
“Mereka akan segera datang. Kita harus bersiap menghadapi mereka!” kata Lin Feng.
“Gege, sekarang kita memiliki dua Penguasa, aku yakin kemenangan pasti di pihak kita!” Lin Hua belum tahu jika ada satu lagi sosok di dekatnya yang telah mencapai ranah Penguasa, sedangkan Lin Feng sendiri bukan lagi seorang penguasa, tapi dia adalah Sang Pencipta.
“Kita pasti mengalahkan mereka dan menang, tapi ingat jangan pernah menganggap remeh musuh yang terlihat lemah karena itu bisa membuat kita lebih mudah dikalahkan dari mereka yang lebih lemah!” kata Lin Feng memberi nasihat singkat pada Lin Hua dan yang lainnya.
Semua orang menganggukkan kepala mengerti. Sekalipun melihat atau menemukan musuh yang lebih lemah, mereka tak akan menganggap remeh musuh, dan akan serius menghadapinya. Selagi bisa cepat membunuh musuh, mereka akan segera mengakhiri hidup musuh, dan jika ada musuh kuat yang tidak bisa dikalahkan seorang diri mereka bisa bekerjasama dengan yang lainnya untuk mengalahkan musuh itu.
“Semuanya pergi ke posisi masing-masing!” kata Lin Feng dan semua orang segera pergi ke posisi masing-masing.
Lin Feng, Lin Hua, Lin Jia, Lin Baoshi serta Lin Yanran, mereka tetap berdiam diri di tempat untuk menghadapi barisan kekuatan utama musuh. Sedangkan Lin Mofeng, Lin Junda, Lin Huang, Guo Ouyang, seluruh bawahan Lin Feng serta para binatang kontrakan, merka terpencar menjadi dua kelompok yang berada di kanan dan kiri barisan prajurit yang dipimpin Lin Feng.
Mereka akan melakukan serangan dari samping. Sedangkan Bing Hualing, Lin Luyao, serta para tetua yang seluruhnya merupakan para wanita, mereka berada di barisan prajurit tambahan, yang baru turun ke medan perang saat keberadaan mereka benar-benar diperlukan.
Setelah semua orang sudah berada di posisi, Lin Feng menjentikkan jari dan membuat array untuk menutupi keberadaan semua orang. Meski array yang dia ciptakan tak akan bertahan lama, setidaknya musuh tak akan langsung mengetahui kekuatan penuh alam semesta.
...----------------...
Zang Tongzhi tersenyum saat dia melihat keberadaan jalan masuk menuju alam sembilan surga, meski dia tahu tak akan mudah memasuki alam sembilan surga.
“Tuan seluruh pasukan telah bersiap. Apa kita akan langsung melakukan serangan begitu sampai di padang kehampaan?” tanya Zang Huai yang sosoknr melayang di dekat Zang Tongzhi.
“Karena mereka siap melakukan peperangan, kita akan langsung menyerang begitu sampai,” kata Zang Tongzhi pada Zang Huai.
“Tuan, apa jumlah musuh dan kekuatannya telah tuan ketahui?” kembali Zang Huai bertanya.
“Aku tidak tahu pasti seberapa banyak dan kuat mereka, tapi yang jelas ada sosok Penguasa yang mungkin kekuatannya setara denganku. Dia memang kuat dan aku pernah merasakan kekuatannya, tapi aku masih memiliki keyakinan dapat mengalahkannya,” jawab Zang Tongzhi sangat serius.
Kalau Zang Tongzhi masih memiliki keyakinan dapat mengalahkan sosok musuh terkuatnya, Zang Huai sangat yakin kemenangan akan didapatkan alam kegelapan dalam peperangan yang akan segera terjadi.
“Zang Huai, pimpin lima juta prajurit tingkat Kaisar Dewa Surgawi dan dua juta prajurit tingkat Dewa Agung untuk menyerang barisan depan prajurit musuh!” perintah Zang Tongzhi.
“Zang Mo, kamu pimpin satu juta prajurit tingkat Dewa Agung untuk mencari kekuatan bantuan musuh!” Dia juga memberi perintah pada Zang Mo, sosok kepercayaannya selain Zang Huai.
__ADS_1
“Untuk prajurit tingkat Dewa Semesta, aku akan memimpin mereka menyerang penguasa alam semesta!”
“Dengan kekuatanku dan prajurit yang aku miliki, aku yakin penguasa alam semesta tak dapat bertahan lama menghadapi kekuatan utama alam kegelapan!”
Zang Tongzhi yakin dengan kekuatannya serta kekuatan prajurit tingkat Dewa Semesta, dia dapat mengalahkan penguasa alam semesta.
Ada lebih dari seratus ribu prajurit yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Semesta. Kekuatan yang sangat besar, dan dia yakin alam semesta tak memiliki kekuatan sebesar apa yang dimilikinya.
Sementara itu di padang kehampaan, Lin Feng tahu kalau Zang Tongzhi memberi perintah pada prajurit alam kegelapan untuk langsung menyerang.
“Mereka datang dan sepertinya akan langsung melakukan serangan!” ungkap Lin Feng.
“Jika langsung menyerang bukannya itu hanya akan merugikan mereka, yang jelas mengalami kelelahan setelah melakukan perjalan jauh?” kata Lin Hua.
Lin Feng dan yang lain sepemikiran dengan Lin Hua, tapi sekalipun musuh kelelahan, jika mereka langsung melakukan serangan, artinya mereka telah memiliki persiapan, dan sedikitpun Lin Feng maupun yang lainnya tidak boleh meremehkan apa yang telah dipersiapkan musuh.
“Bagaimana dengan jebakan yang sudah dipasang, apa itu akan berguna?” tanya Lin Jia pada Lin Feng.
“Aku tidak bisa memastikan apa itu berguna, tapi kita bisa melihat langsung apa itu berguna atau tidak berguna,” jawab Lin Feng.
“Akhirnya mereka datang.” Lin Feng menjadi orang pertama yang melihat kedatangan prajurit alam kegelapan, dan tak lama semua orang dapat melihat jutaan prajurit alam kegelapan muncul di langit padang kehampaan.
Langit padang kehampaan yang semula cerah, kini langit menjadi gelap dengan aura kegelapan yang membuat tidak nyaman orang-orang yang tinggal di alam semesta, terutama mereka yang saat ini berada di padang kehampaan.
Zang Huai yang memimpin tujuh juta prajurit alam kegelapan, dia langsung menyerang musuh yang terlihat olehnya, tapi yang dia lihat hanyalah prajurit yang dipimpin Lin Feng, dan jumlahnya tak lebih dari lima juta orang. Melihat jumlah musuh yang tak seberapa, Zang Huai tersenyum meremehkan kekuatan dan jumlah musuhnya.
“Bunuh mereka semua dan kumpulkan para wanita untuk kita jadikan mainan bersama-sama, sebelum kita nikmati rasa daging mereka!” perintah Zang Huai tegas pada seluruh prajurit yang berada di belakangnya.
“Baik Tuan!” balas seluruh prajurit.
Tujuh juta prajurit maju menyerang prajurit yang dipimpin Lin Feng. Aura mereka sangatlah mengerikan, dan mereka bukan sekumpulan prajurit lemah. Namun prajurit yang dipimpin Lin Feng juga bukan prajurit lemah. Meski kalah jumlah, dalam kekuatan mereka sedikit lebih unggul.
Zang Huai dan tujuh juta prajurit alam kegelapan bergerak maju mendekati prajurit Ling Feng, tapi belum sampai di tempat musuh, ledakan tiba-tiba terjadi di tengah-tengah prajurit yang melakukan pergerakan dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
“Sialan! Ternyata mereka telah menyiapkan jebakan.” Zang Huai menggerutu mengetahui dia dan prajuritnya saat ini berada di tengah-tengah jebakan, yang telah dipersiapkan musuh.
Mundur dan menghindari jebakan bukanlah pilihannya, dia tetap memimpin prajurit maju menyerang musuh.
“Serang dan bunuh mereka semua! Balaskan dendam teman-teman kita yang mati di tangan mereka!” teriak Zang Huai mencoba membangkitkan semangat prajuritnya.
Meski ribuan dari mereka mati, mendengar teriakan Zang Huai, prajurit alam kegelapan kembali mendapat semangat mereka.
Sedangkan Lin Feng yang melihat kedatangan musuh, dia menunjukkan senyuman di wajahnya. “Lin Baoshi, Lin Yanran, bagaimana kalau kalian maju menghadapi mereka? Aku rasa kekuatan kalian lebih dari cukup untuk mengalahkan sosok pemimpin prajurit alam kegelapan!”
“Baik Tuan, kami akan mengalahkan pemimpin mereka,” balas Lin Baoshi, lalu dia dan Lin Yanran melesat maju menyambut kedatangan musuh.
Maju bersama lima juta prajurit yang sekarang berada di bawah kepemimpinan mereka, Lin Baoshi dan Lin Yanran tak sedikitpun gentar dengan kekuatan yang dimiliki musuh.
“Hahaha... kalian datang untuk kematian!” kata Zang Huai yang langsung saja menyerang Lin Baoshi, tanpa melihat seberapa kekuatan musuhnya.
Prajurit dari kedua belah pihak saling berhadapan satu sama lain, menghasilkan benturan kekuatan dalam jumlah besar yang membuat tanah dan langit di padang kehampaan bergetar.
Dengan jumlah prajurit alam kegelapan ingin mendominasi jalannya peperangan, tapi nyatanya mereka tidak dapat melakukannya karena kekuatan prajurit alam semesta, nyatanya mampu mengimbangi jumlah prajurit alam kegelapan.
“Oh, ternyata kekuatan prajurit alam semesta ini tidak selemah bayanganku. Mereka cukup kuat, tapi sayang mereka tak sekuat prajurit khusus yang dipimpin langsung oleh tuanku!” kata Zang Huai yang sedang bertukar serangan dengan Lin Baoshi.
“Apa kau sangat yakin hanya mereka prajurit terkuat yang dimiliki alam semesta? Apa kau berpikir hanya tuanmu yang memiliki prajurit khusus? Sayangnya tuanku juga memiliki apa yang dimiliki tuanmu,” ujar Lin Baoshi.
“Cih, apa kau pikir aku percaya dengan omong kosongmu? Sayangnya tak sedikitpun aku mempercayainya. Alam semesta hanya dihuni orang-orang lemah, dan jangan harap kalian bisa menang menghadapi kami!”
Zang Huai tidak percaya dengan perkataan Lin Baoshi, dan dia segera meningkatkan kekuatannya untuk secepat mungkin mengakhiri hidup musuhnya.
“Karena kamu mulai serius, aku juga akan serius menghadapimu!”
Tak mau kalah, Lin Baoshi juga meningkatkan kekuatannya, dan terlihat kekuatan mereka saat ini berimbang.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.