Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Meninggalkan Alam Sembilan Surga Tingkat Kedua


__ADS_3

Lin Feng melayangkan pukulan kepada Lin Lang, tapi pukulannya berhasil ditahan seseorang yang kini terpental mundur puluhan langkah akibat menahan pukulannya. Melihat siapa yang menahan pukulannya, Lin Feng menggelengkan kepala kecewa karena yang menahan pukulannya, adalah orang yang belum lama ini ia selamatkan dari kematian.


“Tetua Agung, untuk apa kamu menahan pukulanku yang aku tujukan untuk memberi pelajaran pada orang ini?” tanya Lin Feng sambil mengarahkan jari telunjuknya pada wajah Lin Lang yang sudah memucat, setelah ia melihat bagaimana ayahnya dipukul mundur oleh Lin Feng.


“Tu-Tuan Muda, tolong ampuni putra saya! Semua salah saya yang tidak bisa mengajarinya dengan baik, dan terlalu memanjakannya!” pinta Tetua Agung sambil mencoba bangkit.


“Bagaimana aku bisa mengampuni pria yang ingin merebut wanita yang sangat aku cintai, bahkan terang-terangan ia ingin mengalahkanku?” ujar Lin Feng dengan sorot mata tajam menatap Tetua Agung yang sadar jika Lin Lang telah melakukan kesalahan besar.


Tetua Agung yang sudah bangkit, ia berjalan mendekati Lin Feng lalu bersujud di hadapannya. “Jika nyawa saya bisa menggantikan nyawanya, Tuan Muda bisa mengambil nyawa saya, tapi saya mohon Tuan Muda untuk memberi pengampunan padanya!” ungkapnya.


Lin Feng merasa kesal dan marah dengan dua orang di hadapannya yang merupakan ayah dan anak. Ayahnya membela putranya yang jelas-jelas salah, sedangkan putranya tidak mau menyadari kesalahannya. Lin Feng yang sudah kesal, mengayunkan kakinya menendang Tetua Agung, dan melayangkan pukulan pada Lin Lang.


“Aaargh...” Keduanya mengerang kesakitan di waktu bersamaan, dan mereka mengalami luka yang tidak ringan akibat apa yang baru saja dilakukan Lin Feng.


“Aku tidak pernah mengampuni ia yang ingin mengambil apa yang sudah menjadi milikku, dan siapapun yang menghalangiku ia akan bernasib sama dengan orang itu!” tegas Lin Feng dengan perkataannya.


“Tetua Agung, dia memang putramu, tapi apa kamu masih ingin menempatkan diri membela dia yang salah?” tanya Lin Feng dengan suara lantang.


“Seorang ayah pasti melindungi anaknya, sekalipun dia salah, saya akan tetap memberi perlindungan padanya!” Tetua Agung tetap pada pendiriannya, yaitu melindungi Lin Lang.


Qi elemen petir membentuk kilatan petir berwarna hitam keemasan di sekeliling tubuh Lin Feng, dan seluruh kilatan petir perlahan terkumpul di telapak tangannya. Setelah mendengar jawaban Tetua Agung, Lin Feng tak ragu melenyapkan keberadaan keduanya.

__ADS_1


Sebelum Lin Feng maju menyerang, Lin Luyao terlebih dahulu melangkahkan kaki berjalan cepat mendekati Tetua Agung dan berkata, “Sebaiknya Paman merelakan ia yang bersalah sekalipun ia adalah putra Paman! Melindungi ia yang salah hanya akan membuat sia-sia kematian Paman.”


Tetua Agung diam termenung. Dalam diam ia teringat putranya yang lain, serta kedua istrinya yang saat ini sedang mengandung keturunannya. Teringat mereka yang jelas masih membutuhkan dirinya, ia mulai ragu mengorbankan nyawa untuk salah satu putranya yang jelas telah melakukan kesalahan.


“Sudah cukup drama diantara kalian! Aku tidak akan membunuhnya, tapi aku akan membuatnya mengulang semua pelatihannya dari awal. Akan tetapi, kalau di masa depan ia melakukan kesalahan yang sama, jangan pernah menghentikan aku untuk mengakhiri hidupnya!”


Menghilang dari tempatnya dan muncul di dekat Lin Lang, Lin Feng langsung saja menyerap seluruh kekuatan yang dimiliki pria iti, membuatnya hanya memiliki kekuatan di tingkat Kelahiran Bintang 1, tingkat terendah bagi seorang kultivator.


Meski harus kehilangan seluruh kekuatannya dan harus memulai semuanya dari awal, Lin Lang masih merasa sangat beruntung karena ada kesempatan kedua untuknya, dan ia berjanji tak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang diberikan Lin Feng.


Lin Feng menarik aura kekuatannya bersama dengan datangnya Lin Cang dan tiga orang lainnya. Melihat kedatangan mereka dan tak ada lagi yang ingin dilakukan di kediaman keluarga Lin, Lin Feng merasa sekarang waktu yang tepat untuk pergi melanjutkan perjalanan.


Jika sebelumnya ia ingin memberikan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kedua, setelah apa yang dilakukan Lin Lang dan Tetua Agung, ia mengurungkan niatnya dan membiarkan mereka meningkatkan kekuatan, dengan apa yang saat ini mereka miliki.


Belum juga memberi balasan, Tetua Agung tak lagi melihat sosok Lin Feng dan seluruh orang yang datang bersamanya, bahkan prajurit pengawal Lin Luyao juga tak lagi terlihat keberadaannya di barak prajurit. Mereka semua menghilang, seolah tak pernah mengunjungi kediaman keluarga Lin.


Tetua Agung menghela napas lega setelah kepergian Lin Feng dan yang lainnya, tapi tak lama sorot matanya berubah sangat tajam saat ia melihat Lin Lang dan Lin Xing. Meski tahu Lin Xing tak bersalah, ia tetap marah padanya karena putra keduanya itu tidak mencoba mencegah apa yang ingin dilakukan Lin Lang.


“Salahku juga sejak awal tidak menjelaskan status Putri Hua pada kalian, tapi aku tidak menyangka kalau ada diantara kalian yang menyukainya, bahkan berani bertindak tidak sopan di hadapan Tuan Muda Lin Feng. Beruntung Tuan Muda masih memberi kalian kesempatan hidup, terutama kamu, Lin Lang.”


“Dengan kekuatannya, bukan hal sulit jika Tuan Muda ingin melenyapkan keluarga Lin di Alam ini, tapi beruntung bagi kita semua karena, tak satupun dari kita hari ini bertemu dengan kematian! Lin Lang, kembali berlatih dan mulai semua dari awal! Untukmu Lin Xing, perbaiki sikapmu dan jangan lagi mengulangi kesalahan yang sama!” kata Tetua Agung pada kedua putranya.

__ADS_1


Keduanya bersamaan menganggukkan kepala dan tak keberatan menuruti apa yang menjadi keinginan ayah mereka. Bagi keduanya, apa yang menjadi keinginan Tetua Agung adalah sesuatu yang wajib mereka kerjakan saat ini juga.


Sementara itu rombongan yang dipimpin Lin Feng, saat ini mereka telah jauh meninggalkan kediaman keluarga Lin, dan sedang bergerak menuju portal yang akan membawa mereka semua pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat.


Portal yang menjadi tujuan mereka berada di pusat Alam Sembilan Surga tingkat kedua, dan setidaknya butuh waktu dua hari dua malam untuk sampai ke tempat itu. Akan tetapi, dengan melihat kenangan yang ada di mata Lin Luyao, dengan teknik teleportasinya Lin Feng dapat menyingkat perjalanan, dan tak lama lagi mereka semua pasti sampai ditempat tujuan.


Bergerak di sebelah Lin Feng, Lin Liyao bertanya pada pria itu, “Saudara, bagaimana kalau kamu singgah dulu sebentar di kediaman keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, sebelum pergi ke kediaman keluarga Jiang?”


Ling Feng menggelengkan kepala pelan lalu berkata, “Biarkan aku menyelesaikan permasalahan dengan keluarga Jiang, dan baru setelahnya aku dengan tenang bisa mengunjungi kediaman keluarga Lin!” Seperti yang pernah dikatakannya, ia tak ingin melibatkan keluarga Lin dalam permasalahannya dan ia baru akan berkunjung ke kediaman keluarga Lin, setelah permasalahannya selesai.


Lin Luyao yang mendengarnya ia tak ingin memaksa Lin Feng mengikuti apa yang menjadi keinginannya, ia menghargai keputusan Lin Feng, dan senantiasa menunggunya datang ke kediaman keluarga Lin.


Setelah pembicaraan singkat Lin Feng dan Lin Luyao, tak lagi ada pembicaraan di sepanjang jalan, dan pada akhirnya mereka semua sampai di tempat tujuan. Bangunan portal penghubung terlihat di kejauhan, tapi terlihat banyak orang yang sedang mengantre, menunggu giliran memasuki portal.


“Aku merasa tempat ini jauh lebih ramai dibandingkan hari dimana aku datang ke tempat ini. Setidaknya jumlah orang saat ini sepuluh kali lebih banyak dibandingkan apa yang ada di hari kedatanganku, di waktu yang sama,” ungkap Lin Luyao sambil melihat keadaan sekitar.


“Tidak masalah tempat ini lebih ramai, yang terpenting saat ini sebaiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini! Semakin cepat sampai di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, semakin baik untuk permasalahan kita!” ungkap Lin Feng tahu apa yang ingin segera dilakukan Lin Luyao begitu sampai di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat.


Lin Luyao yang mendengar semua itu ia hanya menganggukkan kepala, ia memang harus segera sampai di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, dikarena ada ayahnya yang sedang menantikan obat, yang saat ini berada di tangannya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2