
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Disaat Kaisar Iblis dalam keadaan sekarat Lin Feng meneteskan satu tetes air kehidupan yang dimilikinya. Aura kehidupan Kaisar Iblis yang semula hampir menghilang, perlahan aura kehidupannya kembali seperti semula.
Akan tetapi, bersama dengan kembalinya aura kehidupan Kaisar Iblis, aura kegelapan yang sebelumnya dimiliki olehnya perlahan menghilang, membuat penampilan Kaisar Iblis terlihat selayaknya penampilan seorang manusia.
“Selain dapat menghidupkan mereka yang mati, air kehidupan juga dapat membersihkan jiwa dari kekuatan kegelapan, yang membuat seseorang bisa berubah menjadi iblis.” Lin Feng melihat kalau Kaisar Iblis sebelumnya adalah manusia, tapi karena terlalu gila dengan kekuatan, membuatnya termakan kekuatan kegelapan dan akhirnya dia berubah menjadi iblis.
Sekarang hanya tersisa sembilan tetes air kehidupan di ruang penyimpanannya, dan dirinya hanya akan kembali menggunakan air kehidupan jika benar-benar dibutuhkan.
"Paman, bawa orang ini ke istana Kekaisaran! Sekarang dia hanyalah manusia biasa, dan kekuatannya akan sangat berguna untuk Kekaisaran Petir,” kata Lin Feng.
Yan Guo mengangguk, kemudian dengan teknik teleportasi dia membawa sosok Kaisar Iblis yang telah menjadi manusia ke istana Kekaisaran Petir seperti apa yang menjadi keinginan Lin Feng.
Yan Ning, Kesepuluh Jenderal Kekaisaran Petir, dan ratusan ribu prajurit tidak kembali ke istana Kekaisaran Petir karena masih banyak iblis dan monster yang harus mereka musnahkan.
Jumlah iblis dan monster masih ada jutaan, tapi dengan kekuatan yang dimiliki Yan Ning dan kesepuluh Jenderal Kekaisaran Petir, jutaan monster di bawah tingkat Dewa Spiritual bukanlah sesuatu yang dapat membuat mereka kerepotan.
Dalam empat hari ke depan mereka akan memusnahkan seluruh iblis dan monster, dan setelah itu baru mereka akan kembali ke istana Kekaisaran Petir.
Sedangkan Reinar yang tidak lagi memiliki urusan di tempat yang sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan bangsa iblis dan monster, dia memutuskan kembali ke istana Kekaisaran Petir untuk mengawasi pelatihan tertutup yang dilakukan seluruh binatang kontraknya.
...----------------...
Satu minggu berlalu sejak prajurit Kekaisaran Petir menyerang wilayah kekuasaan bangsa iblis dan monster.
Di Kekaisaran Cahaya.
Lima ratus ribu prajurit telah dipersiapkan Qian Zu untuk memulai serangan ke wilayah Kekaisaran Petir. Setelah satu minggu menunggu dan tidak melihat satupun prajurit Kekaisaran Petir yang keluar dari wilayah kekuasaan bangsa iblis dan monster, dia yakin seluruh prajurit Kekaisaran Petir telah musnah di tangan jutaan iblis dan monster.
__ADS_1
Memimpin sendiri prajuritnya, Qian Zu tidak memberitahu Kekaisaran lainnya kalau dia ingin melakukan serangan ke wilayah Kekaisaran Petir, yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaannya.
“Kita akan merebut banyak wilayah di Kekaisaran Petir!” Dengan penuh semangat Qian Zu memimpin prajuritnya ke salah satu kota yang berdiri di wilayah Kekaisaran Petir.
Pergerakan Qian Zu dan prajurit Kekaisaran Cahaya sangat cepat, dan tidak sampai setengah hari dia serta seluruh prajurit Kekaisaran Cahaya telah sampai di kota yang menjadi tujuan mereka.
“Bunuh seluruh prajurit penjaga kota, dan ambil alih kekuasaan atas kota itu!” Qian Zu melesat maju memimpin prajurit Kekaisaran Cahaya, menyerang benteng kota yang hanya dijaga puluhan ribu prajurit.
Sedangkan di atas benteng kota yang diserang Qian Zu dan prajurit Kekaisaran Petir, dua Wakil Jenderal yang ditugaskan memimpin prajurit penjaga kota, mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan Qian Zu.
“Apa dia ingin menyinggung Kekaisaran Petir dengan menyerang kota ini?” kata salah satu Wakil Jenderal.
“Hanya dengan kekuatan Raja Dewa Bintang 4 dan lima ratus ribu prajur, apa dia merasa itu semua cukup untuk membuat dirinya dapat menguasai kota ini? Dia terlalu meremehkan kekuatan kita!” ujar Wakil Jenderal lainnya.
Meskioun hanya memiliki empat puluh ribu prajurit, kedua Wakil Jenderal memutuskan menyambut serangan Qian Zu dan prajurit Kekaisaran Cahaya di luar benteng pertahanan kota.
“BOOM...” Suara ledakan terdengar saat kekuatan empat puluh ribu prajurit penjaga kota yang dipimpin dua Wakil Jenderal Kekaisaran Petir berhadap-hadapan dengan kekuatan lima ratus ribu prajurit Kekaisaran Cahaya.
Hanya dalam hitungan detik setelah berhadapan dengan prajurit penjaga kota, belasan ribu prajurit Kekaisaran Cahaya mati, dan puluhan ribu mengalami luka parah.
Sedangkan di sisi prajurit penjaga kota, jumlah mereka masih utuh, dan hanya beberapa dari mereka yang mengalami luka ringan.
“Aku tidak tahu apa yang membuatmu berani menyerang wilayah Kekaisaran Petir, tapi karena kamu datang dengan niatan buruk, sudah menjadi tugasku untuk memusnahkan orang-orang sepertimu!” Salah satu Wakil Jenderal Kekaisaran Petir menyerang Qian Zu yang hanya bisa bertahan dari serangan yang tertuju padanya.
Sedangkan Wakil Jenderal satunya, dia sedang menghadapi enam Jenderal Kekaisaran Cahaya yang menemani Qian Zu menyerang wilayah Kekaisaran Petir. Meskipun enam lawan satu, Wakil Jenderal Kekaisaran Petir terlihat mendominasi jalannya pertempuran.
“Kalau kau berpikir dapat menguasai wilayah kota ini hanya karena terletak jauh dari ibukota Kekaisaran, kau hanya mencari kematian untuk dirimu sendiri!” kata Wakil Jenderal yang menjadi lawan Qian Zu.
“BOOM...” Sebuah pukulan yang gagal dihindari Qian Zu mendarat tepat di dadanya, membuat dirinya terdorong mundur beberapa langkah.
Dia dapat merasa kalau pukulan lawannya lebih kuat dibandingkan kekuatan pukulannya, bahkan dia merasa beberapa tulang rusuknya patah akibat satu pukulan yang gagak dihindari.
__ADS_1
“Raja Dewa Bintang 4. Untuk kekuatan seorang Kaisar, kekuatanmu sungguh sangat memalukan!” Wakil Jenderal Kekaisaran Petir yang menjadi lawan Qian Zu mengeluarkan aura Raja Dewa Bintang 8.
Merasakan aura kekuatan lawannya Qian Zu tidak bisa untuk tidak terkejut. Raja Dewa Bintang 8 hanyalah seorang Wakil Jenderal. “Sial! Aku benar-benar telah meremehkan kekuatan Kekaisaran Petir,” gumam lirih Qian Zu.
“Hanya orang bodoh yang masih berani meremehkan kekuatan Kekaisaran Petir yang berhasil memusnahkan keberadaan tiga Kekaisaran dalam satu hari, dan sayangnya kamu termasuk dalam golongan orang bodoh yang masih meremehkan Kekaisaran Petir.” Wakil Jenderal Kekaisaran Petir tersenyum menatap Qian Zu yang mulai ketakutan.
“Aku memang hanya seorang Wakil Jenderal, tapi dengan kekuatan yang aku miliki itu sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan seluruh wilayah Kekaisaran Cahaya.” Sosok Wakil Jenderal Kekaisaran Petir menghilang dari tempatnya, tapi tiba-tiba dia muncul tepat di belakang Qian Zu yang hanya berdiri mematung.
“Kekuatan di Alam ini adalah segalanya. Siapa yang kuat dapat berkuasa dan yang lemah hanya akan menjadi pelayan mereka yang kuat, tapi kamu justru ingin membalik semua itu dengan menyerang orang yang mustahil kamu kalahkan. Maaf saja semua rencanamu telah gagal, dan sebaiknya kamu mati!”
Setelah menyelesaikan perkataannya, Wakil Jenderal Kekaisaran Petir memukuk punggung Qian Zu menggunakan seluruh Qian elemen petir yang dimilikinya.
“BOOM...” Qian Zu terpental kedepan dengan punggung berlubang lebar, bahkan lubang itu menembus sampai bagian dadanya.
“Uhuk... Uhuk...” Qian Zu terbatuk dengan darah yang terus keluar dari mulutnya, kemudia dia roboh sebelum akhirnya mati dengan luka menganga yang sangat mengerikan.
Setelah membunuh Qian Zu, Wakil Jenderal yang sama sekali tidak mengalami luka setelah pertempurannya dengan Qian Zu, dia mulai menyerang sisa prajurit Kekaisaran Cahaya, dan hanya dengan satu kali pukulan dia berhasil mengalahkan prajurit Kekaisaran Cahaya yang tertimpa sial karena menjadi lawannya.
Setelab seluruh Jenderal dan prajurit Kekaisaran Cahaya di tempat itu mati, kedua Wakil Jenderal memimpin empat puluh ribu prajurit melakukan serangan langsung ke istana Kekaisaran Chaya.
Menggunakan teknik teleportasi hanya dalam satu kedipan mata mereka semua telah sampai di istana Kekaisaran Chaya, dan langsung saja mereka membunuh siapapun yang memiliki hubungan dengan Kekaisaran Cahaya.
Prajurit, pelayan, maupun anggota keluarga Kekaisaran, semua tidak ada yang selamat dari pembantain prajurit Kekaisaran Petir yang dipimpin dua Wakil Jenderal Kekaisaran.
Pejabat tinggi Kekaisaran yang hanya memiliki kekuatan sebatas tingkat Dewa, tentu mereka bukan lawan sepadan dua Jenderal Kekaisaran Petir yang saat ini sedang menyerang istana Kekaisaran Cahaya.
“Kenapa kalian tiba-tiba menyerang istana Kekaisaran Chaya?” tanya pria tua yang sudah ribuan tahun bekerja sebagai pelayan Qian Zu.
“Aku hanya melakukan apa yang pantas di terima Kekaisaran Cahaya akibat dari apa yang dilakukan Kaisar Kalian!” balas Wakil Jenderal Kekaisaran Petir sambil mulai menghancurkan satu demi satu bangunan istana Kekaisaran Cahaya.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.