
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lin Feng tidak merasakan kesakitan seperti sebelumnya, meskipun kali ini yang muncul adalah Petir Kaisar Langit dan menyambar tubuhnya lebih dari sepuluh kali.
“Aku memang tidak sampai kehilangan kesadaran seperti sebelumnya, tapi tetap saja ini cukup menyakitkan. Akan tetapi, belasan petir yang menyambar tubuhku, selain memperkuat elemen petirku, aku juga berhasil menerobos satu tingkat karena samarannya,” ujar Lin Feng memamerkan senyuman di wajahnya.
‘Namun, apa semua ini cukup untuk mengalahkan orang itu?’ tanyanya membatin.
[DING... selamat Tuan berhasil menerobos tingkat Raja Dewa. Mendapatkan satu Kotak Hadiah Misterius. Hadiah sudah di simpan di ruang penyimpanan.]
[Apa Tuan ingin membuka hadiah? YA/TIDAK]
Mendengar suara notifikasi sistem yang sudah dia tunggu-tunggu, langsung saja Lin Feng mengatakan, “Ya...”
DING... Membuka Kotak Hadiah Misterius]
[Selamat Tuan mendapatkan Seni Tarung Tingkat Dewa : Tinju Kaisar Dewa Naga » Seni tarung terbagi menjadi tiga tingkatan. ~Tinju Naga Langit, ~Tinju Dewa Naga, ~Tinju Naga Kematian]
[Selamat Tuan mendapatkan peningkatan penguasaan seluruh elemen ke tingkat sempurna]
[Status Penguasaan Elemen Tuan]
[Petir : 100%]
[Kegelapan : 100%]
[Api : 100%[
[Air : 100%]
[Angin : 100%]
[Es :100%]
[Cahaya : 100%]
“Siapapun pasti iri melihat apa yang aku dapatkan,” ujar Lin Feng sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
“Dengan penguasaan elemen mencapai tingkat kesempurnaan, meskipun masih di tingkat Raja Dewa Bintang 2, aku tidak akan kesulitan menghadapi tingkat Raja Dewa Bintang 9, atau bahkan tingkat Kaisar Dewa Bintang 1,” ungkap Lin Feng yang tak lagi bingung memikirkan cara melawan Huo Lian dan Chao Zha.
Bangkit dari duduknya, Lin Feng melambaikan tangan dan pakaiannya yang robek segera berubah menjadi pakaian baru.
“Hua'er, awan setipis itu tidak dapat menyembunyikan kecantikan dan keindahan yang kamu miliki,” ujar Lin Feng bersuara lantang sambil menengadahkan kepalanya melihat sekumpulan awan di atasnya.
Dari balik awan muncul sosok Yin Hua yang senantiasa memancarkan aura kecantikan dan keindahan, meskipun dia selalu menggunakan cadar untuk menutupi sebagian wajahnya.
Senyum di balik cadar sekilas terlihat di kedua mata Lin Feng saat Yin Hua melayang turun dari langit, dan mendarat tepat di depannya.
“Selamat Feng'gege berhasil menerobos tingkat Raja Dewa, dan selamat untuk tingkat Raja Dewa Bintang 2 nya,” kata Yin Hua senang dengan peningkatan kekuatan Lin Feng.
“Terimakasih, tapi aku masih jauh dari tingkat Kaisar Dewa, dan tentu aku belum bisa ikut denganmu ke Alam Dewa,” kata Lin Feng.
Yin Hua menggelengkan kepalanya mendengar itu. Masih tersisa berberapa bulan ke depan, dengan kecepatan peningkatan kekuatan yang dimiliki Lin Feng, Yin Hua semakin yakin suaminya dapat menerobos tingkat Kaisar Dewa sebelum waktunya tinggal di Alam Langit habis.
“Aku yakin Feng'gege tidak lama lagi dapat menerobos tingkat Kaisar Dewa, dan kita bisa bersama-sama pergi ke Alam Dewa untuk bertemu dengan kedua orangtuaku,” kata Yin Hua.
Lin Feng hanya menganggukkan kepalanya. Tujuan utamanya pergi ke Alam Dewa memang untuk bertemu dengan kedua orangtua Yin Hua. Namun, setelah urusannya dengan Ayah dan Ibu mertuanya selesai, dia berkeinginan menjelajahi Alam Dewa, dan mungkin setelahnya dia bisa pergi ke Alam Sembilan Surga.
...----------------...
“Apanya yang aneh? Itu sama sekali tidak aneh. Mereka sadar kita lebih kuat, oleh karena itu mereka memilih mundur,” jawab Huang Zou.
“Sebaiknya kita segera kembali ke istana dan melaporkan semua pada Tuan,” kata Xiong Hu.
Huang Zou mengangguk mendengar itu, lalu dia berkata pada empat wanita yang berdiri tidak jauh darinya, “Apa kalian tidak ikut dengan kami kembali ke istana?”
“Tentu saja kami ikut kembali ke istana,” jawab Xiao Lan mewakili ketiga saudarinya.
Sepakat kembali ke istana Kekaisaran Petir, keenam binatang kontrak Lin Feng menggunakan teknik teleportasi yang mereka miliki untuk mempercepat mereka sampai ke istana Kekaisaran Petir.
Hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk mereka sampai di istana Kekaisaran Petir. Sebuah kebetulan, saat mereka sampai di istana bersamaan dengan Lin Feng dan Yin Hua yang juga baru saja sampai di istana.
Bertemu dengan Lin Feng dan Yin Hua, Xiong Hu mewakili yang lainnya menceritakan mundurnya pasukan Kekaisaran Angin dan pasukan Kekaisaran Api. Bukan mundur secara perlahan, tapi terlihat kedua Kekaisaran terburu-buru dalam menarik mundur pasukan mereka, yang tinggal beberapa langkah lagi memasuki wilayah perbatasan Kekaisaran Petir.
“Aku tidak terkejut mereka menarik mundur pasukan setelah apa yang terjadi di Kekaisaran Langit,” kata Lin Feng.
Yin Hua, Xiong Hu dan yang lainnya menganggukmengangguk. Xiao Lan dan ketiga saudarinya tahu apa yang terjadi di Kekaisaran Langit dari cerita Huang Zou, dan itu juga alasan mereka tidak terkejut dengan mundurnya pasukan Kekaisaran Angin dan pasukan Kekaisaran Angin.
__ADS_1
Permasalahan dengan Kekaisaran Api dan Kekaisaran Angin untuk sementara terselesaikan tanpa pertumpahan darah. Sekarang, Lin Feng ingin menyiapkan kekuatan untuk menghadapi iblis dan monster yang mulai membuat kekacauan di wilayah manusia.
“Kalian semua ikut denganku ke aula istana! Aku ingin membahas masalah iblis dan monster dengan kalian,” ujar Lin Feng lalu dia melangkah lebih dulu memasuki aula istana bersama Yin Hua yang senantiasa menggandeng lengannya.
Setelah semua mua orang duduk di tempatnya masing-masing, Lin Feng mulai berkata, “Menunggu terbentuknya kerjasama seluruh Kekaisaran di Alam Dewa hanya membuat iblis dan monster semakin leluasa membuat kekacauan di wilayah manusia. Bagaimana kalau kita langsung menyerang mereka tanpa menunggu Kekaisaran lainnya?”
“Tuan, hamba tidak keberatan menyerang mereka, tapi dengan kekuatan kita saat ini, kita tidak mungkin dapat mengalahkan mereka.”
“Iblis dan monster jauh lebih kuat dari manusia. Di wilayah mereka banyak iblis ataupun monster yang kekuatannya berada di tingkat Raja Dewa Spiritual, dan ada lima sosok yang kekuatannya sudah di tingkat Kaisar Dewa Spiritual,” ujar Xiong Hu yang mendengar semua itu dari orangtuanya.
Lin Feng saat ini memang sudah berada di tingkat Raja Dewa, tapi dia tetap saja akan kesulitan berhadapan dengan banyak musuh di tingkat Raja Dewa Spiritual. Meskipun ada Yin Hua yang sudah berada di tingkat Kaisar Dewa, dengan lima sosok di tingkat Kaisar Dewa Spiritual yang berada di pihak musuh, tentu Yin Hua sendiri bisa dalam bahaya kalau berhadapan dengan mereka.
Setidaknya Lin Feng membutuhkan sepuluh kultivator tingkat Raja Dewa, dan satu lagi kultivator tingkat Kaisar Dewa. Meminta bantuan Ling Yuan tentu tidak bisa dilakukan karena orang itu sedang membentuk kerjasama seluruh Kaisar di Alam Dewa.
Akhirnya Lin Feng memutuskan melakukan serangan dengan kekuatannya saat ini, dan dia tidak akan melakukan serangan secara terbuka. Dengan membawa kekuatan dalam jumlah kecil, Lin Feng berencana melakukan serangan diam-diam.
“Keamanan Kekaisaran Petir untuk sementara waktu akan aku serahkan pada Paman dan Bibi. Sedangkan kita, kita akan membantu Kekaisaran Cahaya dan Kekaisaran Kegelapan, yang saat ini sedang berperang dengan iblis dan monster,” ujar Lin Feng.
Semua orang setuju dengan rencana Lin Feng, dan sesuai kesepakatan mereka mulai bergerak begitu Yan Guo dan Yan Ning menyelesaikan latihannya.
...----------------...
Istana Langit, di tempat yang ditempati Huo Lian dan Chao Zha.
“Bagaimana mungkin bocah itu memiliki kekuatan Raja Dewa Bintang 9, dan darimana Kekaisaran itu mendapatkan pelindung yang kekuatannya setara dengan Kaisar Ling Yuan?” ujar Huo Lian sulit mempercayai apa yang terjadi di aula istana langit.
“Aku sendiri tidak tahu bagaimana cara bocah itu meningkatkan kekuatannya dalam waktu singkat, tapi aku mulai curiga Kekaisaran itu menyembunyikan kekuatan besar, setelah Jenderal dan pasukanku yang ingin merebut Kota Embun Biru berhasil dikalahkan,” kata Chao Zha.
“Kalau seperti ini, kita bisa gagal mengambil alih wilayah mereka, dan memperluas wilayah Kekaisaran kita. Dulu kita memulai perang karena Kekaisaran Petir adalah yang terlemah tapi memiliki kekayaan alam melimpah. Saat kita mengira Kekaisaran Petir dapat dengan mudah kita ambil alih setelah kematian Kaisar dan Permaisurinya, ternyata kita masih belum bisa menguasai Kekaisaran itu!” ungkap Huo Lian.
“Meski sampai sekarang kita belum berhasil menguasai Kekaisaran Petir, setidaknya kita sudah berhasil menikmati kehangatan tubuh Permaisuri Kekaisaran Petir sebelum dia memilih mati bunuh diri daripada harus menjadi budak kita,” kata Chao Zha.
Huo Lian tersenyum mendengarnya. “Tubuh wanita itu memang nikmat, jauh lebih nikmat daripada tubuh seluruh Selir yang aku miliki. Namun sayang, dia lebih memilih mati daripada menemani kita memburu kenikmatan,” ujarnya.
Keduanya masih ingat bagaimana Permaisuri Kekaisaran Petir mengakhiri hidup dengan menusukkan sebuah belati ke arah jantungnya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1