
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“Saudara Hu, saudara Zho, serahkan orang itu padaku!” kata Lin Wucin pada Xing Hu dan Huang Zho.
“Baiklah, orang itu kami serahkan pada saudara, dan serahkan pembebasan kepala keluarga Lin pada kami!” balas Xiong Hu.
Lin Wucin kemudian melesat maju ke tempat pria yang terus mengeluarkan aura kekuatan tingkat Dewa Langit Bintang 8.
Sedangkan Xiong Hu dan Huang Zho, keduanya bergegas mencari keberadaan Lin Dan dan Lin Zan, kedua kepala keluarga Lin. Lin Cun sebelumnya sudah memberitahu mereka ciri-ciri Lin Dan dan Lin Zan, mengikuti ciri-ciri itu, keduanya mencoba mencari keberadaan mereka.
“Apa tujuanmu datang ke tempatku?” tanya Zo Gang, pemilik aura tingkat Dewa Langit Bintang 8 begitu dia bertemu Lin Wucin.
“Tujuanku? Selain untuk membebaskan kedua kepala keluarga Lin, tujuanku ke tempat ini adalah untuk melenyapkan orang sepertimu!” balas Lin Wucin dengan senyuman terlihat di wajahnya.
“Ingin melenyapkan diriku? Banyak orang yang mencoba melakukan itu padaku, tapi pada akhirnya merekalah yang lenyap dari hadapanku.” Selesai berkata, Zo Gang langsung melesat maju menyerang Lin Wucin.
“Sangat lambat! Aku heran, seberapa lemah lawanmu selama ini sampai mereka tidak bisa melenyapkan orang lemah sepertimu?” ujar Lin Wucin sambil menghindari setiap serangan yang dilakukan Zo Gang.
“Cih, aku masih main-main, kalau aku serius, kau pasti cepat mati!” teriak Zo Gang semakin mempercepat serangannya.
Lin Wucin menggelengkan kepala. “Masih sama saja, lambat dan lemah.” Bukan hal sulit untuk Lin Wucin menghindari semua serangan Zo Gang.
Dengan perbedaan tingkat kekuatan yang begitu mencolok, sebuah kemustahilan Zo Gang dapat mendaratkan serangan ke arah tubuh Lin Wucin.
Setelah menyerang menggunakan tangan kosong dan tidak membuahkan hasil, Zo Gang mengeluarkan pedang besar dari cincin penyimpanan miliknya, kemudia dia kembali melesat maju menyerang Lin Wucin.
“Seni tarung, Pedang Api Membelah Langit...” Zo Gang mengayunkan pedang yang diselimuti Qi api ke arah Lin Wucin.
“Seni tarung tingkat rendahan tidak mungkin dapat melukaiku.” Hanya dengan dua jarinya, Lin Wucin menghentikan pergerakan pedang Zo Gang.
__ADS_1
“Krak...” Suara retakan terdengar saat Lin Wucin mematahkan pedang besar Zo Gang hanya dengan kedua jarinya.
Zo Gang membuka lebar kedua matanya melihat betapa mudahnya Lin Wucin mematahkan pedang miliknya yang telah terselimuti api membara. Senja tingkat Raja patah hanya dengan cengkraman dua jari, dari situ Zo Gang tahu kalau lawannya kali ini lebih kuat darinya.
Namun, dia tidak begitu saja menyerah dan mengakui kekalahannya. Dia memilih tetap melawan sampai tubuhnya tak lagi dapat digerakkan.
“Aku tidak menyangka ternyata kamu sangat kuat, tapi aku tidak takut menghadapimu, dan aku pasti memberikan kepalamu pada kepala keluarga Zo!” Zo Gang membuang pedang patahnya, kudian dia menyerang menggunakan tangan kosong.
Meskipun dirinya sendiri tahu kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan lawannya, Zo Gang terus menyerang walau pada akhirnya dirinya sendiri yang harus terluka akibat serangan balasan yang dilakukan Lin Wucin. Serangan balasan Lin Wucin sangat kuat, membuat Zo Gang terpental dan memuntahkan seteguk darah.
“Aku sudah cukup menemanimu bermain-main. Sudah saatnya aku mengakhiri pertempuran ini!”
Sosok Lin Wucin tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, tapi tak lama dia muncul di hadapan Zo Gang, kemudian tanpa rasa ampun dia menghujani tubuh pria itu dengan rindu bertubi-tubi.
Zo Gang sama sekali tidak memiliki kesempatan menghindar. Pada akhirnya dia hanya bisa menahan rasa sakit yang teramat menyakitkan saat Lin Wucin terus mendaratkan pukulan ke tubuhnya.
Kalau saja kekuatan Zo Gang hanya seorang kultivator di bawah tingkat Dewa Langit, sudah dipastikan dia mati hanya dengan satu kali pukulan yang dilakukan Lin Wucin. Akan tetapi, meskipun saat ini dia masih bertahan, tapi dengan pukulan yang terus menerus ditujukan padanya, tak lama lagi kematian akan mendatanginya.
“Hm, bertarung dengan orang lemah memang tidak menarik,” gunam Lin Wucin sambil membersihkan darah Zo Gang yang melumuri tangannya.
Setelah tangannya kembali bersih, Lin Wucin segera mencari keberadaan Xiong Hu dan Huang Zho. Namun, belum juga melangkah pergi terlalu jauh dari mayat Zo Gang, dia melihat Xiong Hu dan Huang Zo sedang menyeret dua orang ke arahnya. Selain itu, ada dua pria tua yang terlihat berjalan tepat di belakang keduanya.
Dari ciri-ciri yang terlihat, Lin Wucin yakin dua pria tua itu adalah pemimpin keluarga Lin yang ditangkap dan dipenjarakan oleh orang-orang dari keluarga Zo.
Melihat keadaan keduanya yang cukup memprihatinkan dengan banyaknya noda darah di pakaian yang mereka dikenakan, Lin Wucin yakin jika mereka mengalami banyak siksaan saat mendekam di dalam ruang penjara.
“Saudara Hu, saudara Zho, apa dua orang ini yang dimaksudkan oleh saudara Cun?” Lin Wucin menatap dua pria yang diseret secara kasar oleh Xiong Hu dan Huang Zho.
“Mereka adalah orangnya, dan kami akan memberikan mereka pada saudara Cun,” kata Xiong Hu.
"Saudara Cun pasti senang dengan hadiah yang kalian berikan.” Lin Wucin kemudian meninggalkan dua pria yang diseret Xiong Hu dan Huang Zho, dan sekarang dia melihat keadaan Lin Dan serta Lin Zan.
__ADS_1
“Semuanya hanya luka luar, dan tidak ada yang mengancam keselamatan kedua kepala keluarga,” gumam Lin Wucin setelah memastikan keadaan Lin Dan dan Lin Zan.
“Saudara Wucin, bagaimana dengan tahanan lainnya, apa perlu kita juga membebaskan mereka?” tanya Huang Zho pada Lin Wucin.
Lin Wucin melihat orang-orang di dalam ruangan penjara yang dari auranr jelas kalau mereka bukan bukanlah penjahat yang memang pantas berada di dalam penjara.
“Mereka bukanlah sekumpulan penjahat, mereka semua adalah orang-orang yang sengaja di tangkap oleh keluarga Lin untuk dijual sebagai budak,” kata Lin Dan.
“Entah aku berhak atau tidak memberi saran pada kalian, tapi kalau kalian ingin mendengar saran dariku, lebih baik kita membebaskan mereka, dan membawa mereka semua ke kediaman keluarga Lin,” ujar Lin Zan.
Lin Wucin, Xiong Hu dan Huang Zo hanya mengangguk mendengar itu, tapi karena Xiong Hu dan Huang Zo sedang membawa dua orang yang ingin mereka serahkan pada Lin Cun, pada akhirnya hanya Lin Wucin yang bergerak membebaskan para tahanan.
Dalam sekejap mata seluruh ruang penjara telah kosong karena semua tahanan berhamburan keluar dan bersama-sama dengan rombongan dari keluarga Lin mereka keluar meninggalkan penjara milik keluarga Zo.
"Akhirnya kalian kembali. Aku sangat khawatir kerena kalian pergi cukup lama,” kata Lin Cun menyambut kembalinya Lin Wucin dan yang lainnya.
Senyum terlihat di wajahnya melihat Lin Wucin dan yang lainnya kembali dalam keadaan selamat, dan berhasil membebaskan kedua kepala keluarga Lin dari penjara milik keluarga Zo. Akan tetapi, senyum Lin Cun tiba-tiba luntur saat melihat dua orang dalam keadaan babak belur yang dilemparkan Xiong Hu dan Huang Zho padanya.
“Saudara Cun, ini ada sedikit hadiah dari kami, dan kamu bebas melakukan apapun pada mereka,” kata Xiong Hu setelah melempar pria yang dia seret keluar dari dalam bangunan penjara.
“Krakk...” Lin Cun langsung membunuh pria yang dilemparkan Huang Zho dengan cara mematahkan lehernya, hal yang sama juga dia lakukan pada pria yang dilemparkan Xiong Hu.
Setelah kematian keduanya, senyum puas terlihat di wajah Lin Cun, tapi apa yang dilakukan Lin Cun membuat takut orang-orang yang baru saja keluar dari penjara milik keluarga Zo.
Walaupun takut, tapi mereka masih bisa bernapas lega karena setidaknya, tak satupun dari mereka yang pernah bersinggungan dengan keluarga Lin.
Setelah kematian kedua pria yang diseret Xiong Hu dan Huang Zho dari dalam penjara, dengan menggunakan teknik teleportasi yang dimiliki Xiong Hu dan Huang Zho. Secara bergantian mereka dipindahkan langsung ke kediaman keluarga Lin.
Butuh waktu selama beberapa menit untuk memindahkan semua orang ke kediaman keluarga Lin, dan begitu semua orang telah berpindah ke kediaman keluarga suasana penjara milik keluarga Zo benar-benar sunyi. Tak terlihat sedikitpun kehidupan di tempat itu selain belasan mayat yang tergeletak di berbagai tempat.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.