Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Para Penguasa Saling Berhadap-Hadapan


__ADS_3

Ratusan ribu prajurit dibelakang Zang Tongzhi dapat merasakan sepuluh ribu prajurit di pihak musuh, yang kekuatannya telah mencapai ranah Setengah Penguasa tingkat rendah.


Kekuatan mereka sangatlah kuat, tak sebanding dengan mereka meski dalam jumlah, mereka jauh lebih unggul dibandingkan jumlah prajurit musuh.


“Tuan, kekuatan musuh sangatlah kuat, dan saya hanya berhasil menyelamatkan sedikit prajurit dari peperangan di sisi lain.” Zang Mo datang dengan tubuh dipenuhi luka, dan dari jutaan prajurit yang ikut pergi dengannya dia hanya berhasil membawa lima ratusan ribu prajurit kembali bersamanya.


Tidak banyak yang dapat diselamatkan Zang Mo, tapi nasibnya jauh lebih baik dari apa yang dialami Zang Huai dan seluruh prajuritnya.


Zang Mo dan prajuritnya dihadapkan pada Xiong Hu dan yang lainnya, serta jutaan prajurit alam semesta. Sejak awal dimulainya peperangan Zang Mo sudah kewalahan, dan pada akhirnya dia hanya bisa pergi meninggalkan medan perangnya.


Dalam peperangan yang sudah berakhir, Zang Mo kehilangan dua wakilnya, dan dia juga kehilangan lebih dari satu juta prajurit. Semua mati di medan perang, yang kekuatan musuh sangatlah mendominasi kekuatan di medan perang.


Zang Mo segera bergeser ke sebelah Zang Tongzhi, dan mengarahkan pandangannya pada musuh di depan sana.


“Cepat pulihkan keadaanmu karena perang yang sesungguhnya baru akan dimulai!” perkataan tegas Zang Tongzhi pada Zang Mo.


Zang Mo segera menelan pil yang dapat memulihkan seluruh luka di tubuhnya, dan hanya butuh sepuluh tarikan napas keadaannya sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.


“Zang Mo dan kalian semua yang memiliki kekuatan setara, segera maju pimpin prajurit menyerang musuh!” teriak Zang Tongzhi memberi perintah.


Zang Mo dan beberapa sosok yang kekuatannya setara atau sedikit lebih lemah, mereka segera memimpin seluruh prajurit alam kegelapan maju menyerang musuh. Tak ada rasa takut yang di rasakan prajurit alam kegelapan, dikarenakan kekuatan gelap telah memakan kesadaran mereka.


Mereka semua maju menyerang musuh, dan dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki, mereka mencoba mengirim banyak musuh menuju alam kematian.


“Lin Jia, bagaimana kalau kamu memimpin prajurit Dewa menyerang mereka? Bukannya mereka bagus untuk dijadikan teman meregangkan otot?” kata Lin Feng.


“Dengan senang hati aku akan memimpin prajurit Dewa berperang melawan mereka!” ungkap Lin Jia, dan langsung saja dia melesat maju memimpin seluruh prajurit Dewa menyambut musuh yang datang.


Meski dengan jumlah jauh lebih sedikit, aura mendominasi prajurit Dewa dan juga Lin Hua, aura mereka mampu menekan balik aura Zang Mo dan yang lainnya, serta aura prajurit alam kegelapan.


“Aku sudah lama tidak terlibat peperangan, atau aku memang tidak pernah terlibat dalam perang setelah diciptakan oleh tuan?” kata Lin Jia yang bingung dengan pikirannya sendiri, tapi dia tak sedikitpun lengah.

__ADS_1


Lin Jia mengeluarkan pedang berwarna biru yang merupakan senjata pusaka tingkat pusaka, dan sekali dia mengayunkan pedang puluhan prajurit alam kegelapan mati di tangannya. Hal serupa juga dilakukan prajurit Dewa begitu mereka berhadap-hadapan dengan musuh.


“Jangan beri pengampunan! Bunuh mereka semua!” teriak Lin Jia bersama dengan kedatangan seluruh bawahan dan bintang kontrak Lin Feng yang ikut dalam peperangan.


“Kau sebelumnya berhasil lari, tapi tidak dengan sekarang! Kau pasti mati di tanganku!” teriak Xiong Hu melihat keberadaan Zang Mo, dan langsung dia menyerangnya.


Zang Mo tahu kali ini tak ada jalan mundur untuknya, oleh karena itu dia akan mempertaruhkan hidupnya untuk memenangkan peperangan.


Zang Mo penuh semangat menghadapi Xiong Hu. Semangat yang dia tunjukkan berhasil membuat prajurit alam kegelapan juga kembali mendapatkan semangat mereka, dan meski tahu musuh kuat mereka tak sedikitpun gentar menghadapinya.


Zang Tongzhi sendiri yang melihat prajurinya terus berkembang, dia tak tinggal diam membiarkan semakin banyak dari mereka yang mati. Membuat segel tangan, dia membuat portal yang menghubungkan alam kegelapan dengan daratan kehampaan.


“Aku tidak menduga harus melakukan ini, tapi demi kemenangan aku akan menggunakan semua yang dimiliki alam kegelapan!”


Begitu portal terbentuk sempurna, prajurit alam kegelapan terus bermunculan dari dalam portal.


Bukan ribuan, puluhan ribu, atau ratusan ribu, tapi jumlah mereka ada jutaan dan jumlah itu terus saja bertambah seolah tak ada habisnya.


“Mereka hanya unggul dalam jumlah, tapi soal kekuatan kita sama sekali tidak kalah, bahkan kita saat ini unggul jauh dari mereka!”


“Putraku, apa perlu aku meminta bantuan prajurit cadangan?” tanya Lin Mofeng.


Lin Feng menggelengkan kepalanya pelan. “Untuk saat ini belum saatnya kita mengerahkan prajurit cadangan, tapi jika jumlah musuh semakin banyak dan kita mulai kewalahan, saat itulah kita harus mengerahkan kekuatan prajurit cadangan!”


Semua orang yang telah berkumpul di satu tempat mereka segera maju menyerang musuh yang terus saja berdatangan, dan jumlah mereka saat ini tak kurang dari sepuluh juta prajurit.


Sedangkan Lin Feng dan Lin Hua, tiba-tiba keduanya menghilang, tak ada yang tahu kemana mereka pergi, tapi keberadaan mereka tak terlihat di medan peperangan yang saat ini sedang terjadi peperangan besar antara prajurit alam semesta dan prajurit alam kegelapan.


“Aku kehilangan mereka!” gumam Zang Tongzhi yang tiba-tiba saja kehilangan jejak keberadaan dua sosok kuat yang diwaspadainya.


Zang Tongzhi mencoba mencari keberadaan dua musuh yang diwaspadainya di tengah-tengah medan perang, tapi dia tak melihat keberadaan keduanya, atau merasakan aura keberadaan mereka.

__ADS_1


“Apa kamu sedang mencari kami?” tanya Lin Feng yang tiba-tiba saja dia dan juga Lin Hua telah berada di dekat Zang Tongzhi, hanya ada jarak belasan langkah yang memisahkan mereka.


“Aku memang mencari keberadaan kalian dan aku sempat berpikir kalian kabur setelah melihat seluruh kekuatan yang aku miliki! Akan tetapi kalian justru datang padaku untuk menyerahkan diri!” ucap Zang Tongzhi.


“Sepertinya kamu salah sangka. Kami datang bukan untuk menyerahkan diri, tapi kami datang untuk mengakhiri hidupmu!” kata Lin Feng sambil menunjukkan seringaian tipis di wajahnya.


“Mengakhiri hidupku? Apa kalian pikir mampu melakukan itu?” tanya Zang Tongzhi, dan aura kuat tiba-tiba saja meledak dari tubuhnya.


Ledakan aura Zang Tongzhi membuat bergetar seluruh tempat di padang kehampaan, bahkan getaran terasa sampai ke alam sembilan surga, alam Dewa, serta alam langit.


Orang-orang yang memiliki kepekaan tinggi di ketiga alam yang masih bagian dari alam semesta, mereka tahu kalau saat ini sedang terjadi peperangan besar, tapi tak tahu dimana terjadinya peperangan itu.


“Kekuatan sosok penguasa sejati memang kuat dan mengagumkan, tapi apa kau pikir hanya kau yang memiliki kekuatan penguasa sejati? Sayangnya aku juga memiliki kekuatan setara denganmu!” Bukan Lin Feng yang berkata melainkan Lin Hua, dan langsung saja dia mengeluarkan aura kekuatan setara dengan kekuatan Zang Tongzhi.


“Apa? Bagaimana mungkin kau juga seorang penguasa sejati?” teriak Zang Tongzhi sulit menerima keberadaan kekuatan Lin Hua.


“Hukum hasrat telah memilihku sebagai pemiliknya, dan itu membuatku berhasil menerobos ranah Penguasa. Sekarang aku akan menjadi lawanmu!” Tak ada ketakutan di mata Lin Hua, dan dia ingin menguji kekuatannya dengan melawan musuh terkuat.


“Hukum Hasrat? Sial, kenapa juga aku melupakannya!”


Zang Tongzhi tahu pria tak jauh darinya merupakan sosok penguasa alam semesta, tapi dia tak menyangka jika terdapat dua sosok penguasa di alam semesta dan keduanya saat ini berada di hadapannya.


“Sekalipun kalian berdua, aku tak akan gentar menghadapi kalian. Dengan Hukum Kekacauan yang aku kuasai, bagiku tidak akan sulit mengalahkan kalian berdua!” Dengan hukum kekacauan, Zang Tongzhi dapat mengacaukan ruang dan waktu di sekitarnya. Namun dia membutuhkan banyak Qi untuk melakukan semua itu, sedangkan keberadaan Qi di padang kehampaan sangatlah minim.


“Siapa juga yang ingin keroyok melawanmu? Hua’er, kamu lawan dia! Jika kamu tak sanggup biar aku yang mengalahkannya.”


Dengan hukum penciptaan yang dikuasainya dan kekuatan besar Sang Pencipta yang telah kembali padanya, mengalahkan Zang Tongzhi saat ini hanya membutuhkan sedikit usahanya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2