Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Tidak Layak Menjadi Lawan


__ADS_3

Jiang Bo merasakan keberadaan banyak orang dengan kekuatan jauh lebih kuat dibandingkan kekuatannya, perlahan mendekat ke tempatnya berdiri. Dia tidak tahu siapa pemilik kekuatan itu, tapi ia tahu kalau putrinya berada diantara mereka.


Setelah beberapa waktu hanya bisa merasakan, Jiang Bo akhirnya melihat sosok dua orang yang bergerak mendekat kearahnya, tapi bukan hanya dua sosok itu yang bergerak mendekat, melainkan ada ribuan sosok yang turut bergerak mendekat kearahnya.


Berhenti di jarak puluhan langkah di depannya, pandangan mata Jiang Bo segera tertuju pada wanita bercadar yang diyakininya kalau wanita itu adalah putrinya, dan ia semakin yakin kalau wanita itu adalah putrinya setelah melihat keberadaan lima wanita yang ia tugaskan menjemput putrinya ke Alam Dewa.


Jiang Bo berjalan mendekati wanita bercadar yang diyakininya kalau wanita itu adalah putrinya. “Putriku, apa kamu tidak ingin melihat ayah dari dekat?” tanyanya saat ia hanya berjarak lima langkah dari sosok wanita bercadar yang tak lain adalah Lin Hua.


“Bagaimana mungkin aku mendekati orang yang memiliki niatan tidak baik padaku? Kedatanganku bertujuan baik, tapi sepertinya justru sambutan jauh dari kata baik yang menyambut kedatanganku,” ungkap Lin Hua.


“Putriku, ayah sebenarnya tidak ingin memberi sambutan seperti ini untuk menyambut kedatanganmu. Akan tetapi, ayah terpaksa melakukan semua ini demi keselamatan keluarga Jiang, dan juga demi keselamatanmu,” kata Jiang Bo dan ia mengarahkan pandangan pada Lin Feng.


“Anak muda, kalau kamu masih ingin hidup, tinggalkan putriku dan segera pergi dari tempat ini! Sekalipun ada banyak orang kuat di sisimu dan kemungkinan kamu bisa mengalahkan kekuatan keluarga Jiang, pada akhirnya kamu tetap akan mati di tangan orang-orang keluarga Suci Guo!” lanjut Jiang Bo berkata.


“Aku tidak akan pernah pergi meninggalkan wanitaku, keluarga Jiang maupun keluarga Suci Guo, siapapun itu pasti akan musnah di tanganku jika berani menginginkan apa yang sudah menjadi milikku!” Tepat Lin Feng selesai berkata, tiga sosok berjubah hitam dengan aura sangat mendominasi muncul, dan mengambil tempat di sebelah Jiang Bo.


“Sangat muda tapi sudah sangat sombong! Kau yang berani meremehkan keluarga Suci Guo, aku pastikan hari ini kau mati di tanganku!” Aura kuat meledak dari tubuh salah satu dari tiga orang di sebelah Jiang Bo, dan aura itu sepenuhnya tertuju pada Lin Feng.


Aura Dewa Semesta Bintang 2 mencoba menekan Lin Feng dan orang-orang di sekitarnya, tapi ledakan aura kekuatan Lin Feng menyebar, melawan balik aura kekuatan orang yang terkejut karena aura kekuatan pemuda di depannya mampu melawan balik aura kekuatannya.


Satu alasan kenapa aura kekuatan pemuda itu mampu melawan balik aura kekuatannya, jawabannya cuma satu, “Kekuatannya setara dengan kekuatanku!” gumam ia yang mengarahkan aura kekuatan untuk menekan Lin Feng dan yang lainnya.


Tak ada jawaban lain selain itu dan ia mulai mewaspadai kekuatan lawan karena entah kenapa, ia merasa lawan yang sedah dihadapi masih menyembunyikan kekuatan sejatinya.

__ADS_1


Saat ini yang ia rasakan aura kekuatan lawan setara dengan kekuatannya, tapi saat ia mencoba mengukur kekuatan lawan, yang terlihat olehnya hanya lubang hitam tanpa dasar, dan semua itu terjadi bukan karena artefak yang mengganggu penglihatannya tapi semua itu bisa terjadi karena lawannya lebih kuat darinya.


“Kalian berdua jangan lengah dan tetap waspada! Ada kemungkinan dia lebih kuat dari kita, dan mungkin saja masih ada sosok kuat lainnya selain dia!” ia mengingatkan kedua rekannya untuk senantiasa waspada.


“Tetua, wanita bercadar itu, apa dia putri Jiang Bo yang ingin dijodohkan denganku? Kalau itu dia, aku tak akan menolaknya,” tanya ia yang paling muda, diantara tiga pria di sebelah Jiang Bo, dan mereka semua berasal dari keluarga Suci Guo.


“Dia memang putri Jiang Bo yang dijodohkan denganmu, tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya. Sebaiknya kalian berdua bantu aku mengalahkan pemuda itu, baru setelahnya kamu bisa mengambil ia yang memang sudah seharusnya menjadi milikmu!” kata Tetua ke-tujuh keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, yang sedari tadi terus mengarahkan aura kekuatan pada Lin Feng.


“Tetua, apa yang perlu ditakutkan darinya? Dia kuat hanya karena artefak dan aku seorang diri sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan keberadaannya!” Pria yang dijodohkan dengan Lin Hua, ia langsung saja berlari maju menyerang Lin Feng.


Lin Feng yang melihat satu dari tiga pria di sebelah Jiang Bo bergerak menyerang, ia hanya menanggapinya dengan santai, bahkan saat pria itu melayangkan pukulan dan tendangan padanya, ia dengan mudahnya berhasil menahan seluruh serangab pria itu.


“Kekuatanmu jauh lebih lemah dari ia yang mati-matian mencoba menahan aura kekuatanku, tapi dengan kekuatanmu kamu berani menyerangku? Sepertinya kamu sangat menginginkan kematian, dan aku tak akan sungkan memberi apa yang kamu inginkan!” ungkap Lin Feng.


“Bang...” Sura pukulan Lin Feng yang mengenai tubuh lawannya nyaring terdengar, sedangkan ia yang menjadi lawannya, setelah terkena pukulannya pria itu meluncur jatuh menghantam permukaan tanah.


Lin Feng yang masih berdiri di tempatnya, ia tersenyum sinis melihat apa yang terjadi pada lawannya.


“Kalau ada yang lebih kuat darinya, silahkan kalian bersamaan maju menyerangku supaya aku tak perlu menghabiskan banyak waktu, hanya untuk menghadapi kalian satu-persatu!” teriak Lin Feng.


Tetua ke-tujuh keluarga Suci Guo yang mendengar semua itu, ia segera mengarahkan pandangannya pada Jiang Bo dan berkata, “Kau dan seluruh tetua keluarga Jiang bantu aku mengalahkan pemuda itu! Sedangkan untuk prajurit keluarga Jiang, kerahkan mereka untuk membunuh seluruh orang yang mengikuti pemuda itu!”


Jiang Bo sebenarnya sangat enggan mengikuti keinginan Tetua ke-tujuh keluarga Suci Guo, tapi teringat ancaman Tetua Agung keluarga Suci Guo yang tak segan melenyapkan keluarga Jiang kalau ia tidak menuruti keinginan keluarga Suci Guo, pada akhir ia hanya bisa menurut.

__ADS_1


Mengirim perintah melalui telepati, Jiang Bo memerintahkan prajurit keluarga Jiang menyerang dan membunuh orang-orang yang berada di belakang Lin Feng.


Sedangkan untuk para tetua, ia akan memimpin mereka membantu Tetua ke-tujuh keluarga Suci Guo menyerang pemuda yang diketahuinya kalau pemuda itu adalah menantunya sendiri.


Jiang Bo dan para tetua keluarga Jiang segera bergerak maju mengikuti Tetua ke-tujuh dan wakilnya, yang sudah lebih dulu bergerak maju.


Lin Feng yang melihat banyak orang datang menyerangnya, ia masih saja terlihat tenang, tak terlihat sedikitpun kepanikan di wajahnya. “Baguslah kalau kalian sadar dan bersama-sama datang menyerangku. Dengan kalian datang bersamaan menyerang, pertempuran tidak berguna ini akan berakhir dalam waktu singkat!” katanya dan tak lagi ia menahan kekuatan sejatinya, tapi sebelum menunjukkan semua itu pada semua lawannya ia lebih dulu membuat array pembatas, untuk mencegah Tetua ke-tujuh keluarga Suci Guo dan dua orang lainnya pergi melarikan diri meninggalkan medan pertempuran.


Sementara itu, di sisi lain Lin Hua memimpin semua orang termasuk binatang kontrak Lin Feng serta pasukan Dewa, melawan prajurit keluarga Jiang yang maju menyerang.


Meski memiliki keunggulan dalam jumlah, keberadaan prajurit keluarga Jiang sama sekali tidak membuat gentar Lin Hua dan yang lainnya. Jumlah dapat ditutupi dengan kekuatan, dan mereka memiliki kekuatan itu yang bisa digunakan untuk menutupi perbedaan jumlah.


“Mereka sangat bersemangat. Baiklah, aku juga akan bersemangat menghadapi kalian semua, yang sebenarnya tidak memiliki kelayakan bertarung melawanku!” Lin Feng dengan aura yang sangat mendominasi medan pertempuran, mudah baginya menahan serangan musuh.


Bukan sekedar menahan, tapi ia sesekali melakukan serangan balasan, dan tiap kali ia melakukannya siapapun yang terkena serangan bisa dipastikan orang itu tak lagi memiliki kesempatan melanjutkan pertempuran.


Bagaimanapun juga kekuatan mereka terlalu lemah untuk menghadapi Lin Feng, terutama bagi para tetua keluarga Jiang yang rata-rata masih berada di tingkat Dewa Agung Bintang 6. Mereka bukanlah lawan sepadan untuk Lin Feng, sekalipun unggul dalam jumlah.


Lin Feng yang mulai bisa menahan dan hanya sesekali melakukan serangan balik, ia melambaikan tangannya, gelombang api hitam muncul begitu ia melambaikan tangan, dan gelombang api itu menyapu bersih seluruh lawannya.


Meski tidak mengakhiri hidup mereka, tapi apa yang baru dilakukan Lin Feng menunjukkan kalau membunuh mereka semua bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan olehnya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2