
“Keponakanku, musuh ada begitu banyak dan kamu hanya mengirim mereka. Apa mereka mampu mengalahkan musuh yang jelas jauh lebih banyak jumlahnya?” kata Lin Huang pada Lin Feng.
“Paman, jumlah musuh memang banyak tapi hanya dengan jumlah belum tentu dapat mengalahkan mereka. Lagipula kekuatan mereka sendiri sudah jauh melampaui kekuatan Paman.”
Kekuatan para bawahan dan binatang kontrak Lin Feng saat ini telah mencapai ranah Setengah Penguasa tingkat puncak, dua tingkat di atas Lin Huang maupun Guo Ouyang yang masih berada di ranah Setengah Penguasa tingkat rendah.
“Meski di sisi musuh ada satu sosok yang kekuatannya telah mencapai ranah Setengah Penguasa tingkat rendah, dan jumlah prajurit yang datang bersamanya ada puluhan ribu. Lin Wucin, Xiong Hu, serta yang lainnya, bagi mereka tak akan sulit mengalahkan seluruh musuh.”
Lin Huang maupun Guo Ouyang belum sepenuhnya percaya perkataan Lin Feng sebelum mereka secara langsung melihat kebenaran dari perkataannya.
Semua orang kini mengarahkan pandangan ke arah Lin Wucin, Xiong Hu dan yang lainnya, yang saat ini melesat maju menyerang musuh. Dari jumlah mereka memang kalah, tapi aura kekuatan mereka sangatlah mendominasi.
“Boom... Boom... Boom...” Suara ledakan terus-menerus terdengar saat pertarungan di langit mulai terjadi. Meski kalah dalam jumlah, dengan kekuatan yang mereka miliki, Lin Wucin, Xiong Hu dan yang lainnya, mereka berhasil mengurangi jumlah prajurit alam kegelapan dengan sangat mudah.
“Mereka benar-benar kuat, jauh lebih kuat dari kita. Hanya dengan sekali serang, puluhan prajurit alam langsung musnah tak berbekas!” kata Guo Ouyang pada Lin Huang setelah dia melihat secara langsung bagaimana para bawahan serta para binatang kontrak Lin Feng melawan kekuatan musuh.
“Jumlah memang tidak selamanya menentukan hasil dari sebuah pertempuran. Dengan jumlah jauh lebih sedikit dari musuh, mereka tak terlihat kesulitan menghadapi musuh, bahkan mendominasi jalannya pertempuran,” ungkap Lin Huang kagum dengan kekuatan Lin Wucin, Xiong Hu, dan yang lainnya.
“Apa sekarang kalian percaya padaku kalau mereka dapat memenangkan peperangan ini?” tanya Lin Feng pada Guo Ouyang dan Lin Huang yang berada di dekatnya.
Keduanya tak lagi ada alasan untuk tidak percaya dengan perkataan Lin Feng, dan bersamaan mereka mengangguk mempercayai perkataan Lin Feng.
Sementara itu, peperangan di langit sudah menelan banyak korban dari prajurit alam kegelapan, sedangkan bawahan maupun binatang kontrak Lin Feng, mereka semua masih dalam keadaan baik-baik saja.
Satu-satunya pemimpin prajurit alam kegelapan yang tersisa setelah dua rekannya mati bersama kedua Dewa Agung, cukup dengan melihat dia tahu kekalahan sudah ada di depan mata, dan mundur bukan sesuatu yang ingin dia lakukan. Bertarung sampai mati, itulah yang ingin dia lakukan, dan dia melakukannya tanpa rasa takut.
“Jika harus mati, aku tidak akan mati sebagai pengecut, tapi aku akan mati penuh dengan kebanggaan!” Bergerak melesat maju, dia menyerang Lin Wucin yang berada tak jauh dari tempatnya.
“Aku sempat meremehkan kekuatan kalian semua setelah kematian kedua Dewa Agung, tapi ternyata alam semesta ini menyimpan begitu banyak kejutan. Pada kenyataannya, kalian semua lebih kuat dari mereka yang menamakan diri sebagai sosok Dewa Agung!”
Lin Wucin yang mendengar itu dan melihat musuh cukup kuat datang mendekat, dengan tenang dia menyiapkan diri menghadapi musuhnya.
__ADS_1
“Dia kuat, tapi belum terlalu kuat untuk membuatku serius menghadapinya,” gumamnya.
“Bang...“ Pedang di tangan Lin Wucin berbenturan dengan pedang musuhnya, tapi setelah benturan terjadi dia masih berdiri tegak di tempatnya, sedangkan musuhnya terpental mundur beberapa langkah.
“Kamu terlalu lemah untuk menjadi lawanku!”
Tak tinggal diam melihat musuhnya yang sudah terluka, Lin Wucin melesat maju, dan kini gilirannya melakukan serangan.
“Bang... Bang... Bang...” Lin Wucin terus mengayunkan pedang di tangannya, tapi berkali-kali musuhnya berhasil menahan serangannya, meski berdampak buruk pada tubuhnya.
Serangan Lin Wucin sangatlah kuat. Meski berhasil menahan serangan itu dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya, tetap saja serangan Lin Wucin memberi dampak sangat buruk padanya.
Luka yang dialaminya semakin parah, dan kedua tangannya mulai sulit digunakan mengayunkan pedang menahan serangan Lin Wucin. Tak ada rasa sakit di kedua tangannya, tapi dia merasa semakin sulit merasakan keberadaan dua tangan, meski jelas dia melihat kedua tangannya masih utuh.
Kekalahan jelas akan segera dia rasakan, tapi sebelum itu terjadi dia ingin menggunakan seluruh kekuatan yang tersisa untuk memberi perlawanan terakhir pada Lin Wucin.
“Sisa kekuatanku memang tidak cukup jika aku ingin membunuhmu, tapi setidaknya dengan ini aku akan memberikan luka yang tak akan pernah hilang di sisa hidupmu!”
“Wung...” Aura kegelapan yang begitu kelam menyelimuti tubuh pemimpin prajurit alam kegelapan, membuat langit dan daratan padang kehampaan sedikit mengalami goncangan.
Banyak prajurit di sisi Lin Feng yang kekuatannya berada dibawah tingkat Dewa Semesta, tubuh mereka bergetar karena merasakan aura sosok pemimpin prajurit alam kegelapan. Bukan bergetar karena ketakutan, tapi tubuh mereka bergetar karena semangat ingin segera mengalahkan seluruh musuh.
“Sangat kuat, dan aku bisa saja kalah seandainya kekuatanku setara denganmu.”
“Namun sayangnya aku sedikit lebih kuat darimu, dan aku tidak ingin jelas tidak bisa kau kalahkan!” Lin Wucin menggenggam erat pedang di tangannya, dan aura kuat meledak dari tubuhnya.
Kekuatan elemen petir muncul di sekelilingnya, membuat penampilannya terlihat sangat mengerikan bagi siapapun yang menjadi musuhnya.
Akan tetapi, bagi mereka yang berada di sisi yang sama dengannya, mereka sangat mengagumi kekuatannya, dan yakin kalau dirinya dapat mengalahkan pemimpin prajurit alam kegelapan.
“Mari kita selesaikan ini dengan cepat!” Lin Wucin berteriak, dan langsung melesat maju menyerang musuh.
__ADS_1
Kilatan petir muncul mengiringi setiap langkah yang dia ambil. Sementara di sisi musuhnya, kekuatan kegelapan meluap keluar dari tubuhnya, membuat penampilannya terlihat selayaknya monster yang sedang mengamuk.
“Swush... Swush... Boom...” Benturan dua kekuatan besar terjadi, menciptakan gelombang kuat yang menyapu area sekitar mereka.
Tak hanya sekali. Benturan dua kekuatan terus-menerus terjadi, membuat yang lainnya memilih menjauhi pertarungan mereka. Lin Feng sendiri menciptakan array pelindung untuk melindungi prajuritnya dari gelombang kuat yang muncul akibat pertarungan mereka.
“Lumayan kau masih bisa bertahan sejauh ini. Aku mau lihat apa kamu masih bisa bertahan setelah ini!” Lin Wucin meningkatkan kekuatannya, dan maju menyerang.
“Kali ini aku tidak akan bisa bertahan!” gumamnya pelan.
Dia dapat merasakan peningkatan kekuatan Lin Wucin dan jelas kekuatan itu bukan sesuatu yang dapat dilawannnya. Dia hanya bisa bertahan total, meski pada akhirnya kematian tetap akan menghampirinya.
“Swush... Boom... Boom...” Serangan pertama Lin Wucin masih dapat ditahan musuhnya, tapi serangan keduanya sama sekali tidak bisa ditahan.
Tubuh pemimpin prajurit alam kegelapan terbelah menjadi dua bagian oleh pedang Lin Wucin, tapi tak lama kilatan petir menyambar merubah tubuhnya menjadi abu.
“Pertempuran pembuka, kamulah pemenangnya,” kata Lin Wucin dan dia pergi menghampiri Lin Feng.
Xiong Hu dan yang lainnya juga telah mengalahkan prajurit alam kegelapan, dan kemenangan kali ini tanpa ada korban jiwa dari orang-orang alam semesta.
Lin Feng menyambut kedatangan mereka dengan senyum lebar dan memberi mereka waktu untuk beristirahat. “Pertempuran selanjutnya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Sebaiknya kita membangun perkemahan tak jauh dari tempat ini!” kata Lin Feng pada semua orang, dan dia juga menjelaskan kapan kekuatan utama musuh bakal datang.
Ribuan prajurit segera membangun tenda, dan tak lama perkemahan besar segera terlihat. Banyak prajurit yang kelelahan setelah melakukan perjalanan, mereka bergegas beristirahat, dan prajurit yang tidak merasa lelah mereka mendapat giliran pertama melakukan penjagaan.
Lin Feng sendiri dengan didampingi Lin Hua dan Lin Jia, mereka tidak pergi ke tenda, dan memilih tetap melayang di langit menantikan kedatangan musuh.
Di padang kehampaan suasana siang maupun malam terasa sama saja, sepi, sunyi, dan hening. Bahkan jutaan prajurit tak sedikitpun membuat suara gaduh karena mereka semua fokus meningkatkan kekuatan.
“Tak lama lagi dia datang, dan pertempuran hidup dan mati akan dimulai. Hidup atau mati, aku pasti mengalahkannya dan membawa kemenangan serta kedamaian untuk alam semesta yang aku tinggali!” kata Lin Feng.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.