke tempat ini untuk memberinya kehidupan yang layak. Aku adalah ayah yang buruk, dan aku ingin menebus kesalahanku padanya di sepanjang hidupku.”

__ADS_1


Dengan kekuatannya, mustahil baginya turun ke Alam Dewa, karena adanya aturan batas kekuatan di Alam itu. Akan tetapi dia bisa menyuruh prajuritnya untuk menjemput putrinya.


“Jangan memaksa dia ikut dengan kalian kalau dia memang tidak menginginkannya! Kalau dia tidak ingin pergi, kalianlah yang akan tinggal di sana dan menjaganya untukku.”


“Ingat! Jangan biarkan sembarangan pria mendekatinya, apalagi memilikinya! Aku tidak ingi putriku menjadi milik pria lemah dari Alam Dewa!”


Mendengar perintah darinya, lima prajurit wanita yang kekuatannya telah mencapai tingkat Kaisar Dewa Bintang 9 langsung saja mereka pamit undur diri, dan dengan melewati portal khusus mereka akan pergi ke Alam Dewa.


“Apa keputusanku ini salah? Tapi semua ini aku lakukan untuk kebaikannya.”


...----------------...


Yin Hua yang telah mengetahui segalanya, tapi masih penasaran dengan kekuatan aneh yang baru saja mengawasi keberadaannya, dengan suara tegas dia berkata pada Yin Jun, “Aku tidak ingin mengotori tanganku dengan darahmu. Hukuman untukmu telah ditentukan, jadi aku tidak perlu melakukan apapun padamu!”


“Satu lagi, mulai hari ini aku bukan lagi bagian dari keluarga Yin, aku adalah Lin Hua, dan terimakasih untuk apa yang telah kamu berikan padaku selama ini!” Yin Hua, atau sekarang bernama Lin Hua tiba-tiba saja dia memeluk Lin Feng setelah mengatakan semua itu pada Yin Jun.


Mengetahui apa yang dirasakan Lin Hua, Lin Feng segera menyuruh prajurit untuk menyeret kembali Yin Jun ke dalam penjara, dan kali ini pria itu akan ditempatkan di dalam penjara khusus dengan pengamanan super ketat.


“Aku mengira mendiang ibuku sangan mencintainya, ternyata aku salah, dia hanya pria yang telah menghancurkan kebahagiaan ibuku, bahkan sampai kematiannya, ibuku sama sekali tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti yang menjadi keinginannya.” Air mata jatuh membasahi wajah Lin Hua.


Lin Hua sangat menyesal karena saat itu tidak berjuang untuk kebahagiaan ibunya, tapi apa yang bisa dirinya lakukan karena waktu itu dirinya hanyalah anak kecil yang tak memiliki kekuatan sebesar sekarang.


Lin Feng membalas peluk Lin Hua, tapi sebelum melakukan itu dengan menggerakkan telapak tangannya, dia meminta semua orang keluar dari aula keluarga Lin.


Melihat semua orang telah pergi dan hanya tersisa dirinya dan Lin Hua, dengan suara lembut dia berkata. “Semuanya sudah berlalu, dan tidak seharusnya kamu bersedih! Seorang ibu tidak pernah rela anaknya bersedih, dan dia akan ikut bersedih saat melihat anaknya bersedih...”


“Jangan lagi bersedih kalau Hua’er tidak ingin ibu ikut bersedih. Tunjukkan senyumanmu, dan berikan kebahagiaan untuknya.” Lin Feng mengatakan semua itu sambil mengelus rambut panjang Lin Hua.


Lin Hua menganggukkan pelan kepalanya, tapi dia masih belum ingin melepaskan pelukannya. Lin Feng sendiri tidak masalah dengan pelukan Lin Hua, dia justru senang karena wanitanya lama memeluk tubuhnya.


Pelukan lama yang Lin Hua lakukan, menunjukkan kalau dia nyaman berada di dekatnya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2