
Lin Feng dengan mudah membunuh siluman yang menjadi lawannya, kurang dari sepuluh tarikan lima siluman mati di tangannya, sedangkan siluman lainnya mati di tangan Lin Luyao dan prajurit pengawalnya.
Baru juga selesai membunuh siluman terakhir, aura kuat menerpa Lin Feng bagaikan gelombang yang mencoba menyapu keberadaannya. Tak lama, siluman setinggi belasan meter dengan tubuh dipenuhi pendirian muncul di hadapannya.
Aura siluman itu terus mencoba mencoba mendorong mundur Lin Feng dan memberi luka dalam padanya. Akan tetapi kekuatan siluman itu masih terlalu lemah untuk bersaing dengan kekuatan Lin Feng.
Lin Feng mengedarkan auranya dan menyerang balik siluman yang berusaha melukainya. Hanya mengeluarkan aura kekuatannya sebatas tingkat Dewa Agung Bintang 9, aura Lin Feng sudah cukup membuat musuhnya jatuh berlutut di hadapannya.
“Hanya dengan kekuatan yang begitu lemah kamu datang menghampiriku dan berusaha membunuhku. Bukannya membunuhku, kamulah yang ditakdirkan mati di tanganku!”
Menciptakan pedang dari elemen cahaya, Lin Feng berjalan maju, menusukkan pedang di tangannya kearah tubuh siluman yang menjadi musuhnya, dan hanya dalam waktu singkat siluman itu mati.
Pemimpin prajurit pengawal Lin Luyao yang melihat kekuatan Lin Feng adalah kekuatan elemen cahaya, dia merasa keberadaan Lin Feng akan menjadi penghalang tujuannya. ’Aku harus menyingkirkan dia sebelum menjadi penghalang tujuanku,’ batinnya.
“Kita lanjutkan perjalanan, dan kalian semua harus bersiap menghadapi siluman yang lebih kuat dari yang barusan,” kata Lin Feng dan dia kembali melanjutkan perjalanan dengan Lin Luyao berada di sebelahnya dan prajurit pengawal berada beberapa langkah di belakangnya.
“Gege, sepertinya dia mulai menunjukkan sifat aslinya. Dari aura kekuatannya, meski samar aku dapat merasakan niat membunuh dalam aura kekuatannya, dan aura itu ditujukan pada Gege,” kata Lin Jia dalam pikiran Lin Feng.
“Sebelum dia menunjukkan sifat aslinya secara langsung, aku hanya akan mewaspadai keberadaannya dan membiarkan dia melakukan apapun selama itu tidak membuatku rugi,” kata Lin Feng pada Lin Jia.
“Saudara, bagaimna mungkin kamu sebagai anggota keluarga Lin justru memilih menggunakan kekuatan elemen cahaya daripada menggunakan kekuatan elemen petir?” tanya Lin Luyao dengan suara pelan, dan dia memastikan hanya Lin Feng yang dapat mendengarnya.
“Saudari Lin Luyao, apa kamu percaya kalau aku memiliki seluruh elemen yang ada di Alam Semesta? Elemen petir, elemen cahaya, serta elemen yang lainnya, aku memiliki semuanya dan bisa menggunakan semua elemen diwaktu bersamaan,” ungkap Lin Feng.
“Hahahaha... saudara, apa kamu sedang ingin membodohiku? Bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki seluruh elemen di Alam Semesta, sedangkan selama ini yang aku tahu tiap orang hanya ditakdirkan memiliki satu elemen?” ujar Lin Luyao tertawa lirih dan dia lanjut berkata, “Namun, ada kemungkinan saudara adalah pengecualian karena bagaimana mungkin seorang anggota keluarga Lin tidak memiliki kekuatan elemen petir?”
__ADS_1
Lin Luyao sebenarnya masih belum percaya kalau Lin Feng memiliki lebih dari satu kekuatan elemen, ia masih meyakini kalau seorang manusia ditakdirkan hanya memiliki kekuatan dari salah satu elemen. Namun mengingat Lin Feng adalah bagian keluarga Lin dan ia mengenal baik kedua orangtuanya, hati kecilnya mengatakan kalau benar adanya Lin Feng memiliki lebih dari satu kekuatan elemen.
Untuk membuktikan kebenaran dirinya memiliki lebih dari satu elemen, Lin Feng menunjukkan seluruh elemen yang dikuasainya pada Lin Luyao. Bergantian ia menunjukkan kekuatan elemen berbeda di telapak tangannya dan memastikan hanya Lin Luyao yang melihatnya.
Lin Luyao melebarkan kedua matanya melihat sesuatu yang baru pertama kali dilihatnya. Seseorang yang memiliki seluruh kekuatan elemen memang ada dan orang itu tak lain adalah saudaranya sendiri.
Mengarahkan pandangannya memandang wajah Lin Feng, Lin Luyao berkata, “Saudara Lin Feng, apa kamu masih manusia sama sepertiku? Kekuatanmu ini bukanlah kekuatan yang bisa dimiliki manusia biasa.”
“Saudara, seperti yang terlihat, aku hanyalah manusia biasa sepertimu, tapi yang membedakan aku dengan manusia biasa, aku memiliki apa yang tidak mereka miliki,” kata Lin Feng menjawab pertanyaan Lin Luyao.
“Dilihat dari manapun saudara memang tak ada bedanya dengan manusia biasa, tapi tetap saja kekuatan saudara bukanlah kekuatan yang bisa dimiliki manusia sepertiku.”
Saat Lin Luyao ingin lanjut berkata, Lin Feng tiba-tiba berhenti sambil mengangkat kedua tangannya, memberi kode supaya yang lainnya juga berhenti.
“Mereka datang! Jumlah yang datang kalini lebih banyak dan kekuatan mereka sedikit lebih kuat dari yang sebelumnya,” ungkap Lin Feng menyampaikan informasi jumlah serta kekuatan musuh.
“Jangan meremehkan kekuatan musuh dan menahan diri! Keluarkan seluruh kemampuan yang kalian miliki dan secepatnya bunuh musuh yang datang! Semakin cepat mereka semua mati, semakin siap kita menghadapi pertempuran lainnya!” seru Lin Feng pada Lin Luyao dan seluruh prajurit pengawal.
Lin Luyao dan prajurit yang mengawalnya jelas mendengar seruan Lin Feng dan melakukannya. Tidak ada dari mereka yang meremehkan kekuatan musuh dan menahan diri. Semua fokus pada pertempuran dan mengerahkan semua untuk membunuh musuh yang datang.
Melihat siluman yang datang lebih banyak, Lin Feng sama sekali tidak khawatir dan tenang dia melawan siluman yang mendekatinya. Meski belum mengeluarkan sekuruh kekuatannya, siluman tingkat Dewa Agung Bintang 5 sampai Bintang 7 masih belum cukup membuatnya mengeluarkan seluruh kekuatannya.
“Boom... Boom... Boom...”
Suara ledakan terdengar saat Lin Luyao dan para prajurit pengawalnya menggunakan kekuatan elemen petir menyerang musuh mereka. Di serang kekuatan petir, banyak siluman musnah hanya dalam sekali serang.
__ADS_1
Namun, saat semua orang serius melawan musuh, ujung mata Lin Feng melihat bagaimana pemimpin prajurit pengawal Lin Luyao yang tidak serius menghadapi musuh. Dia seperti sedang main-main dan mengabaikan rekannya yang membutuhkan bantuan.
“Sebagai orang yang sedang menyamar, apa yang dilakukannya saat ini bukannya dapat menunjukkan identitas aslinya?” ujar Lin Feng dengan suara pelan dan dia kembali fokus pada musuhnya.
Dari arah rimbunnya pepohonan, lima siluman dengan kekuatan di tingkat Dewa Agung Bintang 9 datang dengan aura kuat dan niat membunuh yang diarahkan pada Lin Feng dan yang lainnya.
“Saudari, bantu para prajurit dan serahkan lima siluman itu padaku! Kebetulan aku sedang membutuhkan teman berlatih, jadi biarkan aku seorang diri yang mengalahkan mereka,” kata Lin Feng pada Lin Luyao.
“Lakukan apa yang ingin saudara lakukan, tapi saudara jangan dulu menyentuh orang itu karena aku sendiri yang akan mengakhiri keberadaannya.” Lin Luyao dari awal sudah tahu keberadaan musuh dalam selimut dan ia yakin Lin Feng juga mengetahui keberadaannya. Oleh karena itu ia melarang Lin Feng menyentuhnya, dan membiarkan dirinya yang mengakhiri keberadaan orang itu.
Lin Feng yang mendengarnya mengangguk sambil tersenyum dan setelahnya berkata, “Dia tidak akan mudah dikalahkan, tapi aku yakin saudari bisa melakukannya!” Selesai berkata Lin Feng segera melesat maju menyerang lima siluman terkuat dari sekian banyak siluman yang ditemuinya di lembah siluman. Meningkatkan kekuatan setara kekuatan musuh, kekuatan Lin Feng masih lebih unggul dibandingkan kekuatan mereka yang menjadi musuhnya.
“Ini kesempatanku membunuhnya!” Pemimpin prajurit terlepas dari pengawasan Lin Luyao dan begitu saja dia pergi ke tempat pertempuran Lin Feng dan lima siluman.
Ingin menyerang saat Lin Feng lengah, ia terus memperhatikan jalannya pertempuran. Melihat lima siluman bersamaan menyerang Lin Feng, memanfaatkan titik yang dianggapnya sebagai titik buta pandangan Lin Feng, dia melesat maju melakukan serangan.
Namun yang dianggapnya sebagai titik buta, ternyata Lin Feng sama sekali tidak buta di titik itu. Saat serangannya datang, menggunakan pedang yang terbuat dari elemen cahaya, Lin Feng berhasil menahan serangannya.
“Apa kamu pikir diam-diam menyerangku dapat memberi kesempatan untukmu melukaiku? Jangan berharap terlalu tinggi karena pada akhirnya kamu yang akan segera mati!” Lin Feng melihat Lin Luyao datang dan pada akhirnya dia menyerahkan pemimpin prajurit pada wanita itu.
Lin Luyao yang menggantikan posisi Lin Feng menghadapi pemimpin prajurit pengawal nya, dia tak bermain-main menghadapi musuhnya. “Apa sejak awal kamu berpikir aku tidak tahu, kalau kamu adalah penyusup dalam rombonganku? Sayangnya sejak awal aku sudah mengetahui keberadaanmu, dan sebenarnya aku ingin mengakhiri hidupmu setelah mengalahkan siluman penjaga tanaman rumput keabadian.”
“Namun karena kamu lebih dulu melakukan pergerakan dengan menyerang saudaraku, kematianmu akan datang lebih cepat dari yang aku rencanakan!” Tak ingin bermain-main dengan musuhnya, Lin Luyao mengerahkan seluruh kekuatannya, menyerang pemimpin prajurit pengawal yang menjadi musuhnya.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.