Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Mendapatkan Warisan Leluhur Keluarga Long


__ADS_3

Long Sheng membawa Lin Feng ke sebuah ruangan, yang berada di bawah istana megah miliknya. Berada di dalam ruangan dengan penerangan seadanya, Lin Feng tak kesulitan melihat apa yang ada di sekitarnya.


Lin Feng dan Lin Jia terus mengikuti Long Sheng dan Long Nushi yang berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Tak lama, mereka menghentikan langkah kaki begitu sampai di ujung ruangan, yang mana di ujung ruangan terdapat dua pedang yang tertancap di sebuah batu berwarna hitam.


“Kedua pedang itu adalah warisan leluhur keluarga Long, dan hanya pasangan terpilih yang dapat mengambil pedang itu. Jika kalian bukan pasangan suami istri, bisa dipastikan warisan itu bukan untuk kalian,” kata Long Sheng pada Lin Feng dan Lin Jia.


“Kami memang bukan pasangan suami istri, tapi kebetulan aku bisa memanggil istriku ke tempat ini,” kata Lin Feng, lalu ia mengirim pesan telepati pada Lin Hua di Alam Kehidupan, dan tak lama muncul portal yang membawa Lin Hua keluar dari Alam Kehidupan.


Mata Long Sheng dan Long Nushi seketika tertuju pada sosok Lin Hua yang muncul dari sebuah portal, melihat sosok Lin Hua dengan sebagian wajah tertutup cadar, membuat keduanya sulit mengalihkan pandangan dari Lin Hua.


Keduanya terpesona dengan penampilan Lin Hua, bahkan Long Nushi yang memiliki kecantikan di atas rata-rata, ia tak bisa menghindar dari pesona yang dimiliki Lin Hua.


“Gege, apa pedang itu yang dimaksud warisan leluhur keluarga Long?” tanya Lin Hua yang sudah berdiri di sebelah Lin Feng dan memandang dua pedang, yang tertancap di batu hitam.


Lin Feng menganggukkan kepala dan berkata, “Keduanya bukan sekedar pedang, dan keduanya tercipta memang untuk sepasang suami istri. Pedang kecil itu sangat cocok untukmu, sedangkan pedang satunya, aku merasa pedang itu memiliki kecocokan dengan pedang elemen milikku.”


“Pedang itu memang cocok untukku, tapi bagaimana kita harus mengambilnya? Apa hanya dengan menarik pedang itu dari batu, aku dapat memiliki pedang itu?” tanya Lin Hua penasaran dengan cara mendapatkan pedang, yang merupakan warisan dari leluhur keluarga Long.


Lin Feng mengarahkan pandangan pada Long Sheng lalu ia berkata, “Kakek, bagaimana aku harus mengambil pedang itu? Apa cukup menariknya dan pedang itu bisa menjadi milikku?”


"Kalian memang hanya perlu menarik pedang itu dari batu, dan jika berhasil kalian akan menjadi pemilik pedang itu. Akan tetapi jika gagal, pedang itu akan menarik satu tingkat kekuatan yang kalian miliki.” Long Sheng mengatakan cara mengambil pedang, dan resiko yang akan diterima jika gagal mencabut pedang dari batu.


“Kehilangan satu tingkat kekuatan memang cukup merugikan, tapi aku bisa bertaruh pada keberuntungan yang kita miliki, dan semoga saja keberuntungan memihak kepada kita!” ungkap Lin Feng dan bersama dengan Lin Hua, ia melangkah berdiri di sisi pedang, warisan leluhur keluarga Long.

__ADS_1


“Kalau kalian yakin ingin melakukannya, silahkan kalian melakukannya. Akan tetapi jika kalian gagal, jangan menyalahkan aku atas kegagalan kalian,” kata Long Sheng lalu ia dan Long Nushi pergi menjaga jarak dari Lin Feng dan Lin Hua.


Sedangkan Lin Jia, ia masih saja berdiri tegak di tempatnya, melihat apa yang akan terjadi pada Lin Feng dan Lin Hua.


“Pedang itu pasti menjadi milik mereka karena sejak awal pedang itu memang tercipta khusus untuk mereka,” gumam lirih Lin Jia dan ia tersenyum.


Lin Feng dan Lin Hua yang sudah menghadap dua pedang warisan leluhur keluarga Long, keduanya bersiap menarik pedang di hadapan mereka. “Hua’er, kalau kamu ragu, biar aku saja yang mencoba mencabut pedang ini! Kalaupun gagal, setidaknya hanya aku yang kehilangan kekuatan,” kata Lin Feng.


Lin Hua menggelengkan kepalanya dan begitu saja ia memegang pedang di hadapannya. “Gege, aku yakin dapat menatik pedang ini dan memilikinya. Jadi, bagaimana kalau kita bersama-sama menariknya?” ujarnya.


Melihat keyakinan dalam sorot mata Lin Hua, Lin Feng menganggukkan kepala dan mulai memegang erat pedang di hadapannya. Sebelum mencoba menarik pedang di tangannya, Lin Feng memandang Lin Hua. Melihat Lin Hua mengangguk, bersamaan mereka menarik pedang di tangan mereka yang tertancap di baru.


Hanya dengan satu kali tarikan napas Lin Feng dan Lin Hua berhasil menarik pedang di tangan mereka dari batu, keduanya merasakan kekuatan besar mengalir dari pedang di tangan mereka, dan kekuatan itu mengalir ke tubuh mereka.


“Boom... Boom...” Suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Lin Feng dan Lin Hua yang baru saja mendapatkan terobosan. Lin Feng menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 7, sedangkan Lin Hua langsung menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 5.


Siluet Phoenix api tiba-tiba saja muncul dari tubuh Lin Hua, menatap Long Sheng dan Long Nushi yang sudah ketakutan melihat sosok Phoenix api, yang mereka kenal sebagai sosok kuat, melampaui kekuatan yang dimiliki ras naga.


Jika sosok siluet Phoenix api yang keluar dari tubuh Lin Hua sudah membuat keduanya ketakutan, tubuh keduanya seketika lemas dan jatuh berlutut saat mereka melihat siluet sosok Dewa Perang keluar dari tubuh Lin Feng.


Meski jarang yang mengenali sosok Dewa Perang, tapi berbeda dengan ras naga yang sejak dulu merupakan pelayan Dewa Perang. Melihat siluet yang keluar dari tubuh Lin Feng dan Lin Hua, keduanya tak heran jika pedang warisan leluhur keluarga Long memilih Lin Feng dan Lin Hua sebagai pemilik barunya.


“Swuusshh... Swuusshh...” Kedua sosok siluet yang membuat Long Sheng dan Long Nushi ketakutan menghilang, bersama dengan Lin Feng dan Lin Hua yang perlahan membuka kedua mata mereka.

__ADS_1


Keduanya yang telah membuka mata, mereka bangkit berdiri, dan melihat pedang yang mulai sekarang menjadi milik mereka. Lin Feng yang melihat pedang di tangannya, ia terpikirkan mengeluarkan pedang elemen, dan setelahnya kejadian yang tidak pernah ia duga terjadi.


Pedang warisan leluhur keluarga Long dan pedang elemen miliknya melayang di udara, dan bersamaan dengan munculnya cahaya cerah kedua pedang mulai menyatu. “Ternyata keduanya memiliki ikatan,” gumam Lin Feng melihat proses penyatuan pedang elemen dan pedang warisan leluhur keluarga Long.


Cahaya terang masih terpancar dari kedua pedang yang sedang dalam proses penyatuan. Tak ada yang tidak dibuat kagum, saat mereka melihat apa yang sedang terjadi. Mereka belum pernah melihat penyatuan dua buah senjata pusaka, dan mereka baru tahu kalau dua senjata pusaka dapat menyatu menjadi satu.


“Aku penasaran, sekuat apa senjata pusaka milikku setelah keduanya menyatu,” gumam Lin Feng penasaran dengan hasil penyatuan kedua senjata pusaka miliknya.


Bukan hanya Lin Feng yang penasaran, tapi semua orang yang ada di tempat itu juga penasaran. Hanya Lin Jia yang tidak penasaran, karena dia sudah tahu hasil dari penyatuan dua senjata pusaka milik Lin Feng.


Aura kuat tiba-tiba terpancar dari arah dua senjata pusaka milik Lin Feng yang telah menyatu, dan perlahan cahaya yang menyelimuti penyatuan senjata memudar menunjukkan sebuah senjata dengan aura kekuatan sangat mendominasi.


“Kekuatan senjata itu telah melampaui kekuatan senjata tingkat Surgawi. Mungkin itulah senjata, yang dinamakan senjata semesta. Sebuah senjata terkuat yang dapat menghancurkan senjata apapun di Alam Semesta ini, dan konon katanya hanya senjata itu yang mampu menandingi senjata milik penguasa Alam Kegelapan,” kata Long Sheng, sedikit banyak mengetahui senjata pusaka yang saat ini masih melayang di udara.


Long Sheng membayangkan dirinya memiliki senjata itu, tapi senjata kuat tidak bisa dimiliki sembarangan orang, dan biasanya senjata kuat akan memilih sendiri siapa yang berhak memilikinya. Sama halnya dengan senjata pusaka yang sebelumnya melayang di udara, tapi tiba-tiba senjata itu bergerak sendiri menghampiri Lin Feng.


Lin Feng sendiri yang melihat senjata dengan aura sangat mendominasi mendekatinya, mengulurkan tangan kanannya, ia memegang senjata yang berwujud pedang, dan segera menyimpan senjata itu ke dalam ruang penyimpanan sistem. Ia tidak menyimpan di cincin penyimpanan miliknya karena sewaktu-waktu ia bisa saja kehilangan cincin itu.


“Aku sudah mendapatkan warisan leluhur keluarga Long, dan aku juga berhasil mendapatkan satu kali terobosan. Hari kedatangan sosok itu semakin dekat, yang artinya aku harus segera melampaui tingkat Dewa Semesta supaya dapat bertarung imbang dengannya,” gumam Lin Feng menyadari musuh utamanya tak lama lagi akan datang ke Alam Semesta, dan kedatangannya bukanlah kabar baik untuk kehidupan di Alam Semesta.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2