Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Lencana Dewa Agung


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Feng menyeret Jun Kong ke tengah-tengah wilayah Alam Kehidupan, lalu dia melemparkan pria itu ke sembarangan arah. Tubuh Jun Kong menghantam baru berukuran raksasa, membuat luka yang dialaminya semakin parah.


Tak puas dengan lemparan kecil, Lin Feng kembali menghampiri Jun Kong dan melemparkan tubuh pria itu jauh lebih keras dari sebelumnya. Tubuh Jun Kong kembali menghantam batu raksasa jauh lebih keras dari sebelumnya, membuat sebagian besar tulang di tubuhnya remuk.


“Swuusshh...” Huang Zho dan Xiong Hu muncul di hadapan Lin Feng. “Lakukan apapun yang ingin kalian lakukan padanya!” Lin Feng memberi perintah pada keduanya, kemudian dirinya pergi membiarkan Jun Kong menerima siksaan dari dua binatang kontraknya.


Meninggalkan mereka, Lin Feng pergi menemui Lin Hua dan Lin Jia yang saat ini berada di kediaman keluarga Luo yang berada di dalam Alam Kehidupan. Keluarga Luo lebih memilih kediaman baru mereka, jadi kediaman lama mereka masih tersimpan di dalam Alam Kehidupan, dan menjadi tempat tinggal Xiong Hu dan yang lainnya.


Prajurit Dewa yang juga menghuni kediaman lama keluarga Luo, mereka menyambut kedatangan Lin Feng. Mereka semua berlutut dengan kepala tertunduk, dan baru bangkit berdiri setelah mendapat izin dari Lin Feng.


Setelah menyapa prajurit Dewa, Lin Feng langsung saja masuk ke dalam kediaman menemui Lin Hua dan Lin Jia. “Tempat ini memang indah dan tenang, tapi masih banyak tempat di Alam Sembilan Surga yang menati kedatangan kita.”


Selesai berkata, Lin Feng membawa Lin Hua dan Lin Jia keluar dari Alam Kehidupan, dan saat ini mereka berada di gang sepi tak jauh dari penginapan tempat dua sosok berjubah putih menunggu kedatangan mereka.


Berjalan memasuki penginapan, ketiganya dapat melihat keberadaan dua sosok berjubah putih yang langsung berjalan mendekat, setelah melihat keberadaan mereka bertiga.


Lin Feng hanya menunjukkan senyuman tipis ke arah mereka, kemudian dia segera memesan seluruh kamar terbaik di penginapan. Terdapat tiga kamar terbaik di penginapan, dan sampai besok ketiga kamar adalah milik Lin Feng.


Di Alam Sembilan Surga transaksi apapun tidak menggunakan emas dan sejenisnya, melainkan menggunakan Kristal Roh, dan untuk tiga kamar terbaik yang disewanya, Lin Feng harus mengeluarkan tiga ratus Kristal Roh tingkat rendah.


Lin Feng membayar dengan satu Kristal Roh tingkat tinggi yang sama dengan sepuluh ribu Kristal Roh tingkat rendah. Banyaknya kembalian yang harus diberikan pada Lin Feng, membuat pelayan yang melayaninya kebingungan. Namun, kebingungan yang dialaminya segera berganti dengan perasaan bahagia saat Lin Feng mengatakan tidak perlu memberi kembalian.


Kehilangan satu Kristal Roh tidak cukup untuk membuat Lin Feng miskin karena dia bisa mendapatkan banyak Kristal Roh tingkat tinggi hanya dengan menukarkan poin sistem miliknya, yang mana satu poin sistem dapat ditukarkan dengan seripu Kristal Roh tingkat tinggi.


“Beri saja aku kunci kamar, dan antarkan kami ke tempat itu!” kata Lin Feng pada wanita pelayan, yang dengan senang hati mengantarkan Lin Feng dan rombongannya menuju kamar yang telah mereka sewa selama satu hari ke depan.


“Tuan, dari tiga kamar terbaik, kamar di tengah adalah yang terbaik,” kata pelayan wanita yang mengantarkan rombongan Lin Feng, dan setelah mengatakan itu serta menyerahkan kunci kamar dia begitu saja pergi melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Lin Feng, Lin Hua, serta Lin Jia segera saja masuk ke kamar terbaik dari yang terbaik. Sedangkan dua sosok berjubah putih, Lin Feng membiarkan mereka memilih kamar mana yang ingin di tempati.


...----------------...


Malam hari setelah makan malam, Lin Feng, Lin Hua dan kedua sosok berjubah putih berbincang-bincang santai di kamar yang di tempati Lin Feng serta dua orang lainnya. Lin Jia yang sudah tertidur pulas, dia tidak ikut dalam perbincangan mereka.


“Tuan Muda, apa kami boleh melihat lencana emas dengan gambar petir tujuh rupa yang Tuan Muda miliki?” tanya salah satu sosok berjubah putih yang ingin lebih dekat melihat lencana milik Lin Feng.


Tak merasakan ancaman dari mereka, Lin Feng tak sungkan mengeluarkan dan menunjukkan pada mereka lencana miliknya, yang bukan hanya terdapat gambar petir tujuh warna, melainkan juga terdapat gambar mahkotanya.


Petir berwarna putih, biru, merah, ungu, ungu keemasan dan hitam keemasan, ketujuh warna dalam satu lencana menunjukkan status Lin Feng di keluarga Lin, tapi kedua sosok itu melebarkan kedua matanya saat melihat gambar mahkota di lencana milik Lin Feng.


Dengan tubuh bergetar karena perasaan bahagia, salah satu dari mereka berkata, “Lencana yang sudah miliaran tahun menghilang akhirnya kembali terlihat. Tuan Muda, hamba Lin Baoshi, dan dia saudari hamba Lin Yanran. Kami dan saudara lainnya dari keluarga Lin selama ini terus mencari keberadaan Tuan Muda, yang telah menghilang selama belasan tahun.”


Lin Feng mengerutkan keningnya bingung. “Menghilang selama belasan tahun? Jelaskan maksud kalian tentang aku yang menghilang selama belasan tahun, padahal aku selama ini hidup di Alam Langit dan belum lama ini aku pergi meninggalkan Alam Dewa!”


Mendengar perkataan Lin Feng, sekarang Lin Baoshi dan Lin Yanran tahu alasan kenapa mereka dan yang lainnya tidak dapat menemukan keberadaan Lin Feng di Alam Sembilan Surga.


“Tuan Muda, belasan tahun yang lalu saat terjadi kekacauan di kediaman keluarga Tuan Muda, Ayah dan Ibu Tuan Muda menitipkan keberadaan Tuan Mereka pada para pelayan kepercayaan mereka. Namun sayangnya kekacauan semakin meluas, dan dalam kekacauan itu Ayah dan Ibu Tuan Muda tidak terselamatkan...”


“Saat bantuan dari keluarga utama datang, semua telah terlambat. Kediaman Tuan Muda telah musnah bersama seluruh penghuninya, tapi karena waktu itu kepala keluarga Lin tidak menemukan keberadaan jasad Tuan Muda, dia menyuruh mencari keberadaan Tuan Muda sampai ketemu, dan akhirnya kami berhasil menemukan keberadaan Tuan Muda.”


Lin Baoshi hari ini sangatlah senang. Keputusannya mendatangi sebuah desa terpencil telah membuahkan hasil. Dirinya dan saudarinya akhirnya menemukan apa yang selama ini mereka cari. “Jadi, mereka yang selama ini aku anggap orangtua adalah para pelayan setia orangtua kandungku?” Lin Feng kembali bertanya pada kedua orang di hadapannya.


“Hamba bisa memastikan mereka memang para pelayan Tuan Muda, dan sebenarnya apa yang mereka lakukan adalah cara melindungi keberadaan Tuan Muda dari ancaman musuh keluarga Lin...”


“Namun, hamba tidak menyangka kalau mereka sampai membawa Tuan Muda jatuh sampai ke Alam Langit. Konon katanya di Alam Langit memang ada keberadaan keluarga Lin, tapi mereka adalah orang-orang buangan yang telah melakukan banyak kesalahan...”


Awalnya Lin Feng tidak begitu percaya dengan cerita Lin Baoshi, tapi dengan menggunakan mata Dewa yang bisa membedakan kebohongan dan kejujuran, Lin Feng sekarang yakin jika cerita itu benar adanya, dan dirinya semakin yakin setelah mengetahui sebuah fakta tentang keluarga Lin di Alam Langit. “Aku bisa menyimpulkan kalau keluarga Lin yang ada di Alam Langit dan di Alam Dewa, mereka semua berasal dari anggota keluarga Lin yang sengaja dibuang ke Alam Langit karena telah melakukan kesalahan,” ungkap Lin Feng.


Lin Baoshi mengangguk mendengar semua itu. “Kesimpulan Tuan Muda banyak benarnya karena keluarga Lin sesungguhnya hanya ada di Alam Sembilan Surga, dan hanya mereka yang terbuanh dari keluarga Lin yang bisa tinggal di luar Alam Sembilan Surga. Namun, ada kesempatan untuk mereka kembali ke Alam Sembilan Surga melalui jalur kultivasi.”

__ADS_1


“Kalau aku dibesarkan oleh para pelayan yang mengaku sebagai orangtuaku, bagaimana bisa mereka memiliki lencana ini, dan mewariskan lencana ini padaku?” Bingung, itulah yang saat ini dirasakan Lin Feng.


Mendengar itu, Lin Baoshi berkata, “Ada kemungkinan mereka mendapatkan lencana ini dari kedua orangtua Tuan Muda, yang sengaja menitipkan lencana ini pada mereka, dan kelak mereka harus memberikan lencana ini pada Tuan Muda.”


“Sekarang aku merasa lebih jelas, tapi aku masih belum mengerti dengan kalian yang menganggap lencana milikku adalah lencana yang sudah miliaran tahun menghilang. Jelaskan padaku kenapa kalian bisa mengatakan itu!” Tegas Lin Feng menuntut penjelasan mereka.


Bukan Lin Baoshi yang memberi penjelasan, tapi kini giliran Lin Yanran yang membuka suara. “Tuan Muda, pada umumnya keturunan trah suci Dewa Agung memiliki lencana emas denga gambar petir tujuh warna, tapi berbeda kasusnya dengan milik Tuan Muda...”


“Selain memiliki lencana emas dengan gambar petir tujuh warna, lencana milik Tuan Muda juga terdapat gambar pola mahkota yang terlihat samar. Hanya dengan sekali melihat, hamba yakin Tuan Muda adalah penerus dari kekuatan tiga Dewa Agung yang dulu dimiliki keluarga Lin.”


Lin Feng menganggukkan kepala setelah mendengar penjelasan Lin Yanran. “Bukannya Tuan Muda lainnya juga memiliki lencana yang sama denganku, apa di lencana mereka tidak terlihat seperti apa yang terlihat di lencana milikku?” tanya Lin Feng.


Lin Baoshi dan Lin Yanran yang mendengar itu, bersamaan mereka menggelengkan kepala.


“Tuan Muda lainnya memang memiliki lencana yang sama seperti milik Tuan Muda. Namun, gambar pola mahkota hanya muncul pada lencana yang dimiliki sosok Tuan Muda terpilih...”


“Sayangnya, selain Tuan Muda, selama ini belum ada sosok Tuan Muda yang terpilih, yang artinya belum ada sosok yang mampu menggantikan posisi Dewa Agung yang sudah lama kosong,” jawab Lin Baoshi.


Lin Feng semakin mengerti dengan statusnya setelah mendengarkan penjelasan serta jawaban dari Lin Baoshi dan Lin Yanran. Namun, masih saja ada yang mengganjal di hatinya, dan semua itu berhubungan dengan kejadian belasan tahun yang lalu. Sebuah kejadian yang membuatnya harus berpisah dengan kedua orangtua kandungnya.


Mengarahkan sorot mata tajam pada Lin Baoshi dan Lin Yanran yang terus saja menundukkan kepala, Lin Feng bertanya pada mereka, “Peristiwa kekacauan di keluargaku belasan tahun yang lalu, apa kalian tahu siapa pelakunya?”


Mendengar pertanyaan itu Lin Baoshi dan Lin Yanran saling lirih, dan tak lama mereka pelan menganggukkan kepala.


“Tuan Muda, untuk peristiwa belasan tahun lalu, kami tidak memiliki kapasitas untuk menceritakan pada Tuan Muda, dikarenakan kami tidak tahu cerita lengkapnya...”


“Jika Tuan Muda ingin mengetahui secara detail apa yang terjadi waktu itu, Tuan Muda bisa menemui kepala keluarga Lin di kediaman utama.” Lin Baoshi menjawab pertanyaan Lin Feng.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2