Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menjadi Saudara Sumpah


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Sebagai orang yang pernah menghadapi kekuatan iblis di Alam Langit, Lin Feng sangat tahu betapa buruknya kekuatan iblis untuk manusia. Meskipun sosok iblis sendiri sudah tidak ada di Alam Semesta, tapi energi negatif yang tersebar di Alam Semesta dapat merubah seseorang menjadi iblis, saat orang itu terlalu serakah memanfaatkan kekuatan dari energi negatif di Alam Semesta.


Efek terburuk dari energi negatif di Alam Semesta adalah mampu merubah manusia sepenuhnya menjadi iblis. Energi negatif sendiri biasanya berwujud Qi kegelapan, tapi bukan bagian Qi elemen kegelapan.


Qi kegelapan sepenuhnya merupakan kumpulan dari energi negatif, sedangkan Qi elemen kegelapan merupakan Qi murni yang mengandung elemen kegelapan.


Mendengar Lin Feng setuju membantu dirinya, Huo Liong merasa sangat lega karena setidaknya ada dua sosok kuat yang bisa melindungi dirinya dari niatan buruk Huo Julong.


“Kami memang setuju membantu Tuan Muda kedua, tapi kami bukanlah seorang pelayan ataupun bagian dari prajurit pengawal. Kami hanya akan menjaga keamanan Tuan Muda kedua, selain itu kami tidak akan ikut campur.” Lin Feng menegaskan posisi dirinya dan Yin Hua.


Mendengar semua itu Huo Liong dengan cepat menggelengkan kepala. “Aku tidak mungkin menganggap Tuan Muda dan Nona Muda sebagai pengawal atau pelayan. Bagaimana kalau Tuan Muda dan Nona Muda menjadi saudara sumpahku?” Huo Liong Tuan Muda kedua keluarga Huo menawarkan status saudara sumpah pada dua orang yang baru ditemuinya.


Lin Feng dan Yin Hua melihat ketulusan Huo Liong saat ingin menjadikan mereka sebagai saudara sumpah. ‘Daripada menambah musuh, memang lebih baik menambah saudara.’ Lin Feng membatin sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


Huo Liong menuangkan arak ke tiga cangkir di hadapannya. Satu cangkir diberikan pada Lin Feng dan satu cangkir lainnya diberikan pada Yin Hua. “Saudara, saudari, aku Huo Liong bersumpah menjadi saudara kalian. Susah dan senang akan kita lalui bersama.” Selesai mengatakan itu, Huo Liong meminum arak di cangkirnya.


Lin Feng dan Yin Hua melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Huo Liong, tapi tentu Lin Feng tidak menganggap Yin Hua sebagai saudara karena wanita itu adalah istrinya.


“Akhir-akhir ini aku sering mendengar nama keluarga Lin karena kehebatannya, sekarang aku justru memiliki saudara dari keluarga Lin.” Kabar keluarga Lin menghancurkan keluarga Zo telah terdengar sampai ke Kota Api Penyucian, dan Huo Liong menjadi salah satu orang yang sangat tertarik dengan keberadaan keluarga Lin karena selama ini dia tidak pernah mendengar adanya nama keluarga Lin diantara 100 keluarga besar di Alam Dewa.

__ADS_1


Mengalihkan pandangannya pada Yin Hua, Huo Liong teringat gadis kecil yang merupakan putri kepala keluarga Yin. “Ternyata saudari Hua adalah putri kepala keluarga Yin yang sepuluh tahun yang lalu pernah berkunjung ke kediaman keluarga Huo. Aku tidak menyangka anak kecil itu telah tumbuh menjadi sosok wanita yang begitu luar biasa.” Huo Liong tulus memuji Yin Hua. Dia hanya memuji, dan tidak memiliki keinginan merebut apa yang sudah menjadi milik saudaranya, dan lagi dia sudah menjadikan Yin Hua sebagai saudari sumpahnya.


Lin Feng dan Yin Hua yang mendengar semua itu hanya tersenyum. Huo Liong telah mengetahui identitas Yin Hua, tapi dia belum mengetahui status Lin Feng di keluarga Lin.


Setelah resmi menjadi saudara sumpah Huo Liong, Lin Feng dan Yin Hua berencana mencari penginapan untuk tempat tinggal sementara selama berada di Kota Api Penyucian, tapi Huo Liong menawarkan salah satu kediamannya sebagai tempat tinggal mereka selama tinggal di Kota Api Penyucian.


Lin Feng menolak dengan halus tawaran Huo Liong, tapi karena pria itu terus memaksanya bahkan rela berlutut di hadapannya, pada akhirnya Lin Feng dan Yin Hua memutuskan menempati salah satu kediaman milik Huo Liong, selama tinggal di Kota Api Penyucian.


Meninggalkan restoran, Huo Liong membawa Lin Feng dan Yin Hua menuju bagian utara Kota Api Penyucian. Keberadaan Huo Liong yang tampan ditambah keberadaan Lin Feng yang berjalan disampingnya, membuat banyak wanita terus mengarahkan pandangan pada mereka, tapi kebanyakan wanita lebih tertarik ketampanan yang dimiliki Lin Feng dibandingkan ketampanan tuan muda kedua keluarga Huo.


“Sepertinya ketampananku memang tidak sebanding dengan apa yang dimiliki saudara Feng.” Huo Liong bisa melihat para wanita yang biasa mengarahkan pandangan padanya, saat ini pandangan mereka semua tertuju pada Lin Feng.


Mendengar itu Lin Feng hanya tersenyum. “Biarpun banyak wanita cantik yang mengarahkan pandangannya padaku, aku hanya akan merasa senang saat wanitaku yang mengarahkan pandangannya padaku. Selain dia, tak satupun wanita di Alam Semesta yang mampu membuatku merasakan kebahagiaan.” Lin Feng menoleh menatap Yin Hua sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


Keberadaan ketiganya yang terus mencuri perhatian orang-orang, ternyata juga memancing sosok Ning Zuan, Tuan Muda keluarga Ning yang kekuatannya setara dengan Huo Liong, sama-sama berada di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 5, di usia kurang dari lima puluh tahun. Meskipun berada di generasi yang sama, hubungan keduanya tidak pernah baik.


Ning Zuan bisa dikatakan sebagai salah satu kaki tangan Huo Julong, dan dia juga mempelajari apa yang Huo Julong pelajari. Meski sifatnya tidak seburuk Huo Julong, Ning Zuan juga tidak bisa dikatakan baik. Dia sering bermain wanita, bahkan tak jarang dia merebut seorang wanita dari suaminya hanya gara-gara dia ingin mencicipi tubuh wanita itu.


Melihat keberadaan Huo Liong dan pria disebelahnya tentu tidak membuat Ning Zuan tertarik, tapi dia sangat tertarik dengan keindahan wanita yang menutup sebagian wajahnya menggunakan cadar. Meskipun menggunakan cadar, jelas terlihat wanita itu sangatlah indah dipandang.


Tak ingin begitu saja melepas keindahan yang terlihat di depan matanya, Ning Zuan yang didampingi beberapa prajurit keluarga Ning menghadang jalan rombongan Huo Liong.


Melihat sosok Ning Zuan yang tiba-tiba muncul, Huo Liong merasa pria itu akan berbuat masalah dengannya. Sedangkan Lin Feng dan Yin Hua yang tidak tahu siapa itu Ning Zuan, keduanya hanya diam, menunggu apa yang ingin dilakukan pria itu.

__ADS_1


Tanpa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya, Ning Zuan langsung saja berjalan ke arah Yin Hua, dan dia mengulurkan tangannya untuk memeganh lengan wanita yang terlihat sangat indah di matanya.


Akan tetapi, belum juga tangan Ning Zuan berhasil menyentuh tangan semulus giok milik Yin Hua, sebuah kekuatan tak terlihat menghempaskan tubuhnya, membuat dirinya terpental mundur puluhan langkah dan merasakan sesak di dadanya.


Semua orang bisa melihat apa yang terjadi pada Ning Zuan, tapi mereka tidak tahu apa yang membuat pria itu tiba-tiba terlempar mundur saat dia mencoba memegang lengan wanita bercadar, yang dengan tenang masih berdiri di tempatnya.


Ning Zuan sendiri segera bangkit karena memang lukanya tidak parah. Begitu kembali bangkit berdiri, dia mencoba mencari keberadaan pria yang melakukan serangan padanya, tapi dia tidak melihat keberadaan orang itu. Mampu menghempaskan tubuhnya dengan begitu mudah, seharusnya orang itu jauh lebih kuat dari dirinya.


“Siapapun kau yang baru saja melakukan serangan padaku, cepat keluar, tunjukkan wujudmu di hadapanku! Jangan menjadi pengecut yang bersembunyi setelah menyerangku!” Ning Zuan berteriak dengan suara pantang, sampai semua orang berjarak lima ratus meter dari tempatnya, masih dapat mendengar suaranya.


Sosok pria tampan yang sebelumnya berada di samping Huo Liong tiba-tiba muncul di hadapan Ning Zuan. Pria itu tak lain adalah Lin Feng, dan dia lah yang sebelumnya menyerang Ning Zuan saat pria itu mencoba memegang lengan Yin Hua. “Kamu tidak perlu berteriak karena aku tidak mengalami masalah pendengaran, dan aku bukanlah pengecut seperti yang kamu katakan karena aku tidak pernah bersembunyi.” Lin Feng menunjukkan senyuman di wajahnya saat mengatakan semua itu dihadapan Ning Zuan.


Ning Zuan mengerutkan keningnya saat melihat Lin Feng karena dia sama sekali tidak bisa melihat seberapa besar kekuatan yang dimiliki pria itu. Dari situ dia yakin pria di depannya memang lebih kuat darinya, dan pantas saja tubuhnya bisa terlempar dengan mudahnya hanya dengan serangan aura kekuatan.


“Aku tidak ada urusan denganmu dan aku tidak pernah menyinggung dirimu, tapi kenapa kamu tiba-tiba menyerangku hanya karena aku ingin menyentuh tangan wanita itu?” Ning Zuan bertanya sambil mengarahkan pandangan pada Yin Hua.


Mendengar Ning Zuan mengatakan hanya ingin menyentuh tangan Yin Hua, tekanan aura tiran yang sangat kuat meluap keluar dari dalam tubuh Lin Feng. Meskipun bukan aura puncak kekuatannya, tapi aura yang dikeluarkan Lin Feng sudah lebih dari cukup membuat Ning Zuan dan orang-orang yang datang bersamanya jatuh tersungkur.


“Asal kau tahu, wanita yang tangannya ingin kau sentuh adalah istriku, dan aku tidak akan membiarkan pria lain menyentuh wanitaku.” Sosok Lin Feng terlihat sangat mengerikan saat marah, bahkan Huo Liong merasakan ketakutan dengan sosok Lin Feng yang sedang marah.


“Kedepannya aku tidak akan pernah membuat saudara Feng marah.” Huo Liong bergumam lirih, dan dia merasa beruntung karena bukan dirinya yang membuat sosok Lin Feng marah.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2