Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Tak Sedikitpun Menahan Kekuatan


__ADS_3

Lin Yuzhou yang tersinggung dengan perkataan Lin Feng, ia mengeluarkan aura tekanan Dewa Semesta Bintang 9. Jelas ia ingin menekan Lin Feng dengan kekuatannya, tapi apa yang ia inginkan tidak terwujud karena Lin Feng masih berdiri tegak di tempatnya, dan sama sekali tidak terlihat kalau ia sedang dalam keadaan tertekan.


Lin Feng memang tak tertekan, tapi ia cukup terganggu dengan aura Lin Yuzhou yang ditujukan padanya. Ingin membebaskan diri dari tekanan Lin Yuzhou, dengan kedua mata terbuka ia mengirim aura tekanan yang menyertakan aura Dewa Perang, membuat Lin Yuzhou tak bisa bergerak dari tempatnya.


“Tekanan ini berasal darinya, dan lebih kuat dari apa yang bisa aku lakukan,” gumamnya pelan sambil ia mencoba membebaskan diri dari tekanan, yang membuatnya kesulitan bergerak. Namun seberapa besar usahanya, sulit baginya terbebas dari tekanan kekuatan Lin Feng.


“Bagaimana, apa kamu sekarang masih berpikir dapat membunuhku?” tanya Lin Feng pada Lin Yuzhou yang masih kesulitan menggerakkan tubuhnya.


“Kau pasti menggunakan artefak untuk mengeluarkan tekanan sebesar ini!” kata Lin Yuzhou dengan suara lantang, membuat Lin Feng tersenyum kecil.


“Artefak? Kenapa juga aku harus menggunakan artefak untuk memberi tekanan padamu, sedangkan hanya dengan kekuatan yang aku miliki, aku bisa melakukan semua itu?” ujar Lin Feng tenang, membuat Lin Yuzhou menggertakkan giginya dan semakin marah.


Dia sangat marah karena untuk pertama kalinya ada yang sanggup memberi tekanan padanya, dan lagi itu dilakukan oleh cucunya sendiri yang jelas jauh lebih muda darinya. Bahkan, dari semua anaknya tak satupun dari mereka sanggup memberi tekanan padanya.


Lin Wugoi yang berada di sebelah Lin Yuzhou, ia tahu kalau tuannya itu saat ini sedang dalam keadaan tertekan, dan tekanan itu berasal dari Lin Feng. Mengetahui itu, ia tidak berani sembarangan menyerang karena bisa saja lawan yang akan ia hadapi jauh lebih kuat darinya.


Jadi lebih baik sekarang ia mengamati situasi sambil menunggu ada atau tidaknya perintah dari tuannya. Jika tuannya ingin ia menyerang Lin Feng, jelas ia akan melakukannya meski kecil kemungkinan dapat mengalahkan pria itu, tapi jika tuannya memerintahkan mundur, ia merasa itu adalah pilihan terbaik untuk saat ini.


“Putramu memang luar biasa, bahkan ia berhasil membuat ayah tertekan,” kata Lin Junda pada Bing Hualing, dan saat ini mereka mengamati situasi dari kejauhan.


Kekuatan Lin Feng memang sangat luar biasa, Bing Hualing sebagai ibunya, jelas ia mengakui seberapa besar kekuatan yang dimiliki putranya. Namun ia benar-benar tidak menyangka kalau Lin Feng mampu memberi tekanan pada Lin Yuzhou, yang ia ketahui sebagai salah satu sosok terkuat di Alam Semesta.


Mungkin dengan kekuatan Lin Feng saat ini, ia bisa membawa kembali suaminya yang sebenarnya belum mati, melainkan saat ini berada di tangan musuh tapi ia tidak tahu dimana keberadaan suaminya.

__ADS_1


“Apa menurutmu kita perlu menghentikan mereka? Semua itu jika diteruskan pasti keadaan di tempat ini akan semakin buruk,” kata Lin Junda, tidak ingin pertarungan antara Lin Feng dan ayahnya di tempat yang dihuni banyak orang.


Melihat Bing Hualing mengangguk, Lin Junda pergi ke tempat Lin Feng dan Lin Yuzhou, dan ia bermaksud mencegah terjadinya pertempuran antara keduanya.


“Keponakanku, bagaimana kalau semuanya cukup di sini! Biarkan kakekmu pergi kembali ke tempatnya!” kata Lin Junda pada Lin Feng.


“Kalau dia ingin kembali ke tempat asalnya, aku tidak akan menghalanginya,” kata Lin Feng santai dan ia sedikit mengurangi tekanan pada Lin Yuzhou.


“Lin Junda, kau tidak perlu ikut campur urusanku dengannya, dan sebaiknya kau segera pergi dari tempat ini! Melihat wajahmu benar-benar membuatku muak!” teriak Lin Yuzhou tidak menyukai keberadaan Lin Junda, bahkan dengan tegas ia mengusirnya.


“Hah, orang tua ini tidak tahu kalau apa yang aku lakukan ini demi kebaikannya, dan untuk melindungi orang-orang tidak bersalah yang bisa saja menjadi korban dari pertempuran mereka,” gumam Lin Junda sangat pelan, dan saking pelannya hanya ia sendiri yang dapat mendengar gumamannya.


“Kalau Paman Lin Junda tidak boleh ikut campur, lalu apa yang kamu inginkan? Apa kamu menginginkan pertarungan denganku?” ujar Lin Feng melihat kearah Lin Yuzhou.


Sebagai penguasa keluarga Lin sekaligus salah satu sosok terkuat di Alam Semesta, ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan siapapun, dan ia akan senantiasa membuktikan kalau dirinya tidaklah lemah.


Dengan mata Dewa nya, Lin Feng tahu apa saja yang dimiliki Lin Yuzhou, dan semua itu tidak membuatnya gentar. Dia justru penasaran dengan hasil akhir jika ia bertarung dengan Lin Yuzhou.


“Apa kamu sendiri yakin kalau hanya sebatas ini kekuatanku?” tanya Lin Feng pada Lin Yuzhou.


“Sekalipun kamu masih memiliki kekuatan tersembunyi, percaya atau tidak aku tetap akan keluar sebagai pemenang jika kita melanjutkan semua ini,” kata Lin Yuzhou percaya diri.


“Kalau begitu, daripada banyak bicara tanpa bukti, kapanpun kami ingin, segera tunjukkan semua yang kamu miliki padaku, supaya aku dapat menunjukkan padamu apa itu yang dinamakan kekuatan!” Lin Feng mengajukan tantangan terbuka di hadapan Lin Yuzhou.

__ADS_1


“Bagaimana, apa kamu ingin memulainya atau memilih pergi dari tempat ini?” ujar Lin Feng.


“Kenapa juga aku harus merendahkan diri melawan bocah sepertimu? Lin Wugoi, lawan dan bunuh cucu tidak berguna itu untukku!” bukannya maju menyerang Lin Feng, ia justru memberi perintah pada Lin Wugoi.


“Pengecut! Bukannya melawanku dengan seluruh kekuatan yang kamu miliki, kamu justru menyuruh orang lain melawanku. Cih... Orang sepertimu tak layak dianggap sebagai salah satu sosok terkuat di Alam Semesta, bahkan kamu jauh dari kata layak untuk menjadi lawanku!” Lin Feng menyindir Lin Yuzhou yang memilih memberi perintah pada bawahannya.


Lin Yuzhou terdiam mendengar semua itu. Pengecut? baru kali ini ada yang berani mengatainya sebagai pengecut, dan saat ini orang itu masih hidup serta berdiri tegak di hadapannya. “Kali ini kau benar-benar telah berhasil memancing kemarahanku! Jangan panggil aku Lin Yuzhou sang penguasa keluarga Lin jika aku tidak berhasil membunuhmu!” teriaknya dengan suara lantang.


“Tenang saja, setelah pertarungan kita, tak akan ada lagi yang memanggilmu penguasa keluarga Lin karena dalam pertempuran ini aku pastikan aku akan merebut posisi itu untuk ayahku!” teriak Lin Feng, dan ia sama sekali tidak gentar menghadapi Lin Yuzhou.


“Kau berani mengatakan itu! Aku pasti membunuhmu!” Tak lagi memberi perintah pada Lin Wugoi, Lin Yuzhou kali ini maju seorang diri menyerang Lin Feng. Aura ganas meledak dari tubuhnya, menekan Lin Feng yang masih saja berdiri tenang di tempatnya. Meski yang ia hadapi adalah sosok kuat yang sedikit lebih kuat darinya, Lin Feng masih memiliki keyakinan dapat mengalahkannya.


“Apa kamu pikir kekuatanmu itu cukup untuk mengalahkanku? Kemati dan akan aku tunjukkan padamu apa itu yang dinamakan kekuatan!” kata Lin Feng bersama dengan ledakan aura kuat serta mengerikan, bahkan jauh lebih mengerikan dibandingkan aura Lin Yuzhou.


Siluet Dewa Perang yang begitu agung muncul di belakang Lin Feng, menghalau aura Lin Yuzhou yang mencoba memberi tekanan pada Lin Feng.


“Ya Dewa Pencipta, bukannya itu sosok Dewa Perang? Sosok Dewa yang konon kekuatannya hampir menyaingi kekuatan Dewa Pencipta,” kata Lin Junda terkejut melihat sosok agung yang berdiri di belakang Lin Feng.


Bukan hanya Lin Junda yang terkejut, Lin Yuzhou yang mencoba menyerang Lin Feng, ia juga terkejut dengan kemunculan sosok agung yang saat ini berdiri tepat di belakang Lin Feng dengan ukuran menjulang tinggi.


“Kamu ingin melihat dan merasakan apa itu yang dinamakan kekuatan, maka dengan senang hati aku akan menunjukkan semua itu padamu!” kata Lin Feng yang tak sedikitpun menahan kekuatan miliknya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2