Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Masalah Di Ibukota


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setelah berlalunya malam dimana petir dewa menunjukkan wujudnya, Lin Feng dan Yin Hua memutuskan untuk kembali ke istana Kekaisaran Petit. Kepergian keduanya diantar langsung oleh seluruh penduduk Kota Seribu Petir yang sangat senang karena dapat bertemu dengan sosok Kaisar mereka.


Selain senang karena dapat bertemu langsung Kaisar mereka, penduduk Kota Seribu Petir juga sangat berterimakasih pada Kaisar mereka yang membuat seluruh penduduk kota terbebas dari rasa sakit, dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.


Diantar sampai luar gerbang kota, sosok Lin Feng dan Yin Hua menghilang setelah melambaikan tangan pada penduduk kota yang mengantarkan kepergian mereka.


“Pantas saja Yang Mulia Kaisar, dan Yang Mulia Permaisuri tidak membutuhkan kereta naga untuk melakukan perjalanan, ternyata mereka dapat bergerak secepat kilat.”


“Melihat Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri, aku yakin Kekaisaran Petir akan segera kembali ke era kejayaan, dan tak lagi ada yang meremehkan kita sebagai rakyat Kekaisaran Petir.”


“Aku sekarang merasa sangat beruntung karena selalu menolak keinginan Kekaisaran Angin yang menginginkan kota kita bergabung dengan mereka. Kota Seribu Petir selamanya adalah bagian dari Kekaisaran Petir.”


Penduduk Kota Seribu Petir sangat mengagumi sosok Lin Feng, termasuk Gubernur yang menjadi penguasa di Kota Seribu Petir.


Sementara itu, tanpa ada yang tahu Lin Feng dan Yin Hua telah sampai di Kota Petir Abadi, Kota besar yang merupakan Ibukota Kekaisaran Petir. Keduanya telah berada di pusat kota, menikmati keramaian yang belum bisa mereka jumpai saat berada di Kota Seribu Petir.


“Kota ini jauh lebih menarik dibandingkan Kota Seribu Petir. Meskipun di kota itu terdapat fenomena Petir Dewa, tapi tanpa adanya keramaian kota itu hanya akan menji kota yang membosankan,” kata Yin Hua membandingkan Kota Petir Abadi dengan Kota Seribu Petir.


“Setiap kota memiliki kelebihan sendiri dan juga memiliki kelemahan. Hua er, kamu memang menyukai keramaian di kota ini, tapi orang lain belum tentu menyukainya. Terkadang ada saja orang yang lebih menyukai ketenangan dibandingkan keramaian,” ungkap Lin Feng.


“Feng gege benar, tapi keramaian tetaplah menyenangkan dibandingkan kota sepi,” ujar Yin Hua.


Lin Feng tersenyum lembut di bibirnya mendengar itu, tapi tak lama senyumnya luntur saat melihat keberadaan pria seumuran dengannya menghadang jalannya. Pria itu tidak sendirian, melainkan ada lima prajurit Kekaisaran yang berjalan di belakangnya.


Penduduk ibukota ramai menyingkir dari jalan dengan kepala tertunduk saat melihat pria yang kini berdiri lima langkah di depan Lin Feng dan Yin Hua.


“Kalian berlima cepat singkirkan sampah itu dari hadapanku dan bawa kemari wanita yang bersamanya!” kata pria di depan Lin Feng, yang menganggap Lin Feng adalah sampah, dikarena dia tidak bisa merasakan aura kekuatan Lin Feng.


Kelima prajurit menuruti perintah pria itu, tapi mereka berhenti melangkah saat mendengar suara Lin Feng.

__ADS_1


“Bukannya kalian prajurit Kekaisaran hanya menerima perintah dari Kaisar dan orang-orang kepercayaannya, lalu kenapa kalian menuruti perintah pria itu?” Lin Feng menunjuk pria yang sejak tadi terus menatap Yin Hua tanpa berkedip.


“Mereka memang prajurit Kekaisaran, tapi sebagai salah satu putra petinggi Kekaisaran, aku sangat berhak memerintah mereka bahkan Kaisar sekalipun tidak bisa menghentikan mereka begitu menerima perintah dariku,” kata pria mengaku sebagai putra salah satu petinggi Kekaisaran.


Lin Feng mengerutkan keningnya mendengar itu sedangkan Yin Hua, dia sudah tidak sabar mencongkel mata pria yang terus menatapnya, tapi dia hanya akan melakukan itu setelah mendapat izin dari Lin Feng.


“Kalian kenapa masih berhenti di situ? Cepat singkirkan pria itu dan bawa wanita itu kemari, atau kepala kalian yang akan aku kirim kembali ke keluarga kalian!” teriak pria yang sudah tidak sabar melihat keindahan tubuh Yin Hua dari jarak dekat.


Kelima prajurit kembali berjalan, tapi tiba-tiba mereka kembali berhenti satu langkah di depan Lin Feng dan Yin Hua. Bukan karena mendengar perkataan Lin Feng, kelima prajurit berhenti karena tekanan aura kuat yang membuat mereka tidak bisa bergerak, dan tekanan itu berasal dari pria di depan mereka yang tak lain adalah Lin Feng.


Disaat kelima prajurit tak lagi bergerak, dengan santainya Lin Feng melangkah maju memberi tamparan satu persatu pada kelima prajurit yang langsung saja pingsan setelah terkena tamparannya.


Melihat itu, banyak penduduk ibukota yang senang dengan apa yang dilakukan Lin Feng, tapi mereka juga merasa kasihan karena Lin Feng telah berani menyinggung salah satu putra petinggi Kekaisaran.


Menyinggung keluarga petinggi Kekaisaran adalah kejahatan besar. Siapapun yang melakukan itu bisa dianggap sebagai pengkhianat, dan akan dihukum mati di hadapan Kaisar.


“Seharusnya dia tahu siapa yang sedang dihadapi. Apa yang dia lakukan memang benar, tapi kalau dia masih ingin melihat hari esok, seharusnya dia segera bersujud dan mengikhlaskan wanitanya.”


“Nasi sudah menjadi bubur. Setelah dia berani menyerang prajurit Kekaisaran, meskipun dia bersujud, itu tidak akan membuat dia terhindar dari kematian.”


Lin Feng sendiri hanya bisa menggelengkan kepala, saat tak sedikit orang yang mencaci tindakannya. Mengabaikan itu, dia terus melangkah maju dan baru berhenti satu langkah di depan pria yang masih terlihat arogan, meskipun tidak ada lagi prajurit yang melindunginya.


"Apa kamu merasa hebat setelah memukul mereka?” tanya pria itu.


“Aku mau lihat, apa kamu masih bisa sok hebat saat orang-orang Kekaisaran datang ke tempat ini untuk menangkap seorang pengkhianat Kekaisaran!” Menggunakan alat komunikasi berbentuk kristal bulat berwarna biru, pria itu menghubungi Ayahnya, dan mengatakan apa yang tengah dia alami.


Tentu dia sedikit menambahkan bumbu kebohongan untuk menambah amarah Ayahnya, dan setelah mengatakan semuanya serta mendengar Ayahnya segera datang. Dia menunjukkan senyum remeh di hadapan Lin Feng dan menyimpan kembali alat yang dia gunakan untuk berkomunikasi jarak jauh.


Lin Feng sengaja membiarkan pria di depannya melakukan apa yang dia inginkan karena dia ingin melihat siapa Ayah dari pria itu.


Sementara itu di istana Kekaisaran, Yan Guo yang sedang memimpin rapat dikejutkan dengan perkataan Menteri Keadilan.


“Tuan, putra hamba mengatakan ada pengkhianat Kekaisaran sedang membuat kekacauan di pusat ibukota, bahkan dia sudah membunuh enam prajurit Kekaisaran.”

__ADS_1


Mendengar itu Yan Guo segera bangkit. "Zhang Jian, antarkan aku ke tempat anakmu!” katanya tegas.


“Baik Tuan,” kata Zhang Jian, Menteri Keadilan Kekaisaran Petir, yang langsung saja pergi mengantarkan Yan Guo ke tempat putranya.


“Apa anakmu mengatakan seberapa kuat kekuatan orang itu?” tanya Yan Guo yang mulai mengkhawatirkan keselamatan penduduk ibukota Kekaisaran.


“Dia tidak mengatakan seberapa kuat orang itu,” jawab Zhang Jian.


“Putra hamba cuma mengatakan kalau orang itu berhasil membunuh enam prajurit Kekaisaran hanya dengan sebuah tamparan,” lanjutnya.


Mendengar itu Yan Guo merasa kalau orang yang dimaksud putra Zhang Jian cukup kuat, dan karena itu dia meminta Zhang Jian menambah kecepatan supaya lebih cepat sampai ke tempat putranya.


...----------------...


Suasana menjadi tegang saat semua penduduk kota di pusat kota menunggu siapa yang dipanggil putra Menteri Keadilan untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya dia sendirilah yang memulainya.


Tak lama suasana semakin menegangkan saat penduduk ibukota di tempat itu melihat siapa sosok yang datang bersama Zhang Jian. Bukan sosok Jenderal seperti biasanya, melainkan yang datang kali ini adalah Yan Guo, sosok orang yang paling dipercayai Kaisar Kekaisaran Petir.


Penduduk ibukota segera berlutut saat melihat kedatangan Yan Guo, tapi tak lama mereka kembali berdiri mendengar Yan Guo menyuruh mereka bangkit.


Pria yang semula berdiri di hadapan Lin Feng, segera saja dia menghampiri Ayahnya dan Yan Guo, lalu dia berkata, “Tuan Yan Guo, orang itulah yang telah mengkhianati Kekaisaran, dan membunuh lima prajurit yang mencoba melindungi hamba.” Putra Menteri Keadilan menunjuk Lin Feng.


Yan Guo melihat siapa yang ditunjuk Putra Zhang Jian, tapi bukannya marah dan langsung memberi hukuman. Di hadapan semua orang Yan Guo justru berlari menghampiri sosok yang di tunjuk Putra Zhang Jian, bahkan dia mengabaikan pandangan aneh orang-orang yang di tujukan padanya.


“Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri, kenapa kalian tidak langsung kembali ke istana?” tanya Yan Guo begitu berada di hadapan Lin Feng dan Yin Hua.


Lin Feng hanya tersenyum tipis mendengar itu, begitu juga dengan Yin Hua yang tersenyum tipis di balik cadarnya.


Semua penduduk ibukota yang mendengar perkataan Yan Guo mereka segera bersujud, dikarenakan mereka saat ini tahu, kalau sosok di depan mereka adalah Kaisar Kekaisaran Petir dan Permaisuri Kekaisaran.


Sedangkan Zhang Jian, dia menatap tajam penuh amarah pada putranya, yang tubuhnya tak berhenti gemetaran, dan keringat dingin membanjiri tubuhnya.


Pria itu telah salah menyinggung orang, dan kali ini Ayahnya sendiri pasti tidak akan melepaskannya dari hukuman berat.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2