
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“Bocah, kau memang kuat, tapi jangan pernah berpikir dapat membunuh putraku.” Ling Jun, Ayah Ling Yuan yang sebelumnya sedang dalam latihan tertutup, tiba-tiba saja dia muncul di hadapan Ling Yuan.
“Wung...”Aura tingkat Kaisar Dewa Bintang 6 meluap keluar dari dalam tubuhnya.
Seluruh aura yang dikeluarkannya, semua ditujukan untuk menekan dan membut jatuh Lin Feng, tapi apa yang dilihat Ling Jun tidak seperti harapannya.
Jangankan jatuh, Lin Feng masih terlihat biasa-biasa saja, bahkan dia terlihat begitu tenang berdiri di tempatnya. “Bocah ini, artefak apa yang digunakannya untuk melawan aura yang aku keluarkan?” Ling Jun bergumam dengan suara sangat pelan.
“Awalnya aku hanya ingin mencongkel kedua mata putramu, tapi karena kamu datang untuk membela dia yang salah bahkan kamu langsung mengarahkan serangan kepadaku, tidak ada sesuatu yang pantas aku berikan pada kalian selain kematian!”
“Wung...” Aura yang jauh lebih kuat dibandingkan aura Ling Jun meluap keluar dari tubuh Lin Feng, aura itu membuat seluruh musuhnya berkeringat dingin dan ketakutan karena sekarang mereka tahu seberapa kuat sosok Kaisar Kekaisaran Petir.
Hanya dengan merasakan aura nya saja mereka sudah kesulitan bergerak, tapi mereka sekarang harus berhadapan dengan orang sekuat itu. Kematian, itulah kini yang terlihat jelas di depan kedua mata mereka.
“Melihat banyaknya semut yang masih hidup benar-benar merusak pemandangan.”
“Wung...” Aura yang jauh lebih kuat dari sebelumnya meluap keluar dari tubuh Lin Feng saat dia mengeluarkan aura Dewa Perang.
Aura yang kali ini dia keluarkan bukan hanya memberi tekanan pada musuh, tapi bagi musuh yang kekuatan jiwanya jauh lebih lemah dibandingkan Lin Feng, bisa dipastikan orang itu langsung mati begitu terkena tekanan aura Dewa Perang.
Satu persatu musuh yang kekuatan jiwanya lemah jatuh tersungkur sambil memuntahkan darah, dan tak lama mereka semua bertemu dengan ajalnya. Bukan hanya puluhan atau ribuan, tapi ratusan ribu orang seketika mati begitu Lin Feng mengeluarkan aura Dewa Perang.
Bahkan, keempat musuhnya yang berada di tingkat Kaisar termasuk Ling Jun, semu merasa kalau jiwa mereka sedikit terluka hanya dengan merasakan aura yang dikeluarkan Lin Feng.
“Kalian yang masih dapat bergerak bantu aku untuk mengalahkannya!” Ling Jun melesat maju menyerang Lin Feng. Ling Yuan dan Leluhur Kekaisaran Api yang masih dapat bergerak, keduanya segera membantu Ling Jun menyerang Lin Feng.
“Kalian bertiga terlalu meremehkanku! Apa kalian pikir dengan bersama-sama menyerang itu sudah cukup untuk mengalahkanku?” Lin Feng menyeringai.
__ADS_1
“Karena kalian datang bersamaan, sebaiknya kalian juga bersama-sama pergi ke alam kematian!”
“Seni tarung, Tinju Naga Kematian.” Mengalirkan seperempat Qi yang dimilikinya ke genggaman tangannya, kemudia sambil melakukan gerakan mundur Lin Feng memukul kekosongan di depannya.
“Rooaarrr...” Siluet kepala Naga berwarna hitam dengan aura kematian yang begitu kental muncul dari kekosongan di depan Lin Feng, kemudian dengan kecepatan tinggi melesat ke arah Ling Jun, Ling Yuan, dan Leluhur Kekaisaran Api.
“Ini sangat buruk! Aku tidak yakin dapat menahannya.” Ling Jun yang tidak sempat menghindar, dia memasang perisai untuk menahan serangan Lin Feng.
Lin Feng hanya tersenyum sinis melihat perisai Ling Jun, “Kalian sudah ditakdirkan mati di tanganku!”
“BOOM...” Siluet kepala Naga yang bahkan tubuhnya belum terlihat sepenuhnya menghantam dan menghancurkan perisai Ling Jun.
Tidak berhenti sampai di situ. Dengan mulut terbuka, siluet kepala Naga itu seolah menelan Ling Jun dan dua orang lainnya ke dalam mulutnya.
“BOOM... BOOM... BOOM...” Siluet Naga yang kini bentuknya sudah terlihat sepenuhnya terus melesat, memusnahkan apapun yang berada di depannya, termasuk Patriak sekte Naga Langit dan Patriak sekte Phoenix Api.
Mereka semua yang berada di jalur serangan Lin Feng musnah tak bersisa. Jika pukulan dan tamparan biasa yang dilakukan Lin Feng meninggalkan jejak kabut darah, Tinju Naga Kematian hanya meninggalkan keheningan.
Tak ada musuh yang tersisa. Semua musnah tanpa jejak, seolah keberadaan mereka tidak pernah ada.
“Xiong Hu, Huang Zho, pergilah ke Kekaisaran Angin dan lakukan seperti apa yang kalian lakukan di Kekaisaran Api! Paman, Bibi dan kalian semua, musnahkan musuh yang datang ke tempat ini!” Lin Feng memberi perintah tegas pada orang-orangnya, kemudian dia dan Yin Hua secara tiba-tiba sudah berada di atas istana Kekaisaran Langit.
Hanya dengan mengibaskan tangannya Lin Feng berhasil menghancurkan perisai pelindung istana langit yang terbuat dari berbagai susunan array. Begitu perisai hancur, tanpa membuang-buang waktu Lin Feng begitu saja menghancurkan istana langit beserta seluruh penghuninya.
“Ini adalah bayaran untuk apa yang pernah dilakukan Kaisar kalian pada kedua orangtuaku!”
“Merasa dirinya sosok paling baik, tapi nyatanya semua yang ada pada dirinya bahkan tidak lebih baik dibandingkan sosok iblis.”
Setelah menghancurkan istana langit yang merupakan istana Kekaisaran Langit, Lin Feng dan Yin Hua pergi ke sekte Naga Langit untuk memusnahkan keberadaan sekte itu. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan mereka, dari balik reruntuhan istana langit muncul sosok pria tua, yang berhasil selamat dari reruntuhan istana langit.
“Kaisar bodoh itu sepertinya sudah menemui ajalnya. Dengan begini tugasku di tempat ini sudah selesai, dan aku bisa kembali ke Alam Dewa untuk memberi laporan pada Tuan.” Sosok pria tua yang selama ini menjadi penasihat Ling Yuan menghilang dari tempatnya hanya dalam satu kedipan mata.
__ADS_1
“Boom... Boom... Boom...” Seluruh bangunan sekte Naga Langit rata dengan tanah, bersama seluruh murid dan para tetua yang berjaga di wilayah sekte.
“Apa semua sudah selesai?” tanya Yin Hua yang senantiasa berada di dekat Lin Feng, melihat bagaimana Lin Feng meratakan istana langit dan sekte Naga Langit.
Lin Feng menganggukkan kepala. “Setelah ini tidak akan ada yang memiliki keberanian meremehkan kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Petir.”
Setelah kabar Kekaisaran Petir berhasil menghancurkan tiga Kekaisaran dan dua sekte besar tersebar ke seluruh Alam Langit. Hanya orang-orang bodoh yang berani meremehkan kekuatan Kekaisaran Petir.
Setelah puas melihat kehancuran sekte Naga Langit, Lin Feng dan Yin Hua kembali ke Kekaisaran Petir. Kembalinya mereka di Kekaisaran Petir, kedatangan mereka disambut pertempuran yang terjadi antara prajurit Kekaisaran Petir melawan prajurit Kekaisaran Langit yang dibantu murid sekte Naga Langit.
Meskipun kalah dalam jumlah, prajurit Kekaisaran Petir berhasil mendominasi jalannya pertempuran karena mereka unggul dalam kekuatan. Di bawah kepemimpinan Yan Guo dan Yan Ning, mereka berubah menjadi mesin pembunuh yang sangat mengerikan.
“Paman, Bibi, dan prajurit Kekaisaran Petir adalah sekumpulan orang berdarah dingin. Mereka semua membunuh musuh tanpa berkedip, dan dengan bangga tersenyum setelah berhasil mengakhiri hidup musuhnya,” ujar Lin Feng yang kali ini hanya menjadi penonton.
“Bukannya Feng'gege sama dengan mereka?” kata Yin Hua sambil menarik lengan Lin Feng kemudian dia memeluknya.
“Terkadang kita perlu menunjukkan pada musuh kalau kita adalah makhluk buas yang siap menerkam dan mencabik-cabik tubuh mereka,” balas Lin Feng sambil menunjukkan senyuman lembut pada Yin Hua.
Yin Hua membalas senyuman Lin Feng, dan setelahnya mereka kembali fokus melihat pertempuran yang tak lama lagi dapat dimenangkan prajurit Kekaisaran Petir dibawah kepemimpinan Yan Guo dan Yan Ning.
Sementara itu Xiao Lan dan ketiga saudarinya yang mengantarkan Shui Mei ke Kekaisaran Air, mereka telah sampai di hadapan Shui Kai dan langsung saja mereka menyerahkan Shui Mei padanya.
Setelah menyerahkan Shui Mei pada ayahnya Xiao Lan dan ketiga saudarinya bermaksud langsung pergi meninggalkan istana Kekaisaran Air, tapi belum juga mereka menggunakan teknik teleportasi, Shui Kai menahan mereka menggunakan aura kekuatan puncak Raja Dewa Bintang 4.
“Kaisar Shui Kai, apa yang kamu lakukan? Apa kamu ingin menjadi musuh Kekaisaran Petir dan bernasib sama seperti Kekaisaran Api?” tanya Xiao Lan dengan nada suara datar dan dingin.
“Setidaknya kalian harus memberi kompensasi pada putriku karena kalian telah membuat dia terpisah dari suaminya!” teriak Shui Kai.
“Kompensasi? Bukannya dia sudah mendapatkannya? Hidupnya adalah kompensasi yang diberikan Tuan kami untuknya, kalau ingin, bukan hal sulit untuk Tuan kami mengakhiri hidup putrimu!” Xiao Lan menjentikkan jarinya, dan tekanan aura yang sangat kuat membuat Shui Kai jatuh tersungkur dengan seteguk darah termuntahkan dari mulutnya.
“Itu sedikit balasan dariku, tapi kalau kamu masih menuntut kompensasi, nyawamu sendiri yang akan menjadi kompensasi untuk putrimu,” kata Xiao Lan dan setelahnya dia bersama tiga saudarinya menghilang dari hadapan Shui Kai.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.