Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Membersihkan Sampah Tidak Berguna


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Baoshi tersenyum mendengar perkataan Lin Feng. Sebagai salah satu orang yang mengerti peraturan keluarga Lin, tentu dirinya tahu hukuman seperti apa yang diberikan pada mereka, yang terang-terangan melanggar peraturan.


Meski tidak berat, anggota keluarga trah pertama yang pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat rendah, siapapun itu dia harus menerima seratus sambaran petir di puncak gunung petir, yang berada di belakang kediaman utama keluarga Lin.


Sejak ratusan juta tahun yang lalu, anggota keluarga trah pertama dilarang mengunjungi Alam Sembilan Surga dibawah tingkat keempat, dan sejak aturan itu berlaku tak satupun anggota trah pertama yang pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat rendah.


Hukuman di atas puncak gunung petir memang tidak seberapa bagi mereka yang memiliki darah murni dari Dewa Agung keluarga Lin, tapi bagi mereka yang tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit darah murni Dewa Agung keluarga Lin, setidaknya dia bakal menderita luka parah, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih.


Tak lagi mendengar sesuatu yang penting, Lin Feng memutuskan pergi meninggalkan kedai. Namun, baru juga melangkah turun sampai ke lantai tiga, jelas Lin Feng dan yang lainnya mendengar suara keributan, yang berasal dari lantai pertama. Penasaran dengan apa yang terjadi di tempat itu, Lin Feng bertanya pada seorang pria yang baru naik ke lantai ketiga, “Tuan, apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah sana, sampai suara keributannya terdengar sampai ke tempat ini?”


“Di bawah sana ada sekelompok murid sekte Tengkorak Hitam yang sedang membuat keributan dengan menggoda pelayan kedai. Selain menggoda, mereka juga memaksa beberapa pelayan menemani mereka minum, dan tak sedikit dari mereka yang berbuat hal tidak baik pada para pelayan. Banyak kultivator yang mencoba mengusir mereka, tapi karena keberadaan salah satu tetua sekte diantara mereka, para kultivator justru bertumbangan di tangan orang itu,” jawab pria yang berlalu pergi setelah memberi jawaban.


Lin Feng sebenarnya tidak terlalu peduli dengan semua itu, tapi berbeda dengan Lin Hua dan dua wanita lainnya. Jelas mereka tidak menyukai keberadaan orang-orang dari sekte Tengkorak Hitam, yang sudah berperilaku tidak baik pada para pelayan wanita.


“Aku dapat merasakan aura yang terkuat dari mereka berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 9. Kemungkinan, dialah tetua yang membantu muridnya membuat kekacauan di tempat ini,” ungkap Lin Hua.


“Hua’er dan kalian berdua, apa kalian ingin membantu para pelayan di lantai pertama dan memilih berurusan dengan sekte Tengkorak Hitam?” tanya Lin Feng pada Lin Hua dan dua wanita lainnya.


Ketiganya bersamaan menganggukkan kepala. “Sesama wanita, tentu saja kami ingin membantu mereka, dan aku sama sekali tidak peduli dengan keberadaan sekte Tengkorak Hitam,” kata Lin Hua jelas.


Setelah mendengar perkataan Lin Hua, Lin Feng membiarkan ketiga wanita pergi menyelesaikan keinginan mereka, sedangkan dirinya memilih melihat situasi terlebih dahulu, dan jika kekuatannya dibutuhkan sewaktu-waktu dirinya bisa turun tangan.

__ADS_1


“Kalian berdua keluar, dan jaga bagian luar! Jangan biarkan ada kekuatan lain yang datang membantu tetua dan murid sekte Tengkorak Hitam!” perintah Lin Feng pada Lin Baoshi dan Lin Shao.


Keduanya menganggukkan kepal, dan hanya dalam setengah tarikan napas keduanya telah menghilang dari pandangan Lin Feng, yang dengan tenang melanjutkan perjalanan menuju lantai pertama.


Sementara itu, Lin Hua, Lin Meili, serta Lin Yanran yang baru sampai di lantai pertama setelah menuruni tangga, keberadaan mereka yang mengundang perhatian seluruh pria di lantai pertama, membuat sosok pria tua berpakaian serba hitam dengan jubah bertambar tengkorak di bagian belakangnya, langsung saja melangkah maju mendekati ketiganya.


Lin Meili dan Lin Yanran yang tak menggunakan cadar, kecantikan mereka adalah sesuatu yang sangat diinginkan para pria. Sedangkan kecantikan di balik cadar yang ditunjukkan Lin Hua, membuat para pria penasaran dengan kecantikannya, dan mereka menebak jika kecantikannya jauh melampaui kecantikan dua wanita yang mengapit di sisi kana dan kuri tubuhnya.


“Nona cantik, bagaimana kalau kalian bertiga menemaniku minum, dan mungkin kalian beruntung bisa menjadi teman bermalam untuk Tuan ini?” kata pria tua yang tak lain adalah tetua kedelapan sekte Tengkorak Hitam. Salah satu sekte aliran hitam di Alam Sembilan Surga.


Lin Hua dan dua wanita lainnya sangat ingin meludahi wajah pria tua di hadapan mereka setelah mendengar perkataan orang itu. Akan tetapi, daripada sekedar meludahi, mereka jauh lebih ingin langsung mengakhiri hidup orang itu, dan semua orang di kedai yang berada dari sekte Tengkorak Hitam.


“Kami tidak memiliki waktu menemani minum orang tua sepertimu, dan lagi apa kamu tadi memanggil dirimu sendiri sebagai Tuan? Bagaimana mungkin ada seorang Tuan berpenampilan buruk sepertimu? Bukan hanya berwajah jelek dan berpenampilan buruk, tapi kamu juga sangat bau...”


Wajah tetua kedelapan seketika menggelap bersamaan dengan pancaran aura kuat yang keluar dari tubuhnya, dan menekan seluruh orang yang berada di lantai pertama.


Lin Meili awalnya cukup tertekan oleh aura yang dikeluarkan oleh tetua kedelapan, tapi setelah aura Lin Yanran menyelimuti tubuhnya, aura tetua kedelapan sama sekali tidak berpengaruh padanya.


Tak membiarkan tetua kedelapan sesuka hati melakukan apa yang diinginkannya, Lin Yanran mengeluarkan aura tiran seorang Kaisar Dewa Bintang 5, dan mengarahkan aura itu hanya kepada tetua kedelapan.


Merasakan aura tiran yang dikeluarkan Lin Yanran, tubuh tetua kedelapan perlahan jatuh, dan sekarang pria tua itu berlutut di hadapan tiga wanita cantik yang membuatnya sangat tertarik untuk memiliki ketiganya.


“He... hentikan apa yang sedang kamu lakukan, kalau kamu tidak ingin menjadi musuh utama sekte Tengkorak Hitam!” Tetua kedelapan mencoba mengancam ketiga wanita di hadapannya dengan nama besar sekte Tengkorak Hitam.


“Sekte Tengkorak Hitam? Apa kamu pikir kami tahut dengan sekte Tengkorak Hitam?...”

__ADS_1


“Tua bangka, kamu tidak mengenali siapa kami, dan mengancam kami dengan nama sekte Tengkorak Hitam. Takutnya, kalaupun ada sepuluh sekte Tengkorak Hitam di Alam Sembilan Surga ini, mereka tetap bukan lawan sepadan kami, dan kekuatan di belakang kami,” kata Lin Yanran.


Bukannya gentar dan ketakutan dengan ancama tetua kedelapan, Lin Yanran, Lin Hua, serta Lin Meili, diwakili Lin Yanran mereka justru memberi ancaman balik pada tetua kedelapan.


Mendengar ancaman Lin Yanran, tetua kedelapan seketika menyadari sesuatu. Meski tidak tahu secara pasti, dirinya dapat merasakan kekuatan yang menekannya merupakan kekuatan seseorang yang berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi. Merasakan dan melihat aura yang menekannya berasal dari salah satu wanita di hadapannya, dirinya yakin mereka bukan berasal dari kekuatan yang bisa sembarangan disinggung.


Keberadaan wanita di tingkat Kaisar Dewa Surgawi. Dari apa yang dirinya ketahui, hanya mereka yang memiliki kekuatan utama di Alam Sembilan Surga tingkat atas, yang mampu menjadikan wanita sebagai kultivator tingkat tinggi di usia yang masih terbilang sangat muda.


Niat membuat ketakutan dengan mengancam ketiga wanita di hadapannya menggunakan nama sekte Tengkorak Hitam, tetua kedelapan kini justru dibuat ketakutan oleh ancaman balik yang ditujukan padanya. Para muridnya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena ada kekuatan besar yang membuat mereka tidak bisa bergerak.


‘Kalau aku sampai menyinggung mereka yang berkuasa di Alam Sembilan Surga tingkat atas, ini adalah akhir dari hidupku, dan sekte Tengkorak Hitam bisa terseret dalam masalah yang aku buat,’ tetua kedelapan membatin, dan dia mulai menyesali perbuatannya.


“Kenapa sekarang kamu diam? Apa sekarang kamu sudah menyesali seluruh perbuatanmu dan ingin meminta pengampun dari kami? Sayangnya kalaupun kamu melakukan itu, kami tidak pernah mengampuni orang-orang sepertimu!” kata Lin Yanran sambil mengumpulkan elemen petir di telapak tangannya.


Kilatan petir berwarna kuning keemasan muncul di telapak tangan Lin Yanran, dan saat melihat itu tetua kedelapan segera tahu dengan siapa dirinya membuat keributan. ‘Kenapa harus keluarga Lin? Kalau begini, bukan hanya aku dan mereka di tempat ini yang musnah, tapi cepat atau lambat sekte Tengkorak Hitam pasti mengalami apa yang hari ini aku alami,’ tetua kedelapan kembali membatin, dan kali ini dia sangat menyesali perbuatannya.


Kalau sejak awal dirinya tahu di dalam kedai yang dimasukinya ada mereka yang berasal dari keluarga Lin, sebelum melangkah masuk dan membua keributan, dirinya pasti sudah memilih pergi sejauh mungkin dari kedai.


“Swuusshh... Boom... Boom... Boom...” Seluruh murid sekte Tengkorak Hitam di dalam ruangan lantai pertama meledak dan berubah menjadi kabut darah saat tekanan kuat menyerang jiwa mereka, dan semua itu hanya terjadi dalam satu kedipan mata.


Tekanan itu bukan berasal dari Lin Hua, Lin Yanran, maupun Lin Meili, melainkan tekanan itu berasal dari Lin Feng yang baru saja sampai di lantai pertama. “Kalian bertiga terlalu lama, jadi aku sedikit membantu dengan membersihkan sampah tidak berguna, yang keberadaannya hanya membuat rugi banyak orang!...”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2