
Lin Baoshi, Lin Wucin, serta Xiong Hu, mereka membawa Lin Yuzhou dan dua orang lainnya menuju penjara yang ada di kediaman keluarga Lin. Tak ada perlakuan baik untuk ketiganya, mereka dibawa ke penjara dengan cara diseret.
Lin Feng sendiri kembali ke tempat orang-orang yang mengarahkan pandangan padanya.
“Apa Paman marah setelah apa yang aku lakukan pada mereka?” tanya Lin Feng pada Lin Junda.
Lin Junda menggelengkan kepala dan tersemyum. “Untuk apa aku marah padamu sedangkan apa yang kamu lakukan merupakan sebuah kebenaran? Mereka pantas mendapatkannya, dan itu adalah hukuman yang tepat sebagai balasan atas kesalahan mereka.”
Lin Feng senang mendengarnya. “Keluarga Lin sekarang kosong tak memiliki seorang penguasa. Paman, apa kamu tidak tertarik menjadi penguasa agung keluarga Lin? Kalau Paman tertarik, dengan senang hati aku memberi dukungan pada Paman.”
“Aku juga akan memberi dukungan padamu menjadi pemimpin agung keluarga Lin,” ungkap Bing Hualing.
“Aku masih terlalu lemah untuk menjadi penguasa agung keluarga Lin. Keponakanku, bagaimana kalau kamu saja yang menjadi penguasa agung keluarga Lin? Kamu kuat, bahkan lebih kuat dari penguasa sebelumnya. Aku rasa tak ada sosok lain yang lebih pantas darimu.”
Lin Feng cepat menggelengkan kepala mendengar semua itu. “Paman, aku masih terlalu muda untuk mengemban tugas sebagai seorang penguasa agung. Paman dan ayah adalah sosok yang tepat, tapi Paman tahu sendiri seperti apa sifat ayah? Jadi, Paman adalah satu-satunya yang pantas menjadi penguasa agung keluarga Lin!”
“Untuk kekuatan, aku bisa membuat Paman memiliki kekuatan setara dengan penguasa sebelumnya hanya dalam beberapa hari,” kata Lin Feng sangat serius.
Sulit bagi siapapun percaya dengan perkataan Lin Feng, tapi bagi mereka termasuk Lin Junda yang sudah merasakan manfaat barang pemberian Lin Feng, ada keyakinan pada diri mereka kalau setiap perkataan Lin Feng pasti dapat diwujudkan. Namun meski begitu, meningkatkan kekuatan setara penguasa sebelumnya hanya dalam beberapa hari, itu masih saja sulit diterima oleh Lin Junda.
“Meningkatkan kekuatan setara dengan kekuatan penguasa terdahulu hanya dalam beberapa hari? Keponakanku, apa kamu sedang bercanda?” ujar Lin Junda, yang saat ini masih berada di situasi antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan Lin Feng.
Tak ingin dianggap bercanda, Lin Feng ingin membuktikan perkataannya di hadapan semua orang. Dia melangkah maju mendekati Lin Junda. Menggunakan jari telunjuk tangan kanannya dia menyentuh kening Lin Junda.
Kekuatan besar mengalir ke dalam tubuh Lin Junda dan tak lama dia mendapatkan sebuah terobosan, yang membuat kekuatannya saat ini berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 5.
Lin Feng menarik tangannya. “Apa sekarang Paman percaya padaku?” ujar Lin Feng sembari tersenyum.
Lin Junda sulit percaya dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya, begitu juga semua orang yang berada di tempat itu. Namun apa yang mereka lihat adalah kenyataan, dan kekuatan Lin Junda benar-benar meningkat satu tingkatan hanya dalam satu kali tarikan napas.
“Aku bisa membuat kalian semua memiliki kekuatan setara penguasa agung keluarga Lin, atau bahkan melebihinya. Namun aku tidak bisa membantu kalian menjadi sosok Penguasa yang sesungguhnya, karena tingkat Penguasa bukanlah tingkatan yang bisa dicapai sembarangan orang.”
__ADS_1
“Kemungkinan tertinggi kalian hanya akan mencapai tingkat setengah Penguasa.”
Meski hanya sampai tingkat setengah penguasa, kekuatan mereka jauh lebih kuat dari mereka yang masih berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 9.
“Putraku, sebenarnya seberapa besar kekuatan yang kamu miliki, dan apa kamu masih manusia sama seperti dengan kami?” tanya Bing Hualing penasaran dengan pencapaian putranya.
“Mungkin aku adalah yang terkuat di semesta ini, dan untuk apa aku manusia atau bukan, sepertinya aku bukan manusia lagi.”
Lin Feng mengigit tangannya sendiri, dan mengalir darah emas terang yang konon katanya hanya dimiliki oleh sosok penguasa sejati alam semesta. Lin Hua dan seluruh binatang kontrak Lin Feng yang sudah tahu tentang darah emas, mereka hanya diam, dan sesungguhnya darah yang sama juga mengalir di tubuh mereka.
Namun di antara mereka semua, darah emas yang mengalir di tubuh Lin Hua adalah darah emas yang paling mendekati kemurnian darah milik Lin Feng.
Sedangkan untuk mereka yang baru pertama kali melihat darah emas Lin Feng, mereka merasakan tekanan dari darah itu, yang menandakan darah itu sesuatu yang nyata, dan bukan sesuatu yang dibuat-buat oleh Lin Feng.
Lin Feng menyerap kembali darah emas miliknya, dan menyembuhkan luka di jarinya. “Kalian semua sekarang sudah tahu siapa aku, dan mulai sekarang aku berharap tak lagi ada yang ragu dengan perkataanku!” kata Lin Feng dan sebuah senyuman terlihat di bibirnya.
Bing Hualing tersenyum dan bangga pada pencapaian Lin Feng. Sedangkan yang lain, mereka bertekad untuk mempercayai kebenaran setiap kata yang keluar dari mulut Lin Feng.
Semua yang mendengar perkataannya mengangguk, dan sekarang mereka semua mengarahkan pandangan pada kediaman keluarga Lin.
“Paman, apa kamu tidak ingin menemui wanita yang telah membuatmu celaka?” tanya Lin Feng.
“Aku pasti menemuinya, tapi tidak sekarang. Aku harus lebih kuat dari sekarang sebelum datang menemuinya!” kata Lin Junda yang dibalas anggukan kepala oleh Lin Feng, lalu mereka bersama-sama memasuki kawasan kediaman keluarga Lin.
...----------------...
Di kediaman keluarga Suci Guo, Guo Ouyang, penguasa agung keluarga Suci Guo yang sedang menikmati waktu luang dengan bersantai, dia dikejutkan oleh kedatangan Lin Huang.
“Apa yang membuatmu siang-siang begini datang mengganggu ketenanganku? Kalau tidak ada yang penting, sebaiknya segera pergi dari tempat ini!” kata Guo Ouyang.
“Apa benar kamu menyuruhku pergi dan tidak ingin mendengar kabar dari kediaman keluarga Lin?” ujar Lin Huang.
__ADS_1
Guo Ouyang bangkit dari kursi santainya, dan mengarahkan pandangannya pada Lin Huang. “Katakan, kabar seperti apa yang ingin kau sampaikan padaku? Apa sesuatu yang buruk terjadi pada pria tua itu? Kalau hal buruk terjadi padanya, itu baru kabar menyenangkan.
“Sepertinya kamu memiliki ikatan batin dengannya. Ya, hal buruk baru saja terjadi padanya, dan itu bukan sekedar hal buruk melainkan sangat buruk!”
Mendengarnya, kerutan muncul di kening Guo Ouyang. “Jangan bertele-tele! Cepat katakan apa yang terjadi padanya!”
“Dia kedatangan musuh tangguh yang datang untuk membalas dendam, dan ternyata musuh yang dihadapinya jauh lebih kuat darinya.”
“Tak hanya kalah dalam waktu singkat, bukannya bertemu kematian di akhirat pertempuran, dia justru dibuat menjadi pria tua cacat oleh musuhnya.” Tak ada rasa sedih saat Lin Huang menceritakan apa yang menimpa penguasa agung keluarga Lin, yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
“Apa kau sedang membohongiku? Bagaimana mungkin ada orang kuat dapat mengalahkan dia bahkan mampu membuatnya menjadi sosok cacat, sedangkan di semesta ini seharusnya hanya aku yang dapat mengimbangi kekuatannya.”
“Dia adalah keponakanku sendiri, dan jika kamu tidak percaya dengan perkataanku, silahkan pergi ke kediaman keluarga Lin Dan membuktikan sendiri kebenaran dari perkataanku!” kata Lin Huang.
Guo Ouyang berpikir sebentar, dan dia tidaklah bodoh untuk pergi ke kediaman keluarga Lin, sedangkan dia bisa menyuruh orang lain untuk melakukan semua itu.
“Aku akan menyuruh orang lain untuk membuktikan kebenaran dari perkataanmu, tapi aku cukup penasaran dengan kekuatan keponakanmu. Apa benar dia lebih kuat daripada pria tua itu? Kalau benar, sekuat apa dia?”
“Orangku hanya mengatakan dia kuat, dapat mengalahkan pria tua itu dengan mudah, dan auranya cukup untuk membuat seluruh anggota keluarga Lin merasakan teror kematian.”
“Mungkin dia lebih kuat darimu,” ungkap Lin Huang.
“Hahahaha... dia lebih kuat diriku? Itu sangat tidak mungkin. Pria tua itu pasti meremehkan kekuatan musuh, dan itu adalah yang membuatnya kalah. Kalau dari awal pertarungan dia serius, mungkin dia tak akan pernah kalah!”
Lin Huang yang mendengarnya hanya tersenyum tipis. “Kalaupun benar apa yang kamu katakan, seharusnya dia tidak kalah begitu mudah.”
Tawa Guo Ouyang seketika terhenti saat mendengar semua itu. ‘Kalau benar orang itu lebih kuat, dia bisa membahayakan keberadaanku,’ batinnya dan dia mulai ketakutan.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1