Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Mengunjungi Kediaman Keluarga Lin


__ADS_3

Lin Feng ingin pergi ke kediaman keluarga Lin yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat kedua, sebelum ia melanjutkan perjalanan langsung menuju Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat.


Kebetulan Lin Luyao juga ingin pergi ke kediaman keluarga Lin yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat kedua karena dia ingin pamit pada Tetua Agung, yang merupakan teman baik ayahnya.


“Saudara, kalau aku boleh tahu, apa yang ingin saudara lakukan di kediaman keluarga Lin?” tanya Lin Luyao dengan rasa penasarannya.


“Aku memiliki sumberdaya lebih yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan mereka yang masih tertahan di tingkat Kaisar Dewa Surgawi, dan rencananya aku ingin memberikan sumberdaya itu pada Tetua Agung,” kata Lin Feng menjawab pertanyaan Lin Luyao.


Lin Luyao menganggukkan kepala dan dia semakin mengagumi sosok Lin Feng. “Aku yang lama tinggal di kediaman utama keluarga Lin saja tidak pernah terpikir membagi apa yang aku miliki dengan orang lain, tapi saudara yang tak pernah merasakan kehidupan di kediaman utama dan dimanjakan berbagai sumberdaya, saudara justru ingin membagikan sumberdaya pada mereka, yang sebenarnya bukan tanggungjawab saudara memberikan sumberdaya pada mereka,” ungkapnya.


Lin Luyao merasa malu mengetahui apa yang ingin dilakukan Lin Feng. Sejak kecil dirinya senantiasa dimanja dengan tersedianya semua yang dibutuhkannya untuk meningkatkan kekuatan. Meski apa yang diberikan padanya sangat berlebih, tapi ia tak pernah berpikir untuk membagi miliknya dengan orang lain.


Dibandingkan kehidupan yang dialami Lin Feng yang harus terpisah dengan kedua orangtuanya sejak kecil, kehidupannya jauh lebih baik. ‘Jika saudara Lin Feng bisa berbagi dengan orang lain, kenapa aku tidak bisa melakukannya? Benar, mulai hari ini aku tidak boleh menyia-nyiakan apa yang aku miliki! Jika ada yang tidak berguna untukku tapi masih berguna untuk yang lainnya, aku bisa memberikan semua itu pada mereka yang membutuhkannya,’ katanya membatin.


“Saudari, apa Paman saat ini ada di kediaman utama keluarga Lin?” tanya Lin Feng.


“Ayah saat ini berada di bawah pengawasan nenek di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat,” jawab Lin Luyao.


“Kebetulan aku memiliki beberapa urusan di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat. Jadi, kita bisa pergi bersama-sama ke tempat itu,” ungkap Lin Feng membuat Lin Luyao segera mengarahkan pandangan padanya.


“Apa saudara tidak ingin menemui nenek dan seseorang yang ingin aku pertemukan dengan saudara?” tanya Lin Luyao merasa tujuan utama Lin Feng pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat bukan untuk menemui anggota keluarganya.


“Aku pasti menemui mereka, tapi ada yang terlebih dahulu harus aku selesaikan sebelum bertemu dengan mereka, dan itu berhubungan dengan istriku,” kata Lin Feng dan dia sedikit memberi penjelasan pada Lin Luyao tentang keberadaan keluarga Lin Hua di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat.


“Kalau seperti itu, sudah seharusnya saudara lebih dulu menyelesaikan masalah dengan orangtua saudari Lin Hua,” balas Lin Luyao.

__ADS_1


Lin Feng mengangguk lalu berkata, “Akan tetapi, entah kenapa aku merasa keluarga Lin akan terlibat dengan tujuan pertamaku mengunjungi Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat.”


Mendengarnya, tiba-tiba saja kerutan muncul di kening Lin Luyao , “Saudara, siapa sebenarnya keluarga saudari Lin Hua?” tanyanya penasaran.


“Aku tidak tahu pasti siapa keluarganya, tapi satu yang aku tahu dia berasal dari keluarga Jiang dan ayahnya bernama Jiang Bo, kepala keluarga Jiang yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Agung Bintang 9, dan ada yang mengatakan padaku kalau keluarga Jiang adalah salah satu keluarga yang memiliki hubungan baik dengan keluarga Suci Guo.”


“Permaisuri Jiang Bo sendiri adalah wanita yang berasal dari keluarga Suci Guo, tepatnya putri tetua pertama keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat,” lanjutnya berkata.


Lin Feng mengetahui semua itu dari Jiang Yi yang mengungkap identitas aslinya di keluarga besar Lin Hua. Jiang Yi dan empat orang lainnya adalah anak angkat Jiang Bo, tapi mereka selama ini diperlakukan seperti pelayan oleh Guo Mu, istri Jiang Bo.


“Kalau melibatkan keluarga Suci Guo, mau tidak mau saudara pasti melibatkan keluarga Lin, dan sepertinya saudara akan dipersulit untuk mendapatkan restu dari ayah saudari Lin Hua mengingat hubungan orang itu dengan keluarga Suci Guo,” ungkap Lin Luyao.


Meski Lin Luyao mengatakan seperti itu tapi Lin Feng memiliki penilaian tersendiri tentang Jiang Bo. Dari Jiang Yi dia tahu Jiang Bo terpaksa menjalin hubungan baik dengan keluarga Suci Guo untuk melindungi keluarganya, bagaimana juga keluarga Jiang terlalu lemah untuk terlibat masalah dengan keluarga Suci Guo.


Hanya dengan mengirim salah satu anggota keluarga Suci Guo yang telah mencapai tingkat Dewa Semesta, hanya dengannya seorang diri melenyapkan keluarga Jiang bukan sesuatu yang sulit, dan karena itu Jiang Bo memilih menjalin hubungan baik dengan keluarga Suci Guo, daripada ia menyeret keluarga Jiang ke dasar jurang kehancuran.


“Saudara tidak perlu sungkan untuk melibatkan keluarga Lin karena bagaimanapun juga saudara adalah Tuan Muda keluarga Lin, sedangkan keluarga Suci Guo adalah mereka yang selama ini selalu memancing masalah dengan keluarga Lin,” ungkap Lin Luyao yang dari raut wajahnya dia sama sekali tidak menyukai keberadaan keluarga Suci Guo.


‘Keluarga Suci Guo ini, sepertinya aku harus segera membereskan mereka sebelum perang besar datang, dan keberadaan mereka justru nantinya dapat menjadi musuh dalam selimut!’ kata Lin Feng membatin.


“Kalau memang diperlukan, aku tidak akan ragu melibatkan keluarga Lin dalam permasalahanku,” kata Lin Feng dan setelahnya tak ada pembicaraan diantara mereka. Semua orang hanya berfokus pada jalan, dan saat terangnya cahaya bulan mulai menggantikan panasnya cahaya matahari mereka akhirnya sampai di kediaman keluarga Lin.


“Tunjukkan identitas kalian dan jelaskan pada kami untuk apa kalian membawa begitu banyak orang mengunjungi kediaman keluarga Lin?” tanya prajurit penjaga gerbang kediaman keluarga Lin.


Lin Luyao melangkah maju menunjukkan lencana emas miliknya sambil berkata, “Aku ingin bertemu dengan Tetua Agung dan mereka semua adalah saudara serta saudariku.”

__ADS_1


Melihat prajurit masih ragu-ragu, Lin Feng akhirnya menunjukkan lencana emas miliknya sambil menunjukkan kilatan berwarna ungu keemasan yang menyelimuti lencana miliknya.


Empat prajurit yang berjaga segera berlutut setelah melihat apa yang ditunjukkan Lin Feng, dan mereka merasa bersalah karena sudah menghalangi mereka yang lebih terhormat dibandingkan Tetua Agung keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kedua.


“Tuan Muda, Putri, maafkan kami yang tidak mengenali keberadaan kalian,” kata salah satu prajurit masih berlutut dengan kepala tertunduk.


"Kalian melakukan tugas dengan sangat baik, tapi untuk sekarang sebaiknya kalian segera bangkit dan antarkan kami bertemu dengan Tetua Agung!” kata Lin Feng membuat ke-empat prajurit buru-buru bangkit, dan salah satu dari mereka mengantarkan rombongan Lin Feng ke tempat Tetua Agung.


Memasuki kediaman keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kedua, Lin Feng merasa tempat itu sedikit lebih baik dari yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Terus melangkah mengikuti prajurit yang menunjukkan jalan, Lin Feng melihat seseorang tidak asing berlari ke arahnya. Meski masih samar, ia tahu orang yang berlari ke arahnya adalah Lin Yuan yang sempat bertemu dengannya saat terjadi perang dengan kelompok pemilii elemen kegelapan.


“Akhirnya Tuan Muda memiliki waktu mengunjungi kediaman ini,” kata Lin Yuan sambil menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.


Lin Feng membalas senyumannya lalu berkata, “Aku baru kembali dari lembah siluman dan baru hari ini ada kesempatan mengunjungi kediaman keluarga Lin.”


“Itu, apa Tuan Muda berhasil mengalahkan siluman kuat yang ada di tempat itu?” tanya Lin Yuan yang tidak menyadari keberadaan Lin Sang dan dua orang lainnya, yang meski tipis aura siluman merembes keluar dari tubuh mereka.


Seharusnya tidak sulit bagi Lin Yuan mengetahui kalau ketiganya adalah siluman dengan merasakan aura tipis yang keluar dari tubuh mereka, tapi karena fokusnya saat ini hanya tertuju pada Lin Feng, ia tidak menyadari aura mereka.


“Saudara, aku tidak mengalahkan mereka, tapi mereka saat ini telah menjadi pengikutku dan rela melakukan apapun untuk melindungiku.” Lin Feng memperkenalkan Lin Cang dan dua orang lainnya pada Lin Yuan, dan barulah sekarang Lin Yuan tahu kalau ada tiga sosok siluman kuat berdiri di belakang Lin Feng.


“Tuan Muda, kamu memang luar biasa,” kata Lin Yuan semakin mengagumi Lin Feng setelah melihatnya berhasil menjadikan tiga siluman kuat sebagai pengikutnya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2