
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“BOOOMM...” Ledakan besar menghancurkan istana besar milik Kekaisaran Cahaya. Bersama hancurnya istana Kekaisaran Cahaya, kini tak lagi ada nama Kekaisaran Cahaya di Alam Langit.
Penduduk ibukota Kekaisaran Cahaya yang melihat kehancuran istana megah milik Kekaisaran Cahaya, semua tahu kalau mereka bukan lagi bagian dari Kekaisaran Cahaya yang telah hancur.
“Kekuatan petir yang mengerikan. Kaisar Qian Zu berani menyinggung Kekaisaran Petir, dan inilah akibatnya.” Penduduk kota yang tahu rencana Qian Zu, mereka tidak terkejut dengan apa yang menimpa Kekaisaran Cahaya.
“Hancurnya Kekaisaran Cahaya menunjukkan kalau Yang Mulia Kaisar telah berhasil dikalahkan, dan sejak hari ini tanah yang kita injak adalah tanah Kekaisaran Petir.” Wilayah pihak yang kalah akanenjadi milik pihak yang kalah. Itulah aturan yang berlaku di Alam Langit.
“Aku merasa kehidupan kita akan jauh lebih baik saat kita menjadi bagian dari Kekaisaran Petir.” Banyak mantan penduduk Kekaisaran Cahaya optimistis kehidupan mereka akan lebih baik saat mereka menjadi bagian dari Kekaisaran Petir.
Satu hari kemudian.
Di istana Kekaisaran Petir, Lin Feng baru saja mendengar kabar apa yang terjadi di Kekaisaran Cahaya. “Aku tidak menyangka Qian Zu bukanlah orang yang pintar,” ujar Lin Feng sambil menggelengkan kepala.
Yan Guo, Yan Ning, dan Lin Molin yang juga baru mendengar kabar kehancuran Kekaisaran Cahaya, mereka setuju dengan perkataan Lin Feng. Lin Molin sendiri yang merupakan mantan Kaisar Iblis, selain memiliki nama baru, dengan kekuatannya yang menurun ke tingkat Kaisar Dewa Bintang 3 setelah kehilangan kekuatan iblisnya, dia kini menjadi panglima pelindung Kekaisaran Petir yang posisinya hanya berada di bawah Yan Guo dan Yan Ning.
Kini Kekaisaran Petir memiliki belasan kultivator di tingkat Kaisar Dewa yang membuat Lin Feng tenang saat harus pergi ke Alam Dewa. Dari waktu yang dimiliki Lin Feng, dalam dua hari dia harus meninggalkan Alam Langit kalau tidak ingin diusir paksa oleh Petir Langit.
“Paman, meskipun nantinya aku tidak tinggi di Alam ini, aku harap hubungan Kekaisaran Petir dengan Hutan Binatang Buas dan Hutan Binatang Spiritual tetap terjalin seperti saat ini, dan sebisa mungkin jangan membiarkan penduduk Kekaisaran Petir membuat kekacauan di wilayah itu!” Harapan Lin Feng yang disampaikan pada Yan Guo.
“Yang Mulia, hamba berjanji akan menjaga hubungan baik antara Kekaisaran Petir dengan penghuni Hutan Binatang Buas dan penghuni Hutan Binatang Spiritual.” Yan Guo yakin dapat melakukan semua itu.
Lin Feng menganggukkan kepalanya. “Aku tidak tahu apa masih memiliki kesempatan kembali ke Alam Langit setelah pergi ke Alam Dewa, tapi aku akan mencari cara supaya suatu saat nanti dapat kembali ke Alam ini,” kata Lin Feng.
Mengingat waktunya di Alam Langit tinggal tersisa dua hari lagi, sebelum pergi ke Alam Dewa dia ingin mengadakan pesta besar di Alam Langit, yang melibatkan seluruh orang di Alam Langit.
__ADS_1
“Paman, Bibi, apa kalian bisa mengatur pesta besar sebelum kepergianku ke Alam Dewa?” Lin Feng bertanya sambil mengarahkan pandangannya pada Yan Guo dan Yan Ning secara bergantian.
“Yang Mulia, sebenarnya besok kami telah mengatur pesta besar di istana Kekaisaran yang akan dihadiri orang-orang berkuasa di Alam Langit, termasuk tiga Kaisar yang menyatakan mereka sekarang tunduk di bawah Kekaisaran Petir. Di ibukota Kekaisaran sendiri juga akan diadakan pesta besar, dan semua orang bisa menghadirinya.” Begitu kembali ke Kekaisaran Petir setelah pertempurannya di wilayah bangsa iblia dan monster yang kini menjadi bagian dari wilayah Kekaisaran Petir, Yan Guo telah menyiapkan pesta besar untuk melepas kepergian Lin Feng.
Kekaisaran Elemen, Kekaisaran Kegelapan dan Kekaisaran air, sehari sebelum terdengarnya kabar hancurnya Kekaisaran Cahaya, mereka telah menyatakan diri tunduk pada kekuatan Kekaisaran Petir, dan bersumpah setia di bawah kepemimpinan Kekaisaran Petir.
“Kalau begitu, aku sungguh tidak sabar menunggu hari esok,” kata Lin Feng kemudia dia kembali disibukkan dengan pekerjaannya sebagai Kaisar Kekaisaran Petir yang tak lama lagi akan dirinya tinggalkan.
...----------------...
Satu hari berlalu akhirnya pesta besar benar-benar dilakukan di Kekaisaran Petir. Penduduk Kekaisaran Petir bersuka cita atas kemenangan besar Kekaisaran Petir dan diakuinya Kekaisaran Petir sebagai kekuatan utama di Alam Langit.
Namun, pesta di istana Kekaisaran Petir belum di mulai karena saat ini Lin Feng, Yin Hua, dan seluruh pejabat tinggi Kekaisaran sedang melakukan upacara penghormatan di hadapan makam Kaisar dan Permaisuri, serta makan para leluhur Kekaisaran Petir.
Setelah melakukan upacara penghormatan, Yan Guo menyampaikan pada Lin Feng kalau sebenrnya ada sepuluh pendiri Kekaisaran Petir yang jutaan tahun yang lalu telah pergi ke Alam Dewa, dan mungkin saat ini mereka telah membangun wilayah di Alam Dewa.
Yin Hua yang merupakan penduduk asli Alam Dewa, dia memang pernah mendengar nama keluarga Lin di Alam Dewa, tapi keluarga itu hanyalah keluarga kecil yang konon katanya sering di tindas oleh penduduk di Alam Dewa.
Rencananya, dia akan melihat langsung seperti apa keadaan keluarga Lin di Alam Dewa bersama-sama dengan Lin Feng begitu sudah sampai di Alam Dewa.
...----------------...
Di istana Kekaisaran Petir.
Pesta di istana Kekaisaran dimulai begitu Lin Feng, Yin Hua dan yang lainnya selesai melakukan upacara penghormatan di makam keluarga Kekaisaran Petir. Akan tetapi Xiong Hu, Huang Zho, Xiao Bing, Xiao Lan, Xiao Xi dan Xiao Rong tidak berpartisipasi dalam pesta karenaeeeka masih dalam pelatihan tertutup.
Dengan kemungkinan tak lama lagi dapat menerobos tingkat Dewa Langit, Lin Feng sengaja tidak mengganggu latihan tertutup yang sedang mereka lakukan, dan membiarkan mereka melanjutkan pelatihan tertutup.
“Kalian semua silahkan menikmati pesta di tempat ini.” Lin Feng melihat ke arah Yin Hua, kemudian tanpa sepengetahuan orang-orang yang sedang menikmati pesta, keduanya menghilang dari istana Kekaisaran.
__ADS_1
Keduanya ingin menikmati pesta bersama penduduk ibukota Kekaisaran Petir. Oleh karena itu mereka diam-diam pergi ke ibukota, dan menikmati pesta besar bersama penduduk Kekaisaran Petir yang hari ini memenuhi setiap sudut ibukota Kekaisaran.
“Ini mungkin kali terakhir kita dapat melihat keramaian di tempat ini,” kata Lin Feng sambil membelai lembut rambut panjang Yin Hua.
“Sebenarnya keramaian di tempat ini tidak sebanding dengan keramaian di Alam Dewa, tapi keramaian di tempat ini menunjukkan kebahagiaan yang mendalam, tak seperti keramaian di Alam Dewa yang hanya membuat keramaian untuk pamer kekuatan,” kata Yin Hua.
seperti yang dikatakan Yin Hua, Keramaian di ibukota Kekaisaran Petir memang tak seramai keramaian yang sering terjadi di Alam Dewa. Akan tetapi, keramaian di ibukota Kekaisaran Petir jauh lebih menarik dibandingkan apa yang ada di Alam Dewa.
“Sepertinya kehidupan di Alam Dewa jauh lebih keras jika dibandingkan kehidupan di Alam Langit.” Lin Feng merasa harus berusaha dua kali lebih keras untuk meningkatkan kekuatannya begitu sampai di Alam Dewa.
“Kehidupan di Alam Dewa memang lebih keras dibandingkan kehidupan di Alam Langit, tapi dengan usia kita yang masih sangat muda dan sudah berada di tingkat Kaisar Langit, keberadaan kita akan menjadi rebutan di Alam Dewa, dikarenakan keberadaan seorang jenius sangat dihargai di Alam Dewa,” kata Yin Hua pada Lin Feng.
Lin Feng mengangguk mendengar itu. Jika di tingkat Dewa Langit sudah menjadi rebutan, apa jadinya kalau dirinya sudah menerobos tingkat Raja Dewa Langit? Mungkin dirinya akan diangkat menjadi salah satu orang penting di Alam Dewa.
“Daripada membahas keadaan Alam Dewa, bagaimana kalau kita menikmati pesta hari ini sampai larut malam?” Lin Feng meminta persetujuan Yin Hua.
“Selama bersama Feng'gege, selama apapun pesta ini, dengan senang hati aku akan menikmatinya.” Yin Hua memeluk lengan Lin Feng, kemudia dia membawa Lin Feng ke tengah-tengah keramaian.
Lin Feng menggunakan topeng yang menutupi sebagian wajahnya sedangkan Yin Hua sejak awal sudah menggunakan cadar. Akan tetapi, meski wajah keduanya tidak terlihat sepenuhnya, semua orang yang melihat mereka sepakat menjuluki keduanya pasangan Dewa Dewi Surgawi.
Juga banyak anak kecil yang memberi bunga pada keduanya, berharap di masa depan mereka bisa menjadi pria atau wanita selayaknya pasangan yang terlihat selayaknya pasangan Dewa dan Dewi Surgawi.
Melihat ketulusan anak kecil yang memberi bunga pada mereka, Lin Feng dan Yin Hua dengan senang hati menerima pemberian mereka, dan tak pelit Lin Feng menyisipkan koin emas di lengan baju anak kecil yang memberi bunga padanya.
Tanpa terasa sudah ratusan bunga berada di tangan keduanya, dan mereka merasa sudah cukup menerima bunga dari anak-anak, tapi melihat ekspresi menggemaskan anak kecil yang bunga pemberiannya ingin mereka tolak, keduanya mengurungkan niatan mereka untuk menolak, dan pada akhirnya mereka kembali menerima bungan pemberian anak-anak kecil setelah menyimpan beberapa bunga ke dalam cincin penyimpanan.
“Entah kenapa setelah melihat banyak anak kecil, aku jadi menginginkan satu anak kecil.” Lin Feng berkata sambil mengedipkan sebelah matanya di hadapan Yin Hua.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.