Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Firasat Buruk


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setelah mempermudah prajurit musuh yang menjadi tawanan perang, Lin Feng memberi kesempatan pada mereka untuk melakukan sumpah kesetiaan, atau tetap menjadi budak. Bagi mereka yang berani melakukan sumpah setia, Lin Feng memberi kesempatan pada mereka membawa keluarga ke Kota Cahaya Dewa, dan mendapatkan pengakuan sebagai anggota luar keluarga Lin.


Sedangkan untuk mereka yang tidak berani atau belum berani melakukan sumpah setia, mereka hanyalah budak keluarga Lin, dan harus melakukan perintah keluarga Lin sekalipun perintah itu memerintahkan mereka untuk mati.


Banyak dari mereka yang melakukan sumpah setia, dan akhirnya mereka mendapat kesempatan berkumpul bersama keluarga di Kota Cahaya Dewa. Mereka juga mendapatkan status, meskipun hanya status sebagai anggota luar keluarga Lin.


Bagi mereka yang telah melakukan sumpah setia, Lin Feng memberi waktu sepuluh hari pada mereka untuk menjemput anggota keluarga, dan membawanya ke Kota Cahaya Dewa. Jika dalam sepuluh hari mereka tidak kembali, orang-orang itu dipastikan mati termakan segel yang ada di dalam tubuh mereka.


Sementara itu, untuk mereka yang belum bersedia melakukan sumpah setia, mereka diberi waktu sepuluh hari untuk memikirkan ulang. Setelah sepuluh hari berlalu dan mereka masih menolak melakukan sumpah setia, mereka harus menjalani hari-hari sebagai budak keluarga Lin.


Delapan ratus ribu prajurit tawanan perang yang telah melakukan sumpah setia pada keluarga Lin, mereka segera pergi meninggalkan Kota Cahaya Dewa untuk menjemput anggota keluarga, yang kedepannya ikut bersama mereka tinggal di Kota Cahaya Dewa.


Merasa urusannya sudah selesai, Lin Feng bermaksud pergi ke kediamannya untuk istirahat, tapi sebelum pergi dia memberi perintah pada Lin Dan, Lin Zan, serta Lin Sang untuk mengamankan prajurit budak yang belum bersedia melakukan sumpah setia pada keluarga Lin.


Mereka semua ditempatkan di tempat khusus dengan penjagaan ketat. Dalam sepuluh hari ke depan hanya mereka yang bersedia melakukan sumpah setia, yang diizinkan pergi meninggalkan tempat itu.


Untuk Huo Bin dan para Jenderal Kekaisaran Api, Lin Feng membiarkan mereka menikmati Kota Cahaya Dewa yang keadaannya belum terlalu ramai. Namun, dalam sepuluh hari ke depan Lin Feng yakin keadaan kota jauh ramai dari sekarang.


Lin Feng yang hanya ditemani Lin Hua dan lima saudari Jiang melangkahkan kaki menuju kediaman penguasa kota, sekaligus kediaman kepala keluarga Lin. Sebagai pemilik dua jabatan tertinggi di keluarga Lin dan di Kota Cahaya Dewa, tentu Lin Feng memiliki kediaman paling megah dibandingkan kediaman lainnya.


“Feng’gege, setelah ini apa yang ingin kamu lakukan?” Lin Hua bertanya tentang apa yang kedepannya ingin dilakukan Lin Feng.


“Aku ingin terus meningkatkan kekuatan. Bukan hanya kekuatanku, tapi kekuatan kita semua.” Lin Feng menjawab sambil mengulurkan tangan, kemudian dia memegang tangan Lin Hua.


Lin Hua hanya menganggukkan kepala, dan terus saja dia mengikuti langkah Lin Feng yang membawanya menuju kediaman megah tepat di tengah-tengah Kota Cahaya Dewa.


...----------------...


Di tempat khusus yang digunakan Lin Dan, Lin Zan, serta Lin Sang untuk menampung lebih dari dua ratus ribu prajurit budak, tempat itu terasa sangat hening, meski lebih dari dua ratus ribu prajurit menempati tempat itu. Semua sedang memikirkan keputusan terbaik untuk hidup mereka ke depan.

__ADS_1


Tetap menjadi budak keluarga Lin, atau memilih melakukan sumpah setia pada keluarga Lin, dan mendapatkan status sebagai anggota luar keluarga Lin. Belum genap satu hari berpikir, ratusan orang telah memutuskan meninggalkan tempat itu, dan melakukan sumpah setia pada keluarga Lin.


Mereka yang masih diam di tempat sebenarnya telah memiliki tekad untuk melakukan sumpah setia pada anggota keluarga Lin, tapi mereka masih ragu membawa anggota keluarga untuk tinggal bersama di Kota Cahaya Dewa.


Bagaimanapun juga Kota Cahaya Dewa adalah milik keluarga Lin, dan belum tentu anggota keluarga Lin memberikan perlakuan baik pada keluarga mereka. Namun, bagi mereka yang telah yakin anggota keluarga Lin tidak akan memberi perlakuan buruk pada keluarga mereka, tanpa beban mereka memutuskan melakukan sumpah setia pada keluarga Lin.


Sementara itu Xiong Hu, Lin Wucin dan juga Huang Zho yang baru melakukan eksekusi pada Dong Wu, mereka telah kembali ke Kota Cahaya Dewa. Ketiganya ingin bertemu Lin Feng dan melaporkan hasil pekerjaan mereka.


Akan tetapi, mengetahui Lin Feng pergi bersama Lin Hua ke kediamannya, ketiganya menunda menemui Lin Feng karena mereka yakin saat ini orang yang ingin ditemui sedang beristirahat.


Tak tahu apa yang harus dilakukan, Xiong Hu, Lin Wucin, serta Huang Zho, ketiganya memilih beristirahat di kediaman khusu yang telah disediakan untuk mereka.


Sambil berjalan menuju kediaman, Lin Wucin berkata pada Xiong Hu dan Huang Zho. “Aku merasa bahaya besar sedang mendatangi tempat ini. Aku tidak tahu darimana asal bahaya itu, tapi jika kita tidak menjadi lebih kuat dari sekarang, kita tidak memiliki kesempatan dapat bertahan dari bahaya yang segera datang!”


Lin Wucin memiliki kepekaan lebih tinggi dibandingkan Xiong Hu maupun Huang Zho, dia bisa merasakan datangnya mara bahaya, tapi dia sendiri tidak tahu kapan bahaya itu datang, dan darimana bahaya itu berasal.


“Aku sendiri hanya merasakan adanya bahaya yang mengancam, tanpa tahu seberapa besar dampak bahaya itu pada kehidupan kita.” Xiong Hu berkata sambil mengarahkan pandangannya pada Lin Wucin.


“Apa perlu kita melaporkan semua ini pada Tuan?” Huang Zho berpikiran kalau apa yang dirasakan Lin Wucin dan Xiong Hu sebaiknya segera dilaporkan pada Lin Feng.


Perkataan Lin Wucin merupakan sebuah kebenaran karena sejak sampai di kediamannya Lin Feng sudah merasakan adanya kekuatan besar yang mengancam keluarga Lin. Bukan hanya mengancam keluarga Lin, tapi mengancam kehidupan dua Alam.


‘Aku merasa bencana besar segera terjadi di Alam Langit dan Alam Dewa.’ Lin Feng membatin.


Bencana yang dimaksud Lin Feng bukanlah bencana karena amukan alam, tapi bencana itu berasal dari kekuatan besar yang tak lama lagi sampai di kedua Alam.


“Sistem, apa kamu tahu bencana besar apa yang memungkinan tak lama lagi terjadi di Alam Langit dan Alam Dewa?” Lin Feng bertanya pada sistem, berharap sistem memiliki jawaban dari pertanyaannya.


[Ding... Kekuatan besar Alam Kegelapan telah bergerak. Mereka adalah sosok kuat, kejam, dan tak memiliki perasaan. Tak ada musuh yang dapat selamat dari mereka, semua yang mereka anggap musuh pasti mati di tangan mereka. Hanya yang lebih kuat, yang mampu bertahan dari mereka]


Lin Feng merasakan firasat sangat buruk setelah mendengar jawaban yang diberikan sistem atas pertanyaannya.


“Sistem, apa dengan kekuatanku saat ini, aku memiliki kesempatan dapat mengalahkan mereka yang berasal dari Alam Kegelapan? Kalau kekuatanku sekarang belum cukup, setidaknya aku harus berada di tingkat apa supaya dapat melindungi keluargaku yang berada di Alam Langit, maupun yang berada di Alam Dewa?” Lin Feng kembali memberikan pertanyaan pada sistem.

__ADS_1


[Ding... Kekuatan Tuan saat ini masih terlalu lemah untuk berhadapan dengan mereka, bahkan Tuan masih jauh lebih lemah dibandingkan sosok lemah di Alam Kegelapan]


[Jika Tuan memiliki keinginan melindungi Alam Langit dan Alam Dewa, setidaknya Tuan harus meningkatkan kekuatan sampai tingkat Raja Dewa Surgawi]


“Raja Dewa Surgawi? Sistem, apa kamu sedang bercanda? Bagaimana mungkin aku dapat mencapai tingkat Raja Dewa Surgawi, sedangkan aku masih berada di Alam Dewa?”


Mencapai tingkat Raja Dewa Surgawi di Alam Dewa adalah sebuah kemustahilan karena adanya batasan kekuatan di Alam Dewa. Jika ingin mencapai tingkat itu, setidaknya seorang kultivator terlebih dahulu harus pergi ke Alam Sembilan Surga.


[Ding... Dengan bantuan sistem tidak ada hal mustahil yang tidak bisa Tuan lakukan. Dengan kekuatan Tuan sekarang, Tuan sudah memenuhi syarat pergi ke Dunia Monster tingkat atas. Meski kecil kemungkinan Tuan dapat menerobos tingkat Raja Dewa Langit setelah memusnahkan seluruh monster di tempat itu. Setidaknya kemungkinan itu tetap ada, dan Tuan bisa mencobanya]


Lin Feng teringat tentang Dunia Monster tingkat Atas setelah mendengar perkataan sistem.


Secepatnya dia ingin pergi ke Dunia Monster tingkat atas, tapi selama kepergiannya, seperti sebelumnya, dia memberi kesempatan pada Lin Hua dan yang lainnya untuk meningkatkan kekuatan di Alam Kehidupan.


[Ding... Aku lupa mengatakan pada Tuan. Setiap kultivator yang sebelumnya mati, kematian mereka telah memberi banyak poin kematian pada Tuan, dan poin kematian dapat dirubah menjadi poin pengalaman maupun poin sistem]


[Apa Tuan ingin merubah poin kematian menjadi poin pengalaman, atau Tuan ingin merubahnya menjadi poin sistem?]


Senyuman terlihat di bibir Lin Feng mendengar informasi dari sistem. Tanpa berpikir panjang, Lin Feng langsung saja memutuskan merubah seluruh poin kematian menjadi poin pengalaman karena saat ini dirinya membutuhkan banyak poin sistem, untuk meningkatkan kekuatannya.


[Ding... Merubah seluruh poin kematian menjadi poin pengalaman]


[Ding... Poin pengalaman telah mencukupi untuk membuat Tuan menerobos tingkat Dewa Surgawi]


[Dengan poin pengalaman yang Tuan miliki, Tuan mendapatkan dua terobosan beruntun, dan mohon bersiap untuk menerima kesengsaraan dari Penguasa Petir Surgawi!]


Tiba-tiba awan gelap yang sangat mengerikan muncul di atas langit Kota Cahaya Dewa. Semua orang merinding ketakutan melihat awan yang sangat gelap, tapi itu bukanlah awan pembawa hujan.


[Ding... Sebaiknya Tuan pergi sejauh mungkin dari Kota Cahaya Dewa karena kesengsaraan Petir dari Penguasa Petir Surgawi dapat menghancurkan Kota Cahaya Dewa, beserta seluruh penghuninya]


“Sial! Kenapa tidak dari tadi kamu mengatakannya?” Lin Feng langsung saja pergi sejauh mungkin dari Kota Cahaya Dewa. Dia pergi ke tempat yang tidak berpenghuni, dan berharap tak ada yang menjadi korban dari apa yang segera dilaluinya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2